DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 15


__ADS_3

Sesampainya didepan rumah Gadis, Agus menghentikan mobilnya. Agus turun dari mobil membukakan pintu untuk Gadis. Tasya juga mengikuti Gadis turun dari mobil.


Tasya melihat ke depan dan mulutnya sedikit terbuka karena merasa kagum dengan apa yang dilihatnya. Didepan Tasya tampak jelas rumah mewah dan besar bak kastil seorang raja.


"Wow...! Untuk pertama kalinya aku melihat rumah sebesar dan semewah ini dari dekat secara langsung." Batin Tasya.


Gadis berjalan mendekati Tasya yang sedari tadi mengagumi keindahan rumahnya.


"Tasya!" Panggil Gadis dan melambai lambaikan tangannya berulangkali didepan wajah Tasya yang sedari tadi tak berkedip.


"Tasya!" Teriak Gadis memanggil Tasya dan memegang lengan Tasya agar segera sadar dari lamunannya.


"Ehh! Iya?" Jawab Tasya seperti orang kebingungan dan menatap kearah Gadis.


Gadis mengerutkan dahinya.


"Kamu kenapa bengong? Ayo masuk!" Ajak Gadis menarik tangan Tasya.


"Tunggu sebentar!" Ucap Tasya memegang tangan Gadis menggunakan tangan satunya untuk menghentikan langkahnya.


"Kenapa?" Tanya Gadis menatap Tasya penuh tanda tanya.


"Pesta ini bukan pesta sembarangan! Lihatlah semua tamu yang datang adalah orang orang penting. Kita datang kesini lain kali saja, jangan sekarang. Ini bukan waktu yang tepat. Sebaiknya kita pulang." Ucap Tasya mengajak Gadis pulang.


"Udah kamu tenang saja. Semua biar aku yang ngatur. Kamu ikut aku saja." Balas Gadis.


Tasya mengangguk dan hanya mengikuti langkah Gadis dibelakang.


"Gadis!" Panggil Tasya tiba tiba.


"Iya!" Jawab Gadis tanpa menoleh.


"Tapi aku merasa nggak enak karena tidak membawa hadiah apapun ke pesta ulang tahun. Kita terkesan nggak sopan." Bisik Tasya di telinga Gadis.


"Kamu tenang saja biar aku yang ngatur!" Ucap Gadis yang sedari tadi melihat kanan dan kiri mencari sesuatu.


"Ketemu!" Gumam Gadis.


"Hemm?" Ucap Tasya tak mengerti.


"Kamu tunggu sebentar disini. Jangan kemana mana." Ucap Gadis dan meninggalkan Tasya.


Gadis berjalan kearah sesuatu yang sedari tadi dicarinya dan baru saja ketemu. Gadis langsung tersenyum dan mendekatinya.


"Kak Riko!" Panggil Gadis melambaikan tangannya.


Riko menoleh kearah suara Gadis dan tersenyum lebar setelah menemukannya. Gadis menghampirinya.


"Kak! Itu apa?" Tanya Gadis tentang sesuatu yang dibawa Riko ditangannya.


"Ohh ini?" Tanya Riko balik dan menunjukkan barang yang dia bawa.


Gadis menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ini hadiah untuk Tante Johan dariku dan kakakmu." Jawab Riko tanpa curiga.


"Kak, aku pinjem hadiah dari kak Frans." Ucap Gadis.


"Buat apa?" Tanya Riko bingung.


"Udah pinjam aja!" Ucap Gadis dan mengambilnya secara paksa.


"Gadis tolonglah jangan seperti ini. Kalau Frans tau, aku bisa dipenggal kepalaku." Ucap Riko gelisah karena takut.


"Tenang saja! Kak Frans tak akan melakukan itu kepada Kak Riko. Makasih ya kak hadiahnya." Ucap Gadis meninggalkan Riko dan melambaikan barang yang diambilnya dari Riko dengan tersenyum.


"****** aku!" Gumam Riko ketakutan.


***


Gadis kembali menghampiri Tasya dan menarik tangannya untuk masuk kedalam pesta. Tasya melihat seorang wanita separuh baya yang terlihat anggun dan sangat cantik.


Mama Johan sedang asyik mengobrol dengan teman temannya.


"Mama! Selamat ulang tahun ya! Semoga panjang umur dan sehat selalu." Ucap Gadis setelah menghampiri wanita itu dan mencium pipi kanan dan kirinya.


"Aaaahhh..! Dia Mamanya Gadis? Hemm?? Apa?? Itu berarti Gadis adalah anak Presdir perusahaan Start?" Batin Tasya melongo melihat suasana antara Gadis dan Ibunya.


"Makasih sayang!" Balas Mama Johan membalas ciuman pipi Gadis.


"Ohh iya Ma! Kenalin ini Tasya, teman aku dan dia juga akan jadi teman magang aku." Ucap Gadis memperkenalkan Tasya.


