DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 54


__ADS_3

Ketika masuk kedalam ruangannya, CEO Frans melihat Tasya sedang sibuk merevisi konsep perencanaan lebih detail lagi. CEO Frans melewatinya dalam diam. Dia hanya melirik Tasya yang sama sekali tidak menggubrisnya.


CEO Frans duduk di kursinya dan menyalakan komputernya. Dia fokus ke depan komputer. Kini giliran Tasya yang meliriknya. Secepat kilat Tasya mengalihkan pandangannya. Dan kembali memfokuskan diri ke depan komputer.


"Tasya!" Panggil CEO Frans tanpa melihat Tasya dan tetap fokus dengan komputernya.


"Iya!" Jawab Tasya menatap CEO Frans.


"Kemarilah!" Ucap CEO Frans.


"Ada apa?" Tanya Tasya.


"Jangan banyak omong kosong. Cepat kemarilah!" Ucap Tasya.


Tasya beranjak dan mendekati CEO Frans. Tasya berdiri didepan meja CEO.


"Kemarilah!" Ucap CEO Frans.


Tasya berjalan ke kursi CEO Frans.


"Duduklah! Saya ingin membicarakan tentang model pakaian dalam ini denganmu. Saya berharap project ini akan sukses nantinya." Ucap CEO Frans berdiri dari tempat duduknya dan menunjukkan beberapa gambar di komputernya kepada Tasya.


"Tuan Frans! Pertama, saya sangat sibuk hari ini. Kedua, saya tidak tau tentang hal hal seperti ini. Ketiga, Anda sebaiknya berbicara dengan Designer Reina. Karena dia yang lebih tau tentang ini.Manager Vino menyuruh saya untuk merevisi ulang tentang konsep project kemarin lebih mendetail. Jadi saya tidak ada waktu untuk membicarakan tentang hal yang tidak saya mengerti. Keempat ..." Ucap Tasya


"Keempat, diantara k mengerti.ita berdua sayalah bosnya. Dan diantara kita berdua yang membayar gaji adalah saya." Ucap CEO Frans memenggal ucapan Tasya.


Tasya gelagapan tak bisa menjawab. Dia hanya menggerakkan mulutnya seperti seseorang yang sedang mengunyah makanan.


Tasya duduk dan mulai melihat semua contoh model pakaian dalam. Karena dia tak mengerti tentang desain, dia hanya menggulir gulir mouse naik turun.


CEO Frans menjelaskan sedikit demi sedikit sampai Tasya benar benar mengerti.


"Menurut saya konsep yang kamu buat ini sudah cukup detail. Jadi kamu langsung saja menyerahkannya ke Departemen Perancangan. Dan persentasikan sesuai dengan apa yang kamu ketahui hari ini." Ucap CEO Frans meyakinkan Tasya.


Ucapan CEO Frans membuat Tasya semakin percaya diri.


"Terimakasih Tuan Frans. Saya benar benar berterimakasih kepada Anda. Saya permisi dulu ke Departemen Perancangan." Ucap Tasya mengambil berkasnya dan pergi.


Tasya pergi ke Departemen Perancangan dan menemui Direktur Maya. Manager Vino dan Jhony yang melihat Tasya sangat percaya diri hanya saling tatap.


"Direktur Maya, ini detail konsepnya. Silahkan Anda lihat." Ucap Tasya menyerahkan berkas ke Direktur Maya.


Direktur Maya membuka selembar demi selembar dan memahaminya. Dia merasa sangat puas dengan hasil kerja Tasya.


"Baiklah! Ayo kita rapatkan sekarang juga." Ucap Direktur Maya berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Baiklah!" Jawab Tasya.


"Manager Vino, mari kita rapat sekarang juga. Membahas project pakaian dalam ini. Waktu kita terbatas. Hubungi designer Reina dan Departemen Perencanaan." Ucap Direktur Maya berjalan keluar ruangan.


Manager Vino hanya bisa mengikuti perintah Direktur Maya. Dia memanggil Designer Reina dan Departemen Perencanaan untuk rapat.


Lima belas menit kemudian, Semua anggota rapat telah berkumpul dan duduk ditempat duduk masing masing. Tasya membagikan berkas yang telah di fotokopinya.


"Baiklah! Mari kita mulai rapat ini." Ucap Direktur Maya.


Direktur Maya menatap Tasya dan menganggukkan kepalanya memberi isyarat untuk memulai rapatnya.


Tasya berdiri dan dengan percaya diri dia mempresentasikan tentang konsep project pakaian dalam secara mendetail. Semua menyetujui tentang konsep Tasya setelah mendengarkan presentasinya.


