DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 95


__ADS_3

Suatu hari, CEO Frans menjalankan proyek besar. Dia memegang kendali atas proyek tersebut. Beberapa hari dia tampak sangat sibuk dan tak ada waktu untuk menghubungi Tasya. Karena kesibukannya dia juga tidur dikantornya.


Tasya yang mulai mengkhawatirkannya memutuskan untuk datang ke perusahaan untuk menemuinya. Karena letak asrama dengan perusahaan tak begitu jauh, Tasya tak lama sudah tiba didepan kantor dengan membawa sekotak nasi yang dibelinya dalam perjalanan menuju perusahaan.


Sesampainya didepan perusahaan, Tasya berhenti dengan ragu ragu. Dia takut mengganggu kesibukan CEO Frans, tetapi dia juga sangat khawatir dan merindukan kekasihnya itu.


Tasya menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya untuk meyakinkan dirinya sendiri. Tasya berjalan menuju pintu masuk perusahaan. Ada 2 pria bertubuh kekar berdiri disisi kanan dan kiri pintu. Tanpa berpikir panjang Tasya menyelonong masuk.


"Berhenti!" Ucap salah satu pria kekar tersebut dengan tangannya kesamping menghalangi jalan Tasya.


"Aku mau masuk ke perusahaan ini!" Ucap Tasya sedikit kesal.


"Apakah kamu karyawan disini? Tunjukkan kartu identitas kamu." Ucap pria tersebut dengan tegas.


Tasya menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu silahkan pergi dari sini." Ucap pria itu tanpa memberi ampun.


"Aku cuma mau bertemu dengan CEO Frans." Teriak Tasya dengan mengeryitkan dahinya. Tasya tampak sangat kesal.


"Silahkan pergi." Ucap petugas keamanan yang satunya mengarahkan tangannya ke depan menyuruh Tasya pergi.


Tasya membalikkan badannya dengan kecewa. Tak sengaja didepannya ada Asisten Riko.


"Nona Tasya? Kenapa tidak masuk?" Tanya Asisten Riko berjalan mendekati Tasya.


"Nggak dibolehin sama keamanan." Jawab Tasya agak kesal dan tampak kecewa.


"Hei, apakah kalian tidak tau kalau dia calon istri bos kita. Kalau sampai terjadi apa apa bisa tamat riwayat kalian." Ucap Asisten Riko menunjuk kearah petugas keamanan dan mengajak Tasya masuk ke perusahaan.


***


Sesampainya didepan pintu ruangan kantor CEO Frans, Tasya pelan pelan membuka pintu. CEO Frans melontarkan senyumannya melihat Tasya masuk kedalam ruangannya. Dengan bibir masih tersenyum senang, dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju sofa. Tasya ikut tersenyum dan menghampiri CEO Frans. Mereka saling peluk. Kepala Tasya bersandar di dada bidan CEO Frans.


"Tumben kamu datang ke perusahaan?" Tanya CEO Frans tanpa melepaskan pelukannya.


"Aku rindu sama kamu. Aku juga khawatir, beberapa hari ini kamu tampak begitu sibuk. Dan aku tidak bisa menghubungimu. Jadi aku datang." Jawab Tasya dengan mendongakkan kepalanya ke wajah CEO Frans.


CEO Frans tersenyum senang dan memberi kecupan di bibir Tasya. Tasya tersenyum manis.

__ADS_1


"Oh iya! Aku membawa makan siang buat kamu. Kamu belum makan siang kan?" Tanya Tasya melepaskan pelukannya dan menunjukkan kotak makan yang dibawanya.


"Belum!" Jawab CEO Frans menggelengkan kepalanya.


"Sini, kamu makan dulu." Ucap Tasya menarik tangan CEO Frans untuk mengajaknya duduk.


Tasya menyiapkan makanan dan minuman untuk CEO Frans. Tanpa berpikir panjang CEO Frans langsung melahap semua makanan yang Tasya bawakan.


"Meskipun terlalu sibuk, kamu juga perlu istirahat. Jadi jangan terlalu memaksakan diri untuk terus bekerja." Ucap Tasya membelai rambut CEO Frans yang masih sibuk menghabiskan makanannya.


CEO Frans menghentikan makannya dan melihat kearah Tasya. CEO Frans tersenyum kearahnya. Tasya pun membalas senyumannya. CEO Frans melanjutkan makannya. Tak bisa menahan diri, Tasya mendaratkan ciumannya di pipi CEO Frans.


"Kamu sudah mulai nakal sekarang." Ucap CEO Frans.


