DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 33


__ADS_3

Sebelum pulang Tasya menyerahkan berkas tentang ide Idenya kepada Riko seperti yang diperintahkan Frans. Setelah menyerahkannya, Tasya menghampiri teman temannya dan berjalan pulang.


"Tasya kamu nanti malam jadi bertemu dengan Tian?" Tanya Anggi.


"Mau tidak mau jadi. Daripada selalu menggangguku." Jawab Tasya putus asa.


***


Tepat pukul 19.00, Tasya pergi keluar asrama untuk bertemu Tian ditempat yang mereka janjikan. Tasya dan Tian akan bertemu disebuah kedai yang lumayan terkenal di kotanya.


Setelah sampai didepan kedai tersebut, Tasya masuk dan melihat Tian duduk sendirian menunggunya. Dia sesekali melihat di ponselnya. Merasa gelisah karena Tasya tak kunjung datang.


"Tian, maaf aku terlambat. Kamu sudah nunggu lam?" Tanya Tasya duduk didepan Tian.


"Nggak apa apa kok. Aku juga belum lama. Minumannya oun masih panas. Jangankan nungguin kamu beberapa menit, menunggu kamu 5 semester saja aku rela." Ucap Tian menggoda Tasya.


"Ih apaan sih kamu." Balas Tasya tersipu.


"Oh iya! Bagaimana magang kamu? Berjalan lancar?" Tanya Tian.


"Lancar sih. Hanya saja bosnya sangat sangat menjengkelkan. Sering membuat orang jantungan dan naik darah. Selalu bertingkah sesuka hatinya sendiri. Semua harus nurut dengan perintahnya. Kalau tidak, bisa tamat riwayat. Sudah ahh tidak usah membahas magang. Bikin badmood." Jawab Tasya kesal.


Tasya dan Tian ngobrol sambil menikmati kopi. Sedang asyik asyiknya, tiba tiba ponsel Tasya berbunyi. Tasya mengambil ponselnya di atas meja dan melihatnya. Ternyata Frans yang meneleponnya. Tasya mengabaikan panggilan Frans sampai 3 kali. Dan ponsel Tasya berbunyi untuk keempat kalinya.


"Angkat saja. Siapa tau penting. Telepon dari siapa?" Tanya Tian.


"Dari bos aku." Jawab Tasya.


"Ya sudah. Kamu angkat saja dulu. Mungkin ada sesuatu yang mendesak." Ucap Tian.


Tasya mengangkat panggilan Frans didepan Tian.


"Halo!" Sapa Tasya.


"Nona Tasya apakah Anda sedang sibuk. Kenapa lama mengangkat telepon saya?" Tanya Frans dingin.


"Maaf saya sedang makan malam diluar dengan teman saya." Jawab Tasya menatap Tian.


Tian hanya tersenyum.


"Saya minta Anda segera datang ke kantor sekarang juga." Ucap Frans tidak mau tau.


"Apa? Ini kan sudah diluar jam kerja. Lagian ini weekend. Kenapa saya harus datang lagi?" Tanya Tasya kesal.


"Saya ingin membahas tentang ide ide Anda. Kebetulan Riko ahli dalam hal ini. Ini adalah kesempatan emas buat Anda. Tidak akan ada lagi besok. Saya juga akan memberi uang lembur Anda. Dan apakah Anda masih ingat dengan perjanjian kita. Semua kata kata saya adalah perintah." Ucap Frans tersenyum licik.

__ADS_1


"Lebih baik aku iyain dulu saja. Daripada harus berdebat dengan dia sudah pasti tidak akan menang. Soal datang ke sana kapan dipikir nanti setelah ini." Batin Tasya.


"Baiklah!", Jawab Tasya pasrah.


"Saya kasih waktu kami 10 menit sudah harus berada disini." Ucap Frans licik.


"Baiklah." Ucap Tasya mematikan teleponnya.


"Ada apa? Bos kamu menyuruh kamu bekerja lagi di jam segini?" Tanya Tian khawatir.


"Heem!" Jawab Tasya putus asa.


"Gila! Weekend gini juga nyuruh kamu bekerja?" Tanya Tian terheran heran dan menggeleng gelengkan kepalanya.


"Iya. Mau gimana lagi. Dia tidak akan membiarkan aku selamat kalau sampai aku tidak menuruti perintahnya." Jawab Tasya lemas.


"Ya sudah. Ayo!" Ucap Tian berdiri.


"Kemana?" Tanya Tasya menatap Tian bingung.


