DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 87


__ADS_3

Keesokkan harinya, di kantor Tasya terlihat sangat lelah dan ngantuk.


"Apakah tidurmu tidak nyenyak tadi malam?" Tanya CEO Frans mendekati Tasya.


"Entah apa yang menggangguku. Aku tidak bisa tidur tadi malam." Jawab Tasya.


"Apa karena kamu merindukan aku?" Tanya CEO Frans dengan senyum menggoda.


"Baru berpisah semalam saja. Kenapa harus merindu." Gumam Tasya mengalihkan pandangannya ke samping kiri.


"Aku mendengarnya!" Ucap CEO Frans.


"Kembalilah ke mejamu. Aku butuh konsentrasi mempelajari file ini." Ucap Tasya mengusir CEO Frans.


"Kamu mengusirku? Apakah salah jika aku ingin dekat dengan kekasihku." Ucap CEO Frans sedikit lebay.


"Kamu tidak salah! Tapi kamu menggangguku." Jawab Tasya kesal.


"Aku tidak menyangka, aku mempunyai kekasih kejam sepertimu." Ucap CEO Frans dengan nada puitis.


"Tuan Frans! Ini di perusahaan! Tolong jaga sikap Anda." Ucap Tasya tersenyum heran.


Tasya hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum heran. Dia kembali fokus mempelajari file untuk meeting jam 10.00. Selama mempelajari file tersebut, Tasya beberapa kali menguap dan sesekali terlelap. CEO Frans yang tak tega melihatnya langsung pergi keluar dan mengambilkannya secangkir kopi.


"Ini! Kamu terlihat sangat ngantuk! Minum kopinya agar mengurangi kantukmu." Ucap CEO Frans meletakkan secangkir kopi di atas meja CEO Frans.


"Terimakasih!" Jawab Tasya tersenyum dan mengambil secangkir kopi tersebut dan meminumnya.


"Jika kamu lelah, kamu istirahat saja. Tidak usah ikut meeting. Nanti aku bilang kalau kamu tidak enak badan." Ucap CEO Frans.


"Sejak kapan CEO Frans membiarkan pegawainya tidak mengikuti meeting. Bukankah belum pernah?" Tanya Tasya memojokkan CEO Frans.


"Belum pernah sih! Aku bukan tipe bos yang diam saja saat pegawai mempunyai banyak alasan untuk menghindari rapat. Apalagi soal pekerjaan." Jawab CEO Frans merasa bersalah.


"Nah itu kamu sadar." Balas Tasya.


CEO Frans hanya diam menatap Tasya. Tasya hanya membalas dengan tataan dan senyumannya.

__ADS_1


"Ya sudah aku mau siap siap meeting." Ucap Tasya pergi keluar ruangan.


15 menit kemudian CEO Frans pun menyusul dan pergi ke ruang rapat. Tasya terlihat sangat lelah dan ngantuk. Selama rapat berlangsung dia sama sekali tak konsentrasi.


CEO Frans mulai mempresentasikan tentang proyek baru mereka. Tasya seperti mendengar dongeng. Tanpa disengaja, kepalanya sudah terjatuh di atas meja dan tertidur. CEO Frans sempat terkejut tetapi dia tak memperlihatkannya. Dia melanjutkan presentasinya dan menunjukkan beberapa gambar di LCD dan menjelaskannya.


CEO Frans sengaja berjalan menghampiri Tasya dan tetap menjelaskan lebih detail tentang proyek tersebut.


"Investor meminta perusahaan menyelesaikan proyek ini dalam waktu 3 bulan harus sudah ..." Terang CEO Frans dibelakang kursi Tasya. Tetapi CEO Frans menghentikan ucapannya dan melirik kearah Tasya dan tersenyum licik.


"Selesai!" Lanjut CEO Frans dengan membungkukkan badannya dan membisikkan kata tersebut ditelinga Tasya yang terlelap dalam tidurnya.


Setelah berbisik, CEO Frans kembali berdiri tegap dan tetap dibelakang Tasya.


"Selesai?" Ucap Tasya terkejut dan mendongakkan kepalanya tanpa memperdulikan anggota rapat yang lain.


"Permisi!" Lanjut Tasya berdiri dan berbalik hendak pergi.


Tanpa disengaja, Tasya menabrak dada bidang seseorang. Tasya sangat terkejut dan menatap seseorang yang ditabraknya.


"Belum selesai ya?" Tanya Tasya dengan wajah malunya dan kembali duduk.


