DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 58


__ADS_3

Rabu...


Tasya masuk kedalam ruangannya dan duduk di mejanya. Dia memeriksa semua berkas yang akan dia gunakan untuk bekerjasama dengan team produksi. Tasya hanya membolak balikkan berkas tanpa konsentrasi. Dia merasa bosan. Dia menatap meja CEO Frans dengan raut wajah yang tidak bersemangat sama sekali.


"Hahh! Sepi juga kalau tidak ada si pembuat onar. Baru sehari saja aku sudah merindukan gangguannya. Sungguh tak punya semangat untuk melakukan apapun." Gumam Tasya lemah tak bersemangat.


Tasya menyandarkan kepalanya di atas meja. Dia memejamkan matanya dan menarik nafas dalam dalam, kemudian membuangnya dengan kasar.


"Tasya! Team produksi sudah datang. Kamu harus menyambutnya. Dia ada di ruang rapat Departemen." Ucap Asisten Riko mengagetkan Tasya.


Tasya mendongakkan kepalanya menatap Asisten Riko dengan malasnya.


"Baiklah!" Jawab Tasya lesu.


"Kenapa dengan wajahmu? Kenapa kamu begitu lesu tidak bersemangat seperti itu. Sebaiknya kamu mencuci mukamu sebelum menemuinya. Atau kamu akan mengecewakannya. Aku tunggu kamu disini." Ucap Asisten Riko.


"Iya!" Jawab Tasya.


Dengan malasnya Tasya beranjak dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya. Tasya merasa lebih segar setelah mencuci muka, kemudian dia pergi menemui team produksi bersama Asisten Riko.


Tasya dan Asisten Riko masuk kedalam ruang rapat departemen. Tasya melihat ada seorang lelaki muda yang cukup tampan duduk di ruang rapat. Lelaki tersebut sibuk memainkan ponselnya.


"Selamat pagi Tuan. Perkenalkan saya Tasya. Yang bertanggung jawab dengan project ini. Mohon kerja samanya." Sapa Tasya dengan senyum terpaksanya.


"Tasya?" Ucap Lelaki itu dengan terkejut setelah melihat Tasya.


Lelaki itu berdiri dan tersenyum senang.


"Raka?" Tanya Tasya terkejut pula. Tasya tersenyum kepada Raka.


Asisten Riko hanya diam dan terkejut karena melihat mereka saling kenal.


"Lama tidak bertemu? Bagaimana kabar kamu? Senang banget aku bisa bertemu sama kamu lagi." Tanya Raka tersenyum sangat senang.


"Iya. Seperti yang kamu lihat, kabar aku baik baik saja. Kalau kamu? Aku juga senang bisa bertemu kamu lagi." Jawab Tasya.


"Wah raut wajahnya langsung 180° berubah. Siapa pria ini?" Tanya Asisten Riko dalam hati.


"Ka.. Kalian sudah saling kenal?" Tanya Asisten Riko terbata bata karena bingung.

__ADS_1


"Raka ini temen saya waktu SMA." Jawab Tasya tersenyum.


"Oh!" Balas Asisten Riko.


"Ku seneng banget bisa bertemu kamu disini. Ternyata kamu dari team produksi yang akan bekerjasama denganku." Ucap Tasya mencolek lengan Raka dengan sangat senang.


"Benar benar wanita ini! Moodnya tidak bisa ditebak. Tadi perasaan dia sangat tidak bersemangat. Tapi setelah bertemu dengan pria ini, moodnya langsung sangat baik. Dan dia tersenyum dengan tulus. Tuan Frans, datang satu orang lagi yang menjadi sainganmu. Dan melihat keakraban mereka berdua sepertinya ini lebih sulit untuk dikalahkan." Batin Asisten Riko.


"Asisten Riko kenapa Anda melamun? Apa yang Anda pikirkan?" Tanya Tasya menatap Asisten Riko yang terhanyut dalam lamunannya.


"Ehm? Tidak! Tidak! Tidak ada apa apa. Saya tidak memikirkan apa apa. Saya permisi dulu." Ucap Asisten Riko meninggalkan ruang rapat.


Tasya dan Raka asyik berbincang karena sudah lama tidak saling bertemu ataupun berkomunikasi.


"Mari kita saling bertukar nomor telepon agar kamu tak hilang lagi. Setelah sekian lama tak bertemu denganmu, kamu makin cantik saja." Ucap Raka menggoda Tasya.


"Bukannya sudah dari dulu aku cantik?" Tanya Tasya menyombongkan diri sambil memasukkan nomor teleponnya ke ponsel Raka.


