
Setelah memilih model dan kain yang akan diluncurkan, CEO Frans mengajak Tasya untuk makan siang disebuah rumah makan terdekat dari tempat tersebut. CEO Frans berjalan menuju rumah makan. Sedangkan Tasya mengikuti dari belakang dan masih sibuk membenahi laporan yang belum selesai.
Tiba tiba langkah CEO Frans terhenti. Dan Brrruukkk.. Tasya menabrak CEO Frans dari belakang karena terlalu sibuk dengan laporannya dan tak fokus dengan jalannya.
"Gadis? Bersama siapa dia? Bukankah itu laki laki yang menemui Tasya waktu itu?" Tanya CEO Frans dalam hati.
"Tuan Frans, kenapa berhenti?" Tanya Tasya.
"Kita makan ditempat lain saja." Ucap CEO Frans masih memandang kearah Gadis dan Tian.
"Kenapa?" Tanya Tasya lagi.
"Makanan disini tidak enak." Jawab CEO Frans.
"Ehh! Bukankah itu Gadis?" Tanya Tasya setelah tak sengaja melihat Gadis.
Tasya berjalan mendahului CEO Frans untuk masuk. Langkah Tasya terhenti ketika melihat Gadis memegang tangan Tian.
"Gadis dan Tian? Mereka? Dasar pria jahat." Gumam Tasya kecewa dan pergi keluar.
"Tasya!" Panggil CEO Frans mengejar Tasya yang berjalan berlawanan dengan arah parkir.
Tasya berjalan dengan sangat kesal karena merasa dirinya telah dibohongi oleh Tian.
"Tasya! Tunggu!" Teriak Frans meraih tangan Tasya agar berhenti.
Tasya menghentikan langkahnya.
"Jangan bersikap kekanak kanakan." Ucap CEO Frans kesal.
"Apa? Kekanak kanakan?" Tanya Tasya dengan amarahnya.
"Maksud saya..." Ucap Frans.
"Anda tidak tau betapa kecewanya dikhianati oleh seseorang yang Anda percaya bahwa dia hanya menyukai Anda. Anda tidak akan pernah merasakannya karena Anda tidak punya seseorang yang seperti itu. Atau jangan jangan selama ini Anda sudah tau?" Ucap Tasya berteriak kepada CEO Frans tak perduli.
"Aku benar benar tidak tau." Jawan CEO Frans.
"Pantesan saja Anda selalu saja menggagalkan acara saya bersama dia ternyata Anda membantu adik Anda. Selamat! Anda sudah berhasil dan saya dikecewakan." Ucap Tasya dan pergi meninggalkan CEO Frans.
"Tasya! Tunggu!" Teriak CEO Frans.
CEO Frans kembali ke parkiran mobil untuk mengambil mobilnya dan segera kembali mengejar Tasya.
"Tasya! Naik ke mobil." Ucap CEO Frans dari dalam mobil.
Tasya tak menghiraukannya.
"Kalau kamu tidak masuk, saya akan potong gaji kamu dan menambahkan ini ke pelanggaran kontrak. Kamu ingat kan berapa denda yang harus kamu bayar setiap kamu melanggar kontrak?" Ucap CEO Frans mengancam.
__ADS_1
"Saya sudah tidak perduli dengan itu!" Teriak Tasya menendang pintu mobil CEO Frans.
"Kamu tau kan biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki mobil saya?" Tanya CEO Frans.
"Saya tidak perduli. Ambil saja dari gaji saya. Anda jangan mengikuti saya. Saya tidak ingin melihat Anda lagi." Teriak Tasya dan pergi meninggalkan CEO Frans.
CEO Frans menghentikan mobilnya dan hanya melihat Tasya berjalan pergi meninggalkannya.
"Sial! Gara gara pria itu membuat moodnya tidak bagus. Apa yang dia inginkan sebenarnya. Berani beraninya dia mengganggu adik dan wanitaku. Jangan harap aku akan membiarkannya hidup dengan tenang." Gumam Frans kesal dan memukul setir mobilnya.
CEO Frans kembali dan mencari cari Tasya. Tetapi tidak menemukannya.
***
Sore harinya, CEO Frans menemui Manager Bram ditemani Asisten Riko. Mereka bermain golf dan membicarakan tentang project yang sedang berjalan.
Manager Bram sangat senang setelah ia memenangkan pertandingan golf bersama CEO Frans.
"Yes! Saya menang!" Ucap Manager Bram tersenyum senang.
"Baiklah! Besok saya kirimkan team yang akan membantu project ini. Saya permisi dulu." Pamit Manager Bram.
