
Ceklek (suara pintu kamar yang ditempati Ariana dan Aldwin dibuka)
Seorang wanita masuk ke dalam kamar Aldwin. Seorang wanita yang sangat dikenal oleh Ariana masuk dan menemui mereka. Dia adalah sahabat dekat Ariana yang sangat dirindukannya.
Ariana membulatkan matanya saat melihat Reana sahabat dekatnya yang tiba-tiba sudah berada di depannya.
Ariana berhambur memeluk Rea. Ia menangis dalam pelukan sahabatnya. Rea mengusap lembut punggung Ariana berusaha menenangkan sahabatnya itu.
“Tenanglah Ana, kau akan baik-baik saja, aku akan membantumu.” Ucap Rea dengan lembut.
“Terima kasih Rea, kau sudah begitu baik mau membantuku.” Lirih Ariana.
“Aku adalah sahabatmu dan aku tidak akan membiarkanmu mengalami kesulitan, aku akan selalu ada untuk membantumu, ceritakan semua yang terjadi Ana.” Ucap Rea panjang lebar.
Sebelumnya Rea sudah tahu sedikit tentang masalah yang terjadi kepada Ariana sahabatnya itu. Namun, ia ingin mendengar langsung masalah yang terjadi kepada Ariana.
Ariana mulai menceritakan semua yang terjadi kepada Rea. Tanpa terasa air mata Ariana kembali menetes di pelupuk matanya.
Aldwin yang berada di samping Ariana memeluknya dengan hangat memberikan ketenangan kepada wanita yang sangat dicintainya. Aldwin mengusap lembut punggung Ariana dan mengusap pucuk kepala Ariana berharap wanita yang dicintainya tidak merasa sedih.
Rea yang melihat keduanya berpelukan membuat hati Rea sedikit teriris. Ada kecemburuan di hati Rea kepada Aldwin dan Ariana. Namun, ia berusaha untuk tetap menyembunyikan perasaan itu. Ia tetap tersenyum menutupi perasaan sedihnya.
“Aku tahu kalian saling mencintai, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku, aku juga begitu mencitamu Aldwin, Aku akan mengubur perasaanku untukmu, aku tidak bisa menyakiti sahabatku sendiri, aku berdoa semoga kalian bisa hidup bersama dan bahagia.” Batin Reana.
Ia hanya bisa mencintai Aldwin dalam diam. Ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya kepada pria yang sudah dicintainya sejak dulu. Pria yang sudah menjadi milik sahabatnya sendiri.
“Malam ini kalian berdua akan berangkat ke London dengan jet pribadiku, aku akan menyusul kalian setelah urusanku di sini selesai.” Ucap Aldwin.
Ariana hanya bisa mengikuti keinginan Aldwin dan Rea sahabatnya.
“Baik.” Ucap Rea.
“Apa kau sudah menyiapkan semua yang aku minta?” Tanya Aldwin.
Rea kemudian memberikan apa yang diminta oleh Aldwin. Aldwin membuka paspor yang diberikan oleh Rae.
“Velin.” Nama yang cantik.
Velin adalah nama baru Ariana. Aldwin sudah menyiapkan identitas baru bagi Ariana. Ia tidak ingin Nico maupun orang tua Aldwin mengetahui keberadaan Ariana karena itu Aldwin memberikan identitas baru bagi Ariana saat ia berada di London nanti.
Malam ini Ariana dan Rea akan berangkat ke London dengan menggunakan jet pribadi milik Aldwin. Sementara itu Aldwin masih berada di Indonesia. Ia ingin mengurus beberapa hal sebelum berangkat ke London menyusul Ariana.
Sebelum berangkat ke London Rea sudah membawa 2 orang wanita mudah yang merupakan penata rias untuk mengubah penampilan Ariana. Ia tidak ingin orang-orang mengenali Ariana dan membuat kehidupan sahabatnya menderita lagi.
Aldwin dan Rea menununggu Ariana di ruang keluarga. Sementara itu, Ariana tengah bersiap untuk mengubah penampilannya. Ia duduk di depan kaca menatap pantulan wajahnya yang saat ini sudah berbeda. Rambut panjang sebahu milik Ariana kini sudah dipotong dengan gaya Wavy Short Hair rambut pendek berbentuk ikal dengan kacamata yang digunakannya semakin membuat penampilannya terlihat lebih berbeda. Ariana menatap wajahnya yang terlihat berbeda dari sebelumnya. Ia terlihat tersenyum dengan penampilan barunya.