Tasya melihat kearah sekitarnya, semua tertawa kecil menatapnya. Tasya menundukkan kepalanya dan merasa sangat malu. Tasya yang menutup matanya dan gelisah.


"Rapat selesai." Ucap CEO Frans mengakhiri rapatnya dan kembali ke depan untuk membereskan semua dokumennya.


Semua anggota rapat berjalan keluar, begitu juga Tasya. Tasya hendak berjalan keluar ruangan rapat dengan rasa malunya dan tetap menundukkan kepalanya.


"Tasya! Kamu tinggal disini dulu. Ada sesuatu yang akan aku bahas dengan kamu." Ucap CEO Frans tanpa melihat kearah Tasya. Tetapi dia tau bahwa Tasya hendak pergi.


Tasya menghentikan langkahnya dan kembali duduk di kursinya dengan wajah cemberutnya karena kesal.


"Kamu marah? Maafkan aku!" Ucap CEO Frans tersenyum manis kepada Tasya.


"Haruskah kamu mempermalukan aku seperti ini didepan yang lain?" Tanya Tasya kesal.


"Maafkan aku! Aku hanya iseng kepadamu." Jawab CEO Frans.

__ADS_1


Tasya hanya diam. Dia menyilangkan tangannya di atas dadanya dan mengalihkan wajahnya ke samping agar tak menatap CEO Frans.


"Maafkan aku! Kamu jangan marah lagi." Ucap CEO Frans.


Tasya tak menghiraukannya. CEO Frans menghampirinya. Dia menarik sebuah kursi agar bisa duduk lebih dekat dengan Tasya.


"Jangan marah." Maafkan aku!" Ucap CEO Frans lagi.


Tasya tetap tak menghiraukannya. Karena bingung harus bagaimana, CEO Frans mencium pipi Tasya agar tak marah lagi.


"Oh! Maafkan saya! Silahkan dilanjut." Ucap Asisten Riko yang tak sengaja melihat CEO Frans mencium pipi Tasya. Asisten Riko pergi dan menutup kembali pintu ruang rapat.


"Yaaaa! Kamu mempermalukan aku lagi." Ucap Tasya ingin menangis.


"Maafin aku!" Ucap CEO Frans tersenyum dan memohon.


Tasya diam semakin kesal.


"Sudah! Sudah! Jangan marah lagi. Kamu marah hanya karena kamu lelah. Kembalilah keruangan dan beristirahatlah di ruangan istirahatku. Masih ada yang harus aku kerjakan. Kamu kembalilah dulu." Ucap CEO Frans lembut dan mengelus rambut Tasya.


Tasya tak berdaya dibuatnya. Hanya bisa mengangguk dan menuruti perkataan CEO Frans. CEO Frans tersenyum ketika melihat Tasya hanya menurut saja dengan apa yang dikatakannya.


Tasya keluar dari ruang rapat dan kembali ke ruangannya. Sedangkan CEO Frans melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.


Setengah jam telah berlalu, jam menunjukkan pukul 12.00. Sudah waktunya istirahat. Mengingat Tasya yang sedang istirahat, CEO Frans pergi ke kantin dan membeli beberapa roti dan 2 gelas es coklat.


Dia kembali ke ruangannya dengan membawa beberapa potong roti dan 2 gelas es coklat yang dibelinya. Dia masuk kedalam ruangan dan tak melihat Tasya di sana. CEO Frans meletakkan roti di atas meja dan 2 gelas es coklat dimasukkannya kedalam freezer agar tetap dingin. Dia mencari Tasya keruang istirahatnya. Dilihatnya Tasya sedang tertidur lelap di ranjangnya.


CEO Frans duduk di kursi sebelah ranjang dan menatap Tasya dengan tersenyum. Dia mengelus rambut Tasya.


"Ternyata dia cantik kalau sedang tertidur. Aku baru menyadarinya." Gumam CEO Frans membelai rambut Tasya dan tersenyum.


Setelah merasa cukup membelai rambut Tasya, CEO Frans menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Dia pun merasa lelah karena pekerjaan yang menumpuk akhir akhir ini. Tak banyak waktu untuknya beristirahat.


CEO Frans mengambil ponselnya di sakunya. Setelah beberapa saat mengotak atik ponselnya, dia merasa sangat lelah dan mengantuk. Dia merenggangkan tangannya keatas dan menghela nafas.


CEO Frans tak kuasa menahan kantuknya. Sampai akhirnya diapun tertidur sambil duduk di atas kursi tersebut.

__ADS_1


__ADS_2