
Beberapa hari setelah kejadian itu, Hubungan Ana dan Nico semakin dekat. Tidak ada lagi kesalah pahaman di antara mereka.
Setelah memikirkan permintaan Suaminya, Ana memutuskan untuk berhenti bekerja di rumah sakit tempatnya saat ini. Ana akan menjadi direktur utama di rumah sakit yang sudah menjadi miliknya sekarang. Tentu saja Nico juga mendukung keputusan Ana. Ana sibuk dengan pekerjaan dan jabatan barunya. Ia disambut baik oleh para dokter dan suster di rumah sakit tersebut. Selain karena Ana yang mudah beradaptasi dan juga Ana terkenal dengan sifatnya yang ramah dan baik kepada siapa saja membuatnya mudah dekat dengan orang lain.
Malam ini Nico dan Aldo berada di markasnya yang terletak di tengah hutan.
"Apa kau sudah menemukan wanita itu? aku ingin kau menghubungi tuan Zeynan dan buatkan aku janji untuk bertemu dengannya, aku akan memberi pelajaran kepada wanita itu." Perintah Nico kepada Asistennya.
"Maafkan saya tuan, wanita itu sudah melarikan diri ke luar negeri, mengenai tuan Zeynan kami tidak bisa menemukan keberadaannya, Dia tidak bisa dihubungi, dan saya baru saja mendapatkan informasi dari orang kepercayaan kita, mengenai proyek pembangunan perusahaan di Jepang ada masalah dengan dana pembangunan perusahaan di sana, Kita mengalami kerugian yang sangat besar tuan." Ujar Aldo menyampaikan informasi kepada Tuannya.
Brakkkk....
Nico memukul meja kuat membuat nyali Aldo menciut melihat kemarahan tuannya.
"Kurang Ajar... Mereka berani menipuku, apa kau sudah mendapatkan informasi mengenai siapa sebenarnya Zeynan? aku yakin semua masalah yang terjadi pasti karena laki-laki itu, mereka sudah bekerja sama dengan Cycylia untuk menghancurkan aku, mereka pikir punya seribu nyawa untuk melawanku." Geram Nico dengan emosi yang sudah memuncak.
"Kami tidak bisa menemukan identitas asli dari Zeynan, Mereka musuh yang tidak bisa kita remehkan, Sepertinya ada seseorang yang membantu Zeynan untuk melancarkan rencana mereka, kita harus berhati-hati tuan." Jawab Aldo.
"Kerahkan seluruh anak buah kita yang ada di setiap negara, aku ingin kalian menangkap Cycylia dan Zeynan, aku akan memberi mereka pelajaran karena berani bermain-main denganku." Nico menatap tajam asistennya.
"Mengenai masalah yang terjadi di perusahaan yang ada di jepang, aku akan turun tangan langsung untuk menyelesaikan masalah di sana, pastikan anak buah kita bisa menemukan mereka secepatnya, kau paham." Perintah Nico.
"Ba-baik tuan." Jawab Aldo terbata.
*******
Sementara itu, di sebuah markas yang terletak sangat jauh dari perkotaan dan pemukiman warga, Markas itu adalah markas rahasia yang letaknya di dekat laut. Di markas itulah Cycylia dan Zeynan berada, Ia sengaja memalsukan mengenai kepergiannya ke luar negeri agar Nico dan anak buahnya tidak bisa menemukannya dan mereka bisa melaksanakan rencana selanjutnya.
"Sialll, kau gagal dalam melaksanakan rencana ini, Seharusnya aku tahu kau tidak hebat sama sekali dalam hal apa pun." Ucap Zeynan begitu marah saat mengetahui Cycylia gagal dalam melaksanakn rencana mereka.
"Aku juga tidak ingin rencana kita gagal, Kita masih bisa melakukan rencana berikutnya, aku yakin rencana ini akan berhasil." Ucap Cycylia membela dirinya.
"Aku akan melaksanakan rencana berikutnya, Aku yakin aku tidak akan gagal dalam rencana kali ini. Ucap Cycylia penuh keyakinan.
"Kau pikir aku masih percaya kau bisa melakukan rencan kita, kau hanya perlu mengikuti perintahku, Biar aku yang turun tangan sendiri melaksanakan rencana ini, kau paham" Ucap Zeynan.
"Apa rencanamu kali ini?" Tanya Cycylia.