Ariana keluar menemui Rea dan Aldwin. Ia ingin memperlihatkan penampilan barunya kepada mereka.
Aldwin yang melihat penampilan Ariana terlihat begitu berbeda tersenyum manis. Wajah Ariana terlihat lebih cantik dan fres. Rea juga menyukai penampilan baru Ariana.
“Kau benar-benar berubah Ana, mulai saat ini kau harus semangat untuk memulai kehidupan barumu, aku akan selalu mendukungmu.” Ucap Rea.
“Ketika tiba di London, namamu bukan lagi Ariana tapi Velin, kau harus terbiasa dengan nama barumu, aku tidak ingin ada yang mengenalmu bahkan Nico tidak akan bisa menemukanmu dan mengetahui keberadaanmu.” Ucap Aldwin yang berada di samping Ariana. Ia memberikan paspor dan identitas baru kepada Ariana.
“Velin.” Batin Ariana dengan tersenyum manis. Ia mulai menyukai nama barunya dan kehidupan barunya ke depan. Ia ingin mengubah hidupnya dan menjadi wanita yang sukses untuk membuat ke dua orang tuanya bahagia terutama bu Ella ibu Ariana.
Rea dan Ariana berangkat ke London dengan jet pribadi milik Aldwin.
Setelah 16 jam perjalanan Jakarta ke London akhirnya jet pribadi Aldwin mendarat di kota London. Rea dan Velin nama baru Ariana menuju ke apartemen yang sudah disiapkan oleh Aldwin untuk Ana.
__ADS_1
Velin begitulah panggilan Ariana saat ini. Ia hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat. Ada keraguan di hati Ariana. Ia tidak bisa meninggalkan ibunya seorang diri di Indonesia. Hatinya begitu sakit mengingat semua peristiwa yang menimpanya selama ini. Hingga ia berada di negara yang begitu jauh. Jauh dari orang-orang yang membuat hidupnya menderita.
Ia sudah berjanji pada dirinya untuk memulai kehidupan baru di negara London tempatnya berada saat ini.
Ia percaya ibunya akan baik-baik saja. Nico tidak akan pernah menyakiti ibunya karena bu Ella akan berguna bagi Nico yang bisa membantunya menemukan Ariana.
“Ibu maafkan Aku, suatu saat nanti aku akan menjemput dan membawa ibu, kita akan kembali berkumpul bersama.” Batin Ariana.
Rea dan Ariana akhirnya sampai di apartemen baru tempatnya memulai kehidupan baru.
“Velin mulai sekarang kamu akan tinggal di apartemen ini, aku akan membantumu untuk mendapatkan pekerjaan, aku tidak akan membiarkanmu mengalami kesulitan dan aku akan selalu ada untukmu, kau adalah sahabatku yang sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri.” Ucap Rea dengan lembut.
“Terima kasih, kau sudah begitu baik padaku.” Ariana memeluk sahabatnya dengan erat. Ada kebahagiaan di hati Ariana memiliki sahabat sebaik Reana.
**********
Sementara itu di sebuah perusahaan terlihat seorang pria duduk di kursi kebesarannya. Raut wajahnya terlihat menahan kesal, marah dan dendam. Ia adalah Nico yang saat ini sedang terlihat begitu kacau. Akhir-akhir ini ia mengalami begitu banyak masalah. Ia benar-benar marah dan malu karena kegagalan pernikahannya, perusahaannya yang mengalami masalah dan kedatangan mantan kekasihnya yang sangat dibenci oleh Nico.
“Berani sekali mereka mencari masalah denganku, tangkap orang yang berani menghianati perusahaanku, kau tahu berapa kerugian yang harus aku tanggung karena proyek kita yang gagal.” Ucap Nico terlihat begitu marah dan memandang tajam ke arah Aldo asistennya itu. Aldo adalah asisten yang sangat diandalkan oleh Nico. Dia adalah tangan kanan Nico. Aldo terkenal sangat cerdas dan mampu menyelesaikan setiap masalah karena itu Nico begitu mempercayai Aldo asisten yang sudah 15 tahun bersamanya.