"Hallo tante! Saya Tasya temannya Gadis. Oh iya tante selamat ulang tahun ya!" Ucap Tasya memperkenalkan diri dan mengucapkan selamat kepada Mama Johan.


"Tante belum pernah melihat kamu?" Lanjut Mama Johan bertanya.


"Iya tante! Ini pertama kalinya saya main kesini." Jawab Tasya.


"Dan ini pertama kalinya saya tau kalau Gadis anak seorang presdir perusahaan yang sangat terkenal." Lanjut Tasya dalam hati.


Gadis tiba tiba memberikan sebuah kotak berisi hadiah kepada Tasya dari belakang. Tasya yang paham maksud Gadis langsung menerimanya dan memberikannya kepada Mama Gadis.


"Tante! Ini buat tante." Ucap Tasya menyerahkan kotak yang diterimanya.


"Kamu tidak perlu memberi tante hadiah. Kamu sudah datang saja sudah cukup. Kamu memang gadis pengertian." Ucap Mama Johan tersenyum senang.


"Ma, aku pergi ke toilet dulu ya sebentar. Mama tolong jaga Tasya ya." Ucap Gadis dan pergi meninggalkan mereka berdua.


***


Di pihak Riko dan Frans...


Riko menjadi lebih khawatir setelah melihat seorang wanita memberikan kotak hadiah Frans kepada Mama Johan.


"Aduh aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana ini?" Gumam Riko mondar mandir karena takut.


Tiba tiba Riko dikagetkan oleh kedatangan seseorang berpawakan yang sangat dikenalinya. Siapa lagi kalau bukan Bos serta teman dekatnya, Frans.

__ADS_1


"Kenapa kamu?" Tanya Frans dengan tatapan dingin.


"Eng.. Enggak!" Jawab Riko terbata bata.


"Mana kotak hadiahku!" Ucap Frans meminta kotak hadiahnya.


"Ehmm... Anu...!" Gumam Riko bingung mau berkata apa.


"Ada apa?" Tanya Frans dingin.


"Itu!" Ucap Riko menunjuk kotak hadiah yang dimaksud Frans sudah berada ditangan Ibunya.


"Apa? Kenapa bisa sudah ditangan Mamaku?" Tanya Frans marah.


"Tadi Adikmu meminta paksa dariku. Dan memberikannya kepada wanita itu." Jawab Riko menjelaskan apa yang terjadi.


"Sepertinya aku pernah melihat wanita itu. Tapi dimana?" Gumam Frans.


Frans berjalan mendekati Mamanya. Diikuti oleh Riko dibelakangnya.


"Tante Johan! Astaga, tante Johan! Kau terlihat lebih muda dari hari ke hari. Benar aku tidak berbohong!" Ucap Riko menyapa Mama Johan.


"Dasar anak nakal! Pandai merayu." Balas Mama Johan mencubit kedua pipi Riko.


"Aduh tante sakit!" Erang Riko.


Mama Johan langsing melepaskan cubitan gemasnya kepada Riko.


"Ma, dimana Gadis?" Tanya Frans serius.


"Kepalamu terbentur? Kamu tidak pernah mencari adikmu. Kenapa tiba tiba mencarinya? Dan hari ini Mamamu ulang tahun, tidakkah kamu memberiku ucapan selamat?" Protes Mama Johan.


"Mama! Selamat ulang tahun!" Ucap Frans mencium pipi Ibunya.


"Bukankah ini? Laki laki itu? Dia kakak Gadis? Apa yang harus aku lakukan?" Batin Tasya.


"Aku tidak tau apa apa! Sebaiknya aku pergi dari sini." Ucap Tasya.


Tasya membalikkan badannya dan berniat pergi. Tetapi Frans mencegahnya. Dia menarik rambut Tasya dan membalikkan tubuh Tasya seperti sebelumnya.


"Jangan perlakukan teman adikmu kasar seperti itu. Kamu baru sekali ini bertemu dengannya tapi kamu sudah berlaku tidak sopan." Ucap Mama Johan.


"Iya Ma! Gadis dimana?" Tanya Frans lagi.


"Tadi dia pergi ke toilet katanya." Jawab Mama Johan.


Beberapa saat kemudian Gadis kembali menghampiri mereka. Tampak jelas wajah Frans sangat marah kepada Gadis. Tatapannya sungguh menakutkan.


"Frans, dimana hadiah kamu untuk Mama?" Tanya Mama Johan.


"Ketinggalan di kantor Ma. Besok aku kirim kesini." Jawab Frans.


"Dasar pelupa." Gumam Mama Johan.

__ADS_1


"Ma aku mau bicara dulu sama Gadis." Ucap Frans menarik tangan Gadis kasar meninggalkan mereka.


__ADS_2