DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 25


__ADS_3

Tasya memasukkan ponselnya kedalam tas dan mengeluarkan gantungan kunci beruang. Tasya meletakkan beruang kecil tersebut di atas mejanya dan menatapnya.


"Beruang kecil, mari kita bekerja keras bersama." Ucap Tasya penuh semangat.


Tasya memulai membersihkan ruangan dan menata ulang meja CEO. Dia juga mengelap semua barang yang ada di ruangan tersebut.


Selesai membersihkan ruangan CEO, Tasya melihat ruangan yang tertutup rapat. Dia mendekati ruangan tersebut dan mencoba membuka pintunya tetapi terkunci.


Tau pintu ruangan tersebut terkunci, Tasya menjauhkan tangannya dari gagang pintu.


"Dalam setiap cerita, akan selalu ada pintu terkunci. Dan setiap cerita, protagonis wanita selalu menguji peruntungannya. Aku tidak penasaran (memalingkan muka) Aku tidak akan menguji peruntunganku. Sampai jumpa." Ucap Tasya melambaikan tangannya dan meninggalkan ruangan tersebut.


Tasya pergi ke toilet untuk membersihkannya. Mengelap semua agar terlihat bersih dan nyaman. Setelah semua selesai, dia kembali ke ruangan CEO dan menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan bersandar.


"Ahh aku telah selesai berbenah. Aku ingin beristirahat sebentar saja." Ucap Tasya memejamkan matanya.


Setelah beberapa saat matanya terpejam, Tasya kembali membuka matanya dan melihat ke sisi kanan tanpa mengubah posisi duduknya yang sudah nyaman.


"Hem? Kenapa itu bisa terlewatkan?" Gumam Tasya beranjak mendekati sebuah hiasan bola bening kecil yang terpajang di atas meja samping sofa. Tasya mengambil bola bening tersebut dan mengelapnya.


"Waow cantik sekali?" Ucap Tasya kagum dengan bola kecil tersebut.


Tidak sengaja bola tersebut terjatuh dan menggelinding kebawah sofa. Tasya berjongkok dan berusaha mengambilnya. Belum berhasil mengambil bola tersebut, Tasya mendengar seseorang membuka pintu ruangan tersebut. Tasya terkejut dan memilih bersembunyi dibelakang sofa.


"Tumben ruangan ini terlihat sangat bersih. Mejanyapun sangat bersih. Baru kali ini ruangan ini dibersihkan dengan sangat baik." Ucap Frans menyeka mejanya.


Tasya tetap bersembunyi dibelakang sofa dengan rasa takut. Dia berharap Frans agar cepat cepat keluar lagi dari ruangan tersebut.


Frans masuk ke kamar mandi. Tasya mengintip dari balik sofa dan mencari Frans disekelilingnya dan tidak menemukannya.


"Aku tidak pernah berpikir, seperti inilah pertemuan pertama kamu. Aku berharap dia tidak akan menganggapku seperti orang gila atau penguntit. Bagaimana jika dia mengusirku?" Ucap Tasya penuh rasa cemas.


Frans membuka pintu kamar mandi dan Tasya kembali membenamkan dirinya dibalik sofa. Tanpa sengaja Frans melirik cermin didekat sofa dan melihat ada seseorang yang bersembunyi di sana.


"Siapa itu?" Ucap Frans dingin.


Frans terus menatap cermin dan mendekatinya untuk memastikan siapa yang bersembunyi di sana. Sedangkan Tasya semakin membenamkan kepalanya diantara lututnya.

__ADS_1


Tasya mendengar langkah kaki Frans mendekatinya. Dan berhenti tepat didepannya. Tasya tak berani menatap Frans dan berdiri untuk meminta maaf.


"Maaf! Maaf! Maaf! Saya asisten pribadi Anda yang baru di kantor. Saya akan menjaga Anda sepanjang waktu. Saya merasa malu harus memperkenalkan diri seperti ini. Saya akan memperkenalkan diri saya dengan baik." Ucap Tasya menatap Frans. Mata Tasya melongo tak berkedip setelah tau itu adalah pria yang dibencinya tempo hari.


"Kamu?" Ucap Frans dan Tasya secara bersamaan. Tangan mereka saling tunjuk.


Frans kesal dan tidak mau berdebat dengan Tasya. Frans memilih meninggalkan Tasya dan masuk kedalam ruangan istirahatnya.


"Mama!" Gumam Frans kesal.


Frans mengeluarkan ponselnya dan video call Mamanya.


