Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 10: Bekerja dan Bertemu


__ADS_3

Sinar matahari menyeruak masuk melalui celah gorden. Ariana menggeliat dari bawah selimut. Malam ini Ariana tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ia memiliki banyak beban pikiran yang membuatnya tidak bisa memejamkan mata.


Ariana membuka matanya dengan pelan memandang jam berada di nakas menunjukkan pukul 06.30 WIB. Ariana segera bangkit dan berlari masuk ke dalam kamar mandi segera bersiap-siap untuk berangkat bekerja.


Yah.. hari ini adalah hari pertama Ariana bekerja. Ia tidak ingin terlambat. Walau bekerja di sebuah restoran ia tetap semangat. 


Setelah siap Ariana menuju  meja makan untuk sarapan bersama ibunya yang sudah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.


“Pagi bu.” Sapa Ariana yang berjalan menghampiri Bu Ella.


“Pagi juga Nak, anak ibu sudah rapi pagi-pagi begini mau ke mana?” Tanya bu Ella.


“Hari ini Ariana akan bekerja bu, aku lupa memberitahu ibu kalau aku bekerja di restoran, aku berangkat dulu bu, aku buru-buru.” Ariana mencium punggung tangan bu Ella dengan lembut.


“Hati-hati yah Nak.” Bu Ella menatap Ariana yang sudah keluar dari rumah.


Ariana berangkat ke restoran tempatnya bekerja dengan naik ojek online. Setelah sampai, ia segera masuk ke dalam restoran untuk menemui pak Raka pemilik restoran itu.


“Permisi pak.” Sapa Ariana


“Kau sudah datang, sekarang ganti bajumu dengan ini.” Pak Raka menyodorkan sebuah seragam pelayan kepada Ariana.


Ariana mengambil seragam tersebut dan menuju ruang ganti khusus untuk karyawan wanita. Ariana segera masuk ke dalam ruangan itu dan bertemu dengan beberapa karyawan yang juga bekerja di restoran tersebut.


“Permisi.. maaf mengganggu kalian, kenalkan saya Ariana karyawan baru di restoran ini, senang bertemu dengan kalian.” Sapa Ariana sambil menyulurkan tangannya untuk bersalaman dengan para pelayan senior di restoran tempatnya bekerja.


“Kenalkan saya Elsa, senang bertemu denganmu juga, selamat bergabung di restoran ini.” Salah satu pelayan restoran yang bernama Elsa membalas uluran tangan Ariana. Elsa terlihat lebih rama dari para pelayan restoran itu.


Beberapa karyawan di restoran itu terlihat berbisik dan menetap sinis kepada Ariana. Namun, Ariana tidak menghiraukan tatapan sisis dari para karyawan itu. Ia segera keluar dari ruangan itu dan mulai bekerja.


………….


Sementara itu, di perusahaan Maxt Company beberapa karyawan sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Waktu menunjukkan pukul 11.30 WIB para karyawan di perusahaan tersebut sedang beristirahat untuk makan siang mengisi perut yang sudah lapar. beberapa karyawan memilih makan di kantin perusaahan itu.  Namun, ada juga yang memilih untuk makan siang di luar meninggalkan gedung pencakar langit tersebut. Terlihat Nico masih sibuk dengan beberapa dokumen ditangannya. Ia tengah duduk di kursi kebesarannya. Tiba-tiba ponselnya bordering.


Dreeettt… dreeettt…


Ia segera mengangkat panggilan dari ponselnya.


“Ada apa.” Tanya Nico


“Tuan.. wanita itu sekarang bekerja di Restoran X.” Jawab suara dari seberang.


“Bagus… Awasi terus wanita itu.”


Nico menutup sambungan telefon itu begitu saja. Ia tampak tersenyum tipis. “Aku akan memberimu kejutan.” Gumam Nico. Hari ini ia akan bermain sedikit dengan wanita itu.

