DIANTARA BENCI DAN CINTA

DIANTARA BENCI DAN CINTA
Episode 89


__ADS_3

"Tasya! Beberapa hari ini kamu terlihat sangat senang? Ada apa? Ada sesuatu yang mencurigakan." Tanya Anggi menatap Tasya dengan mengeryitkan dahinya curiga.


Tasya hanya tersenyum bingung untuk mulai menjawab darimana. Tasya, Anggi, Vera dan Intan berjalan bersama menuju asrama setelah pulang magang.


"Teman teman!" Ucap Tasya menghentikan langkahnya.


Spontan mereka semua pun ikut menghentikan langkahnya dan menatap Tasya untuk mendengar apa yang ingin Tasya katakan kepada mereka.


Tasya tetap diam.


"Ada apa? Kenapa diam saja setelah membuat kami semua penasaran?" Tanya Vera.


"Iya! Ada apa Sya?" Sahut Intan membenarkan.


"Sebenarnya aku dan CEO Frans sudah resmi pacaran." Ucap Tasya sedikit malu mengatakannya.


"Apa? Kamu dan CEO Frans...?" Tanya Anggi terkejut.


Tasya hanya menganggukkan kepalanya.


"Sejak kapan? Kenapa baru kasih tau kita sekarang?" Tanya Vera terkejut.


"Baru kemarin. Aku nggak enak mau ngasih tau kalian." Jawab Tasya merasa tak enak.


"Kenapa tak enak. Kita akan selalu dukung apapun itu." Ucap Vera tersenyum dan merangkul leher Tasya.


Anggi dan Intan nimbrung rangkulannya.


"Karena kamu sudah jadian sama CEO gunung es itu. Jadi kamu harus nraktir kita makan." Ucap Anggi memberi ide.


"Sekarang?" Tanya Tasya.


"Iya dong! Mau kapan lagi? Kebetulan aku udah laper banget ini." Jawab Intan sambil mengelus perutnya.


"Baiklah! Ayo!" Balas Tasya mengajak ketiga sahabatnya pergi ke sebuah restoran.


***


Satu minggu kemudian...


Hari ini adalah hari terakhir Tasya magang. Sudah 3 bulan lamanya Tasya magang di perusahaan yang didirikan oleh Presdir Johan, Ayah CEO Frans.


"Tasya! Kapan hari terakhir kamu magang?" Tanya CEO Frans.


"Hari ini hari terakhir aku magang." Jawab Tasya.


"Apa? Hari ini?" Tanya CEO Frans terkejut. CEO Frans menggeser kursinya mendekati Tasya.


"Heem!" Jawab Tasya.


"Bagaimana kalau hari ini kita berkencan seharian." Ucap CEO Frans memberi saran dan berharap Tasya menyetujuinya. CEO Frans menatap Tasya dengan penuh harap.


"Enggak mau!" Jawab Tasya tegas.


"Kenapa?" Tanya CEO Frans sedikit kecewa.

__ADS_1


"Kamu kan tau hari ini hari terakhir aku magang. Jadi banyak laporan yang harus aku selesaikan." Jawab Tasya.


CEO Frans merasa kecewa dengan penolakan Tasya. Dia mulai cemberut. Tasya tersenyum melihatnya.


"Tuan Frans! Sejak kapan Anda menjadi orang yang suka meninggalkan pekerjaan?" Goda Tasya.


"Ya sudah lah!" Ucap CEO Frans mendorong kursinya dan kembali ke mejanya.


CEO Frans tak lagi menghiraukan Tasya. Tasya hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah CEO Frans.


"Jangan marah! Nanti sepulang kerja kita makan malam bersama." Ucap Tasya menatap CEO Frans.


"Enggak mau!" Jawab CEO Frans tanpa menatap Tasya.


"Bener?" Tanya Tasya.


CEO Frans tak menghiraukannya.


"Ya sudah kalau gitu! Nggak apa apa kalau nggak mau!" Lanjut Tasya.


CEO Frans tiba tiba menatap tajam Tasya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Tasya terkejut.


"Enggak!" Jawab CEO Frans singkat dan kembali fokus ke komputernya.


"Sudah jangan marah lagi! Maafin aku! Lain kali kita berkencannya. Jangan hari ini." Ucap Tasya.


"Aku enggak marah!" Ucap CEO Frans kesal.


***


Keesokan harinya...


Tasya, Intan, Vera dan Anggi berangkat bersama menuju kelas mereka.


"Aaaaaacchhh! Akhirnya kita bisa kembali menghirup udara segar kampus." Ucap Anggi menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya pelan.


