DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 6


__ADS_3

***


Restoran...


Frans mengajak Riko mengunjungi salah satu restoran dibawah naungan perusahaan "Start". Memang banyak bisnis yang berada dibawah naungan perusahaan Ayahnya. Misalnya Hotel, Makanan, Fashion, Kosmetik dan masih banyak lagi perusahaan yang bekerja sama.


Riko duduk didepan Frans dengan sangat hati hati menjaga sikapnya. Karena mereka masih menjadi atasan dan bawahan.


"Menurut kamu, apakah wajahku sudah terlihat tua? Seperti orang yang sudah berumur 40 tahun misalnya." Tanya Frans tiba tiba setelah selesai makan siang.


"Hemmm???" Riko bingung tak mengerti maksud pertanyaan Frans.


"Biasa saja! Aku hanya bertanya. Kamu hanya perlu menjawab!" Ketus Frans dingin melihat ekspresi bingung asistennya.


"Saya tidak tahu harus menjawab bagaimana." Balas Riko.


"Jawablah sebagai seorang teman." Balas Frans mengkode Riko bahwa sekarang dia bukan atasannya.


"Ngomong ngomong apakah ada yang mengatai kamu bahwa kamu tua?" Tanya Riko sebagai seorang teman.


"Aku hanya bertanya. Kamu cuma boleh jawab. Siapa bilang kamu boleh bertanya balik?" Ketus Frans dingin.


"Jika ada, siapa orang yang berani berkata seperti itu kepada orang sedingin kamu? Pasti orang itu akan tamat riwayatnya." Gumam Riko lirih.


"Kamu ngomong apa? Jangan berpikir aku tidak mendengarnya." Ucap Frans tetap dingin.


"Maaf! Maaf! Saya tidak berani mengatai Anda!" Ucap Riko sopan.


***


Ada beberapa wanita duduk di sekeliling tempat duduk Frans dan Riko. Wanita wanita tersebut terpesona dengan ketampanan Frans.


"Lihatlah cowok itu! Benar benar cowok idaman. Sudah tampan, sepertinya juga orang kaya. Aku rela menjadi wanitanya." Ucap wanita dimeja no. 10


Frans tersenyum licik mendengarnya tanpa menggubris dan berpura pura tidak mendengarnya.


"Cowok yang disebelah sana tampan sekali." Gumam wanita dimeja 17 menatap Frans terpesona.


"Iya! Dia benar benar tampan!" Balas teman wanita itu membenarkan.


***


"Lihatlah! Belum apa apa saja aura ketampananku sudah terlihat dimata wanita wanita di sekelilingku. Bagaimana bisa aku terlihat sudah tua? Mungkin di dunia ini dia adalah satu satunya yang buta. Jadi tak bisa melihat betapa tampannya aku dan silaunya auraku." Ucap Frans tiba tiba mendengar pujian tentang ketampanannya.


Frans menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya dengan senyum leganya. Kedua tangannya melayang keatas menunjukkan aura dan senyum manisnya. Wanita yang dari tadi melihatnya semakin dibuatnya terpesona.


Riko melongo menatap heran bosnya tersebut.


"Apakah dia sudah gila? Tadi pagi datang tiba tiba marah nggak jelas. Dan sekarang tiba tiba tersenyum tanpa tau apa penyebabnya." Batin Riko dalam hati.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Frans mendadak menjadi sedingin es membuyarkan lamunan Riko.


"Tidak! Tidak ada apa apa." Jawab Riko.


"Jangan bilang kamu juga terpesona dengan ketampananku." Ucap Frans dengan percaya dirinya.


"Tidak akan!" Gumam Riko.


"Ayo pergi!" Ajak Frans beranjak pergi.


"Kita akan kemana lagi?" Tanya Riko frustasi mengikuti Frans.


"Kembali kekantor." Jawab Frans.


"Baik." Balas Riko.


***


Di rumah Tasya...


Tasya tertidur dengan lelapnya.


Ttiiing...


Ttiiing...


Ttiiing...


Tasya mengusap kedua matanya dengan telapak tangannya agar matanya terbuka lebih lebar. Tasya melihat pesan di ponsel nya, ternyata dari grup chat teman temannya. Ketika Tasya tertidur, teman temannya membahas rencana weekend minggu depan. Tasya membaca chat satu persatu menggulir layar kebawah sampai semua terbaca.