"Ih nakal apanya?" Tanya Tasya tersenyum.


CEO Frans sudah menghabiskan seluruh makannya.


"Sekarang beristirahatlah!" Ucap Tasya.


Tanpa berpikir panjang, CEO Frans langsung berbaring dan meletakkan kepalanya dipangkuan Tasya.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Tasya terkejut.


"Bagaimana kalau ada orang yang masuk?" Tanya Tasya khawatir.


"Biarkan saja. Aku mau istirahat sebentar." Jawab CEO Frans memejamkan matanya.


"Ya sudah! Istirahatlah!" ucap Tasya membiarkan CEO Frans tertidur dalam pangkuannya.


CEO Frans terlihat tidur sangat lelap. Tasya hanya tersenyum melihatnya dan sesekali membelai rambutnya pelan takut membangunkan CEO Frans.


Karena sudah menjelang sore, Tasya memutuskan untuk pulang. Tak tega membangunkan CEO Frans yang tertidur sangat lelap karena beberapa hari tidak tidur secara teratur, Tasya pelan pelan mengangkat kepalanya dan memindahkannya keatas bantal. Tasya mengambil jas milik CEO Frans dan menyelimutkannya. Sebenarnya Tasya tak tega meninggalkannya tetapi dia harus kembali ke asrama.


Tasya menatap CEO Frans dan mencium keningnya. Setelah itu Tasya pergi meninggalkan perusahaan.


***


CEO Frans terbangun dari tidurnya, dia duduk dan mencari di sekelilignya.

__ADS_1


"Sudah malam?" Gumam CEO Frans.


Tiba tiba dia tersenyum dan mengambil ponsel di mejanya. CEO Frans menelepon Tasya.


"Kenapa kamu gak bangunin aku?" Tanya CEO Frans setelah Tasya mengangkatnya.


"Aku nggak tega bangunin kamu. Kamu terlihat kecapekan, jadi aku biarkan kamu istirahat." Jawab Tasya dari balik telepon.


"Ya sudah! Aku mau mandi dulu." Ucap CEO Frans.


"Iya!" Jawab Tasya mematikan teleponnya.


***


Keesokan harinya, CEO Frans kembali sibuk dengan proyeknya. Setiap hari Tasya datang dan membawakan makanan untuk CEO Frans. Karena dia khawatir kalau sampai CEO Frans lupa makan karena kesibukannya.


Tasya datang ke perusahaan untuk membawakan makan malam untuk CEO Frans. Dia tau karena kesibukannya pasti CEO Frans tak sempat untuk makan apapun. Tasya masuk ke dalam ruangan CEO Frans dan melihatnya tertidur. CEO Frans duduk dilantai depan sofa dan kepalanya bersandar dimeja dengan beralaskan kedua tangannya.


Tasya menghampirinya dan duduk disebelahnya tanpa membangunkannya.


Beberapa saat kemudian CEO Frans terbangun. Dia membuka matanya dan melihat Tasya didepannya.


"Kamu datang?" Tanya CEO Frans sedikit serak karena bangun tidur.


"Aku bawain makan malam buat kamu. Kamu pasti kelelahan." Ucap Tasya.


"Iya! Makanya aku butuh mengisi energiku." Ucap CEO Frans mendorong tubuh Tasya sampai tergeletak dilantai. CEO Frans menindihnya berada tepat di atas tubuh Tasya.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Tasya terkejut.


"Aku butuh mengisi energi." Jawab CEO Frans.


Tanpa mendengar ucapan Tasya yang masih bingung, CEO Frans langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Tasya. CEO Frans mulai ******* bibir Tasya. Tasya yang masih bingung hanya diam dengan perlakuan CEO Frans. Tak lama kemudian dia menutup matanya dan membalas ******* bibir CEO Frans.


Merasakan Tasya membalasnya, CEO Frans mempercepat gerakannya dan Tasya hanya mengimbanginya. CEO Frans mulai memainkan tangannya di dada Tasya. Tasya membiarkannya dan menikmatinya. Sesekali dia merintih.


CEO Frans mulai memberanikan diri mencium leher hingga telinga Tasya. Tangannya mulai membuka kancing baju Tasya.


"Jangan!" Ucap Tasya memegang tangan CEO Frans untuk melarangnya.

__ADS_1


CEO Frans terkejut dan menghentikan aksinya dan menatap Tasya dengan penuh tanya.


Tasya mendorong tubuh CEO Frans agar tidak menindih tubuhnya lagi. CEO Frans pun duduk. Tasya ikut duduk disampingnya.


__ADS_2