
Di kampus..
Riko mendatangi kampus untuk bertemu dengan Tasya. Riko mencari cari Tasya dengan bertanya ke beberapa orang di sana. Riko terus berjalan mengelilingi area kampus. Dan akhirnya menemukan Tasya dan menghampirinya. Tasya baru saja keluar dari kelas bersama teman temannya. Riko melihat ke kanan ke kiri agar tidak bertemu dengan Gadis. Karena jika bertemu dengan Gadis pasti akan ada banyak pertanyaan yang bakal dilontarkan kepadanya.
"Nona Tasya!" Panggil Riko menghampiri Tasya.
Tasya yang belum pernah mendengar suara Riko kaget dan penasaran siapa yang memanggilnya. Semua mata tertuju pada Riko dengan penuh tanya.
"Bukankah dia asisten orang gila itu? Kenapa dia mencariku?" Tanya Tasya dalam hati.
"Iya! Ada perlu apa mencari saya?" Tanya Tasya tersenyum.
"Saya ingin membicarakan hal penting dengan Anda. Mari Nona ikut saya." Ucap Riko mengarahkan Tasya untuk mengikutinya.
"Eits tunggu! Siapa Anda berani beraninya ngajak dia seenaknya?" Cegah Anggi menghalangi Tasya.
"Maaf? Saya tidak ada urusan dengan Anda Nona. Jadi jangan ikut campur." Ucap Riko tegas.
"Urusan Tasya, urusanku juga!" Teriak Anggi kesal.
"Udah udah! Aku tau kok dia siapa. Nanti aku ceritain. Okey?" Ucap Tasya menenangkan Anggi.
Anggi mengangguk dan bergeser ke samping agar tidak menghalangi Tasya lagi. Tasya pergi meninggalkan teman temannya dan mengikuti Riko.
Riko mengajak Tasya ke kantin kampus dan mencari tempat yang agak sepi agar bisa berbicara tanpa ada yang mendengar.
"Ada apa?" Tanya Tasya tak mengerti.
"Begini, Nyonya Johan ingin bertemu dengan Nona Tasya." Ucap Riko.
"Ada apa? Ada masalah apa? Apakah saya membuat suatu kesalahan kepada beliau?" Tanya Tasya khawatir.
"Tidak! Tidak! Anda sama sekali tidak membuat kesalahan apa apa kepada Nyonya." Ucap Riko gelagapan.
"Lalu kenapa beliau ingin bertemu dengan saya?" Tanya Tasya semakin tak mengerti.
"Biarkan Nyonya sendiri yang menjelaskan kepada Anda. Saya hanya menjalankan apa yang diperintahkan kepada saya." Jawab Riko.
"Lalu dimana Tante Johan sekarang?" Tanya Tasya melihat disekitar mencari Nyonya Johan.
"Bukan sekarang. Saya hanya menyampaikan kepada Anda terlebih dahulu. Waktu dan tempat nanti akan saya kirim melalui pesan." Ucap Riko menjelaskan.
"Oh begitu! Baiklah!" Ucap Tasya menganggukkan kepalanya yanda mengerti.
"Baiklah! Kalau begitu saya permisi dulu. Selamat siang!" Ucap Riko pamit dan meninggalkan Tasya.
Setelah Riko meninggalkan Tasya, Tasya ikut pergi dan menyusul teman temannya yang masih menunggunya diluar. Ternyata di sana tinggal Anggi sendiri yang menunggunya.
"Loh kok tinggal kamu sendiri. Yang lain mana?" Tanya Tasya.
__ADS_1
"Vera dan Intan mau ke perpustakaan dulu. Jadi mereka pergi duluan." Jawab Anggi.
"Ohh gitu!" Balas Tasya.
"Tasya, dia tadi siapa?" Tanya Anggi penasaran.
"Ehm, dia? dia asisten si es batu." Bisik Tasya ditelinga Anggi.
"Apa? Asisten si pangeran es?" Teriak Anggi dan menutup mulutnya karena terkejut.
Tasya hanya menganggukkan kepalanya.
"Wahhh ternyata kita di kelilingi oleh pria pria tampan." Ucap Anggi tersipu.
"Dasar!" Gumam Tasya.
"Ehh! Tapi ngomong ngomong ada perlu apa dia nyari kamu?" Tanya Anggi penasaran.
"Katanya Mamanya Gadis mau bertemu aku." Jawab Tasya.
"Kenapa?" Tanya Anggi lagi.
"Aku juga belum tau. Masih belum jelas mau ketemu kapan. Besok temenin aku ya." Jawab Tasya.
