DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 80


__ADS_3

"Oh iya! Anda belum menjawab pertanyaan saya. Kenapa Anda melakukan semua ini?" Tanya Tasya masih saja penasaran kepada CEO Frans.


"Entah apakah kau tau, tapi sebelum aku mengenalmu, hidupku hanya tentang bekerja. Namun kemudian kau datang kedalam hidupku tanpa disengaja. Kau banyak membuat kekacauan dalam hidupku. Dari awal bertemu aku tak berniat untuk berdamai denganmu. Dulu hanya ada satu hal dalam pikiranku. Aku tak ingin berurusan denganmu, karena kamu seorang wanita. Menurutku wanita hanya akan membuatku lemah. Jadi setiap kali kamu mengusikku, aku sangat ingin menyingkirkanmu. Sampai akhirnya aku menyadari waktu yang aku habiskan bersamamu adalah hal yang sekalu aku rindukan dan aku harapkan. Setiap kali bersamamu aku merasakan kehangatan dan kenyamanan. Maafkan aku! Maafkan aku karena aku terlambat menyadarinya. Harusnya aku menyadari lebih awal. Aku tidak tau kapan perasaan ini tumbuh. Tetapi yang pasti saat ini perasaan ini sangat nyata." Ucap CEO Frans.


Tasya menatap CEO Frans penuh kehangatan. Matanya mulai berkaca kaca. Dia hanya bisa diam tak mengatakan satu patah katapun dan menahan air matanya agar tidak mengalir. CEO Frans memegang kedua tangan Tasya dengan lembut. Dan menatapnya dengan penuh ketulusan.


"Tasya! Aku menyukaimu! Aku ingin slalu menjagamu. Aku ingin selalu bersamamu dalam suka ataupun duka. Aku pria yang tak bisa berkata kata manis. Tapi beri aku kesempatan." Ucap CEO Frans penuh ketulusan.


"Maafkan saya Tuan Frans. Saya tidak bisa!" Jawab Tasya memalingkan wajahnya kesamping.


"Kenapa? Bukankah kamu juga menyukaiku?" Tanya CEO Frans.


"Tidak! Saya tidak pernah menyukai Anda Sekalipun tak pernah terbesit dipikiran saya untuk menyukai Anda." Jawab Tasya menahan air matanya.


"Jangan bohong! Tatap mataku dan katakan yang sebenarnya. Katakan bahwa kamu berbohong." Ucap CEO Frans tak percaya.


"Buat apa saya berbohong?" Tanya Tasya berusaha tegar.


"Lalu kenapa kamu tidak pernah menolak setiap aku menciummu?" Tanya CEO Frans tetao tak terima penolakan Tasya.


"Anda jangan salah paham soal itu. Saya hanya menghormati Anda sebagai atasan saya. Jadi saya tak bisa menolak. Anggap saja itu adalah mimpi buruk. Sayapun juga begitu." Jawab Tasya mengelak.


"Kenapa kamu mematahkan sayap yang baru saja kau berikan kepadaku?" Tanya CEO Frans kecewa.


"Saya tidak pernah memberikan sayap kepada Anda. Anda yang terlalu jauh berpikir." Jawab Tasya melepaskan genggaman tangan CEO Frans.


Tasya berdiri dan berbalik pergi meninggalkan CEO Frans.


"Tak bisakah sekali saja kamu menyukaiku?" Tanya CEO Frans menundukkan kepalanya.


"Maafkan saya. Saya hanya tidak bisa menyukai Anda." Jawab Tasya berbalik menatap CEO Frans dan kemudian pergi meninggalkannya.


Tasya tak kuasa lagi membendung pertahanannya. Air matanya mengalir deras. Hatinya terluka harus menjauh dari orang yang dicintainya untuk pertama kalinya.


***


Keesokkan harinya..


"Lihatlah proposalmu! Ini hanyalah sampah! Apakah kamu tau bagaimana melakukan pekerjaanmu?" Ucap CEO Frans murka kepada Direktur Ridwan.


"Maafkan saya Tuan!" Ucap Direktur Ridwan.

__ADS_1


"Jangan hanya berdiri saja! Pergilah dari hadapanku!" Ucap CEO Frans.


"Maafkan saya Tuan Frans." Ucap Direktur Ridwan pergi keluar ruangan CEO Frans.


Temperamen buruknya yang sudah lama tak terlihat kini kembali lagi. Seperti bom waktu yang siap meledak kapanpun.


"Dia keluar!" Ucap Manager Dino mendekati Direktur Ridwan.


"Ada apa itu tadi Direktur Ridwan? Apa yang terjadi dengan Tuan Frans hari ini? Itu sangat menegangkan!" Lanjut Manager Dino.


