
Suasana hati Aldo begitu bahagia setelah mengetahui bahwa gadis yang dijodohkan dengannya adalah Rea kekasihnya sendiri. Aldo dan ke dua orang tua Rea sudah menyusun rencana untuk memberi kejutan di hari pertunagannya sekaligus hari ulang tahun Rea.
Jika suasana hati Aldo begitu berbunga-bunga, lain halnya dengan Rea hatinya di penuhi perasaan sedih, kecewa dan juga takut jika harus berpisah dengan Aldo pria yang sudah mengisi hatinya itu.
“Sudah saatnya kau menemui calon suamimu, dia sudah menunggumu, ayo kita turun dan temui calon suamimu Nak!” ajak bu Aluna.
Namun, Rea sama sekali tak bergeming dan terus menatap wajahnya di balik pantulan cermin, matanya menjadi sembab karena menangis sejak tadi.
“Jangan menangis Nak, riasanmu akan luntur.” Ucap bu Aluna lembut.
Rea menggenggam tangan ibunya dan berkata “Aku ingin bertemu Aldo bu, biarkan Rea bertemu dengannya sekali saja.” Lirih Rea.
“Kau bisa menemuinya setelah acara pertunanganmu.”
Bu Aluna merasa tidak tega mengerjai putrinya sendiri. Namun Ia juga tidak ingin menggagalkan kejutan untuk putrinya itu.
Rea hanya bisa mengikuti keinginan ibunya untuk turun dan menemui calon sauminya. Wajahnya terlihat sedih dan berkata dalam hatinya “Maafkan aku Al”
Rea dan bu Aluna menuruni anak tangga untuk bergabung dengan keluarga calon suaminya. Rea terlihat begitu anggun dengan menggunakan gaun berwarna putih dengan riasan natural semakin menambah aura kecantikannya.
“Kau terlihat begitu cantik Nak.” Puji Maharani menghampiri Rea dan memeluknya.
“Terima kasih tante.” Lirih Rea dengan tidak bersemangat.
“Jangan panggil tante, mulai sekarang kau harus memanggil mama, sebentar lagi kau akan menjadi putri kami juga.” Ucap Maharani lembut.
“Sebaiknya kita mulai saja acara lamaran ini dan juga acara pertunangan anak-anak kita.” Ucap Jonathan.
Wajah Rea terlihat semakin pias. Aura kesedihan terlihat jelas di wajahnya.
Al, kau ada di mana? Jangan biarkan acara pertunangan ini terjadi, aku hanya ingin menikah denganmu Al.
Tak berapa lama, seeseorang memasuki mansion itu di ikuti lampu di ruangan itu yang ikut padam dengan hanya menyisahkan beberapa lampu yang cahayanya pendar, samar-samar seseorang melangkah masuk dengan wajah yang tidak terlihat begitu jelas memasuki mansion menuju ruang tamu yang sudah diberi dekorasi yang begitu indah. Pria kekar itu menggunakan setelan jaz berwarna putih senada dengan gaun yang dikenakan oleh Rea.
Tap… tappp….
Suara langkah kaki seseorang berjalan menuju ke arah Rea yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya dengan air mata yang terus menetes di pelupuk mata indahnya. Pria dengan tubuh kekar itu berdiri tepat di depan Rea dengan membawa buket bunga mawar putih kesukaan Rea yang sengaja Ia sembunyikan di punggungnya.
Jreeenggg….
Lampu ruangan itu tiba-tiba saja kembali hidup saat Pria kekar itu sedang berlutut di depan Rea sambil berkata.
“WIIL YOU MERRY ME REA” Ucap Pria itu sambil menyerahkan buket bunga dan membuka kotak cincin berlian di depan wanita yang sangat Ia cintai itu.
Pria itu adalah Aldo yang sengaja menyipkan kejutan romantis untuk sang pujaan hai.
Rea masih terisak dan mencoba menatap wajah pria yang sedang duduk bersimpu di depannya.
“Aldo.” Lirih Rea.
Rea memundurkan tubuhnya kebelakang dan mencoba mengucek matanya dan menatap lekat pria yang masih bersimpu itu sambil berkata. “Sadarlah Rea, dia bukan Aldo.” Guman Rea pelan mencoba mengumpulkan kesadarannya. Rea pikir jika dirinya sedang berhalusinasi dan menganggap pria yang ada di depannya bukannlah Aldo kekasihnya melainkan pria lain yang Ia lihat mirip dengan Aldo.
“Sayang ini aku kekasihmu dan calon suamimu.” Aldo berdiri di depan Rea dan mencoba menyadarkan Rea yang terlihat diam tak bergeming, berdiri mematung dengan matanya yang terus menatapnya.
