DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 66


__ADS_3

CEO Frans masuk kedalam ruangannya. Tasya mengikuti dibelakang CEO Frans. Seorang wanita tiba tiba berdiri menyambut kedatangan CEO Frans. Melihat wanita tersebut CEO Frans menghentikan langkahnya karena sangat terkejut melihat siapa yang menunggunya didalam ruangannya. Tasya yang tak tau CEO Frans tiba tiba berhenti tetap berjalan dan akhirnya menabrak punggung CEO Frans.


"Maafkan saya! Maafkan saya!" Ucap Tasya meminta maaf.


"Kak Frans!" Teriak wanita itu tersenyum senang akhirnya bertemu dengan CEO Frans.


Dia berlari menghampiri CEO Frans dan memeluknya erat.


"Vio? Kapan kamu datang? Kenapa nggak telepon aku. Kalau kamu telepon kan aku bisa jemput kamu di bandara." Ucap CEO Frans melepaskan pelukan Vio. CEO Frans sangat ramah dan tersenyum senang melihat Vio.


"Sengaja Vio nggak kasih tau Kakak. Vio mau ngasih kejutan buat Kakak." Jawab Vio tersenyum senang.


Vio, adalah teman seangkatan kuliah CEO Frans dan Asisten Riko. Dia mengambil jurusan model. Dia tinggal di Luar Negeri semenjak lulus kuliah. Dan saat ini, dia menjadi model promosi project di Perusahaan Start. Vio terbiasa memanggil CEO Frans dengan sebutan Kakak sejak kuliah.


"Kak, Vio kangen banget sama Kak Frans. Lama nggak ketemu. Dan akhirnya bisa ketemu." Ucap Vio.


Tasya hanya terdiam karena terkejut melihat keakraban antara CEO Frans dan Vio. Dadanya terasa sangat sesak. Dia hanya diam dan berjalan ke mejanya.


"Ayo duduk! Berdiri aja, nggak capek apa?" Ucap CEO Frans mengajak Vio duduk.


Vio merangkul lengan CEO Frans dengan erat dan berjalan ke sofa.


"Koper kamu masih disini? Kamu dari bandar langsung kesini?" Tanya CEO Frans terkejut.


"Iya!" Jawab Vio tersenyum lebar.


CEO Frans membalas senyumannya.


"Tuh! Tuh! Tuh! Lihat dia? Betapa senangnya dia bertemu wanita itu. Sampai sampai tersenyum selebar itu. Bikin sebel aja. Sama aku aja dia nggak pernah tersenyum selebar itu. Dasar!" Batin Tasya merasa sangat kesal.


Karena rasa kesalnya, dia menyilangkan kedua tangannya di atas meja dan meletakkan kepalanya di atasnya.


"Tasya!" Panggil CEO Frans.


Tasya tersenyum mendengar CEO Frans memanggilnya. Dia berpikir bahwa akhirnya CEO Frans masih ingat sama dia.


"Iya?" Jawab Tasya tersenyum senang dan menatap CEO Frans.


"Buatkan tamu kita minum." Ucap CEO Frans.


Seketika Tasya kembali merubah ekspresinya menjadi sangat kesal. Karena tak ingin memperlihatkan, dia tersenyum masam dan pergi tanpa bertanya apapun.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Tasya kembali dengan membawa segelas minuman dan menyajikannya di atas meja didepan Vio. CEO Frans dan Vio terlihat sangat akrab dan asyik mengobrol.


Karena semakin kesal melihat keakraban mereka, Tasya memilih untuk pergi meninggalkan mereka berdua.


"Tasya! Kamu mau kemana?" Tanya Raka yang tiba tiba masuk kedalam ruangan tersebut.


"Mau ke ruang santai." Jawab Tasya.


Raka melihat CEO Frans sedang mengobrol asyik dengan seorang wanita. Jadi Raka memutuskan untuk ikut dengan Tasya karena tak ingin menjadi pengganggu.


"Aku temenin ya!" Ucap Raka.


Tasya hanya tersenyum dan mengangguk. Raka merangkul leher Tasya dan keluar bersama.


Dari balim dinding kaca terlihat jelas Raka sedang merangkul leher Tasya dengan akrabnya. CEO Frans yang sedang asyik mengobrol dengan Vio tiba tiba sangat kesal setelah melihat pemandangan yang baru saja dilihatnya. CEO Frans melihat dinding kaca dengan kesalnya.


