DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 98


__ADS_3

CEO Frans mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang untuk berbicara sesuatu hal yang penting. Setelah selesai, dia kembali ke mobilnya dan masuk kedalam mobilnya.


"Kamu dari mana?" Tanya Tasya penasaran.


"Sebentar lagi kamu akan tau." Jawab CEO Frans.


CEO Frans melajukan mobilnya.


"Kenapa kita kesini?" Tanya Tasya bingung setelah CEO Frans menghentikan mobilnya didepan rumah Tasya yang lama.


Tanpa menjawab, CEO Frans turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Tasya.


"Turunlah!" Ucap CEO Frans menyuruh Tasya turun dari mobil setelah membuka pintu mobil.


Tasya yang masih kebingungan hanya penurut saja dengan perintah CEO Frans. CEO Frans menarik Tasya masuk kedalam rumah.


"Rumah ini sekarang milikku. Dan akan aku sewakan ke kamu. Kamu bebas mau membayar kapan saja." Ucap CEO Frans menatap Tasya.


"Maksudnya?" Tanya Tasya belum mengerti.


"Rumah ini sekarang milikku. Aku sudah membelinya. Dan aku sewakan ke kamu." Ucap CEO Frans menjelaskan.


"Apa? Kamu membelinya?" Tanya Tasya terkejut.


"Iya! Buat kamu." Jawab CEO Frans tersenyum.


"Makasih ya! Aku akan bayar sewa setelah aku dapat pekerjaan." Ucap Tasya tersenyum dan tangannya memeluk pinggang CEO Frans.


"Iya sama sama." Jawab CEO Frans.


"Besok aku mau cari pekerjaan." Ucap Tasya menatap CEO Frans dengan tersenyum.


"Kenapa tidak bekerja di perusahaanku saja?" Tanya CEO Frans.


"Aku tidak mau bekerja karena koneksi. Aku ingin mandiri." Jawab Tasya.


"Baiklah!" Balas CEO Frans mempererat pelukannya.


***


Keesokan harinya, Tasya membuat resume tentang dirinya. dan mengirim surel ke beberapa perusahaan.CEO Frans memberi perintah kepada Asisten Riko untuk mencari tahu perusahaan mana saja yang di kirim surel oleh Tasya.


Beberapa saat kemudian setelah mencari tahu, Asisten Riko datang menemui CEO Frans untuk memberitahu tentang perusahaan yang ingin dimasuki Tasya.


"Tuan, ini daftar perusahaan yang diinginkan Nona Tasya." Ucap Asisten Riko memberikan tablet kepada CEO Frans.


CEO Frans menerimanya dan melihat perusahaan perusahaan tersebut. Tak lama kemudian dia memilih salah satu perusahaan yang dianggapnya cukup baik.

__ADS_1


"Beritahu perusahaan itu untuk menerima Tasya dan perusahaan kita akan bekerja sama jika mau menerimanya. " Ucap CEO Frans mengembalikan tablet kepada Asisten Riko.


"Baik Tuan! Saya permisi." Ucap Asisten Riko mengambil tablet tersebut dan pergi dari ruangan CEO Frans.


***


3 Hari Kemudian..


Like an arrow in the blue sky


ddo halu deo nal-a gaji


On my pillow, on my table


Yeah, life goes on like this again


(dering ponsel Tasya)


Tasya terbangun dari tidurnya. Tangannya meraih ponsel yang diletakkannya dimeja samping tempat tidurnya.


"Siapa yang pagi pagi telepon?" Gumamnya.


Tasya mengangkat teleponnya.


"Hallo!" Sapa Tasya.


"Apakah benar ini dengan Nona Tasya?" Tanya seseorang dari balik telepon.


"Ini dari perusahaan Glow. Silahkan Anda datang ke perusahaan untuk interview kerja hari ini." Jawabnya lagi.


"Baiklah! Terimakasih." Balas Tasya senang.


Tasya bergegas untuk bersiap melakukan interview.


Sesampainya di perusahaan Glow, Tasya masuk dan bertemu langsung dengan manager di Perusahaan tersebut.


"Selamat siang Pak." Sapa Tasya masuk ke kantor Manager Glow.


"Iya selamat siang. Silahkan duduk Nona Tasya." Balas Manager Rey.


"Baiklah!" Balas Tasya duduk didepan meja Manager Rey.


"Selamat Anda diterima di perusahaan ini. Besok Anda sudah bisa mulai bekerja di departemen manejemen." Ucap Manager Rey mengacungkan tangannya untuk mengajak Tasya bersalaman.