"Ahh! Kalian membangunkan aku!" Ketik Tasya di ponselnya, kemudian memencet tombol kirim.


"@Tasya_ Hehe maafkan kita!" Balas Anggj.


"@Tasya_ Wahhh enak sekali Tuan Putri satu ini. Jam segini sudah bangun tidur." Balas Vera.


"@Anggi_ Iya tidak apa apa😊 @Vera_ Hehe! Aku terlalu capek." Balas Tasya.


"Sudah sudah! Karena sudah hadir semua, ayo bahas minggu depan kita akan pergi kemana..😁" Balas Intan.


"Memang mau kemana kita?" Tanya Vera.


"Ya wisata gitu sekali kali. Masak cuma ke mall, ke cafe, atau malah nggak kemana mana. Kan bosen!" Balas Intan.


"Trus sebaiknya kita pergi kemana?" Tanya Vera lagi.


"Mari kita berwisata ketempat wisata!" Ajak Intan.


"Tempat wisata? Dimana tempat wisata yang bagus?" Tanya Anggi.

__ADS_1


"Aku juga belum tau.. Hahahaha!" Balas Intan.


"Lah kok belum tau?" Balas Anggi.


"Ya sudah kita berwisata. Besok kita searching aja pas kumpul." Balas Vera.


"By the way, anak yang satunya kemana ini?? Kenapa dari tadi cuma kita bertiga?" Tanya Intan.


"Tasyaaaaaaa!!!! Jangan bilang kamu tidur lagi yaaa!!!" Balas Anggi. Anggi mengira bahwa Tasya kembali tidur.


Beberapa saat kemudian, Tasya kembali mengaktifkan ponselnya. Sudah ada banyak pesan di grup chatnya.


"Maafkan aku! Aku habis mandi biar merasa segar." Balas Tasya.


"Tasya weekend minggu depan kita pergi berwisata ya!" Ajak Anggi.


"Kemana?" Balas Tasya.


"Belum tau! Hehehe." Balas Intan.


"Iya aku ngikut aja deh! Lagian aku pasti tidak punya kesempatan buat nolak kan? Hehe" Balas Tasya.


"Hehehe😁 Nah itu kamu sudah tau." Balas Anggi. Karena Anggilah yang selalu menjadi orang pertama yang memaksa Tasya dan tidak akan memberi kesempatan Tasya untuk menolak.


Tasya dan teman temannya asyik mengobrol melalui obrolan grup chat mereka.


"Kerruuuyyuuukkk" Tasya mendengar suara dari perutnya.


"Aku sudah lapar lagi." Gumam Tasya memegang perutnya.


Tasya membuka aplikasi online di ponselnya untuk memesan makanan. Mencari cari makanan yang di inginkannya.


"Sebaiknya aku makan apa ya sore ini?" Tanya Tasya kepada dirinya sendiri.


"Bakso? Ttobbokki? Bakso aja deh!" Gumam Tasya lagi.


Tasya mengeklik dan memesan bakso. Sambil menunggu driver makanannya datang, Tasya tetap asyik mengobrol dengan temannya. Tasya keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga dan duduk dimeja makan untuk menunggu makanannya datang.


Setelah lima belas menit makanan sudah tiba dirumahnya. Tasya bergegas keluar dan mengambil makanannya. Setelah transaksi selesai, Tasya kembali kedalam dan menyiapkan mangkuk dan segelas air putih.


"Ahh kalau lagi sendiri saat makan gini, jadi rindu makan bersama keluarga." Gumam Tasya setelah menuangkan baksonya kedalam mangkuk dan siap untuk disantap.


Setelah semua makanan telah habis disantap, Tasya membereskan meja makan dan mencuci piring yang dia gunakan. Kemudian dia kembali menaiki tangga untuk kembali ke kamarnya.


Sesampainya dikamar Tasya duduk di sofa kamarnya dan bersantai memainkan ponselnya.


"Ahh aku bosan!" Gumam Tasya.


Tasya menyalakan televisi dan membaringkan tubuhnya di sofa. Mencari channel tv yang bagus menggunakan remote. Setengah jam yang lalu mata Tasya masih asyik menonton tv. Tetapi setelah itu, gantian tv yang menonton Tasya karena dia telah tertidur dengan sangat pulas.

__ADS_1


__ADS_2