Jonathan, Rolad, Maharani dan bu Aluna hanya diam meyaksikan drama romantis anak-anak mereka. Raut wajah kedua keluarga memancarkan aura kebahagiaan.
“Putramu terlihat sangat tampan.” Puji Jonathan.
“Tentu saja, dia mewarisi ketampananku.” Ucap Rolad percaya diri.
“Tanpa kita paksa pun, rupanya mereka sudah saling mencintai dan sebentar lagi kita akan menggendong cucu.” Ucap Jonathan.
“Kau benar, mereka menolak untuk dijodohkan dan rupanya mereka bertemu di Negara lain dan saling mencintai.” Rolad ikut menimpali ucapan sahabatnya itu.
“Anak-anak kita sudah ditakdirkan bersama, apa kau tahu beberapa hari yang lalu putramu datang menemuiku untuk melamar putriku.” Ucap Jonathan lagi.
“Apa kau menerimanya?” Tanya Rolad.
“Tentu saja aku menolaknya. hahahahahaha.” Jawab Jonathan sambil tertawa terbahak-bahak.
Hahhahhhhhahhaha.. Rolad juga ikut tertawa membayangkan nasib putranya.
“Mereka terlihat sangat serasi.” Ucap Maharani.
“Iya, kau benar, Putramu terlihat sangat tampan.”
“Dan putrimu juga terlihat sangat cantik.”
Drama romantis sepasang kekasih itu masih berlanjut..
“Selamat ulang tahun sayang.” Ucap Aldo mencium tangan Rea.
__ADS_1
“Hikkkssss….. Hiksssss….” Rea semakin menangis sesenggukan.
“Kenapa menangis hmmm?” tanya Aldo sambil memeluk Rea yang masih sesenggukan.
“Ka-ka-kau ja-jahat Al, ka-kau mengerjaikukan?” Tanya Rea terbata-bata dengan memukul dada bidang Aldo.
Aldo semakin memeluk erat tubuh ramping Rea dan mengusap air mata di pipi wanita yang sangat dicintainya itu.
“Jangan menyalahkanku sayang, semua ini salah mereka.” Ucap Aldo sambil menatap ke dua orang tua yang terlihat menahan tawanya.
“Kau lebih jahat Al”
“Tapi kau menyukainyakan” goda Aldo.
“Apa kau bersedia menikah denganku sayang?” Tanya Aldo.
“Tidak.” Jawab Rea.
Aldo memicingkan matanya dengan alis mengkerut, wajahnnya terlihat sendu menatap Rea lekat.
“Maksdunya tidak akan menolak sayang.”Goda Rea sambil mencubit gemas pipi Aldo.
“Kau mengerjaiku sayang, kau harus aku hukum.” Ucap Aldo sambil memiringkan wajahnya ingin mencuim bibir mungil Rea.
Belum sempat Aldo merasakan manis bibir Rea, tiba-tiba saja ke dua orang tua menghampiri mereka dan berdehem.
“HEMMMM”
“Apa kalian tidak melihat keberadaan kami dan menganggap dunia ini hanya milik kalian berdua.” Ucap Jonathan.
Aldo hanya bisa menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sambil tersenyum. Begitu juga dengan Rea yang wajahnya tiba-tiba saja memerah bak udah rebus karena merasa begitu malu dengan sikap Aldo yang ingin menciumnya di depan ke dua orang tua mereka.
“Selamat ulang tahun Nak.” Ucap Jonathan dan bu Aluna bersamaan sambil memeluk putri kesanyangannya itu.
“Terima kasih ayah, ibu.”
Rolad dan Maharani juga memberi ucapan selamat kepada Rea dengan memeluknya.
Akhirnya acara yang dinanti-nantikan oleh kedua keluarga pun terjadi. Acara lamaran sekaligus pertunagan Rea dan Aldo. Mereka saling bertukar cincin dan acara pernikahan mereka akan dilaksanakan 2 minggu lagi sesuai dengan kesepakatan ke dua keluarga.
“Selamat Nak.” Ke dua keluarga memberikan ucapan selamat kepada Aldo dan Rea.
Setelah acara selesai, Rolad dan Maharani memutuskan untuk pulang lebih dulu. Sementara Aldo akan menyusul mereka setelah berbicara dengan sang kekasih.
Rea dan Aldo saat ini berada di taman belakang mansion, mereka sedang duduk di kursi taman dengan di temani bintang-bintang bertaburan di langit malam.
