DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 69


__ADS_3

Dihari terakhir sesi pemotretan, pemotretannya akan diadakan setelah makan siang. Tasya bisa sedikit lebih santai karena tidak harus bekerja keras seharian penuh sepertu hari hari berikutnya.


Setelah makan siang, Tasya pergi ke ruang pemotretan untuk memberikan konsep pemotretan hari ini kepada Kru. Semua paham dengan arahan yang Tasya berikan.


"Kira kira modelnya akan mempersulit kita tidak untuk hari ini? 2 hari melakukan sesi pemotretan tidak ada yang langsung berjalan lancar." Keluh Bagas.


"Iya! Untung dia itu teman dekat CEO Frans. Coba kalau bukan, pasti dia akan langsung dibunuh tanpa ampun. Baru kali ini aku melihat CEO Frans memperlakukan modelnya dengan santai." Imbuh Doni, Kru pemotretan yang lain.


Tasya hanya terdiam dan tersenyum palsu kepada mereka. Perasaannya mengatakan bahwa dia merasa sangat iri dengan perlakuan CEO Frans terhadap Vio. Perlakuannya seperti mengistimewakannya.


"Nona Tasya? Kenapa Anda melamun? Apakah ada masalah lagi disesi pemotretan hari ini?" Tanya Bagas.


"Oh! Tidak! Tidak!" Jawab Tasya menggelengkan kepalanya.


"Semoga saja dia tidak lagi menyusahkan kita. Kan kasian Nona Tasya harus selalu mengurusnya. Mentang mentang dia teman dekat CEO jadi dia bisa seenaknya." Gumam Rian kesal.


"Sudah! Sudah! Kita harus semangat hari ini. Jangan lengah. Ingat ini hari terakhir kita melakukan pemotretan dalam project ini. Kita pasti akan sukses. Semangat! Jangan kebanyakan mengeluh. Itu hanya akan menghalangi semangat kita. Ayo bekerja." Ucap Tasya percaya diri.


"Bisa bisanya dia jadi model terkenal dengan sikap seperti itu. Apakah dia punya semacam koneksi?" Ucap Bagas kesal melihat perlakuan Vio kepada semua Kru.


"Tidak ada Kru yang bersahabat dengan dia. Selalu saja menyusahkan. Bagaimana ad yang betah bekerja dengannya. Dan lagi sikapnya yang sok manja itu membuatku ilfeel." Imbuh Doni menyeringaikan bibirnya.


"Sudah ya. Jangan menjelek jelekkan orang lain. Nggak akan baik untuk pekerjaan kita juga. Yang terpenting itu kita menyelesaikan pekerjaan kita dengan baik. Jadi tidak usah berpikir yang jelek jelek. Hanya akan mengganggu semangat bekerja kita. Ayo semua bersiap siap untuk pemotretan." Ucap Tasya menepuk tangannya menyuruh semua bekerja.


Semua Kru menjadi semangat dan mulai bekerja untuk memasang semua peralatan yang mereka gunakan. Semua mulai sibuk dengan tugas masing masing. Sedangkan Tasya terus menata letak yang pas untuk mengambil gambar.


Tepat jam 14.00, Vio datang bersama asistennya. Suasana menjadi hening seketika dan menjadi suram seperti tanpa kehidupan. Mereka tak suka dengan gaya Vio yang sedikit suka menyombongkan diri dan meremehkan orang lain.


Setelah semua persiapan selesai, mereka memulai pemotretannya. Vio tak menyusahkan mereka lagi seperti 2 hari sebelumnya.


Satu setengah jam telah berlalu. Pemotretan telah selesai. Semua Kru merasa bersyukur karena tak ada kendala dari Vio. Dia hanya menurut saja dengan apa yang harus dia lakukan tanpa membantah satupun perintah dari Kru pemotretannya.


***


Pukul 16.00, sudah waktunya Tasya pulang. Anggi menghampiri Tasya keruang editing dan mengajaknya pulang. Anggi masuk dan melihat Tasya sedang sibuk memperhatikan edi dari hasil pemotretan project nya.

__ADS_1


"Tasya! Ayo pulang!" Ucap Anggi menghampiri Tasya.


"Hem? Tunggu sebentar. Ini bentar lagi selesai." Jawab Tasya sambil melihat jam ditangannya.


"Ya sudah! Aku tunggu kamu di sana ya." Ucap Anggi menunjuk sofa diruang edit.


