Dewa Untuk Dewi

Dewa Untuk Dewi
Bab. 58


__ADS_3

"Ooh cucunya Nenek mau makan masakan Cina yah Nak," ucap Mama Elisah yang lagi-lagi memegang perutnya Delia.


"Iya Nek, aku pengen makan masakan Nenek," ucap Dewi sambil menirukan gaya bicara dan Suara anak kecil.


"Kalau gitu ikut Mama ke dapur kita akan masak banyak menu masakan Cina Shanghai," timpalnya Bu Elisha sambil berjalan ke luar perpustakaan.


Delia dan Mama Elisabeth berjalan ke arah Dapur, sedangkan si kembar ke kamar bermainnya yang dibuatkan khusus untuk mereka.


Bima segera menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan satu pesawat pribadi milik perusahaan Ionic Internasional. Bima tidak mau langkahnya terlambat untuk mendapatkan cintanya Zameera gara-gara keterlambatannya berangkat ke Amerika Serikat USA. Dengan penuh keyakinannya bahwa kali ini usahanya akan berhasil dan sukses.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya Bima Sakti menginjakkan kakinya di Amerika Serikat tempat tinggal wanita yang selalu ia cintai dan rindukan kehadirannya. Wanita yang pernah menjalin hubungan tersembunyi dengannya. Perempuan yang sudah membuatnya kehidupannya jungkir balik.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga," gumamnya Bima ketika sudah berada di dalam area Bandara.


Bima kemudian segera berjalan ke tempat parkiran mobil karena anak buahnya sudah menunggunya dari tadi.


Bima menatap ke arah supirnya, "Kita cari masjid terdekat fulu sebelum ke apartemenku!" perintah Bima kepada anak buahnya yang merangkap jadi supirnya juga.


"Baik Bos!" jawab Pak Antoni.


Mobil yang mereka tumpangi melaju membelah jalan New York city. Hanya menempuh beberapa menit saja, mobil bimay sudah berhasil memasuki area salah satu Masjid yang berada di dalam Ibu Kota. Bima Sakti segera berlari kecil ke dalam masjid, karena ia tidak ingin terlambat untuk mengerjakan shalat dzuhur.


Setelah beberapa saat, Bima telah menyelesaikan shalatnya dan berjalan ke luar Masjid. Tapi tiba-tiba tanpa sengaja melihat ke arah kanan Masjid, melihat m ada taman bermain yang sudah dipadati anak-anak.


Bima seolah-olah terhipnotis untuk melihat dan mendatangi kerumunan anak-anak yang sedang asyik bermain bersama temannya. Bima semakin mendekat ke arah taman bermain itu.

__ADS_1


Sesampainya di sana, Bima melihat ada anak laki-laki yang umurnya kira-kira 9 tahun lebih, yang sedang bermain dengan anak perempuan yang umurnya lebih muda dari umur anak laki-laki itu. Karena postur tubuh dari anak perempuan itu yang hanya sampai dada si anak laki-laki.


Bima spontan berjalan terus untuk mendekati anak itu, dan entah kenapa perasaan ia mengatakan ada yang aneh di dalam dirinya setelah melihat lebih dekat dari wajah anak laki-laki itu


Bima Sakti teringat masa kecilnya yang entah kenapa wajah anak laki-laki itu persis dengan wajahnya sewaktu dia masih kecil," wajahnya mengingatkan aku ketika aku masih kecil dulu," batinnya Bima.


Bima semakin mendekat dan langkah kakinya menuntunnya dan terpesona dengan penampilan anak laki-laki itu. Ia langsung mendekat dan mencoba untuk berkomunikasi dengan anak kecil itu.


"Selamat siang, kalian sedang ngapain?" Tanyanya Bima Sakti yang sekedar basa-basi saja.


"Kami sedang bermain Uncle," jawab Anak perempuan itu.


"Masa gak lihat kalau kami sedang bermain," jawab ketus anak laki-laki yang satunya dalam bahasa Indonesia.


Adrian mengajak ke dua anak itu dengan bahasa Inggris tapi anak laki-laki itu menjawab semua pertanyaan dari Bima memakai bahasa Indonesia. Bima sedikit terkejut dan kaget kok anak ini menjawab pertanyaan dari dirinya memakai bahasa Indonesia.


Bima menatap satu persatu anak itu,"Apa uncle boleh duduk?" Tanya Adrian yang sudah memohon kepada anak-anak itu agar bisa dibolehkan untuk duduk.


"Silahkan uncle!" jawab anak cewek.


"Kalau mau duduk yah duduk saja tidak usah pake permisi segala kan bukan kami yang punya kursi juga," dengusnya anak laki-laki itu dengan judesnya.


Anak laki-laki itu merasa terganggu dengan kehadiran Bima, karena mereka sedang asyik bermain. Sedangkan Bima hanya tersenyum menanggapi perkataan bocah laki-laki itu. Ia segera duduk di bangku yang anak-anak itu tempati. Bima mencoba untuk berkenalan dengan kedua anak kecil itu.


Walaupun Bima sering mendapatkan penolakan ataupun kata-kata yang agak judes dan bernada marah, tetapi ia tetap tidak putus asa. Bima Sakti entahlah kenapa tertantang untuk semakin mendekat ke anak laki-laki itu.

__ADS_1


"Siapa namanya cantik?" tanya Bima sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan.


"Michelle Ziudith Husain uncle," Jawab Michelle.


"Sungguh nama yang cantik secantik orangnya dan seindah wajahnya juga," pujinya Bima.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Dewa untuk Dewi judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…...


__ADS_2