“Bagaimana ini bisa terjadi Al? Pria pilihan ayah ternyata adalah kau Al.”
“Kau tahu sayang aku juga sama terkejutnya dengan dirimu saat mengetahui jika ayahku dan ayahmu adalah sahabat dan rekan bisnis dan ternyata mereka sudah merencanakan perjodohan kita sejak lama.”
“apa kau bahagia sayang?” Tanya Aldo membelai lembut rambut Rea yang bersandar di dada bidangnya.
“Tentu saja Al, aku sangat bahagia.” Ucap Rea semakin erat memeluk tubuh kekar Aldo.
Aldo dan Rea melakukan kegiatan yang sempat tertunda tadi. Mereka saling berciuman dengan penuh cinta ditambah suasana yang begitu romantis.
********
Di belahan Negara lain, sepasang suami istri juga terlihat begitu bahagia. Nico dan Ana saling memeluk dengan erat. Ke duanya berada di kamar mewah, mereka baru saja melakukan penyatuan menikmati surga dunia yang tidak pernah mereka rasakan selama 3 bulan lamanya. Tepat hari ini usia kandungan Ana memasuki usia 3 bulan dan itu artinya mereka bisa melakukan hubungan suami istri.
Nico dan Ana sedang berada di kapal pesiar mewah. Mereka akan berkeliling ke berbegai Negara yang ingin dikunjungi oleh Ana. Ini adalah perjalan bulan madu mereka, lebih tepatnya babymoon.
Nico sengaja mengajak istrinya mengunjungi beberapa Negara agar Ana tidak stress dan tertekan yang akan membahayakan janin dalam kandungannya. Ditambah kedatangan pamannya yang membuat Ana semakin tertekan.
Masalah kerjasama perusahaanya dengan Abraham Grup Ia serahkan kepada Diego asisten pamannya. Itu artinya Clara tidak akan bisa lagi menemui Nico dan menganggunya. Hubungan Nico dan pamannya saat ini sedang tidak baik. Nico tidak ingin menemui pamannya sampai Reynad merestui dan menerima Ana sebagai istrinya.
“Apa kau tahu sayang, Rea dan Aldo baru saya bertunangan?” Ucap Ana.
“Hemmmmm.” Nico hanya berdehem sambil terus mencium-cium punggung mulus istrinya.
“Ke dua orang tua mereka ternyata sudah menjodohkan mereka sejak dulu.” Ucap Ana lagi.
“Hemmmmm.”
Ke dua tangan Nico sudah bergerilia di bagian kesukaannya. Ia bahkan tidak mendengar dengan baik apa yang dikatakan oleh istrinya. Nico terlihat asik dengan kegiatannya sendiri.
“Sayang, apa kau tidak mendengarku?” Tanya Ana. Ia membalikkan tubuhnya menghadap suaminya itu.
“Aku sudah tahu sayang.” Jawab Nico sambil mencium-cium lembut wajah istrinya.
Nico sudah mengetahui tentang masalah Aldo dan Ia sudah mengirimkan ucapan selamat dan permintaan maafnya kepada asisten sekaligus saudaranya itu karena tidak bisa menghadiri pertunangan mereka. Nico juga sudah menyiapkan hadiah pernikahan untuk Aldo asisten kesayangannya dan juga Rea sahabat terbaik istrinya itu.
__ADS_1
“Aku ingin menghadiri pernikahan mereka, apa boleh sayang?” Tanya Ana dengan mengusap wajah sauminya dan membenamkan wajahnya di dada bidang Nico.
“Apa pun yang kau inginkan sayang, aku akan menurutinya.”Nico mengecup pucuk kepala dan membelai lembut rambut istriya.
“Aku mencintaimu suamiku.” Bisik Ana.
“Aku juga sangat mencintaimu istriku.” Ucap Nico.
Nico mencium lembut perut istrinya dan mengusapnya sambil berkata.”Apa kau senang Nak? ibu dan ayahmu sangat bahagia dan menantikan kelahiranmu.”
“Tentu saja ayah, aku sangat senang dan ingin bertemu ayah secepatnya.” Jawab Ana menirukan suara anak kecil.
Beberapa hari yang lalu, mereka sudah melakukan USG dan janin yang ada di dalam kandungan Ana tumbuh dengan sehat selama Ana tidak stres dan tertekan.
Ke duanya kembali saling berciuman dengan penuh hasrat. Di dalam kamar megah yang ada di kapal pesiar itu hanya terdengar suara decapan dan erangan yang mengalun bagai musik yang terdengar begitu merdua di telinga pasangan suami istri itu.
Bersambung…
__ADS_1