"Kak Frans, kamu kenapa?" Tanya Vio karena raut muka CEO Frans tiba tiba berubah marah.


"Hem? Aku tidak apa apa." Jawab CEO Frans.


"Sudah kebiasaan dari dulu ya, pasti temperamennya berubah ubah tanpa alasan." Ucap Vio tersenyum.


CEO Frans hanya membalas tanpa menjawab ucapan Vio.


"Aku sengaja cancel semua jadwalku. Biar bisa lebih lama ketemu Kak Frans kaya gini. Kalau aku datangnya pas bari pemotretan, aku pasti sibuk dan susah buat ketemu Kak Frans." Jawab Vio.


"Dasar ya! Masih saja kaya anak kecil." Ucap CEO Frans.


"Kak, Kak Riko dimana? Kok aku dari tadi tidak melihatnya?" Tanya Vio menanyakan Riko.


"Paling dia di ruangannya." Jawab CEO Frans.


"Kenapa nggak disuruh kesini? Aku juga kangen sama dia." Ucap Vio.


"Dia takut untuk datang kesini." Jawab CEO Frans.


"Kenapa?" Tanya Vio tak mengerti.


"Karena, kalau dia berani nampak di depanku, aku akan langsung membunuhnya." Canda CEO Frans.


"Orang ini masih saja kejam." Ucap Vio tertawa dan mendorong lengan CEO Frans.

__ADS_1


"Kamu ke ruangannya saja kalau mau bertemu dengannya." Ucap CEO Frans.


"Oke! Eh Kak nanti Kakak selesai kerja jam berapa?" Tanya Vio.


"Kurang tau. Karena aku bukan tipe cowok yang meninggalkan pekerjaan yang belum selesai." Jawab CEO Frans tersenyum.


"Dasar penggila kerja!" Ucap Vio.


CEO Frans tertawa tipis.


"Kalau Kakak bisa pulang lebih awal, nanti kita makan malam bersama ya Kak. Pingin kumpul bertiga kayak dulu waktu kuliah." Ucap Vio.


"Lebih baik kamu pergi ke hotel dan istirahat. Kamu kan baru datang hari ini. Dan kamu masih mempunyai waktu bebas seminggu." Ucap CEO Frans menolak.


"Ayolah Kak! Aku pingin kumpul kayak dulu." Ucap Vio memelas.


"Iya! Iya! Aku paling nggak bisa nolak permintaan kamu." Balas CEO Frans.


"Oke! Kalau begitu aku pergi keruangan Kak Riko dulu." Ucap Vio meninggalkan ruangan Frans.


"Pergi kemana dia? Kenapa lama sekali?" Tanya CEO Frans dalam hati. Bertanya tentang Tasya.


CEO Frans pergi keruang istirahatnya untuk tidur. Karena dia sama sekali belum istirahat setelah bertemu dengan kliennya.


Sekitar jam setengah 5, CEO Frans terbangun. Dia pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi, badannya terasa lebih segar.


CEO Frans keluar dari ruang istirahatnya.


"Sepi? Dia sudah pulang?" Gumam CEO Frans melihat sekeliling hanya ada dia seorang diri. Dia mendekat ke meja Tasya dan mengecek apakah dia sudah pulang atau masih lembur di suatu tempat.


Ternyata mejanya sudah rapi dan tasnya sudah tidak ada. Menandakan bahwa Tasya sudah pulang.


Tak lama kemudian, Vio masuk keruangan CEO Frans dan diikuti Asisten Riko yang bersembunyi dibelakang Vio karena takut kepada CEO Frans.


"Tuan Frans maafkan saya!" Ucap Asisten Riko hanya memperlihatkan kepalanya dari samping tubuh Vio.


"Udahlah Kak! Dimaafin tuh Kak Riko. Kan kasian dia ketakutan kaya gitu." Ucap Vio kesal.


"Apa yang harus dimaafkan? Dia sendiri yang ketakutan melihatku. Padahal aku tak menakutkan itu." Ucap CEO Frans.


"Kak! Apakah kamu tidak sadar, kalau kamu itu lebih menakutkan daripada singa liar?" Tanya Vio mengejek CEO Frans.

__ADS_1


"Aku setuju dengan itu!" Balas Asisten Riko.


Vio ketawa dan diikuti Asisten Riko. CEO Frans hanya tersenyum tipis untuk kedua sahabatnya.


__ADS_2