"Kau akan tahu nanti, kita tidak punya waktu lagi, aku ingin melenyapkan Nico secepatnya." Zeynan tersenyum menyeringai.
Ia yakin rencananya kali ini pasti akan berhasil. Ia sudah menyusun strategi yang matang dalam menjalankan misi balas dendamnya. Nico tidak akan bisa lolos dari rencananya. Pikir Zeynan.
Drttttt......
Ponsel Zeynan bergetar menandakan ada panggilan masuk di ponselnya. Ia segera mengangkat panggilan tersebut saat melihat nomor yang menghubunginya sangat penting.
"Malam ini aku akan menemuimu, beberapa jam lagi aku akan tiba di markas. pembalasan dendam akan segera di mulai, aku ingin membunuh Nico dengan tanganku sendiri, lakukan rencana kalian malam ini." Ucap seseorang di balik sambungan telefon.
"Apa kau sudah pulih? jangan memaksakan dirimu, kau serahkan saja semua ini kepadaku, aku akan membalaskan dendam keluarga kita." Balas Zeynan.
"Aku baik-baik saja, malam ini rencana kita harus dilaksanakan, persiapkan saja diri kalian dan semua perlengkapan untuk rencana malam ini."
Sambungan telefon pun berakhir.
Zeynan dan Cycylia sudah menyiapkan diri mereka untuk rencana balas dendam malam ini.
********
Sementara itu, Ana yang baru saja pulang dari rumah sakit miliknya. Hari ini Ia sudah menjadi direktur utama rumah sakit yang diberikan oleh suaminya. Ana berjanji akan membuat rumah sakit itu semakin lebih baik di bawah kepemimpinannya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.
Ana yang kembali lebih awal ingin segera ke dapur untuk membuat makan malam spesial untuk suaminya itu menggantikan makan malam yang sempat tertunda waktu itu. Malam ini Ana akan mengungkapkan perasaannya kepada Nico. Ia ingin agar suaminya itu mengetahui isi hatinya.
"Aku ingin mengajakmu makan malam, apa kau bisa kembali lebih awal? aku akan menunggumu." Ana mengirim pesan dengan foto dirinya yang tersenyum manis sedang memasak di dapur.
"Aku akan pulang lebih cepat istriku sayang." Balas Nico.
Ana tersenyum manis saat menerima pesan balasan dari suaminya itu.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Mobil Nico sudah sampai di mansionnya. Aldo membuka pintu mobil untuk tuannya.
"Malam ini siapkan semua keperluanku, malam ini kita akan berangkat ke Jepang." Perintah Nio kepada Aldo.
"Baik tuan." Aldo meninggalkan mansion Nico.
Nico sengaja berangakat pada malam hari agar mata-mata dari musuhnya tidak mengetahui tentang keberangkatannya ke Jepang. Nico akan memberikan pelajaran langsung kepada Zeynan yang sudah berani menipunya.
Ana sudah menyambut Nico dengan penampilan yang terlihat sangat cantik. Ana memakai gaun yang baru saja Ia beli. Malam ini akan menjadi malam spesial untuk suaminya. Gaun yang Ana kenakan berwarna putih dengan taburan mutiara, gaun yang menampilkan lekuk tubuhnya semakin menambah kesan indah dan elegan bagi yang memakainya.
"Kau cantik sekali malam ini." Puji Nico. Tangannya sudah melingkar di pinggang ramping istrinya. Ia juga menyadarkan kepalanya di bahu Ana yang terbuka dan memberi kecupan lembut. Ana membalikan tubuhnya menatap mata indah suaminya.
Degggg....
"Kenapa jantungku selalu berdetak kencang saat melihat wajah tampannya." Batin Ana
"Te-terima kasih atas pujianmu, Aku sudah menyiapkan makan malam spesial untukmu, Kau mandilah dulu aku akan menunggu di bawah, Pakailah pakain yang sudah aku siapkan untukmu." Ana melingkarkan tangannya di tengkuk leher suaminya dan tersenyum tipis.
Cuppppp....
Nico mencium pipi mulus istrinya.
"Aku akan mandi dan bersiap-siap." Nico segera masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Ana menunggu suaminya di bawah.
Setelah bersiap dan memakai pakaian yang Ana siapkan, Nico segera turun menemui istrinya yang sedang menunggunya di taman belakang mansion.