"Bukankah kamu harus kembali bekerja? Ayo aku antar." Ucap Tian tersenyum.


"Kamu tidak apa apa?" Tanya Tasya takut Tian marah.


"Aku baik baik saja. Ini juga untuk masa depan orang yang aku sukai. Tidak mungkin aku menghalanginya." Jawab Tian tetap lembut dan tersenyum.


***


Setelah panggilannya diakhiri oleh Tasya. Frans dengan cepat menelepon Riko dan menyuruhnya datang.


"Halo!" Sap Riko setelah mengangkat panggilan Frans.


"Kamu dimana? Cepat datang ke kantor. Sekarang!" Ucap Frans tidak mau tau.


"Tapi...!" Ucap Riko tetapi Frans sudah lebih dulu mematikan panggilannya.


Dalam waktu 20 menit, Riko lebih dulu tiba di perusahan. Dibandingkan dengan Tasya.


"Ada apa jam segini menyuruhku datang?" Tanya Riko setelah masuk keruangan Frans.


"Aku akan membahas tentang ide ide yang diserahkan Tasya kepadamu." Ucap Frans dingin.


"Apa? Kenapa mendadak? Aku saja belum membuka berkas itu." Ucap Riko bingung.


"Kamu pura pura saja paham tentang metode ini. Bahas saja sesuai apa yang kamu ketahui." Jawab Frans tidak mau tau.

__ADS_1


Riko bingung dengan tingkah konyol Frans yang kekanak kanakan. Riko menatap Frans dengan penuh tanda tanya.


"Jadi kapan dia akan datang?" Tanya Riko.


"Tunggu saja." Jawab Frans sambil mengotak atik komputernya.


"Kenapa lama sekali. Jangan jangan dia tidak datang." Ucap Riko melirik Frans.


"Apakah dia berani untuk tidak datang?" Ucap Frans yakin.


Riko menelan ludahnya dengan susah payah. Terheran heran dengan apa yang terjadi dengan Frans. Tak biasanya dia seambisius ini dengan seseorang.


"Ada apa?" Tanya Frans dingin.


"Ti.. Tidak ada apa apa!" Jawab Riko menggelengkan kepalanya.


"Kalau tidak ada apa apa kenapa wajahmu terlihat banyak pertanyaan?" Tanya Frans.


"Kenapa kamu begitu memperdulikan Tasya?" Tanya Riko memberanikan diri untuk bertanya.


"Kapan kamu punya hak untuk bertanya kepadaku? Perusahan membayarmu untuk bekerja, bukan untuk menginterogasi ku." Jawab Frans dingin.


"Baiklah! Maafkan saya." Ucap Riko membungkukkan badannya untuk meminta maaf.


Riko memilih diam agar nyawanya tetap aman. Sedangkan Frans masih sibuk mengotak atik komputernya.


"Sebaiknya kamu pergi membeli minum dan makanan ringan." Ucap Frans menyuruh Riko.


"Baiklah. Kalau begitu saya permisi." Ucap Riko membungkukkan badannya dan pergi meninggalkan ruangan Frans.


***


Setelah 45 menit Tasya sampai di perusahaan diantar oleh Tian.


"Tian, makasih ya. Dan maaf!" Ucap Tasya merasa bersalah.


"Iya tidak apa apa. Ya sudah kamu buruan pergi. Jangan biarkan bos kamu menunggu lama. Selamatkan nyawa kamu dulu." Ucap Tian tersenyum.


Tasya membalas senyum Tian dan keluar dari mobil. Tasya melambaikan tangannya dan meninggalkan Tian.


Tasya masuk kedalam perusahaan dan mencari cari Frans. Dia menuju ruang rapat tetapi tidak menemukannya.


"Dimana dia? Apakah ada di ruangannya? Kenapa harus dilantai paling ujung sih." Gerutu Tasya kesal.


Tasya menuju lift dan menunggu sampai pintu lift terbuka. Dia tak menemukan siapapun di sana.

__ADS_1


"Kenapa perusahaan ini begitu horor dimalam hari? Kenapa tidak ada seorangpun? Apa karena ini weekend jadi semua pulang lebih awal?" Gerutu Tasya penuh tanya.


Setelah lift terbuka, Tasya menuju lantai dimana ruangan Frans berada. Lantai demi lantai dilaluinya. Sesampainya di lantai 7 Tasya keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Frans. Dia melihat disekelilingnya, tidak ada seorangpun di sana.


__ADS_2