Departemen Perancangan dan Designer Reina dengan baik menerima detail konsep tersebut dan akan mulai merancangnya. Tasya merasa sangat puas dengan hasil dari kerja kerasnya selama berhari hari. Tidak sia sia dia selalu bekerja lembur.


Rapat berakhir. Tasya kembali ke ruangannya dengan sangat senang.


"Ehm! Aku harus berterimakasih kepada CEO Frans. Kalau bukan karena dia aku tidak akan bisa mempresentasikan dengan baik tadi. Tapi bagaimana cara aku berterimakasih ya? Apa pantas kalau cuma mengucapkan terimakasih saja? Atau aku traktir saja dia makan malam." Batin Tasya memikirkan cara untuk berterimakasih. Sepanjang perjalanan kembali ke ruangannya, Tasya memikirkan cara yang tepat untuk berterimakasih.


Sesampainya didepan pintu ruangan, dengan percaya diri Tasya masuk kedalam. Dan Tasya sempat terkejut karena dia melihat CEO Frans sedang mengobrol serius dengan Asisten Riko.


"Oh! Maaf! Saya tidak tau kalau Anda sedang membicarakan sesuatu yang serius. Saya akan kembali lagi nanti." Ucap Tasya kembali keluar.


Tiba tiba Anggi datang menyusul Tasya.


"Tasya! Aku dengar rapat kamu sukses tadi." Tanya Anggi duduk disebelah Tasya.


"Huum!" Jawab Tasya menganggukkan kepalanya.


"Tapi kenapa kamu terlihat tidak senang?" Tanya Anggi.


"Mungkin aku hanya kelelahan saja." Ucap Tasya.


"Kenapa kamu nggak meminta CEO Frans untuk pulang lebih awal saja?" Tanya Anggi.


"Nanti aku akan mencobanya." Jawab Tasya.


"Tasya! Kamu dicari CEO Frans." Ucap Sekretaris Tya masuk kedalam ruang santai.


"Oh? Baiklah!" Jawab Tasya.


"Aku pergi dulu." Lanjut Tasya berpamitan kepada Anggi.


Tasya kembali ke ruangannya.

__ADS_1


"Bagaimana hasil rapatnya?" Tanya CEO Frans.


"Saya sangat berterimakasih kepada Anda, berkat Anda rapat sukses dan semua bisa menerimanya." Jawab Tasya.


"Hanya itu saja?" Tanya CEO Frans.


"Maksud Anda?" Tanya Tasya balik.


"Hanya itu cara kamu berterimakasih?" Tanya CEO Frans.


"Ehm!? Bagaimana kalau saya traktir Anda makan malam hari ini? Apakah Anda sibuk nanti malam?" Tanya Tasya.


"Sebentar saya bertanya dengan Sekretaris Tya dulu tentang jadwal saya nanti malam." Jawab CEO Frans.


CEO Frans memencet monitor telepon dan memanggil Sekretaris Tya.


"Iya Tuan? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Sekretaris Tya dari balik telepon.


"Apakah saya malam ini ada janji temu?" Tanya CEO Frans.


"Untuk malam ini Anda tidak ada janji temu dengan siapapun Tuan." Jawab Sekretaris Tya.


Tasya tersenyum mendengarnya.


"Baiklah! Terimakasih." Ucap CEO Frans menutup teleponnya.


"Kamu dengar sendiri kan, saya tidak ada jadwal dengan siapapun?" Tanya CEO Frans.


"Jadi Anda...?" Tanya Tasya tak melanjutkan pertanyannya.


"Akan saya kirim lokasinya melalui SMS." Ucap CEO Frans.


"Baiklah! Tapi Tuan ..." Ucap Tasya lagi lagi tak melanjutkan ucapannya.


"Ada apa?" Tanya CEO Frans.


"Bolehkah saya izin pulang sekarang? Saya merasa sangat lelah hari ini." Pinta Tasya.


"Baiklah! Pulanglah! Nanti saya kirim lokasi dan waktunya melalui SMS. Dan jangan sampai terlambat." Ucap CEO Frans.


"Baiklah! Kalau begitu saya permisi pulang dulu Tuan." Ucap Tasya pamit.


"Iya! Iya! Pulanglah! Dan beristirahatlah!" Ucap CEO Frans.


Tasya membungkukkan badannya dan pergi. Tasya merasa sangat lelah. Dia pulang ke asrama dan membaringkan badannya untuk tidur. Sebelum tidur dia menerima SMS dari CEO Frans memberikan alamat dan waktu makan malam. Jadi sebelum memejamkan mata, Tasya mengatur alarm agar tidak terlambat datang karena tempatnya cukup jauh dari asrama.

__ADS_1


__ADS_2