Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 17


__ADS_3

"Oke!" Jawab singkat Dewi sembari mengacungkan jarinya tanda setuju dengan persyaratan dari suaminya itu.


Dewa kemudian berjalan naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya. Ia mengambil handuknya dan segera berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah beberapa saat kemudian, Dewa keluar dengan wajah yang sudah segar dan mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh Dewi. Tapi tiba-tiba ada suara benda yang terjatuh ke atas lantai.


Dewa segera melangkahkan kakinya lalu berjalan naik ke lantai dua. Kemudian ia masuk ke dalam kamarnya. Dewa mengambil handuknya dan segera berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah beberapa saat kemudian, Dewa keluar dengan wajah yang sudah segar dan mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh Dewinta. Tapi tiba-tiba ada suara benda yang terjatuh dan bergelinding.


"Itu benda apa yah yah jatuh?" Tanyanya Dewa yang penasaran dengan benda yang terjatuh barusan.


Dewa kemudian mencari benda itu. Dan ternyata benda itu adalah sebuah kotak berwarna biru tua. Dewa kepo dengan isi dari kotak itu dan membuatnya tak berpikir lama dan panjang kemudian mulai membuka tutup kotak itu.


"Kira-kira isinya apa yah?" Gumamnya Dewa.


Dewa sangat kaget sekaligus juga bahagia setelah melihat isi dari kotak itu. Dewa saking bahagianya ia jingkrak-jingkrak di depan lemari pakaiannya. Bersamaan dengan kedatangan Dewi membuka pintu kamarnya, handuk yang dipakainya melorot hingga ke bawah tepatnya atas mata kakinya.


"Aahhhhh!!! Mas ada burung beo yang lepas!!" Pekiknya Dewi sembari menutup matanya dengan kedua tangannya.


Dewi langsung berteriak dan menutup matanya. Setelah melihat sesuatu yang tidak biasa tapi sering kali ia lihat. Dewa tersentak kaget mendengar teriakan dan jeritan dari istrinya itu.


"Mana... di mana burung beonya sayang?" tanyanya Dewa yang tersentak terkejut mendengar teriakan dari suaminya.


"Mas!!! aaahh!! lihat tuh handuknya!!" Jeritnya Dewi lagi sambil menunjuk ke arah handuk yang dipakai Dewa yang berwarna cokelat itu.


Dewa segera melihat arah telunjuk Dewi, ia segera membetulkan posisi handuknya. Dia tertawa cengengesan dengan situasi yang terjadi padanya dan hanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya sendiri.


Dewa langsung berlari ke arah Dewi dan tanpa aba-aba menggendong Istrinya ala bridal style. Dewa membawa Dewi ke atas ranjang king size-nya. Kemudian menurunkan tubuh Dewi segera dengan perlahan dan sangat pelan.


"Makasih banyak sayang," ucap Dewa berulang kali.

__ADS_1


Dewi belum paham dengan maksud dari perkataan Dewa padahal ia sudah rencanakan surprise tersebut. Dewinta belum mengetahui kalau Dewa sudah mendapatkan kotak yang disimpannya tersebut.


"Aku yang seharusnya berterima kasih karena Kakak telah memasakkan makanan yang paling enak dan sangat lezat serta nikmat untukku!" Imbuh Dewi.


"Kamu tahu gak sayang,aku sangat bahagia setelah mendapatkan ini," terangnya Dewa sambil memperlihatkan benda yang berada di dalam kotak kecil itu.


Dewa tanpa segan dan aba-aba langsung menciumi seluruh wajah istrinya. Dan tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT.


"Sejak kapan sayang??" Tanya Dewa.


"Aku tahu setelah perayaan ulang tahun pernikahan kita Mas," jelas Dewi.


"Aku akan menjadi Papa lagi, Alhamdulillah akhirnya aku bisa menjadi suami siaga sayang, dan kalau boleh jujur hal ini aku idamkan sejak dulu loh!' ungkapnya Dewa sambil meneteskan air mata kebahagiaannya.


Dewa sudah memangku tubuh Dewia. Dan memeluk erat tubuh istrinya, "Lepas dong Kak, saya sesak nafas nih," ketusnya Dewi.


"Maafkan aku Sayang," ungkapnya Dewa sambil melepaskan pelukannya.


"Sudah berapa bulan kandunganmu sayang??" Tanyanya Dewa lagi.


"Berarti sudah bisa dicek yah jenis kelaminnya?" Tanyanya Dewa dengan semangat.


"Insya Allah sudah bisa Mas," timpalnya Dewi.


Dewa segera menghubungi dokter pribadi eyangnya dan menyuruh dokter itu segera datang ke rumahnya yang ada Seoul Korea Selatan.


"Kamu tidak boleh banyak goyang, banyak pikiran dan harus makan dan minum minuman yang sehat dan sega," titah Dewa dengan cerewet.


"Kakak aku ini bukan seorang yang penyakitan tapi hanya wanita yang sedang mengandung saja," guraunya Dewi yang bahagia dengan tingkahnya Dewa yang sangat antusias mendengar kabar bahwa sedang hamil anak ketiganya.


"Andai saja sedari dulu Mas ada di sampingmu waktu kamu hamilkan si twins pasti aku akan sangat bahagia seperti sekarang ini sayang," soraknya Dewa..

__ADS_1


Dewa segera memakai pakaiannya dan menunggu kedatangan dokter pribadi keluarganya yang telah dia telpon.


Tiba-tiba Dewi merasakan sesuatu yang aneh dari bagian perutnya, "Aahh!!! Mas sakit!!" Pekiknya Dewi yang mengeluh kesakitan dibagian rahimnya.


Dewa kaget dan segera mendatangi Istrinya yang tengah berbaring di ranjang king size-nya. Dia sangat panik karena ini pertama kalinya Dewi mengeluh kesakitan dan itu di bagian rahimnya.


"Kamu kenapa sayang??" tanya Dewa yang sudah panik dan tidak tahu berbuat apa-apa lagi.


"Sakit Mas, tolong!!!" Keluhnya yang sudah mengeluarkan keringat dingin dan sudah meneteskan air matanya.


Dewa segera menghubungi Paman Kim Ji-Jung untuk segera ke kamarnya.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…..


__ADS_2