“Saya sudah menyelidiki tentang proyek yang mengalami kegagalan di kota B. Sepertinya ada yang sudah menghianati kita tuan, menurut informasi orang yang menghianati perusahaan kita dan menggelapkan dana perusahaan adalah orang yang diutus oleh lawan bisnis kita tuan, dia adalah orang suruhan dari perusahaan Mars Company.” Ucap Aldo panjang lebar menyampaikan informasi yang diketahuinya.
“siapa pemilik perusahaan Mars Compony? Berani sekali mereka menghianati kita.” Tanya Nico dengan tangan mengepal menahan marah.
Perusahaan Mars Company adalah perusahaan milik Aldwin. Sebelumnya kedua perusahaan itu sudah menjalin kerja sama. Saat itu Nico belum mengetahui tentang orang yang terlibat dengan pembunuhan orang tuanya. Nico saat itu belum mengetahui kalau ternyata Aldwin adalah pemimpin dari mafia Yardies. Nico memang sudah curiga dengan kerja sama yang tiba-tiba diajukan oleh perusahaan Mars Company.
“Aldwin adalah mantan kekasih dari nona Ariana, Aldwin merupakan putra dari Andrew Zexander. Ia adalah pemimpin dari mafia Yardies. Menurut informasi Aldwin saat ini berada di Indonesia tuan. Sepertinya Aldwin terlibat dengan peristiwa penyerangan di mansion dan sepertinya ia yang sudah membawa nona Ariana pergi.” Ucap Aldo.
“Bagus, ini akan memudahkan kita untuk menangkap orang yang sudah membunuh orang tuaku, rupanya mereka sudah bersekongkol untuk menghancurkan aku, tidak akan aku biarkan mereka menang, cari keberadaan Ariana dan tangkap wanita itu, aku akan membuatnya menderita, sialll wanita itu berani menghianatiku seperti yang ayahnya lakukan.” Nico terlihat begitu kesal. Tatapan tajamnya ingin membunuh siapa saja yang sudah berani menghianatinya.
Sementara itu, Aldwin tengah berada di markasnya yang terletak di tengah hutan. Beberapa pengawal menyambut kedatangannya dengan menundukkan kepala memberi hormat.
“Apa kau sudah melakukan yang aku perintahkan?” Tanya Aldwin kepada seorang pria baruh baya.
“Saya sudah melakukannya tuan, saya takut Nico akan menyakiti dan membunuh saya tuan, apa yang harus saya lakukan tuan?.” Ucap pria paruh baya itu dengan wajah ketakutan. Ia duduk di depan Aldwin dengan tangan bergetar dan keringat dingin keluar dari tubuhnya.
“Ambil ini, kau dan keluargamu harus pergi jauh meninggalkan negara ini, kalau perlu kau pergi sejauh mungkin sampai Nico tidak akan bisa menemukanmu, kau paham.” Ucap Aldwin dengan memberikan satu koper uang berwarna merah.
“Kau sudah bekerja keras untuk menggagalkan proyek dan menghancurkan perusahaan Nico.” Aldwin terlihat tersenyum tipis membayangkan apa yang terjadi kepada Nico. Ia begitu bahagia bisa membuat musuhnya itu hancur.
“Jangan sampai Nico dan anak buahnya menangkapmu, kau tahu aku tidak akan bisa membantumu kalau sampai mereka menangkapmu, malam ini kau harus pergi dari negara ini, aku juga akan berangkat ke London malam ini, ingat jangan sampai mereka menangkapmu.” Ucap Aldwin memberi peringatan kepada pria itu.
“Ba-baik Tuan, terima kasih atas kebaikan tuan.” Ucap pria paruh baya itu dengan gugup.
Malam itu Aldwin langsung berangkat ke London dengan jet pribadinya menyusul Ariana yang sudah lebih dulu berada di London.
Terlihat pria paruh baya bersama anak dan istrinya berangkat ke bandara dengan menggunakan taksi online. Namun, di tengah perjalanan beberapa mobil Van berwarna hitam menghadang mobil tersebut dan membawa pria paruh baya itu dan keluarganya dengan menyeretnya secara paksa masuk ke dalam mobil van hitam milik Nico.
Pria itu di bawah ke sebuah markas yang terletak di tengah hutan. Markas yang dipenuhi dengan tiang-tiang untuk menyiksa musuh Nico, masih terlihat bekas darah di tiang kayu itu. Sepertinya Nico baru saja melakukan kegiatan yang paling disenanginya yaitu menyiksa dan membunuh musuhnya.
