
"Eeemmmuuuaaacchh." Sebuah kecupan tiba tiba mendarat di pipi Tasya. Tasya menoleh kesamping dan tersenyum kepada CEO Frans. CEO Frans membalas senyuman Tasya.
Mereka saling beradu tatap. CEO Frans membelai rambut Tasya lembut beberapa kali. Dan pada akhirnya tangannya berhenti tepat dileher bagian belakang Tasya. CEO Frans memperdalam tatapannya dan mulai menarik leher Tasya. Bibir mereka semakin dekat dan semakin dekat.
CEO Frans ******* bibir Tasya. Tasya pun membalas dan menikmatinya. CEO Frans semakin ganas dan bernafsu ******* bibir Tasya. Hingga akhirnya Tasya tersadar dan merasa takut akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Dengan sigap dia melepaskan ciumannya dan mendorong tubuh CEO Frans agar menjauh.
"Sudah malam, aku pulang dulu." Ucap Tasya terburu buru dan cepat cepat melarikan diri keluar dari kantor CEO Frans.
"Tu... Tunggu...!" Ucap CEO Frans mencoba meraih tangan Tasya. Tetapi tidak teraih karena gerakan Tasya lebih cepat darinya.
Sesampainya diluar kantor CEO Frans, Tasya bersandar di pintu kantor dan menarik nafas dalam dalam, kemudian mengeluarkannya lega. Dengan menutup mata dia merasa geram dan memukuli dahinya dengan telapak tangannya.
Tiba tiba dari dalam ruangan ada dorongan seseorang membuka pintu. Tasya sedikit menjauh dari pintu. Pintu terbuka, Tasya melihat CEO Frans berdiri menatapnya dengan bingung.
"Kenapa kamu masih disini? Belum tega mau pulang? Masih mau temani aku?" Tanya CEO Frans.
"Eng.. Enggak! Ini mau pulang." Jawab Tasya bergegas pergi meninggalkan CEO Frans.
***
Beberapa hari telah berlalu begitu cepat. Proyek CEO Frans berhasil dengan sempurna dan laku keras dipasaran.
Tetapi kini giliran Tasya yang sibuk menyiapkan wisudanya. Dia tak ada waktu untuk menemani CEO Frans. Ponselnya pun tak bisa dihubungi.
Esok hari CEO Frans datang dengan membawa 4 kotak makanan ke asrama Tasya. Tiba didepan pintu kamar Tasya CEO Frans mengetuk pintu kamar.
"ttookk... ttookk.. ttookkk..." Suara ketukan pintu CEO Frans.
Tasya membukanya. Dilihatnya seorang pria yang dicintainya berdiri tepat didepan pintu kamarnya. Tasya melontarkan senyumannya dan bergegas memeluk CEO Frans karena rindu.
"Kenapa pagi pagi kesini?" Tanya Tasya mendongakkan kepalanya tanpa melepas pelukannya.
Tanpa berkata apa apa CEO Frans mengangkat sebuah plastik ditangannya. Tasya tersenyum melihat kearah plastik tersebut dan melepaskan pelukannya.
"Aku bawain sarapan buat kamu dan teman teman kamu. Kamu boleh sibuk dengan persiapan wisuda tapi jangan lupa makan." Ucap CEO Frans sedikit membungkukkan tubuhnya agar wajahnya sejajar dengan wajah Tasya. CEO Frans mengusap lembut ujung hidung Tasya dengan jari telunjuknya.
"Makasih ya!" Ucap Tasya tersenyum senang.
CEO Frans membalas senyumannya.
"Ya udah! Aku cuma mau ngantar sarapan saja. Kamu jangan terlalu sibuk. Harus istirahat. Cepetan masuk." Ucap CEO Frans.
"Aku mau lihat kamu pergi dulu." Ucap Tasya.
"Ya udah! Aku pergi ya." Ucap CEO Frans.
CEO Frans membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Tasya. Lima langkah menjauh dari Tasya, CEO Frans kembali membalikkan tubuhnya mendekati Tasya. Sebuah kecupan mendarat dibibir Tasya. Tasya terkejut.
Melihat ekspresi wajah Tasya, CEO Frans tersenyum.Tasya yang bingung mau berkata apa hanya bisa membalas senyuman CEO Frans.
Tanpa berkata apapun CEO Frans pergi meninggalkan Tasya. Setelah berlalu Tasya kembali masuk kedalam kamar dengan membawa makanan yang diberikan CEO Frans kepadanya.
__ADS_1
Setiap pagi CEO Frans selalu mengantar sarapan buat Tasya dan teman temannya.
***
"Sayang! Kamu lagi apa?" Tanya Tasya via pesan diponselnya.
