
...Pengalaman Pahit Hadir untuk Menguatkan Kita Hadapi Kerasnya Kehidupan...
Mentari pagi menyapa warga kota London. Sinar mentari menyeruak masuk melalui celah gorden yang dibiarkan terbuka. Terlihat pemandangan kota London dibalik sebuah jendela kaca apartemen mewah dengan bangunan gedung menjulang tinggi.
“Uhhhh.”
Ariana menikmati udara pagi hari di balkon apartemen yang saat ini ia tempati.
Hari ini ia akan bekerja sebagai seorang dokter di salah satu rumah sakit yang terkenal di kota London.
Ariana beruntung ia bisa bekerja sebagai seorang dokter berkat bantuan Rea dan Aldwin. Ariana sudah 2 hari berada di negara London. Ia harus bekerja untuk bertahan hidup di negara itu. Ia akan bekerja sebagai seorang dokter yang merupakan impian Ariana sejak dulu.
Ia segera bersiap dengan riasan tipis di wajahnya. Ia mengambil jaz putih yang selalu dikenakan oleh para dokter dan memakainya. Ia menatap dirinya di pantulan cermin. Penampilannya sungguh berbeda dan sulit untuk dikenali.
Ia bekerja di rumah sakit St. Thomas Hospital. Rumah Sakit terbaik di London dan terbaik di dunia.
Ariana memulai kehidupan barunya. Ia harus kuat untuk bertahan hidup di negara asing. Ia tidak pernah membayangkan akan berada di negara ini. Ia sudah berjanji untuk memulai kehidupan baru dengan identitas barunya.
“Mulai saat ini aku harus terbiasa dengan nama baruku dan kehidupanku, ibu doakan aku agar aku kuat bertahan di negara ini, aku janji aku akan menjemput ibu suatu hari nanti, Ayo semangat Velin!” Gumam Velin memberi kekuatan dan semangat untuk dirinya sendiri.
Velin adalah nama baru Ariana di negara London. Hanya Aldwin dan Rea yang mengetahui tentang identitas asli Ariana.
Setelah selesai bersial-siap dengan cepat ia berangkat ke rumah sakit tempatnya bekerja dengan transportasi bawah tanah (underground) yang merupakan sistem transportasi paling efisien untuk bepergian di dalam kota. Dengan menggunakan Oyster Card Ariana bisa dengan mudah menggunakan akses transportasi umum di kota London.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan dengan transportasi umum ia sudah sampai di rumah sakit tempatnya bekerja.
Sebenarnya Ariana bisa saja menggunakan mobil pribadi yang diberikan oleh Aldwin. Namun, ia lebih memilih untuk mandiri dan tidak ingin menjadi beban bagi orang lain. Ia ingin menjadi wanita yang kuat, tegar dan tidak ingin bergantung kepada Rea dan juga Aldwin.
Ariana menatap bangunan rumah sakit yang sangat besar. Ia berdiri di depan gedung rumah sakit yang terlihat begitu besar dan megah.
“Semangat.” Ariana menghirup udara dan menghembuskannya dengan pelan. Ia terlihat gugup karena ini pertama kalinya ia kembali bekerja di rumah sakit yang sangat besar dan terkenal.
Ia berjalan masuk dengan langkah yang terlihat begitu elegant. Ia masuk ke dalam ruangan kepala rumah sakit dengan diantar oleh resepsionis di rumah sakit tersebut.
Toookk... tookkkk
“Come in (Masuklah).” Ucap suara dari balik pintu.
“Excuse Me Sir (Permisi pak).” Ucap suster wanita tersebut.
“This woman is looking for you sir”. (wanita ini mencari anda pak). Ucap suster tersebut.
“Ok, you can go.” (Baik, kau boleh pergi). Suster tersebut meninggalkan Velin di dalam ruangan kepala rumah sakit tersebut
“Selamat datang dokter Velin, perkenalkan saya adalah Bryan kepala rumah sakit ini dan juga sahabat dari Aldwin Zexander, saya sudah mengetahui tentang Anda dari Aldwin, selamat bergabung di rumah sakit ini dan semoga Anda betah bekerja di sini.” Ucap pria tampan yang merupakan kepala rumah sakit tempat Ariana (Velin) bekerja.
“Terima kasih pak, saya akan bekerja di rumah sakit ini dengan baik.” Velin menerima uluran tangan dari dokter Bryan dengan senyum manis.
Bryan adalah dokter muda berusia 24 tahun. Bryan adalah sahabat dekat Aldwin dan ia juga mempunya hubungan keluarga dengan Aldwin. Bryan sangat fasih berbahasa indonesia, ayahnya asli London dan ibunya asli Indonesia. Karena itu ia tahu banyak tentang negara indonesia.