“Beraninya kau menghianatiku, kau pikir aku tidak tahu bahwa kau adalah seorang penghianat, aku tidak akan melepaskanmu, malam ini kau akan mati di tanganku, aku juga akan melenyapkan anak dan istrimu.” Ucap Nico dengan seringai di bibirnya. Tatapannya bagai elang yang siap mengoyak mangsanya. Nico sudah memegang samurai di tangan kananya. Samurai yang terlihat mengkilap dan sangat tajam.
“Maafkan saya tuan, ampuni saya tuan, jangan bunuh saya tuan, saya mohon tuan bebaskan istri dan anak saya tuan mereka tidak bersalah tuan.” Ucap pria itu dengan berlutut di kaki Nico dengan wajah pucat pasi dan tangan bergetar. Keringat dingin keluar dari tubuhnya. Air matanya tak henti mengalir di kedua matanya.
“Hahahahhahahaha, kau sudah berani menghianatiku, kau memberi makan anak dan istrimu dengan uangku yang sudah kau gelapkan, kau pikir aku akan mengampunimu HAH.” Bentak Nico.
__ADS_1
Sreeekkk, Sreeekkk suara pedang samurai yang sudah menebas tubuh pria paruh baya itu. Ia meregang nyawa dan kepalanya hampir saja terputus dari lehernya akibat samurai tajam yang mengenai lehernya. Terlihat darah bercucuran di lantai dan bahkan mengenai baju kemeja putih Nico dan sedikit noda darah di wajahnya.
“ Berikan tubuh pria itu kepada Tiger Wong. Dia pasti sangat senang malam ini dia akan makan enak.” Perintah Nico kepada anak buahnya.
Aldo memberikan kemeja baru kepada Nico. Kemeja yang penuh darah ia buang begitu saja. Terlihat raut wajah takut dari Aldo membayangkan kekejaman dari tuannya. Aldo sudah mengetahui tentang Nico yang berdarah dingin dan tidak akan segan-segan untuk membunuh dengan begitu kejam
“Benar-benar menjijikkan, darahnya bahkan sangat amis, bereskan tempat ini, aku tidak mau markas ku kotor dengan noda darah pria itu.” Perintah Nico kepada Aldo.
“Baik Tuan.” Aldo menyuruh beberapa anak buah Nico untuk membereskan kekacauan yang terjadi di markas tersebut.
“Apa yang akan kita lakukan kepada istri dan anaknya tuan.” Tanya Aldo.
“Biarkan mereka tetap hidup, bawa mereka jauh dari tempat ini dan beri mereka uang untuk bertahan hidup.” Jawab Nico.
“Baik Tuan.”
Aldon berjalam masuk menemui istri dan seorang anak kecil berusia 10 tahun. Terlihat raut wajah takut dari keduanya. Aldo menyuruh beberapa pengawal untuk mebawa mereka pergi ke luar kota. Aldo juga memberikan cek yang nilanya tentu saja tidak sedikit.
Nico tidak bisa membunuh istri dan anak dari pria yang sudah menghianatinya. Bagi Nico ia tidak akan tega untuk membunuh seorang wanita dan anak kecil yang tidak bersalah. Nico hanya akan membunuh musuhnya dan tetap membebaskan keluarga dari orang yang menghianatinya.
Setelah bersenang-senang dengan membunuh musuhnya. Nico dan asistennya kembali ke mansion. Mereka akan menyusun rencana untuk membalaskan dendam Nico. Nico akan mencari dan melenyapkan orang yang sudah membunuh orang tuanya. Nico tidak bisa hidup dengan tenang sebelum membalaskan dendamnya.
Apa rencana Nico dan Aldo? Apakah Nico berhasil membunuh orang yang sudah melenyapkan kedua orang tuanya.?
Bagaimana pula dengan Ariana?
Apakah Ariana akan bahagia dengan kehidupan dan identitas barunya? Apakah Ariana akan kembali menerima Aldwin laki-laki yang sangat dicintainya? Atau hati Ariana sudah berubah. Sanggupkan Aldwin menerima kenyataan bahwa wanita yang dicintainya telah dinodai oleh Nico musuh yang sangat dibencinya.
Bersambung....
Kalau mau tahu jawabannya tetap setia baca novelku yah.
Like, Vote dan Komentar
Tinggalkan jejak yah.
Author mohon dukungannya biar author tetap semangat menulis cerita Nico dan Ariana.
🙏🙏
__ADS_1