DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 38


__ADS_3

Keesokkan paginya...


"Bangun... Bangun.. Bangun.." Teriak Frans membangunkan Tasya dengan menggoyang goyangkan badan Tasya.


Tasya mencoba membuka matanya.


"Ada apa? Ini masih pagi." Ucap Tasya dengan suara serak bak orang bangun tidur.


"Ayo kamu ikut aku." Ucap Frans dengan buru buru menarik tangan Tasya.


Frans mengajak Tasya bersembunyi didalam almari kamar Frans. Frans dan Tasya berdiri berhadapan didalam almari.


"Ada apa? Kenapa kita bersembunyi?" Tanya Tasya tak mengerti.


"Sssstttttt!" Ucap Frans meletakkan jari telunjuk di bibirnya. Frans menyuruh Tasya diam.


"Aauuu kamu menginjak kakiku." Keluh Tasya kesakitan kakinya diinjak Frans.


"Ohh maaf! Maaf!" Ucap Frans meminta maaf.


"Kak! Kak Frans! Kakak! Dimana dia? Kata Riko dia di sini, tapi kenapa tidak ada?" Ucap Gadis memasuki kamar Frans.


"Gadis? Tapi kenapa kamu ikut bersembunyi?" Tanya Tasya agak keras.


"Diam!" Ucap Frans menutup mulut Tasya menggunakan telapak tangannya.


Tasya terkejut dan menatap Frans. Begitu juga Frans. Mereka saling tatap dengan tatapan yang dalam dan lembut. Jantung Tasya mulai berdegup kencang. Frans pun merasakan hal yang sama.


"Kalian ngapain disini?" Teriak Gadis setelah membuka pintu almari dan terkejut ketika melihat Tasya dan Frans bersembunyi didalam almari.


"Kamu ngapain kesini?" Tanya Frans dingin menatap Gadis.


"Aku mau pinjem syal kakak." Jawab Gadis.


"Oh! Ambil saja ada di laci." Balas Frans.


"Kakak belum jawab pertanyaanku. Kalian ngapain disini?" Tanya Gadis sekali lagi.


"Ini tak seperti yang kamu pikirkan. Sudah sana lebih baik kamu bikin sarapan." Jawab Frans keluar dari almari.


"Iya! Gadis kamu jangan salah paham. Kakakmu hanya menolongku saja." Balas Tasya gugup dan khawatir Gadis akan berpikir salah paham terhadap mereka.


"Tapi kenapa harus bersembunyi didalam almari?" Tanya Gadis lagi mendesak mereka karena rasa penasarannya.


"Sudah diam. Lebih baik kamu buat sarapan." Ucap Frans kesal dan meninggalkan mereka berdua.


Tasya menatap Gadis dengan rasa takut. Gadis semakin penasaran dengan hubungan Tasya dan Frans.


"Tasya! Kamu masih punya hutang penjelasan kepadaku." Ucap Gadis Menatap tajam Tasya dan meninggalkan Tasya sendiri.


"Haaaaa! Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Tasya hampir menangis.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Tasya keluar dari lemari dan keruang makan untuk berpamitan pulang.


"Tuan Frans, Gadis saya permisi pulang dulu." Ucap Tasya tak berani menatap Frans dan Gadis. Kepalanya hanya menunduk karena rasa malu dan takutnya. Tasya membalikkan badannya hendak pergi dengan kaki pincangnya.


"Nggak sarapan dulu?" Tanya Gadis menyiapkan 3 piring berisi roti bakar dimeja makan.


"Oh tidak usah. Tidak perlu repot repot. Terimakasih." Ucap Tasya membalikkan badannya kearah mereka lagi.


"Kalau kamu tidak ada acara pagi ini, sarapan dulu." Ucap Frans dingin tanpa menatap Tasya dan menikmati kopi dan rotinya.


"Terimakasih Tuan. Tetapi saya tidak lapar." Jawab Tasya.


Krruuuyyyuuukkk...


Suara perut Tasya tak bisa berbohong. Tasya semakin merasa malu dan tak enak jika menolak lagi.


"Baiklah. Saya akan pergi setelah sarapan." Ucap Tasya berjalan pelan ke meja makan.


"Kamu mau minum apa? Kopi atau susu?" Tanya Gadis.


"Susu saja." Jawab Tasya.


Gadis menuangkan Susu kedalam gelas dan meletakkannya didepan Tasya. Tasya mulai memakan rotinya.


"Wahhh! Rotinya enak sekali." Teriak Tasya tanpa sadar.


Frans dan Gadis seketika menatap Tasya dengan penuh tanya. Sadar bahwa Frans dan Gadis menatapnya, Tasya tersenyum malu didepan mereka.