"Ta.. Tapi Pak? Saya belum mulai interview. Kenapa sudah diterima?" Tanya Tasya tak mengerti.


"Perusahaan kami membutuhkan seseorang seperti Anda. Jadi selamat Anda diterima di perusahaan ini." Ucap Manager Rey tersenyum.

__ADS_1


"Oh baiklah! Terimakasih Pak." Ucap Tasya membalas jabatan tangan Manager Rey.


Dengan perasaan senang, Tasya pulang dengan senang karena sudah diterima di salah satu perusahaan yang diinginkannya.


***


Keesokan harinya...


Tasya berangkat bekerja lebih awal. Sesampainya di perusahaan, Tasya disambut oleh Manager Rey.


"Selamat pagi Nona Tasya." Sapa Manager Rey dengan sopan.


"Selamat pagi Pak." Ucap Tasya menyapa balik Manager Rey.


"Mari saya tunjukkan ruangan Anda." Ucap Manager Rey mengarahkan tangannya untuk menunjukkan ruangan Tasya.


"Terimakasih Pak." Balas Tasya.


Manager Rey berjalan mendahului Tasya untuk menunjukkan ruangannya. Ruangan Tasya lumayan luas dan tampak nyaman.


***


Beberapa hari bekerja, Tasya selalu sibuk karena selalu mendapatkan tugas dari departemennya. Tasya senang dan sangat menekuni pekerjaannya. Sampai dia tak ada waktu untuk bertemu dengan CEO Frans. Setiap kali CEO Frans mengajak bertemu, Tasya selalu menolak karena pekerjaannya yang terlalu sibuk.


"Kalau tau begini, aku tidak memberimu pekerjaan. Aku menyesal." Gumam CEO Frans ketika Tasya menolak untuk bertemu dengan alasan banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan.


Suatu hari Tasya mendapat proyek untuk pertama kalinya. Proyek yang diterimanya lumayan besar. Dengan senang hati Tasya menerimanya.


Ketika Tasya mulai mengerjakan proyeknya, kebanyakan karyawan di perusahaan tersebut merasa iri dan tidak senang kepada Tasya. Ketika Tasya memfotokopi berkas berkasnya dia mendengar sesuatu yang tak menyenangkan hatinya.


"Lihat, dia baru beberapa hari bekerja disini sudah mendapatkan proyek. Kita yang bekerja selama bertahun tahun belum pernah tuh mendapatkan proyek besar." Ucap Jihan melirik kearah Tasya tak senang.


"Jangan jangan dia masuk ke perusahaan sini karena koneksi." Ucap Naura menyeringai.


"Kalian gak tau ya? Kalau dia itu masuk kesini karena koneksi? Aku mendengar koneksinya itu CEO di perusahaan Start." Ucap Vila.


"Benarkah?" Tanya Naura penasaran.


"Pantesan saja sekali masuk langsung dapat jabatan dan proyek. Ternyata!" Lanjut Jihan


Tasya sempat terkejut setelah mendengar tentang koneksinya adalah CEO Frans. Tasya yang kesal dengan langsung menghampiri mereka.


"Kalian tidak usah khawatir. Aku akan mencari tahu sendiri tentang ini. Jika memang ini semua karena CEO perusahaan Start, aku akan langsung mengundurkan diri dari sini." Ucap Tasya marah dan langsung meninggalkan mereka.


Tasya merasa sangat kesal dan mulai marah. Dia pergi meninggalkan perusahaan tak perduli apapun lagi. Tasya pergi menuju ke perusahaan Start untuk menemui CEO Frans.


Keamanan tak lagi berani menghentikan Tasya, karena dia tau kalau Tasya adalah kekasih CEO Frans. Tasya masuk ke kantor CEO Frans tanpa permisi. Dia langsung nyelonong masuk dan tak perduli dengan siapa yang ada didalam kantornya.

__ADS_1


Ekspresi datar Tasya menandakan bahwa dia sedang marah. Asisten Riko yang menyadarinya langsung meminta sekretaris Tya untuk pergi keluar bersamanya. Karena jika mereka tetap di sana, tidak akan baik untuk mereka. Sekretaris Tya yang peka dengan isyarat Asisten Riko, langsung berjalan keluar mengikuti Asisten Riko.


Tanpa menyapa Tasya melewati Asisten Riko dan sekretaris Tya tanpa menghiraukan mereka. Tasya menghampiri CEO Frans dengan keyakinannya.


__ADS_2