__ADS_1


Took.. Tokkk…


Aldo mengetuk pintu ruangan Nico dan masuk ke dalam ruangan tersebut.


“Permisi Tuan, sebaiknya Tuan makan siang, ini sudah waktunya untuk makan siang, apa saya pesankan makanan untuk Tuan?” Tawar Aldo kepada Nico.


“Tidak perlu, kita akan makan siang di restoran X, hari ini aku ingin makan di luar.” Nico terlihat menyunggingkan bibirnya.


“Baik Tuan.”


Nico dan Aldo akhirnya berangkat menuju ke restoran X dengan mengendarai mobil mewahnya memecah jalanan ibu kota. Setelah beberapa menit, akhirnya mobil Nico tiba di restoran tersebut.


Pemilik restoran terkenal itu menyapa Nico dengan menundukkan kepala memberi hormat kepada Nico seorang CEO yang sangat terkenal. Pemilik restoran itu mengantar Nico dan Asistennya ke ruangan VVIP restoran tersebut.


“Silahkan Tuan, anda ingin makan apa.” Tanya pemilik restoran itu. Ia terlihat senang atas kedatangan Nico.


“Buatkan makanan yang paling enak di restoran ini, aku ingin karyawan baru yang ada di restoran ini yang melayani aku.” Perintah Nico.


“Baik Tuan, saya permisi.” Laki-laki itu menundukkan kepala dan berlalu dari ruangan itu. Ia terlihat bingung dengan permintaan Nico. “Bagaimana Ia tahu tentang karyawan baru di restoran ini.” Batinnya.


Aldo juga terlihat bingung dengan sikap tuannya. Ia merasa hari ini Nico terlihat berbeda dari biasanya. Sejak tadi Aldo memperhatikan Nico yang terlihat tersenyum sendiri.


Hari ini restoran itu terlihat cukup ramai, Ariana sibuk melayani beberapa pengunjung yang datang untuk makan siang. Pak Raka tiba-tiba memanggilnya dan menyuruhnya untuk melayani pengunjung di ruangan VVIP restoran itu.


“Bawah makan ini ke ruangan VVIP, jangan sampai kau melakukan kesalahan, kau harus melayani pengunjung yang ada di ruangan itu dengan baik.” Perintah pak Raka kepada Ariana.


Setelah sampai di ruangan yang diperintahkan kepadanya. Ia segera membuka pintu ruangan itu dan…


Deeeeggg… Degggg…..


Jantungnya berdetak dengan kencang, ia menelan salivanya dengan susah payah. Tenggorokanya terasa tercekik dan membuatnya sulit bernafas. Tanganya tampak bergetar dan hampir saja ia menjatuhkan nampan yang di bawahnya.Namun, ia tetap mencoba untuk mengatur nafasnya dan membuat dirinya tetap terlihat tenang.


“Permisi Tuan, saya membawakan makan untuk Tuan.” Dengan hati-hati Ariana meletakkan makan dan minuman di atas meja tersebut. Tanganya terlihat sedikit bergetar.


“Silahkan dinikmati makannya Tuan,” Nico dan Aldo menatap tajam  Ariana. Nico terlihat tersenyum tipis sementara itu Aldo tampak terlihat bingung.


“Jika tidak ada lagi yang Tuan butuhkan saya permisi dulu Tuan.” Ariana menundukkan kepala dan melangkah keluar dari ruangan itu. Namun, langkah kakinya dicegah oleh Nico.


“Tunggu.. siapa yang menyuruhmu untuk keluar dari ruangan ini, kau akan menemani aku makan, berdiri di situ dan tunggu sampai aku selesai makan, kau paham!” Perintah Nico.


“Baik Tuan.” Ariana mencoba menahan perasaan kesalnya dengan tetap tersenyum semanis mungkin.