"Hemmm! Aku masih penasaran, kenapa kalian bersembunyi didalam almari. Apakah ada sesuatu yang kakak dan Tasya sembunyikan dari aku?" Tanya Gadis sambil menikmati roti bakarnya.


"Tidak! Tidak! Tidak ada yang aku dan Tuan Frans sembunyikan. Tidak ada apa apa diantara kami berdua." Jawab Tasya mengelak dan melambaikan kedua tangannya kearah Gadis.


Frans hanya diam menatap tajam Tasya. Tasya menjadi salah tingkah. Dengan cepat Tasya menghabiskan roti dan susunya, kemudian pamit pulang dengan tergesa gesa.


"Kalau begitu, saya pamit pulang dulu. Terimakasih atas makanannya." Ucap Tasya dan berlalu pergi.


"Kakak nggak anterin dia?" Tanya Gadis.


"Kalau aku berniat mengantarnya, aku tidak akan berdiam dan duduk disini." Jawab Frans dingin.


"Kakak nggak kasihan apa? Sepertinya kakinya terkilir. Kakak apain dia?" *Tanya Gadis penasaran.


"Tenang saja dia masih kuat berlari*." Jawab Frans.


"Dasar gunung es. Nggak ada perhatian perhatiannya sedikit sama cewek. Padahal habis bermalam bersama." Balas Gadis kesal.


"Kamu jangan berpikir macam macam. Atau aku akan ganti otak kamu dengan otak kuda." Ucap Frans mendorong kepala Gadis dengan telunjuknya.


Gadis hanya diam tak menjawab.


"Oh iya! Setelah beresin ini semua, segeralah pergi. Hari ini aku mau istirahat dan tidak ingin diganggu siapapun." Ucap Frans menegaskan dan meninggalkan Gadis balik ke kamarnya.

__ADS_1


"Dasar es batu. Dinginnya minta ampun." Gumam Gadis membereskan piring dan gelas dimeja makan.


***


"Tasya... Kamu baru pulang?" Tanya Anggi khawatir berlari kearah Tasya.


"Iya." Jawab Tasya.


"Tasya maafin kita. Kita tidak tau kalau kamu lupa bawa kunci rumah. Kamu pergi makan malam dengan Tian. Dan kami pergi ke rumah Vera. Orang tua Vera nyuruh kita nginep di sana. Sebenarnya kita mau memberitahumu tapi takut ganggu kamu sama Tian." Ucap Anggi menyesal.


"Iya tidak apa apa." Jawab Tasya tersenyum manis.


"Kamu tidak marah?" Tanya Anggi.


"Tidak." Jawab Tasya tersenyum.


"Oh iya. Kenapa semalam kamu pulang larut? Dan kamu tidur dimana?" Tanya Vera.


"Ohh? Aku? Aku tidur di.. di perusahaan." Jawab Tasya gugup.


"Bagaimana bisa?" Teriak Anggi terkejut.


"Terjadi begitu saja." Jawab Tasya.


"Ya sudah kamu duduk dulu. Kamu pasti capek. Istirahatlah. Pasti orang itu terlalu menyusahkanmu selama bekerja." Ucap Anggi.


"Tidak kok. Dia tidak menyusahkanku. Aku senang bekerja dengannya." Jawab Tasya tersenyum seperti orang yang lagi kasmaran.


Mendengar jawaban Tasya, Anggi Vera dan Intan hanya saling tatap.


"Maksudnya?" Tanya Anggi.


"Tidak! Tidak!" Ucap Tasya setelah tersadar dari halusinasinya.


Tasya berjalan ke ranjangnya.


"Kenapa dengan kaki kamu?" Tanya Intan khawatir.


"Tidak apa apa. Hanya terkilir saja semalam." Jawab Tasya.


"Bagaimana bisa? Memang kurang ajar tu Tian. Tidak bertanggungjawab. Dia ngajak kamu bertemu dalam keadaan sehat. Tetapi pulang dalam keadaan kaki pincang." Ucap Anggi marah.


"Sudah. Ini bukan salah dia. Ini salahku sendiri yang kurang hati hati." Ucap Tasya tersenyum.


"Bener kamu tidak apa apa?" Tanya Vera


"Iya! Sudah aku obati juga kok kemarin." Jawab Tasya.


Vera dan Intan menghampiri Tasya dan Anggi, mereka saling berpelukan mesra satu sama lain. Tak ada yang bisa mengalahkan arti persahabatan mereka.


Mereka hanya berdiam diri di asrama tanpa melakukan apapun dan hanya beristirahat untuk mengembalikan stamina mereka, supaya dihari berikutnya, semangat mereka pulih untuk kembali magang.

__ADS_1


__ADS_2