"Baiklah! Terimakasih!" Ucap CEO Frans bersalaman dengan Manager Bram.
Manager Bram meninggalkan mereka dan CEO Frans kembali duduk.
"Anda mengalah untuk dia? Seharusnya Anda tidak perlu melakukannya. Atau Anda saat ini sedang ada masalah?" Tanya Asisten Riko.
"Ehh dimana maskot Anda? Kenapa dia tidak berada disini? Biasanya dia selalu bersama Anda?" Tanya Asisten Riko mencari Tasya.
"Dia tidak mengangkat teleponnya. Mungkin sedang patah hati." Jawab CEO Frans dingin.
"Anda yang mengacaukannya ya?" Tanya Asisten Riko menuduh CEO Frans.
"Apa urusannya denganku?" Tanya CEO Frans pergi meninggalkan Asisten Riko.
***
Keesokan harinya..
CEO Frans tiba di perusahaan.
"Apakah Tasya sudah datang?" Tanya CEO Frans kepada resepsionis.
"Sudah Tuan." Jawabnya.
CEO Frans pergi tanpa sepatah katapun.
CEO Frans masuk kedalam ruangannya. Tetapi tak melihat Tasya di sana.
__ADS_1
Ttookk ttookk ttookkk... Sekretaris Tya masuk kedalam ruangan Frans.
"Selamat pagi Tuan Frans. Hari ini Anda mempunyai 2 pertemuan penting. Dan di jam 3 sore Anda memiliki rapat dengan Departemen perancangan." Ucap Sekretaris Tya membacakan jadwal CEO Frans.
"Baiklah!" Jawab CEO Frans.
"Saya permisi!" Ucap Sekretaris Tya undur diri.
"Tunggu! Apakah kamu melihat Tasya?" Tanya CEO Frans.
"Dia pergi keruang santai Tuan." Jawab Sekretaris Tya.
"Suruh dia datang menemui saya." Ucap CEO Frans
"Baik Tuan." Ucap Sekretaris Tya pergi.
Beberapa menit kemudian, Tasya datang untuk menemui CEO Frans.
"Saya mendengar dari Sekretaris Tya, Anda mencari saya? Ada perlu apa?" Tanya Tasya kesal.
"Kamu masih marah sama saya?" Tanya CEO Frans.
"Saya telah mengirimkan laporan pekerjaan saya ke email Anda. Jika tidak ada masalah semua akan berjalan lancar dan kita bisa langsung mulai perancangannya. Kalau tidak ada hal lain, saya izin permisi dulu." Ucap Tasya tak menghiraukan pertanyaan CEO Frans dan berjalan pergi.
"Tunggu sebentar**!" Ucap CEO Frans menghentikan langkah Tasya.
"Kamu mencurahkan semua perasaanmu karena patah hati kedalam perkejaan. Ini adalah sikap yang sangat kekanak kanakan." Ucap CEO Frans kesal.
"Tuan Frans, jika kata kata dan tindakan saya tidak memenuhi syarat standart karyawan Perusahaan START, saya akan keluar dan mempelajari kembali buku panduan karyawan. Dan saya akan mengoreksi diri saya. Saya permisi dulu." Ucap Tasya dan duduk di mejanya tanpa menghiraukan CEO Frans lagi.
CEO Frans sangat kesal dengan apa yang dilontarkan Tasya kepadanya.
***
"Sekretaris Tya, tuangkan saya secangkir kopi. Segera." Ucap CEO Frans menelepon Sekretaris Tya.
"Baiklah!" Jawab Sekretaris Tya.
CEO Frans baru saja menyelesaikan rapatnya dan masih duduk diruang rapat. Dan tak sengaja melihat Tasya dan teman temannya masuk keruang santai.
"Tunggu! Tidak perlu! Biar aku sendiri saja." Ucap CEO Frans mematikan teleponnya.
CEO Frans pergi keruang santai.
"CEO Frans datang." Ucap Vera berbisik kepada teman temannya.
"Tasya, dia tidak akan puas jika aku yang menyeduhkan kopinya. Lebih baik kamu saja." Ucap Anggi.
"Tuan Frans, biarkan Tasya yang menyeduhkan kopi untuk Anda." Ucap Vera.
__ADS_1
Anggi menarik Tasya dan memaksanya untuk menyeduhkan kopi untuk CEO Frans. Dengan sangat terpaksa Tasya menurutinya.
CEO Frans duduk dan menunggu Tasya menyeduhkan kopi untuknya. Dia hanya diam menunggu dan sibuk mengotak atik ponselnya.