
Satu Minggu kemudian..
Pukul 06.00 Frans terbangun dari tidurnya setelah mendengar alarmnya berbunyi. Dia menuju sebuah ruangan olahraga pribadinya. 30 menit dia berolahraga.
Setelah berolahraga, Frans beristirahat sebentar sambil menikmati segelas cappucino coffe. Frans memegang ponselnya dan menelepon seseorang.
"Selamat pagi Tuan!" Sapa Sekretaris Tya.
"Sekretaris Tya, apa jadwal saya hari ini?" Tanya Frans tanpa membalas sapaan Sekretaris Tya.
"Pukul 10.00 Tuan ada meeting dengan Perusahaan Pakaian Dalam untuk menandatangani kontrak. Pukul 14.00, Anda ada janji makan siang dengan Tn Bram." Ucap Sekretaris Tya membacakan jadwal Frans hari ini.
"Apakah saya tidak punya janji makan malam?" Tanya Frans.
"Tidak Tuan." Jawab Sekretaris Tya.
"Baiklah! Terimakasih." Ucap Frans mematikan teleponnya.
Frans beranjak dari tempatnya beristirahat dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. 30 menit telah berlalu. Frans keluar kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya. Dia pergi menuju ruang pakaiannya untuk memilih pakaian yang akan dikenakannya hari ini. Tak lupa dia memilih jam tangan yang berada di laci ruang gantinya.
Setelah selesai bersiap, sekitar pukul 7.30 Frans berangkat menggunakan mobilnya tanpa sopir. Jadi dia mengemudi mobilnya sendiri.
Diperjalanan menuju kantor Frans menerima telepon dari kliennya. Dia sibuk berbincang dan sedikit tidak fokus dalam mengemudi. Setelah Frans mematikan teleponnya, tanpa disengaja mobilnya menabrak mobil yang ada didepannya.
Frans kembali memegang ponselnya dan menghubungi Tasya.
"Selamat Pagi Pak eh Tuan!" Sapa Tasya.
Frans memang tak suka dirinya dipanggil Bapak oleh karyawannya.
"Kamu dimana?" Tanya Frans.
"Sa.. saya berada didekat perusahaan." Jawab Tasya gugup.
"Segera datang kesini, saya mengalami kecelakaan kecil. Kamu yang urus ini." Ucap Frans tidak mau tau.
"Baik.. Baik.. Dimana posisi Tuan?" Tanya Tasya tak punya pilihan.
"Aku berada didepan toko kue family cake." Jawab Frans.
"Baiklah. Saya akan segera ke sana." Balas Tasya.
"Cepetan! Saya tidak bisa menunggu terlalu lama." Ucap Frans.
"Iya!" Jawab Tasya mematikan teleponnya dengan kesal.
Tasya beranjak dan langsung menuju tempat yang dimaksud Frans. Sesampainya di TKP, Tasya melihat kerumunan orang mengelilingi 2 mobil. Salah 1 mobil tersebut adalah mobil bosnya.
__ADS_1
Ada seorang wanita cantik memakai dress selutut sedang menggedor nggedor pintu mobil Frans. Tasya langsung menghampiri wanita itu.
"Maaf Nona. Permisi." Ucap Tasya kepada wanita tersebut. Menyuruhnya bergeser agar tidak menghalangi pintu mobil. Setelah wanita itu bergeser, Tasya mengetuk pintu mobilnya. Melihat Tasya sudah berada di sana, Frans langsung membuka pintu mobilnya.
"Tuan Frans! Ternyata Anda?" Ucap wanita tersebut.
Frans tak menghiraukannya. Dia memberikan kunci mobilnya kepada Tasya.
"Kamu yang urus ini." Ucap Frans meninggalkan lokasi kejadian.
"Tuan Frans, perkenalkan nama saya Tika. Bagaimana kalau kita jalan damai saja? Bagaimana kalau saya traktir Anda minum kopi?" Ucap Tika berjalan mengikuti Frans.
Frans tetap bersikap dingin dan tak menghiraukannya.
Tasya yang sadar bahwa bosnya tidak merespon langsung mengejar Tika dan mencegahnya agar tidak mengikuti bosnya.
"Nona, selesaikan masalah ini dengan saya. Mari kembali ke sana." Ucap Tasya menahan tangan Tika.
Frans tidak perduli dan tetap berjalan meninggalkan mereka.
"Mari kita selesaikan disini." Ucap Tasya.
"Biarkan saya selesaikan ini dengan Tuan Frans sendiri." Ucap Tika.