Ana sudah menyiapkan makan malam spesial di taman. Ia memberi dekorasi indah untuk menambah kesan romatis malam ini khusus untuk suaminya.
Nico berjalan menghampiri Ana yang sudah berdiri menyambutnya. Nico berjalan dengan penuh kharisma menambah ketampanannya malam ini.
Nico tersenyum manis menatap Ana. Ana menggandeng lengan suaminya berjalan menuju tempat mereka akan makan malam bersama.
Mereka akhirnya makan malam penuh dengan perasaan bahagia.
"Terima kasih sudah menyiapkan makan malam spesial ini." Nico menyisipkan rambut Ana ke belakan telinganya dan mengusap lembut pipi istrinya.
"Sama-sama sayang." Balas Ana, Ia juga mengusap lembut pipi putih suaminya dan tersenyum manis. Mendapat perlakuan hangat dan romantis dari istrinya membuat Nico begitu bahagia.
Ana merasa bahagia saat bersama dengan Nico, perhatian, kasih sayang dan kesabaran Nico membuat Ana luluh dan mencintainya. Nico selalu bisa membuat Ana menjadi wanita yang beruntun dan bahagia. Nico selalu menunjukkan cinta yang begitu besar kepadanya. Hatinya yang awalnya menolak perasaan cinta itu, seiring berjalannya waktu Ana mulai membuka hatinya dan mulai mencintai suaminya.
Nico memeluk Ana begitu erat dan mengusap pucuk kepala istrinya penuh kasih sayang. Ia juga mencium kening Ana dengan mesra.
"Terima kasih sudah mencintaiku." Bisik Nico.
Ana juga membalas pelukan suaminya dengan erat. Ke duanya berpelukan cukup lama.
"Aku berharap apa pun yang akan terjadi nanti kau tetap akan setia dan mencintaiku, hanya lihat dan cintai aku seorang hemm."
Ana mengangguk dan memeluk Nico lebih erat lagi.
"Aku mencintaimu sampai kapan pun sayang." Ucap Ana tersenyum manis.
Nico memberikan hadiah spesial untuk istrinya yaitu kalung berlian yang begitu indah dengan harga yang sangat mahal. Nico memasangkan kalung berlian di leher istrinya. Kalung yang sudah Ia pesan sejak dulu untuk Ana. Ia menunggu saat Ana mengatakan perasaanya dan malam ini adalah malam yang tepat untuk memberikan istrinya sesuatu yang akan membuat wanita bahagia. Apalagi kalau bukan perhiasan indah.
"Terima kasih, kalung ini sangat indah." Ucap Ana dengan senyum manisnya.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Nico.
Ana mengangguk pelan.
"Aku akan memberikan apa pun yang kau inginkan."
"Aku hanya menginginkanmu saja." Ucap Ana menggoda suaminya.
"Aku sudah memberimu hadiah, apa kau tidak ingin memberiku hadiah juga?"
"Kau menginginkan hadiah apa? kau kan sudah punya semuanya sayang." Ucap Ana.
__ADS_1
Nico langsung menggendong tubuh mungil Ana.
"Awww, Apa yang kau lakukan? turunkan Aku!" Ana melingkarkan tangannya di leher Nico.
"Aku akan meminta hadiahku malam ini hemmm." Nico menggendong Ana masuk ke dalam kamar mereka. Nico segera membaringkan tubuh istrinya di atas kasur dengan senyum tipis di bibirnya. Nico langsung melepaskan Jaz dan juga kemeja yang Ia gunakan.
"Apa aku boleh meminta hadiahku sekarang?" Tanya Nico menatap penuh harap kepada Ana.
Ana mengangguk pelan. Melihat istrinya tidak menolak keinginannya. Nico segera me*ndih tubuh Ana.
"Emhhhpppp." Nico mencium bibir Ana dan memberi sedikit lum*tan. Tidak hanya itu Nico sudah memberi stempel kepemilikannya di setiap inci bagian tubuh istrinya. Hanya Suara de***han dan kecapan yang terdengar mengisi ruangan kamar mereka. Keduanya sudah mengaruhi surga dunia.
Pukul 10.00 malam, Ana terbangun dari tidurnya dan Ia tidak melihat Nico di sampingnya. Ana keluar kamar untuk mencari keberadaan suaminya. Biasanya Nico selalu berada di ruang kerja saat tidak bisa tidur dan sedang ada masalah. Dan benar saja Nico dan Aldo sedang berada di sana dan mereka sedang membahas masalah pekerjaan.