"Beres!" Balas Anggi.
Anggi dan Tasya lebih dulu kembali ke asrama. Tasya langsung bergegas untuk mandi. Anggi pun mandi setelah Tasya.
"Kamu dari mana Ver? Tan?" Tanya Tasya.
"Dari perpus, nyari buku susah banget. Ternyata tinggal satu doang." Jawab Vera sambil memperlihatkan buku yang dibawanya.
"Ohh! Ya udah mandi gih!" Ucap Tasya menyuruh Vera dan Intan segera mandi karena hari sudah mulai petang.
"Iya sebentar! Aku lelah!" Ucap Vera merebahkan tubuhnya ke keranjangnya.
"Tttiiiiinggggg!"
Ponsel Tasya berbunyi. Tasya mengambil ponselnya dan menyalakan layarnya. 1 pesan diterima. Tasya menggeser layar ponselnya kesamping dan melihat siapa yang mengiriminya pesan. Ternyata dari nomor baru. Tasya membuka isi pesannya.
"Nona Tasya, Nyonya Jihan ingin bertemu Anda pada malam minggu besok di kafe tonight pukul 8 malam." Isi pesan dari nomor tidak dikenal.
Setelah membaca isi pesannya, Tasya tau Riko yang telah mengirimnya pesan tersebut. Tasya tampak melamun dan kembali menutup ponselnya dan meletakkan ya kembali di meja.
"Siapa Sya? Kenapa kamu melamun begitu setelah melihat isi pesannya?" Tanya Anggi mendekati Tasya karena penasaran.
Tasya kembali mengambil ponselnya dan memperlihatkan isi pesannya kepada Anggi.
"Pria itu?" Tanya Anggi terkejut.
__ADS_1
Tasya hanya menganggukkan kepalanya.
"Pria? Pria siapa?" Tanya Vera bergegas mengangkat tubuhnya setelah mendengar pembicaraan Anggi dan Tasya.
Anggi dan Tasya tak menjawab, Vera beranjak mendekati mereka dan meraih ponsel Tasya dan membaca isi pesannya.
"Nyonya Johan? Siapa dia?" Tanya Vera tidak tau.
Intan pun mendekat ingin tau.
"Dia Mama Gadis, Istri presdir perusahaan Start." Jawab Tasya.
"Perusahaan Start? Istri Presdir? Mama Gadis?" Tanya Intan penasaran.
"Iya! Gadis adalah anak Presdir perusahaan Start." Jawab Anggi.
"Perusahaan Start yang calon tempat kita magang?" Teriak Intan tak percaya.
"Iya!" Jawab Anggi.
"Tapi kenapa istri presdir mencarimu?" Tanya Vera penuh tanya.
"Aku juga tidak tau pasti. Kemarin aku bertemu dengannya hubungan kami baik baik saja. Tidak ada masalah. Justru dia nyuruh aku sering datang ke rumahnya." Jawab Tasya penasaran juga.
"Kamu yakin baik baik saja?" Tanya Vera.
"Iya baik baik saja. Nyonya Johan terlihat baik dan ramah orangnya. Aku yang baru pertama kali bertemu beliau langsung bisa akrab sama dia." Ucap Tasya bingung.
"Tapi untuk apa beliau mencarimu?" Tanya Intan penasaran.
Sesaat mereka terdiam di dalam pikiran mereka masing masing. Tetapi tak ada satupun dari mereka yang bisa menemukan jawabannya.
"Sudahlah nggak usah dipikirin. Besok akan terjawab setelah aku pergi nemuin beliau." Ucap Tasya.
"Kamu yakin akan menemui beliau?" Tanya Vera khawatir.
"Iya.Daripada mati penasaran." Jawab Tasya berpikir.
"Kamu mau kita temani?" Tanya Vera lagi.
"Hemm tidak usah. Aku besok aku sama Anggi saja." Jawab Tasya menolak.
"Ya udah besok kalau kamu ada apa apa kamu langsung hubungin kita saja." Ucap Vera.
Tasya hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dan membuka tangannya lebar lebar. Mereka tau maksud Tasya. Mereka langsung memeluk Tasya.
"Udah ahh kalian mandi dulu. Aku laper." Ucap Tasya mengelus perutnya.
"Iya iya." Ucap Vera.
__ADS_1
Vera langsung bergegas ke kamar mandi. Bergantian dengan Intan. Setelah semua selesai dan bersiap, mereka langsung pergi keluar untuk mencari makan malam ke sebuah rumah makan terdekat dari asrama kampus.