"Hahaha tapi beneran kamu makin cantik sekarang. Makin membuat aku ingin mengejarmu sampai kamu mau jadi pacar aku." Ucap Raka bercanda.


"Gila kamu. Mau kamu menyatakan cinta kamu ke aku sampai seribu kali, aku nggak akan terima kamu jadi pacar aku." Jawab Tasya tertawa senang.


"Kamu dari dulu sangat ahli membunuh perasaan orang yang menyatakan cintanya ke kamu." Ucap Raka tertawa.


"Siapa pacar kamu sekarang? Nggak berencana nyembunyiin dari aku kan? Jangan bilang kamu belum punya pacar. Kamu cantik loh? " Tanya Raka.


"Memang cantik harus punya pacar?" Tanya Tasya geram.


"Nggak punya? Belum pernah pacaran sama sekali?" Tanya Raka terkejut.


Tasya hanya mengangkat kedua bahunya dan tersenyum.


"Jangan jangan kamu tidak normal? Tasya! Kamu perlu periksa. Ayo! Biar aku temani." Ucap Raka menarik tangan Tasya.


"Gila kamu! Aku normal tau. Hanya nggak mau membuang waktu saja untuk urusan cinta." Jawab Tasya.


"Kirain!" Balas Raka.


"Udah ah! Aku ambilin kamu minum dulu. Setelah itu kita bahas tentang project ini." Ucap Tasya.

__ADS_1


"Kita bahas tentang projectnya lain kali saja. Kita reuni dulu saja. Kan kita lama tidak bertemu." Ucap Raka.


"Kalau sampai CEO tau, kita pasti akan terbunuh." Ucap Tasya.


"Nggak akan. Lagian CEO Perusahan ini sedang ada perjalanan bisnis keluar negeri." Ucap Raka.


"Darimana kamu tau?" Tanya Tasya terkejut.


"Kan banyak koneksinya. Biasa pria tampan." Jawab Raka menyombongkan diri.


"Dasar! " Gumam Tasya keluar dari ruang rapat untuk mengambilkan minum untuk Raka.


Sejak SMA, Raka dan Tasya memang sangat dekat. Mereka bersahabat sejak kelas X. Banyak yang mengira bahwa mereka berdua adalah pasangan yang sangat serasi karena kekompakan mereka. Jadi wajar kalau semua orang mereka pacaran.


Setelah lulus SMA, Tasya tak lagi memiliki kontak Raka. Begitu juga dengan Raka. Dan di Perusahan Start lah yang membuat mereka berdua akhirnya dipertemukan kembali. Meski sudah lama tidak bertemu, Tasya dan Raka tetap akrab tanpa ada rasa canggung.


Tasya kembali masuk ke ruang rapat dengan membawa nampan berisi 2 cangkir kopi dan camilan di piring. Mereka kembali berbincang dengan canda dan tawa.


"Kamu minumlah dulu. Setelah itu aku ajak kamu berkeliling perusahaan ini." Ucap Tasya.


"Kamu sudah berapa lama bekerja disini?" Tanya Raka.


"Aku baru magang disini." Jawab Tasya.


"Apa? Baru magang sudah bertanggungjawab atas project sebesar ini? Hebat!" Ucap Raka takjub. Rak mengacungkan jempol tangannya kearah Tasya.


"Apaan sih? Yo aku temani kamu berkeliling perusahaan." Ucap Tasya berjalan keluar ruang rapat dan diikuti oleh Raka.


Tasya menghentikan langkahnya berbalik menatap Raka.


"Ada apa?" Tanya Raka bingung.


"Saya harus bersikap profesional karena ini di kantor. Anda adalah rekan kerja saya. Jadi saya harus menghormati Anda. Mari!" Ucap Tasya mengarahkan tangannya ke depan agar Raka berjalan lebih dulu.


"Jangan seperti itu. Aku tidak terbiasa berbicara formal sama kamu." Balas Raka.


"Lakukan setidaknya didepan mereka. Atau mereka akan mencurigai kita ada hubungan. Ucap Tasya berbisik.


"Biarkan saja! Bukankah kita memang ada semacam hubungan." Jawab Raka tersenyum.

__ADS_1


"Jaga sikap kamu didepan mereka. Mereka semua sedang melihat kita." Bisik Tasya.


"Bukan kita yang mereka perhatikan. Tetapi mereka terpana dengan ketampananku." Ucap Raka menyibakkan rambutnya ke belakang untuk tebar pesona dengan gadis gadis yang menatapnya.


__ADS_2