"Iya!" Jawab Intan membenarkan.


"Kalian sudah selesai membuat laporan magang?" Tanya Vera.


"Aku sudah!" Jawab Tasya.


"Aku juga!" Sahut Anggi dan Intan secara bersamaan.


"Tasya!" Panggil suara pria yang sangat dikenalnya. Tasya berbalik kearah suara.


Tasya melihatnya melambaikan tangan dan tersenyum kearahnya.


"Tian!" Sapa Tasya ketika Tian menghampirinya.


"Bagaimana kabar kamu?" Tanya Tian tersenyum.


"Aku baik! Kamu?" Jawab Tasya.

__ADS_1


"Aku juga baik!" Balas Tian sedikit canggung.


"Ini cuma Tasya yang ditanya?" Tanya Anggi menatap Tian.


"Oh! Maaf! Bagaimana kabar kalian?" Tanya Tian tersenyum melihat satu persatu dari Anggi, Intan dan Vera.


"Kita baik!" Jawab Anggi tersenyum.


"Aku juga sudah melihat kalau kamu baik baik saja." Balas Tian.


Anggi hanya menyeringaikan bibirnya.


"Tian! Kita ke kantor dosen dulu ya!" Pamit Tasya.


"Baiklah! Nanti kita ngobrol lagi! Ini aku juga ada kuliah pagi." Jawab Tian tersenyum.


Tasya dan teman temannya meninggalkan Tian dan berjalan ke kantor dosen untuk menyerahkan laporan magang yang sudah mereka selesaikan. Setelah dari kantor dosen, mereka menuju ke kelas untuk mengikuti kelas bisnis.


Selesai kelas bisnis, mereka pergi ke kantin dan makan siang bersama. Tian menghampiri mereka dan duduk didepan Tasya.


"Tasya!" Sapa Tian ketika Tasya sedang makan.


Tasya tersenyum dan melihat kearah Tian.


"Kamu kemana saja? Kenapa nggak pernah angkat telepon atau membalas chat aku?" Tanya Tian.


"Aku hanya sedang sibuk saja." Jawab Tasya tersenyum masam tak tau harus menjawab apa.


"Aku kira kamu marah sama aku!" Balas Tian.


"Kenapa aku marah?" Tanya Tasya terus melanjutkan makan siangnya.


"Enggak tau sih! Aku cuma berpikir begitu saja." Jawab Tian.


Setelah makan siang, Tasya dan teman temannya kembali ke kelas untuk mengikuti kelas selanjutnya.


***


Sepulang kuliah Tasya dan Anggi berencana untuk pergi ke perpustakaan. Sampai didepan pintu perpustakaan yang dekat dengan gerbang keluar kampus, Tasya dan Anggi menghentikan langkahnya karena melihat didepan pintu gerbang kampus berkerumunan wanita. Seperti wanita di kampus sedang berkumpul di sana.


"Ada apa? Ada sale apa di sana? Kenapa ramai sekali?" Tanya Anggi menatap Tasya penuh Tanya.


Tasya hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak tau apa apa. Anggi berjalan menuju pintu gerbang kampus.


"Kamu mau kemana?" Teriak Tasya.


"Aku penasaran dengan apa yang terjadi di sana. Ayo kita lihat!" Jawab Anggi.


"Enggak ah!" Balas Tasya.


Anggi kembali menghampiri Tasya dan merangkul lengan Tasya. Anggi menarik Tasya agar ikut dengannya.


"Wahhh! Tampan sekali dia! Kira kira sedang apa dia disini? Apakah dia menunggu kekasihnya?" Tanya salah satu mahasiswi yang ikut berkerumun.


Anggi semakin penasaran dengan apa yang terjadi. Anggi menarik keras lengan Tasya dan mempercepat langkahnya. Sesampainya didepan pintu gerbang, betapa terkejutnya Tasya ketika melihat CEO Frans lah yang membuat kerumunan seperti ini. Seperti didalam drama, dengan setelan jas hitam berdasi, dia membawa sebuket bunga mawar merah berdiri didepan mobil sportnya dan memakai kacamata hitam membuat penampilannya semakin mengagumkan.

__ADS_1


Mata Tasya membelalak melihat CEO Frans terlihat sangat keren. Anggi pun ikut membelalakkan matanya, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. CEO Frans membuka kacamata hitamnya dan tersenyum kearah Tasya. Dia berjalan kearah Tasya dan memberikan sebuket bunga yang dibawanya kepada Tasya. Tasya menerima bunga tersebut dengan senyum masam karena malu menjadi pusat perhatian di sana.


__ADS_2