Tak lama kemudian ponsel Tasya berdering. Ternyata telepon dari CEO Frans.
"Hallo!" Ucap Tasya setelah menggeser ikon hijau untuk mengangkat telepon.
"Akhirnya... Sudah lama aku tidak mendengar suaramu lewat telepon. Aku rindu." Ucap CEO Frans dari balik telepon.
"Hahahaha! Kamu lagi apa?" Tanya Tasya.
"Baru mau berangkat ke kantor." Jawab CEO Frans.
"Sibuk ya hari ini?" Tanya Tasya lagi.
"Enggak terlalu. Cuma meeting sama klien jam 10.00 pagi ini." Jawab CEO Frans.
"Oohh!" Balas Tasya.
"Kamu senggang hari ini?" Tanya CEO Frans.
"Semua pekerjaan aku sudah selesai. Mungkin cuma istirahat hari ini." Jawab Tasya.
"Ya sudah istirahat saja hari ini. Tidak usah kemana mana." Ucap CEO Frans.
"Iya!" Balas Tasya sedikit kecewa karena CEO Frans tidak peka.
***
Sesampainya di kantor CEO Frans mendekati sekretaris Tya.
"Sekretaris Tya, apa saja jadwal saya hari ini?" Tanya CEO Frans.
"Jadwal Anda hari ini, jam 10.00 meeting dengan klien. Jam 1 Anda ada janji temu dengan klien proyek baru. Dan..." Ucap Sekretaris Tya belum selesai membacakan jadwal CEO Frans.
"Selain meeting dengan klien jam 10.00, tunda semua saya." Penggal CEO Frans.
"Baik, Tuan!" Ucap Sekretaris Tya.
"Oh iya! Jangan lupa siapkan semua file untuk meeting pagi ini jangan sampai ada kesalahan." Ucap CEO Frans tegas.
"Baik,Tuan!" Balas Sekretaris Tya.
CEO Frans masuk kedalam kantornya.
Tepat jam 10.00 , CEO Frans keluar dati kantornya menuju ruangan meeting diikuti oleh Asisten Riko yang membawa semua file yang diperlukan selama meeting.
Sesampainya diruang meeting, kliennya sudah menunggu didalam ruangan meeting.
__ADS_1
1 jam lebih lima belas menit berlalu. Rapat selesai. CEO Frans bergegas keluar dari perusahaan setelah kliennya pergi.
"Asisten Riko, tunda semua jadwalku hari ini." Ucap CEO Frans.
"Baik! Anda mau kemana?" Tanya Asisten Riko.
"Sejak kapan kamu punya hak bertanya kepada saya?" Tanya CEO Frans.
"Baik! Maaf!" Balas Asisten Riko menundukkan kepalanya.
CEO Frans hanya diam tak berkata apa apa.
"Ehh! Tunggu dulu! Aku bertanya sebagai teman. Kamu mau kemana?" Ucap Asisten Riko lagi.
"Ini di perusahaan. Dan saya masih atasan kamu." Jawab CEO Frans.
"Ya ya ya! Baiklah!" Balas Asisten Riko.
Tanpa mengatakan apapun, CEO Frans pergi meninggalkan Asisten Riko.
"Dasar es balok!" Gumam Asisten Riko.
CEO Frans menghentikan langkahnya dan berbalik menatap tajam Asisten Riko.
"Suaramu terlalu keras dan aku belum tuli untuk mendengarnya." Ketus CEO Frans.
"Iya iya! Maafkan saya!" Balas Asisten Riko menundukkan kepalanya lagi.
CEO Frans langsung pergi tanpa menghiraukan Asisten Riko.
***
"ttookk..ttookk..ttookk.." Suara ketukan pintu.
Tasya membukanya. Dia terkejut dengan CEO Frans yang sudah berdiri didepan pintu.
"Kenapa kamu disini?" Tanya Tasya.
"Aku mau mengajakmu jalan jalan." Jawab CEO Frans.
"Bukannya kamu sedang sibuk?" Tanya Tasya lagi.
"Bagaimana aku bisa mengecewakan kekasihku? Cepat bersiaplah. Aku tunggu kamu di mobil." Jawab CEO Frans.
Tasya tersenyum mendengar jawaban CEO Frans.
"Tapi kita mau kemana?" Tanya Tasya bingung.
"Kamu akan tau setelah kita sampai." Jawab CEO Frans.
CEO Frans kembali kedalam mobil dan menunggu Tasya di sana.
__ADS_1
Setelah setengah jam menunggu, akhirnya Tasya tiba dan masuk kedalam mobil.
CEO Frans mengajak Tasya jalan jalan kemanapun yang ingin mereka kunjungi bersama.