
Rezeki merupakan anugerah artinya segala sesuatu yang kita miliki baik itu rezeki sehat, rejeki harta, rezeki kebahagiaan, rejeki kecerdasan, itu semua merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.
Sebagai umat yang taat kepada Tuhannya, kita harus pandai-pandai bersyukur terkait dengan semua rejeki yang kita dapat.
Pasangan suami istri itu berharap dengan oleh-oleh dari mereka Bisa bermanfaat dan berguna untuk orang yang menerima barang itu sebagai cinderamata dari Korea Selatan.
Dewa hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan ke luar, hendak ingin mencari keberadaan Mama Elisah Sedangkan di Apartemen pribadi Bima, dia tidak lupa memasukkan sebuah kotak warna biru tua ke dalam kopernya. Kotak itu nantinya akan diberikan oleh Bima untuk Sarah kekasih pujaan hatinya sekaligus adik sepupunya Dewa.
Bima menatap ke arah luar jendela tinggi itu, "Tunggu lah aku Sarah, aku akan buktikan pada dunia bahwa aku sangat mencintaimu dan aku tidak bisa hidup tanpa kamu walaupun dunia menentang hubungan kita," gumam Bima sambil packing barang-barangnya.
Setelah dari kediaman rumahnya Dewa dan Dewi, Bima Sakti Aryanta Martadinata langsung mengemas pakaiannya yang akan ia bawa ke Amerika. Bima memutuskan untuk segera berangkat ke USA setelah mendengar kabar kalau Sarah sedang dekat dengan laki-laki lain tanpa menunggu dan menunda keberangkatannya.
"Aku harus terus dan berjuang lebih keras dan kuat lagi untuk mendapatkan kasih sayang dari Sarah Sechan Andreas Kim seperti dulu lagi," batinnya Bima.
Keputusannya Bima sudah bulat dan tidak akan pernah berubah lagi cukup sekali ia sedih, sakit, kecewa dan terluka.
"Dulu aku hanya anak angkat yang tidak punya sesuatu apapun yang bisa aku banggakan tapi sekarang aku punya segalanya Pak Andreas," gumam Bima.
Bima sudah bertekad untuk memperjuangkan cintanya apa pun tanggapan dari keluarga besar Andreas Kim. Cukup sekali ia merasakan kehilangan. Jadi untuk keberangkatannya kali ini, tujuannya bukan hanya untuk memperbaiki kondisi perusahaan Sains global Group, tapi juga untuk memperjuangkan Sarah untuk menjadi istrinya.
"Aku akan buktikan kepada semua orang kalau Aku pantas bersanding dengan Sarah Sechan Andreas Kim," tekadnya Bima yang semakin kuat.
Bima segera ke Bandara dan sebelum berangkat Adrian singgah ke kediaman utama David Hermansyah untuk pamitan kepada mama angkatnya yaitu Bu Elisha. Beliau adalah orang yang sudah berjasa membesarkan dan mendidiknya selama ini.
"Assalamu alaikum Mbak," ucap salam Bima ketika daun pintu itu sudah terbuka lebar.
"Waalaikum salam Tuan Muda Bima," ucap Mbak Sri.
"Mama ada gak Mbak?" Tanya Bima seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan sambil tetap berjalan ke arah dalam rumah Hermansyah.
__ADS_1
"Nyonya besar ada di perpustakaan Tuan," Muda," Jawab Mbak Sri.
"Makasih Mbak cantik yang baik hati dan juga seksi," gurau Bima.
Mbak asisten rumah tangganya tersenyum malu-malu mendengar perkataan Bima yang menghibur Mbak Sri. Bima segera berjalan ke arah perpustakaan. Ia berjalan sambil bersiul. Saking gembiranya Adrian akan bertemu dengan pujaan hatinya, sehingga senyum di wajahnya tak pernah luntur.
Bima yang langsung saja masuk ke dalam perpustakaan tempat Mama Elisabeth berada. Mamanya sedang membaca buku. Itulah kebiasaan yang sering dilakukan oleh Mama Elisah jika sedang senggang dan tidak punya banyak kesibukan.
"Assalamu alaikum Ma," sapanya Bima dan langsung salim kepada Mama angkatnya.
"Waalaikum salam Nak," timpalnya Mama Elisah.
"Aku dengar dari adikmu katanya kamu akan berangkat ke USA??" Tanya Mama Elisah yang menatap tajam ke arah putra sulungnya itu.
"Insya Allah Ma, saya akan berangkat ke Bandara setelah dari sini," jawabnya Bima.
"Hati-hati yah, jangan lupa kunjungi adikmu Rama dan sepupumu Sarah di sana dan Mama titip salam untuk mereka," ujarnya Nyonya Elisha.
"Jangan lupa bawa pakaian tebal karena masih Mlmusim salju di New York sekarang ini," sarannya Bu Elisha.
Bima memeluk tubuh ibunya, "Siap Mamaku yang paling tersayang dan yang paling cantik," timpal Bima sambil memeluk tubuh Mamanya.
"Nak kapan kamu bawa calon istrimu ke rumah, lihat Dewaa adikmu ia akan segera punya anak ke tiga sedangkan kamu calonnya saja belum ada apa lagi boro-boro punya anak calon mamanya saja kagak jelas," kelakar mamanya sambil berjalan ke arah kursi yang ada di dalam perpustakaan.
"Insya Allah saya akan berusaha untuk membawa calon istriku Ma dan do'akan aku Ma! semoga calon istriku menerima lamaranku dan keluarganya merestui kami," jelasnya Bima sambil tersenyum penuh arti.
"Amin ya robbal alamin, saya selalu mendo'akan yang terbaik untuk semua anak-anak Mama," harapnya Mama Elisah.
"Makasih Ma," imbuhnya Bima sambil mencium pipi Mamanya.
__ADS_1
Seperti itulah kebiasaan dan kedekatan Bima jika bersama Mama Elisah, walaupun tidak ada ikatan darah diantara mereka,tetapi mereka sangat menyayangi satu sama lain. Bagi Bima adalah Mama Elisha adalah malaikat penolongnya.
Bima melihat jam di pergelangan tangannya,dan sudah waktunya ia berangkat ke Bandara, "Aku pamit dulu yah Ma, sudah hampir jam 8 malam nih," tukasnya Bima yang segera mengakhiri percakapan mereka.
"Hati-hati dan ingat Mama mau lihat kamu pulang ke rumah bersama calon istrimu dan Mama tidak menerima berbagai macam alasan atau pun penolakan," ancam Bu Elisah.
"Insya Allah Ma," ucapnya Bima lagi..
Nyonya Elisha hanya tersenyum kepada putra sulungnya itu dan Bima tidak lupa mencium tangan Mamanya. Tidak ada hubungan darah yang mengingat keduanya tapi mereka bagaikan mama dan anak kandungnya sendiri. Hanya Bima dan Dewa yang anaknya tinggal bersamanya selama ini sedangkan Arjuna, Rama mereka berada di luar negri.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…...