DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 24


__ADS_3

Seperti yang telah dijanjikan, Tasya dan teman temannya berhasil magang di Perusahaan Start. Seminggu setelah pertemuan Tasya dan Mama Johan, Tasya dan teman temannya mendapat surel dari perusahaan tersebut.


"Yeeee...!!! Tasya aku mendapat surel dari perusahaan Start. Dan aku diterima hari ini." Ucap Anggi senang setelah melihat surel dari Perusahaan Start dengan laptopnya.


"Benarkah?" Tanya Tasya senang.


"Bagaimana dengan kalian?" Tanya Anggi kepada teman temannya.


"Sebentar, aku cek dulu." Ucap Vera membuka laptopnya dan mengeceknya.


Intan juga ikut mengeceknya. Begitu juga dengan Tasya.


"Aku juga berhasil!" Ucap Vera.


"Aku juga!" Balas Intan.


Tetapi Tasya tetap diam dan tersenyum senang karena Mama Johan menepati janjinya.


"Tasya, bagaimana denganmu?" Tanya Intan menatap Tasya.


Tasya tersenyum dan mengangguk.


"Berarti kita bakalan magang di perusahaan yang sama?" Tanya Anggi senang.


Anggi berlari mendekati Tasya.


"Tasya, terimakasih." Ucap Anggi memeluk Tasya erat.


"Ada apa sebenarnya? Kenapa tiba tiba kamu berterimakasih sama Tasya?" Tanya Vera tak mengerti.


"Karena berkat Tasya, kita berhasil masuk ke Perusahaan Start." Ucap Anggi tetap memeluk Tasya.


"Maksud kamu?" Tanya Vera lagi karena masih belum paham.


"Masuk Perusahaan Start tidaklah mudah. Kemarin Tasya bertemu dengan Nyonya Johan salah satunya membahas soal magang kita. Nyonya Johan memastikan kita akan bisa magang di Perusahaan Start asalkan Tasya mau menerima tawarannya." Ucap Anggi.


"Tawaran apa maksud kamu?" Tanya Vera lagi.


"Tasya harus menjadi asisten pribadi putra Nyonya Johan." Jawab Anggi.


"Apa?" Teriak Vera terkejut. Sedangkan Intan hanya diam menjadi pendengar mereka.


"Iya! Parahnya, Nyonya Johan bilang kalau putranya bukanlah orang yang mudah diatur." Ucap Anggi.


"Benar Tasya?" Tanya Vera menatap Tasya dengan tatapan tajam.


Tasya hanya menganggukkan kepalanya.


"Kamu yakin melakukan ini?" Tanya Vera khawatir.


"Aku baik baik saja." Jawab Tasya tersenyum.


"Jika kamu tidak yakin jangan dipaksakan. Kita memang ingin magang di Perusahaan Start tetapi kamu lebih penting buat kita." Ucap Vera mengkhawatirkan Tasya.

__ADS_1


"Aku benar benar baik baik saja. Jika aku tidak baik baik saja, aku tinggal datang ke sahabat sahabat aku dan minta peluk dari mereka, pasti aku akan tangguh dan tegar lagi." Jawab Tasya tersenyum manis.


Vera menghampiri Tasya dan memeluknya diikuti Anggi yang sedari tadi duduk di samping Tasya. Tak terima hanya melihat, Intan ikut mendekat dan ikut memeluk erat.


"Tasya, kita berterimakasih sama kamu." Ucap Vera mempererat pelukannya.


"Didalam sebuah persahabatan tidak pernah ada kata terimakasih dan maaf." Jawab Tasya tersenyum.


Mereka ikut tersenyum dan memeluk Tasya sangat erat.


"A..ku.. Aku tak bisa nafas." Ucap Tasya terbata bata menepuk bahu Intan.


"Ehh! Maaf!" Ucap Intan melepaskan pelukannya.


Tasya mengangguk dan tersenyum. Intan kembali memeluk Tasya tapi tak seerat tadi.


***


Hari pertama Magang...


Tasya bangun lebih awal daripada teman temannya. Tasya mengambil handuknya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap siap.


Setelah selesai mandi, Tasya membangunkan teman temannya dan menyuruh mereka mandi dan bersiap siap juga.


Satu jam kemudian mereka selesai bersiap untuk magang dan berangkat dengan perasaan senang dan bangga.


Karena perusahaan tidak terlalu jauh dari asrama kampus, mereka berjalan kaki menuju perusahaan tersebut.