"Andai aku tau! Dia tak pernah semarah ini. Marahnya kali ini lebih menakutkan! Dia marah kepadaku hanya karena kesalahan tanda baca di proposal ini." Jawab Direktur Ridwan.


"Apakah dia sedang dicampakkan?" Tanya Manager Dino.


"Sudah! Sudah! Ayo kembali." Ucap Direktur ridwan.


Asisten Riko mendengar desas desus tentang kemarahan CEO Frans. Karena penasaran dia pergi keruangan CEO Frans untuk memastikan.


"Rencanamu semalam berhasil dengan sempurna. Kamu pasti malu. Tapi kenapa rasa malumu kamu laupkan menjadi amarah?" Tanya Asisten Riko setelah masuk keruangan CEO Frans.


Ketika Asisten Riko masuk, kursi CEO Frans membelakangi meja.


"Kenapa harus malu? Bukankah rencanamu berjalan dengan sempurna?" Tanya Asisten Riko menggoda CEO Frans.


"Itu tidak berhasil? Benar benar tidak berhasil?" Tanya Asisten Riko tak percaya.


CEO Frans memutar kursinya dan menatap tajam Asisten Riko. Asisten Riko yang melihat CEO Frans murka langsung berdiri tegak tak berani bermain main kepadanya.


"Dimana kau saat aku menyatakan perasaanku kepadanya?" Tanya CEO Frans dengan tatapan tajam.


"Aku pikir semua akan berjalan dengan baik diantara kalian berdua. Aku tidak ingin menjadi pengganggu. Jadi aku pergi lebih awal." Jawab Asisten Riko.


CEO Frans yang merasa kesal hanya diam dan menutup matanya agar merasa lebih tenang. Lalu CEO Frans menceritakan semua yang telah terjadi kepada Asisten Riko.


"Dia tak bisa mencintaimu? Itu berarti mencintaimu itu mengganggunya. Entah bagaimana. Namun ayolah. Kamu mungkin mempunyai temperamen yang buruk. Kau hampir tak pernah memiliki pengalaman dalam cinta. Pekerjaanmu bukanlah pekerjaan biasa. Tapi seharusnya itu tak menghalangi." Ucap Asisten Riko.


"Pergi!" Ucap CEO Frans mengusir Asisten Rimo dan melempar sebuah kertas kusut.


Asisten Riko sempat terkejut. Dia mengambil gundukan kertas tersebut.


"Setidaknya kalian harus bisa menjadi seorang teman." Ucap Asisten Riko.

__ADS_1


CEO Frans berdiri dengan sikap dinginnya.


"Anda mau kemana?" Tanya Asisten Riko.


"Perencanaan proyek baru." Jawab CEO Frans berjalan keluar.


"Dimana proyek barunya?" Tanya Asisten Riko.


"Kau sedang memegangnya!" Jawab CEO Frans keluar.


Asisten Riko berlari mengejar langkah CEO Frans. Tanpa sengaja CEO Frans melihat karyawannya sedang saling goda di ruang santai. CEO Frans diikuti oleh Asisten Riko dibelakangnya.


"Saling goda selama jam kerja." Ucap CEO Frans menghampiri mereka berdua.


"Tuan Frans?" Ucap Toni terkejut dan menumpahkan kopi yang masih panas ke tangannya.


"Hati hati." Ucap Vita kekasih Toni.


"Tuan Frans! Maafkan saya!" Sapa Toni membungkukkan badannya kearah CEO Frans.


"Apakah itu menyakitkan?" Tanya CEO Frans tiba tiba.


"Maksud Anda?" Tanya balik Toni.


"Aku bertanya kepadamu, apakah itu menyakitkan?" Tanya lagi CEO Frans.


"Sedikit!" Jawab Toni.


"Ingat! Seperti itulah rasanya cinta." Ucap CEO Frans langsung pergi meninggalkan mereka.


"Apa kamu baik baik saja?" Tanya Vita.


"Aku tidak apa apa." Jawab Toni.


"Berhenti bermesra mesraan. Bersiaplah untuk rapat. Buatkan sesuatu untuk CEO Frans. Sesuatu yang bisa menenangkannya." Ucap Asisten Riko.


Asisten Pergi mengejar CEO Frans. CEO Frans menuju ruang rapat dengan muka marahnya.


"Anda benar benar terlihat dicampakkan." Ucap Asisten Riko.


CEO Frans menatap tajam Asisten Riko.

__ADS_1


"Kamu mau mati?" Ucap CEO Frans kesal.


"Tidak! Tidak! Maafkan saya." Jawab Asisten Riko.


__ADS_2