"Selamat malam nona." Sapa Aldo saat melihat nona mudanya masuk ke dalam ruangan.
"Selamat malam juga, apa kalian masih bekerja?" Tanya Ana.
Nico sudah menarik Ana ke pangkuannya, mengusap lembut rambut Ana dan sesekali mencium rambut istrinya.
"Ada beberapa masalah yang terjadi di perusahaan, malam ini aku harus berangkat ke Jepang, Apa tidak apa-apa aku meninggalkanmu sendiri di sini, aku hanya akan sebentar di sana sampai semua masalah di perusahaan selesai." Nico meminta izin kepada istrinya.
Nico sengaja tidak ingin membawa Ana karena Ia tidak ingin nyawa istrinya dalam bahaya. Para musuhnya tidak akan membiarkan Nico bahagia dan Ia tahu kelemahan terbesar Nico adalah Ana wanita yang Ia cintai dan kali ini Nico akan menghadapi musuh yang sangat kuat.
"Baiklah, Aku akan menunggumu, cepatlah pulang saat urusanmu selesai." Ucap Ana.
"Aku sudah menyiapkan banyak pengawal untuk menjagamu di mansion ini, Jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku, aku akan merindukanmu." Nico mencium pucuk kepala Ana.
Nico dan Aldo berangkat ke negara Jepang dengan menggunakan jet pribadi miliknya. Ia akan menyelesaikan masalah yabg terjadi di perusahannya yang ada di sana.
Sementara itu, Ana sejak tadi merasa gelisah dan perasaanya tidak enak.
Malam itu, Hujan turun dengan deras dan suara petir terdengar menggelegar. Ana tidak bisa memejamkan matanya. Perasaanya begitu cemas dan khwatir.
"Semoga tidak terjadi hal yang buruk." Batin Ana.
Sementara itu, seseorang yang sejak tadi mengawasi mansion Nico memberikan laporan kepada bosnya melalui sambungan telefon, memberikan informasi bahwa Nico sudah meninggalkan mansionnya.
"Bagus, malam ini rencana kita akan segera di mulai, Nico sudah terjebak dan masuk ke dalam perangkapku"
Tepat tengah malam, Beberapa mobil Van hitam sudah mengepung mansion Nico.
"Malam ini kita akan menculik wanita itu."
Para penjahat itu turun dari mobil dengan senjata di tangan masing-masing dan menggunakan penutup wajah.
Bugggg....Bugggg.... perkelahian pun terjadi antara anak buah Nico dan para penjahat itu.
Anak buah Nico yang ditugaskan untuk menjaga mansion dan juga menjaga Ana berusaha untuk melawan mereka. Tapi, jumlah penjahat itu lebih banyak daripada jumlah mereka. Akhirnya penjahat itu menang dan berhasil melumpuhkan anak buah Nico.
Mansion Nico sudah sangat berantakan akibat ulah penjahat itu.
"Cepat cari wanita itu, ingat kalian tidak boleh membunuhnya, bos hanya memerintahkan kita untuk menculiknya." Para penjahat itu mencari Ana di setiap ruangan.
"Lepaskan saya, apa mau kalian? jangan menyentuhku." Berontak Ana saat penjahat itu memegang tangan Ana kasar dan penjahat itu menghempaskan tubuh Ana ke lantai.
"Apa yang akan kita lakukan dengan dua wanita ini?"
"Tolong jangan bunuh kami, lepasakan kami." Pinta bu Ella memohon dengan penuh ketakutan.
"Saya mohon lepaskan ibu saya, kalian bisa membawaku, Aku mohon jangan sakiti ibuku." Pinta Ana juga.
"DIAM KALIAN ATAU AKU BUNUH KALIAN MALAM INI HAH." Bentak penjahat itu. Ia sudah menodongkan senjata di kepala Ana dan juga bu Ella yang sedang sangat ketakutan.
"Bawa dua wanita ini ke markas, bos sudah menunggu kita." Ucap bos penjahat itu.
Ana dan bu Ella dibawa dengan paksa oleh para penjahat masuk ke dalam mobil van berwarna hitam dengan penutup kepala. Ke dua tangan Ana dan bu Ella diikat oleh penjahat itu.
__ADS_1
Apa yang terjadi selanjutnya yah??
Bersambunggg.