DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 76


__ADS_3

Keesokkan harinya...


Tasya berangkat ke perusahaan bersama teman temannya lebih awal dari biasanya. Dia berpisah dengan teman temannya didepan pintu lift setelah mereka absen kehadiran di meja resepsionis.


Tasya naik lift menuju ke ruangannya. Sesampainya di ruangannya Tasya langsung menyelesaikan laporannya tentang project yang ditanganinya sebelum dipasarkan.


Beberapa saat kemudian, Raka masuk dan menuju ke mejanya.


"Selamat pagi cantik!" Sapa Raka melambaikan tangannya dan tersenyum kearah Tasya.


"Pagi juga!" Sapa balik Tasya membalas senyum Raka.


"Hari ini senyumnya cantik bener!" Ucap Raka menggoda.


"Oh! Jadi kemarin kemarin nggak cantik?" Tanya Tasya berlagak marah.


"Tetap cantik kok!" Jawab Raka.


Tasya dan Raka tertawa bersama. Tawa Tasya tiba tiba terhenti ketika CEO Frans masuk dan berjalan kedalam ruangannya. Suasana ruangan menjadi hening.


"Raka! Aku mau fotokopi ini dulu ya." Ucap Tasya beranjak dari tempat duduknya.


"Oke cantikku!" Jawab Raka tersenyum.


Tasya berjalan menuju pintu keluar. Saat bersimpangan dengan CEO Frans, Tasya tak memperdulikannya dan menganggapnya tak ada. CEO Frans hanya fokus melihat Tasya heran sampai Tasya keluar dari ruangan.


CEO Frans berjalan dengan rasa heran melihat tingkah laku Tasya kepadanya. Dia memikirkan apa yang terjadi.


"Ada apa dengan dia? Kenapa tiba tiba dia berubah?" Tanya CEO Frans dalam hati. Dia mengernyitkan dahinya.


Tak lama kemudian, Tasya masuk dan kembali ke mejanya.


"Tasya! Kapan produknya akan dipasarkan?" Tanya CEO Frans menatap Tasya.


"Lusa!" Jawab Tasya tanpa menatap CEO Frans.


"Bagaimana persiapannya? Apakah akan lancar?" Tanya CEO Frans lagi.


"Kemungkinan akan lancar. Tapi saya juga tidak berani menjamin 100%." Jawab Tasya.


"Kirimkan laporannya kepada saya." Ucap CEO Frans.


"Baiklah!" Jawab Tasya.


Tasya mengirimkan laporan yang diminta CEO Frans ke email.


"Sudah saya kirimkan." Ucap Tasya.

__ADS_1


CEO Frans membuka komputernya dan sibuk melihat laporan yang baru saja dia kirimkan.


Tasya berdiri dari tempat duduknya dengan membawa berkas ditangannya


"Tasya! Kamu mau kemana?" Tanya Raka.


"Aku ada rapat." Jawab Tasya sambil berjalan keluar ruangan.


"Nanti kita makan siang bersama ya!" Ucap Raka mengajak Tasya makan bersama.


"Oke!" Jawab Tasya mengisyaratkan tangannya tanda setuju.


Tasya keluar dari ruangannya. CEO Frans hanya diam dan merasa kesal mendengar hanyalah percakapan Tasya dan Raka.


"Ada hubungan apa diantara kalian berdua?" Tanya CEO Frans dingin dan tetap fokus dengan komputernya.


"Maksud Anda?" Tanya Raka balik tak mengerti.


"Ada hubungan apa antara kamu dan Tasya?" Tanya CEO Frans.


"Anda bertanya sebagai atasan kami? Atau sebagai sesama pria?" Tanya Raka balik dengan santai.


"Keduanya!" Jawab CEO Frans.


"Kalau sebagai atasan saya, saya dan Tasya adalah rekan kerja. Tetapi kalau sebagai sesama pria ... Itu masalah pribadi jadi saya punya hak untuk tidak menjawabnya." Jawab Raka tetap santai.


"Sebagai atasan kalian, saya tidak akan membiarkan karyawan saya berpacaran di perusahaan. Saya tidak akan membiarkan masalah pribadi mengganggu waktu bekerja." Ucap CEO Frans dingin.


"Mulai hari ini!" Jawab CEO Frans.


"Anda tenang saja. Semua tidak akan terganggu. Lagian lusa saya sudah kembali ke perusahaan saya sendiri." Ucap Raka tersenyum sengit.


"Saya tidak akan membiarkan karyawan di perusahaan ini berpacaran." Ucap CEO Frans mulai kesal.


"Kenapa?" Tanya Raka tak mengerti.


"Pokoknya tidak akan!" Jawab CEO Frans.


"Apakah Anda cemburu?" Tanya Raka menatap CEO Frans.