Ini adalah hari pertama Velin bekerja di rumah sakit besar tersebut. Ia bekerja sebagai dokter spesialis jantung yang memang merupakan keahliannya.
Ia sudah bisa beradaptasi dengan rumah sakit baru yang menjadi tempatnya bekerja. Ia sudah mempunyai beberapa teman bule yang sangat cantik dan juga ramah. Ia bersyukur tuhan selalu ada memberinya kekuatan menghadapi kerasnya kehidupan yang dialami oleh Ariana hingga ia berada di tempat yang sangat jauh.
Sinar mentari kembali keperaduaannya. Malam hari tiba di kota London. Beberapa orang kembali ke rumah dan apartemen mereka masing-masing. Begitu juga dengan Velin ia sudah bersiap untuk kembali ke apartemennya. Kebetulan ia mendapat sift pagi.
Beberapa menit dengan mengendarai angkutan umum yang ada di kota London. Akhirnya Velin sampai di apartemennya.
Dengan menggunakan Access card ia membuka apartemen mewah miliknya. Ia masuk dan ia begitu terkejut ketika berada di ruang dapur apartemen. Ia melihat punggung seorang pria dengan memakai celemek pria itu mulai memotong sayuran dan tercium aroma yang begitu menggugah selera Ariana yang memang sudah lapar sejak tadi.
Ariana berjalan mendekati pria yang sedari tadi sibuk memasak makan malam. Ia menatap punggung pria itu dengan senyum terukir di bibir Ariana.
“Apa yang kau lakukan di sini? Bagaimana kau bisa masuk ke dalam apartemen ini?” Tanya Ariana ketika berjalan menghampiri pria itu.
Dia adalah Aldwin yang sudah berada di London. Ia sengaja tidak memberitahu kepada Ariana karena Aldwin ingin memberi kejutan untuk wanita yang dicintainya.
“Kau sudah kembali sayang, sebaiknya kau mandi dulu lalu kita makan malam bersama, oh ya aku lupa memberitahumu kalau aku punya Access Card apartemen ini, jadi aku bisa masuk dan datang kapan saja.” Ucap Aldwin dengan tersenyum manis menampilkan deretan giginya yang putih.
__ADS_1
“Ta-tapi, aku-.”
“Aku sudah begitu merindukanmu, maaf aku tidak memberitahumu kalau aku sudah berada di London, aku ingin memberimu kejutan sayang, cepatlah mandi! Aku sudah lapar makanannya akan dingin dan rasanya tidak akan enak.” Ucap Aldwin.
“Baiklah.” Ariana berlalu dan meninggalkan Aldwin di ruang dapur yang terlihat sibuk menata makanan di atas meja.
Ia sudah memasak makan malam yang terlihat menggugah selera. Ia membuat masakan Bangers dan Mash Berbahan dasar sosis dan kentang, makanan pokok yang tersaji hangat membuat perut kenyang dan hati senang.
Ariana yang sudah selesai mandi terlihat begitu segar dan sangat cantik meski tidak menggunakan riasan wajahnya sudah cantik alami. Ia menggunakan baju kaos putih yang terlihat longgar di tubuhnya dan celana jeans selutut membuat dirinya semakin cantik.
Ia keluar dan menemui Aldwin di ruang dapur yang sudah menunggunya sejak tadi.
Aldwin menatap Ariana yang sudah terlihat begitu cantik. Ia menatap wajah wanita itu dengan tatapan yang begitu dalam. Ia begitu terpesona dengan kecantikan Ariana.
“Kau tidak pernah berubah Ana, kau bahkan terlihat begitu cantik sekarang, andai dulu kita menikah pasti saat ini aku sudah memilikimu seutuhnya.” Batin Aldwin.
Adwin berjalan mendekati Ariana merangkul bahu Ana dan memeluknya dengan erat. Ia mencium pipi Ana.
“Aku akan membuatmu bahagia Ana, maaf aku tidak bisa memberimu kebahagiaan sejak dulu.” Ucap Aldwin dengan memeluk erat Ariana. Ariana tidak membalas pelukan dari Aldwin.
Ia masih belum bisa membuka hatinya untuk Aldwin. Ia masih begitu kecewa dengan pria yang saat ini sedang memeluknya. Namun, ia juga tidak bisa menolak sentuhan lembut yang diberikan oleh Aldwin. Walau hati Ariana masih sakit dan kecewa kepada Aldwin. Ia akan mencoba untuk membuka hatinya dan memberi kesempatan kedua untuk Aldwin.
“Aku akan berusaha untuk membuatmu memaafkanku dan mencintaiku seperti dulu, aku tahu kau masih mencintaiku Ana.” Batin Aldwin.