“Bagaimana dia tahu kalau aku bekerja di restoran ini.? Apa dia akan membuatku di pecat.? Apa yang harus aku lakukan.? Bagaimana bisa aku mengumpulkan uang untuk membayar ganti rugi kepada pria menyebalkan ini.? huff…..” Batin Ariana


Ariana menatap kedua pria di depannya yang tengah menyantap makanan yang ada di atas meja dengan tatapan penuh kesal.  Kedua tangannya mengepal menahan amarahnya. Sementara itu, Nico dan Aldo tertawa sambil bercerita.

__ADS_1


“Rasanya aku ingin melempar dua orang pria ini ke dasar laut.” Batinnya


Setelah beberapa menit, Nico dan Aldo sudah selesai menikmati makan siang mereka.


“Saya sudah selesai.., bereskan semua makanan yang ada di atas meja, kau boleh membawa sisa makanan itu.” Perintah Nico sambil menunjuk meja yang berisi makan.


“Baik Tuan, terimah kasih atas kebaikan Tuan.” Ariana tetap tersenyum manis di depan kedua pria menyebalkan itu.


Nico dan Aldo meninggalkan restoran itu dan masuk ke dalam mobil mewah miliknya untuk kembali ke perusahaannya.


…………………


Menjelang sore hari tepat pukul 03.00 WIB, para karyawan di restoran itu kembali ke rumah masing-masing. Mereka bekerja di shift pertama begitu juga dengan Ariana.  Ariana bersiap-siap kembali ke rumah. Dengan naik ojek online Ariana tiba di rumah miliknya. Namun, saat ia ingin masuk ke dalam rumah, ia melihat bu Ella menangis dengan rumah yang terlihat berantakan.


Terlihat tiga orang ke luar dari dalam kamar bu Ella dan Ariana dengan membawa dua buah tas besar berwarna hitam. Kemudian melemparkan tas tersebut kepada Ariana dan bu Ella.


Ariana segera menghampiri orang tersebut.


“Ada apa ini pak?, kenapa bapak membuat rumah kami berantakan.?” Tanya Ariana.


“Kalian harus keluar dari rumah ini, sudah dua minggu kalian tidak membayar hutang kalian, saya sudah memberi kalian kesempatan, kalian pikir bisa membayar hutang kalian sebanyak 100 juta” Jawab pria yang terlihat bertubuh kekar.


“Tuan, tolong beri kami kesempatan lagi, hikkkss...” Bu Ella memohon sambil menangis dan memeluk kaki pria bertubuh kekar itu.


“Kalian harus segera keluar dari rumah ini, pergi kalian atau aku akan melenyapkan kalian.”


“Sudahlah bu, sebaiknya kita pergi dari rumah ini.” Ariana membantu ibunya untuk berdirih, bu Ella terlihat lemah dan tak berhenti menangis.


Ariana dan bu Ella hanya bisa pasrah dan meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan. Beruntung ia masih punya sisa uang tabungan untuk menyewah kontrakan. Akhirnya ia tinggal di sebuah rumah kontrakan yang cukup untuk menanpung mereka berdua. Walau sederhana mereka tetap bersyukur masih mendapat tempat tinggal.


“Tuhan.. kenapa ini begitu sulit untukku? Bagaimana aku bisa melewati ini semua.? Batin Ariana


“Maafkan Ariana bu, aku tidak bisa membuat ibu bahagia.” Ariana memeluk bu Ella dengan hangat mengusap lembut punggu ibunya.


Malam yang terasa sunyi membuat Ariana dan bu Ella larut dalam kesedihan. Ariana hanya bisa berdoa dalam hatinya, berharap esok pagi ia akan menemukan kebahagian seperti yang dulu dirasakanya saat ia masih bersama dengan orang-orang yang dicintainya. Namun, takdir seperti berkata lain kebagiaan yang dimilikinya seperti menjauh darinya.  


Bersambung…


Like, Vote, Komentar


Terimah Kasih


🙏🙏


 

__ADS_1


 


__ADS_2