DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 71


__ADS_3

Keesokan harinya..


CEO Frans sengaja menunggu Tasya diruang kerjanya. Tapi tak kunjung datang.


"Tuan Frans, setengah jam lagi jadwal meeting Anda dengan Klien project baru kita." Ucap Asisten Riko setelah masuk kedalam ruangan CEO Frans.


"Baiklah!" Ucap CEO Frans beranjak pergi untuk menghadiri meeting ke tempat yang sudah direncanakan.


CEO Frans dan Asisten Riko sampai disebuah hotel bintang 5. Mereka berjalan masuk menuju ruang yang sudah dipesan oleh klien mereka.


Sesampainya di ruangan tersebut, CEO Frans masuk kedalam ruangan. Ternyata sudah ada beberapa klien yang menunggunya di sana.


Meeting dimulai. Klien mempresentasikan tentang project untuk kerjasama mereka. Tetapi selama meeting berlangsung, CEO Frans sama sekali tak berkonsentrasi. Ada suatu hal yang mengganggu pikirannya. Dia hanya hanyut dalam lamunannya.


"Bagaimana Tuan Frans? Apakah Anda setuju?" Tanya Direktur Galih, Klien CEO Frans.


CEO Frans tak menghiraukannya.


"Tuan Frans!" Panggil Direktur Galih lagi.


CEO Frans tetap tak menghiraukan. Asisten Riko menatap heran kearah CEO Frans.


"Tuan Frans!" Panggil Direktur Galih lagi lebih keras.


"Ya?" Jawab CEO Frans tampak bingung menatap CEO Galih.


"Bagaimana pendapat Anda?" Tanya Direktur Galih.


CEO Frans semakin bingung dan menatap Asisten Riko. Mengetahui CEO Frans sedang tidak berkonsentrasi, Asisten Riko menganggukkan kepalanya.


"Bagus! Mari kita sudahi meeting hari ini." Ucap CEO Frans berdiri dan pergi meninggalkan ruang meeting.


Didalam mobil...


CEO Frans duduk dibelakang kemudi. Sedangkan Asisten Riko yang mengemudikan mobilnya. Dari kaca spion Asisten Riko melihat kearah CEO Frans yang sedang menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang dan memejamkan matanya. Asisten Riko tau betul bahwa CEO Frans tidak dalam keadaan baik baik saja. Karena tak biasanya dia menjadi seperti ini.


"Tuan Frans!" Panggil Asisten Riko pelan.


"Hem?" Jawab CEO Frans terap dalam posisinya.


"Apakah Anda sedang berada dalam masalah?" Tanya Asisten Riko.


"Tidak!" Jawab CEO Frans singkat.


"Tapi kenapa Anda tidak seperti biasanya? Biasanya Anda begitu dingin dan temperamen Anda ..." Ucap Asisten Riko menghentikan ucapannya.

__ADS_1


"Kenapa berhenti?" Tanya CEO Frans.


"Tidak! Tidak! Maafkan saya." Jawab Asisten Riko.


CEO Frans tak lagi menghiraukan Asisten Riko. Sesampainya di perusahaan, CEO Frans bergegas keluar dari mobil dan pergi menuju ruangannya untuk mencari Tasya. Tetapi dia tak menemukan Tasya di sana.


"Kemana dia? Apakah masih dibawah?" Gumam CEO Frans pada dirinya sendiri.


CEO Frans bergegas pergi dan kembali turun kelantai dasar untuk mencari Tasya di ruangan teman temannya. Sebelum keruang teman temannya, CEO frans mencari Tasya di ruang santai. Tetapi tetap tak menemukan Tasya. CEO Frans pergi ke ruangan teman teman magangnya.


"Tuan Frans!" Ucap Anggi berdiri dan membungkukkan badannya untuk memberikan hormat.


Semua yang ada di ruangan tersebut ikut berdiri dan membungkukkan badannya. Dan kembali duduk.


CEO Frans melihat sekeliling untuk mencari Tasya. Tetapi tidak menemukannya.


"Kak Frans! Apa yang kakak cari?" Tanya Gadis. Tetapi tidak dihiraukan oleh CEO Frans.


"Anggi! Kamu ikut saya sebentar. Saya ingin bicara." Ucap CEO Frans, kemudian keluar dari ruangan tersebut.


"Baik Tuan!" Jawab Anggi dan berjalan mengikuti CEO Frans.


Sesampainya diluar ruangan, CEO Frans berhenti dan membalikkan badannya kearah Anggi.