Keduanya menikmati makan malam tanpa suara. Ada kecanggungan di antara mereka berdua. Mereka makam malam tanpa ada suara dan terdengar hanya suara dentingan sendok.
“Apa kau suka dengan rumah sakit baru tempatmu bekerja sayang, kau bisa mengatakannya kalau kau tidak betah di sana, aku akan mencari rumah sakit baru yang bisa membuatmu betah bekerja.” Ucap Aldwin memecah keheningan di antara mereka.
“Emmm, aku betah bekerja di rumah sakit itu, para suster dan dokter di sana sangat baik dan ramah. Terima kasih sudah membantuku, maaf kalau aku selalu merepotkanmu.” Ucap Ariana.
“Sttttttt.. jangan bicara seperti itu Ana, kau bukan beban bagiku dan aku melakukan ini untuk melindungi wanita yang aku cintai, aku akan selalu melindungimu dan akan selalu berada di sampingmu, aku tidak akan meninggalkanmu sendiri seperti yang sudah aku lakukan dulu.” Aldwin menatap wajah Ariana dengan sendu. Ada perasaan menyesal di wajah Aldwin. Ia menggenggam erat tangan Ariana.
Tinggggg.... Tinggggg......
Bel apartemen Ariana berbunyi.
Ia segera membuka pintu Apartemen dan menemukan sahabatnya Rea sedang berdiri di depan pintu.
Rea masuk dan melihat Aldwin sudah ada di dalam apartemen Ana.
“Maaf aku mengganggu kalian, sebaiknya aku pulang saja Ana.” Ucap Rea merasa tidak enak kepada ke dua sahabatnya itu.
“Tidak apa-apa Rea, duduklah dulu, Aldwin baru saja tiba, kau tidak mengganggu, aku malah senang kau datang kemari, benarkan win!” Ucap Ariana.
“Benar Rea, sebaiknya kau duduk dan mengobrol dengan Ana, aku harus pergi, aku ada urusan di luar, kau temanilah Ana di sini.” Ucap Aldwin.
Keduanya terlihat menyembunyikan sesuatu. Aldwin tidak ingin Ana tahu tentang Rea yang dijodohkan dengannya. Walau Rea sudah menolak perjodohan dengan Aldwin. Tetap saja mereka terlihat canggung saat bertemu.
Aldwin meninggalkan apartemen Ariana. Ia membiarkan kedua wanita yang sudah bersahabat sejak lama itu mengobrol berdua.
×××××
Di sebuah perusahaan besar di kota Jakarta. Terlihat pria tengah sibuk dengan jari jemarinya menari di atas keyboard komputer. Terlihat tumpukan dokumen di atas meja. Ia memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.
Akhir-akhir ini perusahaannya mengalami masalah besar akibat proyek di kota B yang gagal menyebabkan kerugian yang nilainya sangat besar mencapai teryliunan. Beruntung ia masih bisa menyelesaikan masalah yang terjadi.
Dia adalah Nico Alexander pemilik perusahaan besar Maxt Company. Ia akan menyelesaikan masalah perusahaannya sebelum ia memulai pembalasan dendamnya.
“Apa kau sudah menemukan keberadaan wanita itu.” Tanya Nico kepada Aldo.
“Maaf tuan, kami tidak bisa menemukan keberadaan nona Ariana, sepertinya ada orang yang membantunya dan orang itu bukan orang biasa tuan, sepertinya orang itu adalah Aldwin mantan kekasih nona Ariana, saat ini Aldwin berada di London tuan.” Ucap Aldo memberikan informasi kepada Nico.
“Bagus susun rencana sebaik mungkin, kita akan segera berangkat ke London, aku yakin wanita itu ada di London.”
“Baik tuan.”
Dreeettt..... drettt
__ADS_1
Suara ponsel Nico.
“Tuan wanita tua itu sudah sadar, apa yang harus saya lakukan?” Ucap suara di seberang telefon yang merupakan anak buah Nico.
“Awasi terus wanita itu, jangan sampai di kabur, kalau ia sudah sembuh bawa wanita itu ke mansion ku.” Perintah Nico.
Ia mengakhiri sambungan telefon begitu saja setelah memberikan perintah kepada anak buahnya.
“Apa bu Ella sudah sadar Tuan?” Tanya Aldo.
“Hemmmm.”
“Apa yang akan tuan lakukan kepada ibu nona Ariana?” Tanya Aldo lagi.
Nico terlihat berpikir sejenak.
“Aku akan membiarkan wanita itu hidup, dia akan berguna untukku suatu hari nanti, Ariana tidak akan membiarkan ibunya berada di genggamanku, suatu hari nanti dia akan kembali untuk menjemput ibunya, dan kau tahu apa yang akan aku lakukan kalau aku menangkapnya.” Senyum tipis terukir di bibir Nico.