Anggi memegang ponselnya dan mengirim pesan ke Vera dan Intan. Memberitahu kalau dia masih menunggu Tasya. Lalu Vera dan Intan pulang terlebih dahulu.


Tasya sangat bekerja keras untuk project yang dia tangani. Menurut Anggi, Tasya belum waktunya memegang project besar seperti ini. Karena mereka baru saja magang dan dia sudah harus bertanggung jawab tentang project perusahaan.


Terkadang Anggi merasa kasihan, karena Tasya harus bekerja keras dan kurang tidur setiap malam. Anggi tak bisa membantunya dan hanya bisa mendukungnya seperti ini. Dia selalu menunggu Tasya dan pulang bersama. Kecuali kalau Tasya memang harus lembur sampai malam.


"Anggi! Kayaknya aku masih agak lama. Apa sebaiknya kamu pulang duluan saja?" Ucap Tasya setelah menghampiri Anggi. Dia khawatir Anggi merasa bosan menunggunya.


"Masih berapa lama memangnya?" Tanya Anggi.


"Aku juga belum tau. Soalnya ini harus sudah selesai besok. Karena akan segera dipromosikan dan dipasarkan. Jadi kami harus selesaikan hari ini." Jawab Tasya takut Anggi kecewa.


"Ya sudah! Tidak apa apa. Aku tungguin kamu disini sampai selesai." Ucap Anggi tersenyum.


"Iya! Nanti kalau aku bosan aku bakal pulang. Udah! Kamu kembali bekerja sana. Biar cepat selesai. Semangat!" Ucap Anggi memberi Tasya semangat.


Tasya hanya mengangguk dan tersenyum. Kemudian kembali untuk bekerja. Dia kembali mendekati editor dan melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya.


Tasya masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Dia memberikan arahan kepada editor. Dan akhirnya setelah perjuangannya beberapa jam, semua selesai. Tasya merasa lega dan tersenyum kearah Anggi.


"Kenapa kamu masih disini? Apa kamu nggak bosan nungguin aku?" Tanya Tasya menghampiri Anggi.


"Sebenarnya aku bosan. Tapi aku mau nungguin kamu." Jawab Anggi tersenyum.


"Kalau bosan ngapain kamu nungguin aku?" Tanya Tasya heran.


"Pingin aja gitu nungguin sahabat bekerja. Udah selesai?" Tanya Anggi tersenyum.


"Sudah!" Jawab Tasya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kalau begitu, Ayo pulang! Tapi kita cari makan dulu. Aku lapar!" Ucap Anggi mengelus perutnya.


"Ya sudah! Ayo makan. Aku yang traktir hari ini karena kamu sudah nungguin aku bekerja. Aku tidak mau berhutang budi sama kamu." Ucap Tasya bercanda.


"Nah! Kata itu yang aku tunggu dari kamu. Bagus kamu peka. Aku akan lebih bersemangat makan karena kamu yang traktir. Ayo! Tunggu apa lagi. Aku sudah sangat lapar." Ucap Anggi beranjak dan menggandeng lengan Tasya.


"Tapi aku ambil tas dulu." Ucap Tasya.


"Ayo kita ambil bersama sama." Jawab Anggi.


Tasya dan Anggi berjalan bersama menuju ruangan Tasya untuk mengambil tasnya. Mereka mengobrol dan bercanda tanpa arah dan tujuan.


"Kamu mau makan apa hari ini?" Tanya Tasya.


"Ehm? Apa ya?" Tanya balik Anggi berpikir.


"Apa? Aku ngikut kamu aja." Jawab Tasya.


"Kalau sekali kali nyoba masakan korea gimana?" Tanya Anggi membuat ide.


"Sebaiknya jangan deh. Bukan selera kita." Jawab Tasya menolak.


"Ahh kamu!" Balas Anggi kecewa.


Tasya tertawa melihat ekspresi Anggi yang tampak jelas bahwa dia sedang kecewa.


"Ya sudah! Kita makan makanan korea." Ucap Tasya menyerah.


Mendengar jawaban Tasya, membuat Anggi bersemangat lagi. Dia kembali tersenyum.


Tasya dan Anggi akhirnya sampai dilantai ruangan Tasya.


"Kamu mau nungguin disini atau ikut masuk?" Tanya Tasya.


"Ikut sekalian aja." Jawab Anggi.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan mendekati pintu ruangan Tasya.


__ADS_2