"Ada apa Tuan? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Anggi menundukkan kepalanya tak berani menatap CEO Frans.


"Dia sedang tidak enak badan. Jadi dia mengambil cuti hari ini." Jawab Anggi.


"Sakit apa?" Tanya CEO Frans.


"Hanya tidak enak badan saja." Jawab Anggi.


"Ya sudah! Kembalilah bekerja." Ucap CEO Frans, berbalik dan pergi.


CEO Frans berulang kali mencoba menelepon Tasya tetapi tidak ada jawaban. Dia memutuskan untuk berkunjung ke asrama Tasya.


Diperjalanan menuju asrama, CEO Frans membelikan bubur dan beberapa vitamin untuk Tasya.


Sesampainya didepan asrama, CEO Frans mencoba menelepon Tasya, tetapi tidak menjawab. CEO Frans turun dari mobil dan masuk kedalam asrama.


Sampai didepan pintu kamar Tasya, CEO Frans mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu.


"Dia sedang sakit. Kalau aku mengetuk pintunya, bagaimana kalau aku mengganggu istirahatnya. Lebih baik aku tinggalkan saja disini." Gumam CEO Frans.


CEO Frans meletakkan bubur dan beberapa vitamin yang dibelinya di gagang pintu kamar Tasya.

__ADS_1


"Aku dengar kamu sakit. Jadi aku belikan bubur dan beberapa vitamin penambah stamina. Aku taruh didepan pintu." Ketik CEO Frans dan mengirimkannya ke Tasya.


Setelah mengirim pesan tersebut, dia tak lagi menunggu Tasya dan langsung pergi meninggalkan asrama Tasya.


***


Tasya yang sedari tadi menenangkan pikiran di kamarnya terganggu dengan bunyi ponselnya yang terus berdering. Dan terakhir ada pesan masuk.


Tasya mengambil ponsel yang dia letakkan dimeja samping tempat tidurnya.


"16 panggilan tak terjawab? CEO Frans? Ada pesan juga." Gumam Tasya mengeklik pesan masuk.


Setelah membacanya, Tasya terkejut dan bergegas keluar dari kamar. Setelah membuka pintu kamarnya dia melihat di sekeliling luar pintu. Tak ada seorangpun di sana. Tasya melihat di gagang pintu yang dimaksudkan didalam pesan CEO Frans. Tasya mengambilnya dan kembali masuk ke kamarnya.


"Apa apaan sih dia ini? Pasti ini ulah Anggi." Gumam Tasya meletakkan sekantong vitamin dan buburnya.


Tasya melahap habis tanpa sisa bubur tersebut dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur setelah menghabiskannya. Dia hanya mengotak atik ponselnya karena tidak tau mau melakukan apa. Rasa bosan mulai menyelimutinya. Dia hanya membolak balikkan tubuhnya di kasur dan terus memainkan ponselnya.


Jam setengah 5 sore, Intan, Anggi dan Vera pulang. Tasya masih diposisi rebahannya.


"Apaan ini?" Tanya Intan mengambil sekantong plastik berisi vitamin di atas meja.


"Vitamin." Jawab Tasya.


"Sebanyak ini?" Tanya Intan terkejut. Matanya melotot kearah kantong plastik yang diangkatnya.


"Iya!" Jawab Tasya lagi.


"Kamu mau minum vitamin sebanyak ini?" Tanya Intan.


"Enggaklah!" Jawab Tasya.


"Lalu kenapa dibeli kalau tidak diminum? Sebanyak ini pula." Tanya Vera mendekati Intan.


"Tanya saja itu sama Anggi. Dia tau semuanya." Jawab Tasya.


Intan dan Vera menatap kearah Anggi secara bersamaan. Dan Anggi seketika mematung karena disangkut pautkan dengan vitamin tersebut.


"Kenapa aku?" Tanya Anggi tak mengerti.


"Kamu bilang apa tentang aku sama CEO Frans?" Tanya Tasya.


"Hehehe! Aku bilang kalau kamu sakit. Habisnya aku tidak tau mau menjawab apa saat dia bertanya kamu kenapa cuti. Jadi aku jawab saja kalau kamu sedang tidak enak badan." Jawab Anggi lirih dan tersenyum tipis.


"Jadi ini dari CEO Frans?" Tanya Vera.

__ADS_1


Tasya hanya mengangkat kedua bahunya dengan bibir menyeringai.


Vera semakin curiga dengan hubungan CEO Frans dan Tasya. Vera menatap tajam Tasya dan mengernyitkan dahinya.


__ADS_2