“Aku akan membuat hidupmu semakin menderita Ana, kau sudah berani kabur dariku dan menghianatiku, dasar anak penghianat, aku akan membuatmu menyusul Ayahmu di neraka.” Batin Nico.
Ceklekk
Pintu ruangan Nico terbuka dan terlihat seorang wanita cantik dengan body bak gitar spayol berjalan dengan anggun, kaki jenjangnya terlihat begitu indah, baju seksi dan ketat yang digunakannya semakin menambah kesan seksi dan cantik dari wanita tersebut.
Dia adalah Cycylia Ayra gadis cantik yang bekerja sebagai model terkenal. Ia adalah wanita yang pernah mengisi hari-hari Nico dengan penuh warna. Dia adalah satu-satunya wanita yang pernah hadir dalam hati Nico. Namun, wanita itu juga lah yang membuat Nico merasa terpuruk, hancur dan merasa terluka.
Dulu Nico begitu mencintai Cycylia. Ia bahkan rela memberikan apa pun yang diinginkan oleh wanita itu. Pernah ia meminta dibelikan mobil sport mewah dengan harga yang sangat mahal. Ia juga meminta apartemen dan Nico selalu menuruti keinginan wanita itu. Karena ia begitu mencintainya. Cycylia adalah teman masa kecil Nico dan ketika dewasa mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.
Suatu hari Nico berencana untuk melamar Cycylia di kapal pesiar mewah. Ia sudah menyiakan rencana yang begitu indah untuk kekasihnya itu. Saat ia berlutut di depan Cycylia.
“Will you marry me?.” Nico berlutut di depan Cycylia dengan cincin berlian yang ia pegang ditangannya.
Namun, siapa yang menyangka bahwa wanita itu ternyata menolak lamaran dari Nico Alexander yang begitu tulus mencintainya. Dengan alasan yang menurut Nico tidak masuk akal dan tidak bisa ia terima.
“Maaf, aku tidak bisa, kau tahu aku menginginkan kesempatan ini, aku harus mengejar karierku dan aku tidak bisa terikat dalam sebuah hubungan pernikahan. Maafkan aku, aku mengecewakanmu, kalau kau mencintaiku tunggullah aku 2 tahun lagi, aku janji akan kembali kepadamu.”
Alasan itu lah yang ia kataka kepada Nico untuk menolak lamaran dari laki-laki yang begitu mencintainya.
Siapa yang menyangka setelah dua tahun ia kembali untuk mengejar cinta dari laki-laki yang sudah ia tinggalkan begitu saja.
“Apa yang kau lakukan di sini? Siapa yang sudah membiarkanmu masuk di ruanganku?” Ucap Nico dengan tatapan tajam menatap wanita cantik yang berdiri di depannya.
“Nico dengarkan aku, aku minta maaf selama ini aku sudah meninggalkanmu, kau tahu aku melakukan itu untuk mengejar impianku, aku masih sangat mencintaimu, aku mohon maafkan aku.” Cycylia memohon kepada Nico dengan air mata yang mengalir di pipinya.
“Cihhhhh, kau pikir aku masih mencintaimu, kau pikir aku tidak bisa berubah, kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan selama 2 tahun ini.”
“Bawa wanita ini keluar dari ruanganku, aku tidak ingin melihat wajahnya, mulai sekarang jangan biarkan dia masuk ke dalam perusahaanku.” Perintah Nico kepada Aldo dan beberapa pengawalnya.
“Baik tuan.” Jawab anak buah Nico serempak.
“Sebaiknya nona segera pergi atau kami akan menyeret nona dari sini.” Ucap Aldo.
“Nico aku mohon maafkan aku.” Ucap Cycylia kembali memohon kepada Nico.
Aldo sudah menarik lengan wanita itu dan menyeretnya keluar dari ruangan tuannya. Ia menghempaskan tubuh wanita itu membuatnya terjatuh di lantai.
“Nico aku akan membuatmu kembali kepadaku, Cihhhhh aku tidak akan melakukan ini kalau bukan karena uangmu dannhartamu itu, aku hanya mencintai uangmu dari dulu. Dan aku akan membuatmu kembali kepadaku dengan cara apa pun, kau akan menyesal melakukan ini kepadaku. Aku tidak akan menyerah Nico” Batin Cycylia.
Dengan tangan mengepal dan wajah yang menahan marah dan kesal ia meninggalkan perusahaan Nico.
Bersambunggg....
Like, Vote dan komentar
Tinggalkan jejak yah.
__ADS_1