"Ma! Kenapa kau membiarkan gadis aneh itu berada di ruangan kantorku?" Tanya Frans kesal kepada Mamanya.


Mama Johan menanggapi Frans dengan santai.


"Tasya sudah mulai bekerja?" Tanya Mama Johan merasa lega dan senang.


"Ma, jawab aku!" Ucap Frans makin kesal.


"Frans, apa kamu merasa malu?" Tanya Mama Johan tetap santai menghadapi Frans.


"Tasya bukan orang asing. Dia sekarang asisten pribadimu di kantor yang sudah Mama sewa untukmu. Apakah kamu juga mau menjadikannya asisten di rumahmu juga?" Tanya Mama Johan tersenyum..


"Tidak perlu!" Jawab Frans makin kesal.


"Oh iya! Lusa Mama mau berangkat ke korea bersama Papa. Mama akan membiarkan dia mengurusmu selama di kantor selama masa magangnya." Ucap Mama Johan.


"Selama magang? Maaa!" Tanya Frans putus asa.


"Iya!" Jawab Mama Johan.


"Aku tidak perlu orang lain untuk mengurusku. Lagi pula kau tau, aku benci satu ruangan dengan orang lain." Ucap Frans.


"Ohh! Jika itu yang kamu pikirkan, mungkin aku harus mengunggah fotomu saat bayi di internet. Akan ku perlihatkan kepada semua irang siapa yang membesarkanmu sampai sebesar ini. Biar semua orang tau foto bayi putraku yang menggemaskan ini." Ucap Mama Johan mengancam akan menyebarkan foto telanjang Frans saat bayi.


"Maaa!" Teriak Frans.

__ADS_1


"Bicaralah lagi dan akan aku pastikan aku akan langsung mengunggahnya." Ancam Mama Johan.


"Tunggu! Jangan! Eitss terserah Mama saja." Ucap Johan frustasi dan mematikan video call dengan Mamanya.


Frans berpikir sejenak, bagaimana Mamanya bisa mengurus semua ini sendiri.


"Bagaimana Mama bisa mengurus urusan kantor. Pasti ada seseorang yang membantunya. Tapi siapa? Papa? Tidak mungkin Papa mau melakukan hal ini. Satu satunya orang yang bisa dengan mudah mengurus ini adalah Riko. Awas kamu." Gumam Frans kesal.


Frans keluar dan pergi ke ruangan Riko. Dan ternyata kosong.


"Sekretaris Tya, dimana asisten Riko?" Tanya Frans kepada sekretaris pribadinya.


"Tadi pagi asisten Riko menelepon, katanya dia mengambil cuti liburnya hari ini Pak." Jawab Sekretaris Tya.


"Ohh baiklah! Lanjutkan bekerja." Ucap Frans dan masuk kembali kedalam ruangannya tanpa menghiraukan Tasya.


Riko kembali masuk keruang istirahatnya.


"Ohh jadi dia sengaja mengambil cuti hari ini untuk menghindariku. Kamu pikir bisa lepas dari aku begitu saja?" Gumam Frans.


Frans duduk ditepi tempat tidurnya. Dia mengambil ponsel dari dalam saku celananya dan menelepon Riko dengan Video call. Sekali telepon Riko tak menjawabnya.


"Riko! Kau berani tidak mengangkat teleponku?" Ucap Frans geram.


Frans mencoba lagi sampai Riko menjawabnya.


"Tuan Riko, sekarang Anda sangat sibuk sampai sampai tidak bisa mengangkat teleponnya." Ucap Frans marah.


"Halo! Halo! Sinyalnya sangat buruk sekali. Aku tidak bisa mendengar suaramu dengan jelas. Halo! Halo!" Ucap Riko yang merasa sangat takut dengan amarah Frans.


"Beritahu aku, bagaimana bisa Tasya berada di ruanganku?" Tanya Frans marah.


"Tasya? Omong kosong apa ini? Tuan Frans aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Aku bingung." Tanya Riko balik menghindari kontak mata dengan Frans.


"Baiklah! Teruslah berakting. Aktingmu sangat bagus!" Puji Frans dan semakin marah.


Riko menjadi semakin bingung dan takut. Dia hanya bisa mengeluarkan satu jurus untuk mengalahkan Frans.

__ADS_1


"Ehmmm!" Riko mengeluarkan foto Mama Johan dari saku bajunya dan memperlihatkan ke Frans. Riko menyembunyikan wajahnya dibalik foto tersebut.


__ADS_2