"Untuk mengganti rugi kerusakan kecelakaan ini, Anda perlu membayar 5 juta." Ucap Tasya tegas.
"Apa? 5 juta? Kamu gila?" Teriak Tika tak terima.
"Nona, dilihat dari posisi kecelakaan sudah jelas ini adalah kesalahan Anda. 5 juta sebenarnya bukan apa apa." Ucap Tasya tidak perduli.
"Seharusnya saya traktir bos kamu minum kopi saja semua sudah selesai. Atur pertemuan saya dengan bos kamu. Setidaknya dia bukan orang yang membosankan kan?" Ucap Tika.
Tasya tak menjawab. Dia hanya manggut manggut entah apa yang ada dalam pikirannya. Hanya saja dia tiba tiba tersenyum masam.
"Dia? Tuan Frans? Dia orang yang sangat bijaksana. Selalu tersenyum pada semua karyawannya. Ramah dan juga sangat perduli dengan orang disekitarnya. Dia tak pernah marah." Ucap Tasya berlawanan dengan kata hatinya.
"Aku tarik semua perkataan baikku tentangnya." Batin Tasya dan tersenyum masam.
"Baiklah! Nanti saya akan menemuinya." Ucap Tika.
***
Di Kantor...
Setelah menyelesaikan semua urusan kecelakaan dan membawa mobil ke bengkel, Tasya kembali dan menuju ruangan Frans untuk melaporkannya.
"Tuan, mobilnya sudah saya kirim ke bengkel dan semua sudah saya selesaikan." Ucap Tasya setelah membungkukkan badannya kepada Frans untuk memberikan hormat.
__ADS_1
"Baiklah!" Ucap Frans.
"Oh iya Tuan, lain kali lebih baik menyuruh Asisten Riko untuk mengurusinya. Kan kalau lelaki lebih paham soal mobil." Ucap Tasya.
"Tapi kamu yang lebih dekat." Jawab Frans dingin.
"Baiklah!" Ucap Tasya dan membungkukkan badannya kembali dan segera pergi ke mejanya.
Sekretaris Tya masuk keruangan Frans.
"Tuan, sudah waktunya Anda meeting dengan Perusahaan Pakaian Dalam (PD). " Ucap Tasya setelah membungkukkan badannya.
"Baiklah." Ucap Frans.
Frans pergi dan menuju ruang meeting untuk meeting dengan Perusahaan PD.
Banyak hal yang mereka bahas dan berakhir dengan penandatanganan kontrak.
"Baiklah Tuan Frans, saya permisi dulu. Semoga perusahan kita bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Direktur perusahan PD mengulurkan tangannya kearah Frans.
"Saya harap begitu." Ucap Frans membalas jabatan tangan Direktur Perusahaan PD.
Setelah mereka pergi, Frans melihat jam ditangannya dan segera pergi untuk janji makan siang dengan Tuan Bram. Frans menuju restoran yang mereka janjikan. Setelah parkir Frans masuk kedalam restoran dan mencari meja yang dipesannya.
"Tuan Frans!" Teriak Seorang Wanita memanggil nama Frans.
Frans mencari arah suara dan melihat seorang wanita melambaikan tangannya dan tersenyum kepadanya. Frans menghampirinya karena di sana adalah meja yang dipesannya. Dan ternyata wanita itu adalah Tika.
"Selamat siang Tuan Frans." Sapa Tika.
Frans hanya diam dengan muka dinginnya dan langsung duduk tak menghiraukan Tika.
"Tuan Frans, kakak Bram mungkin akan tiba sebentar lagi." Ucap Tika.
"Oh jadi dia adik Bram?" Batin Frans.
Frans hanya menatap Tika dengan dingin tanpa berkata apapun. Tika hanya tersenyum dan merasa senang bisa bertemu dengan Frans. Meskipun Frans tak menghiraukannya.
"Kenapa kakak belum datang?" Gumam Tika.
"Tuan Frans mungkin kakak saya tidak bisa datang." Ucap Tika setelah 30 menit menunggu kakaknya.
Frans tak perduli. Dia tetap diam dengan sikap dinginnya. Tiba tiba ponsel Frans berdering. Ternyata Video call dari Gadis.
"Saya permisi mengangkat telepon dulu." Pamit Frans hendak berdiri.
"Tunggu! Angkat disini saja. Tidak perlu sungkan." Ucap Tika menahan Frans agar tidak pergi.
__ADS_1
"Baiklah!" Jawab Frans mengangkat teleponnya.