Sesampainya di Perusahaan, mereka menuju ruangan yang telah disiapkan untuk mahasiswa magang. Mereka mencari meja mereka masing masing dan duduk menurut nama dipapan nama yang tertera. Mereka juga menemukan nama Gadis. Tetapi setelah melihat semua nama nama tersebut, Tasya tak menemukan namanya.


"Aku juga tidak tau. Coba aku keluar untuk bertanya ke resepsionis." Jawab Tasya dan keluar meninggalkan ruangan menuju ruang resepsionis.


Ruang Resepsionis...


"Permisi!" Sapa Tasya.


"Iya! Ada yang bisa saya bantu?" Jawab resepsionis ramah.


Tasya membaca papan nama yang tertera di pin bajunya. Angel, nama yang tertulis di sana.


"Maaf! Saya mau bertanya, dimana ruangan mahasiswa magang atas nama Tasya? Kenapa saya tidak menemukannya?" Tanya Tasya membalas ramah.


"Anda Nona Tasya?" Tanya Angel.


"Iya!" Jawab Tasya.


"Baiklah! Tadi Tuan Riko menelepon, menyuruh saya untuk mengantar Anda keruangan Anda. Mari." Ucap Angel menunjukkan arah kepada Tasya.


Angel menuju ke depan lift dan menunggu pintu lift terbuka.


"Hemm? kenapa harus naik lift? Dimana ruangan aku sebenarnya?" Tanya Tasya dalam hati.


Setelah menunggu beberapa menit, pintu lift terbuka. Angel masuk kedalam lift dan diikuti Tasya. Setelah Tasya masuk lift, Angel menekan tombol 7. Dan Tasya hanya melongo karena terkejut.

__ADS_1


"Lantai 7?" Gumam Tasya terkejut.


"Maaf?" Ucap Angel tak begitu mendengar gumaman Tasya.


"Tidak! Tidak!" Jawab Tasya melambaikan tangannya.


Sesampainya dilantai 7 pintu lift terbuka. Angel keluar dari lift. Sedangkan Tasya hanya diam mengikuti Angel berjalan kesebuah ruangan yang tak banyak orang di sana.


"Kenapa ruangannya begitu sepi?" Batin Tasya.


Angel berhenti di ruangan yang cukup besar.


"Nona silahkan masuk. Ini adalah ruangan Anda." Ucap Angel mempersilahkan Tasya masuk.


"Terimakasih." Ucap Angel membungkukkan badannya.


"Sama sama. Baiklah saya permisi dulu." Pamit Angel menundukkan badannya dan pergi meninggalkan Tasya.


Tasya masuk kedalam ruangan tersebut.


"Waow! Ruangannya sangat besar." Gumam Tasya masuk dan mengelilingi ruangan tersebut.


Tasya mendekati sebuah meja utama. Tasya membaca papan nama yang tertera di atas meja tersebut.


"CEO FRANS PRASETYO? Kenapa namanya terdengar sangat familiar?" Gumam Tasya berpikir tentang nama CEO tersebut.


Tasya memang belum tau nama si es balok. Dan Tasya juga belum mengetahui bahwa dia adalah asisten pribadi Frans di kantor.


Tasya meninggalkan meja Frans dan menuju meja disebelah meja CEO setelah melihat papan nama bertuliskan namanya.


"Kenapa mejaku dengan meja CEO begitu dekat? Ah sudahlah! Dihari pertama magang ini, apa yang harus aku lakukan?" Gumam Tasya.


"Apa aki harus membersihkan ruangan ini? Baiklah aku akan membersihkan ruangan ini. Agar CEO lebih nyaman di ruangannya. Oh iya! Aku harus kasih tau Anggi dulu kalau aku berada dilantai 7." Ucap Tasya.


Tasya mengambil ponselnya.


"Anggi, aku berada dilantai 7. Aku satu ruangan dengan CEO perusahaan." Ketik Tasya dan mengirimkannya ke Anggi.


"Apa? Lantai 7? Satu ruangan dengan CEO perusahaan?" Balas pesan Anggi.


"Iya!" Jawab Tasya.


"Kamu yakin akan baik baik saja? Kamu satu ruangan loh sama dia." Balas Anggi.


"Aku baik baik saja." Balas Tasya.


"Beneran kamu baik baik saja?" Balas Anggi khawatir.


"Selama aku masih bisa bernafas, aku akan baik baik saja. Kamu tenang saja." Balas Tasya.


"Kamu jangan bercanda." Balas Anggi.


"Iya! Iya! Aku baik baik saja. Ayo bekerja! Jangan terkesan malas dihari pertama magang. Semangat." Balas Tasya mengakhiri chatting mereka.

__ADS_1


"Semangat!" Balas Anggi.


***


__ADS_2