"Hah? Cemburu? Apa kelebihannya sehingga membuat saya cemburu?" Ucap CEO Frans mengernyitkan bibirnya dan memalingkan pandangannya menghindari kontak mata dengan Raka.


"Lalu kenapa Anda melarangnya dekat dengan saya?" Tanya Raka.


"Siapa yang melarang kalian dekat? Saya hanya tidak mengijinkan karyawan saya berpacaran." Jawab CEO Frans.


"Sekarang saya bertanya kepada Anda. Apakah Anda menyukai Tasya?" Tanya Raka.

__ADS_1


"Apa? Suka? Tentu saja saya tidak menyukainya. Sedikit pun tidak. Saya jauh berada diatasnya. Jadi mana mungkin saya menyukainya?" Jawab CEO Frans.


"Kalau Anda tidak menyukainya, jangan pernah menghalangi hubungan antara saya dan Tasya. Jangan menghalangi kebahagiaan saya dan Tasya. Saya tidak perduli Anda siapa! Sebagai seorang pria saya tidak akan membiarkan Anda menghalangi saya mendekatinya." Ucap Raka mengancam.


"Kamu mengancam saya?" Tanya CEO Frans marah.


"Saya tidak berani mengancam Anda ketika Anda adalah atasan saya. Tetapi saya tidak akab membiarkan Anda menghalangi saya sebagai seorang pria." Jawab Raka tegas.


***


Rapat selesai tepat jam makan siang. Raka sudah menunggu Tasya diruang rapat.


"Kamu kenapa ada disini?" Tanya Tasya menghampiri Raka.


"Bukankah kita ada janji makan siang bersama?" Tanya Raka tersenyum.


"Oh iya! Aku lupa." Jawab Tasya.


"Apa isi kepalamu sudah penuh? Hanya rapat beberapa jam saja sudah lupa janji yang baru dibuat?" Tanya Raka tertawa kecil.


"Ayo makan!" Ucap Tasya menarik tangan Raka menuju kantin.


CEO Frans yang melihat keakraban Tasya dan Raka menjadi sangat kesal. Asisten Riko yang sedari tadi membacakan jadwal setelah makan siang tak lagi dihiraukannya. CEO Frans hanya menatap tajam setiap langkah Tasya dan Raka.


"Tuan Frans! Apakah Anda mendengarkan saya?" Tanya Asisten Riko ikut menatap Tasya dan Raka.


Tatapan tajam CEO Frans beralih kearah Asisten Riko.


"Ini jam makan siang! Waktunya untuk makan! Bukan untuk mendengar ocehan kamu." Teriak CEO Frans marah dan pergi meninggalkan Asisten Riko.


"Dia yang tidak berani melangkah dan mengungkapkan perasaannya. Tapi kenapa pelampiasannya semua diarahkan kepadaku? Tak ada yang bisa bertahan dengan temperamen buruknya selain aku. Walaupun dia mencari ke ujung dunia, dia tidak akan bisa menemukannya." Gumam Asisten Riko.


Asisten Riko mengejar langkah cepat CEO Frans. CEO Frans melangkah menuju kantin perusahaan. Dia mencari Tasya dan Raka, kemudian menghampiri mereka setelah menemukannya.


"Saya mau duduk disini!" Ucap CEO Frans dingin.


Tasya dan Raka otomatis menatap CEO Frans. Tasya hampir marah karena kesal. Tetapi Asisten Riko memberi kode kepada Tasya bahwa CEO Frans dalam temperamen buruk. Tasya tak ingin membuat semua karyawan merasa tak nyaman.


"Bukankah masih banyak meja yang ..." Ucap Raka terhenti karena Tasya menggenggam tangan Raka dan mengisyaratkan Raka diam.


Tasya berdiri dan mengajak pindah Raka hanya dengan isyarat matanya.


"Duduk!" Ucap CEO Frans dingin.


Diantara Tasya, Raka dan Asisten Riko hanya saling tatap karena rasa bingung mereka. Tiba tiba CEO Frans menatap tajam Tasya. Tasya tak bisa berkutik, dan hanya menuruti perintah dari CEO Frans. Dia duduk dengan perlahan. Melihat Tasya duduk, Raka dan Asisten Riko ikut duduk. Dan dengan segera Tasya menghabiskan makanannya.


"Makanan saya sudah habis dan saya sudah kenyang. Silahkan Anda makan dengan tenang." Ucap Tasya beranjak dan pergi.

__ADS_1


Tasya membungkukkan setengah badannya dan pergi meninggalkan CEO Frans yang sedari tadi hanya diam tak memesan apapun.


Melihat Tasya telah pergi, Raka ikut pergi mengejar Tasya. Sedangkan Asisten Riko masih duduk terdiam menemani CEO Frans yang hanya diam tanpa kata apapun.


__ADS_2