Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 55 : Rencana Yang Gagal


__ADS_3

Cycylia tersenyum dengan perasaan yang begitu puas. Malam ini rencananya akan berhasil. Ia sudah bersiap untuk mengambil beberapa foto dirinya bersama Nico dalam posisi yang begitu intim. Ia akan menggunakan foto tersebut untuk membuat reputasi Nico Alexander hancur dan membuat Anna meninggalkan Nico.


Nico yang mengira bahwa Cycylia sebagai Ana istrinya. Wanita yang Ia cintai. Gairahnya semakin memuncak saat Cycylia menyentuh dada bidangnya dan mencoba untuk mencium bibirnya, Sesuatu di bawah sana sudah menegang membuat Nico ingin segera menyalurkan hasratnya itu.


Cycylia memeluk Nico begitu erat dan sedikit memaksa agar bisa mencium bibir Nico. Cycylia sudah berada di atas tubuh Nico. Kali ini Ia ingin memimpin permainan panas malam ini. Ia menyentuh benda pusaka Nico yang sudah menegang. Menyadari sikap wanita itu berbeda dengan Ana. Ia bisa mencium wangi aroma tubuh istrinya yang berbeda. Nico segera mengumpulkan kesadarannya kembali saat merasakan wanita yang bersamanya bukanlah Ana melainkan wanita lain.


"Sialll, beraninya kau menyentuhku dengan tangan kotormu itu." Nico segera mendorong tubuh Cycylia dan menghempaskannya di lantai.


"Apa yang kau lakukan Hah? akan Aku patahkan tanganmu itu, kau sudah berani main-main dengan aku rupanya." Nico menarik tangan Cycylia dan memelintirnya.


"Awwww... Lepaskan! ini sakit Nico." Ucap Cycylia menahan sakit di tangannya.


Tidak hanya itu, Nico menarik keras rambut wanita itu dan membuatnya meringis kesakitan.


"Kau sudah berani bermain denganku dan kau akan merasakan akibatnya nanti." Nico menghempasakan tubuh Cycylia kembali ke lantai dengan kasar.


"Kurang ajar, kau akan menyesal melakukan ini Nico, lihat saja aku akan mmebuatmu kembali kepadaku, Ahhhhhh... Siallll." Geram Cycylia dengan emosi yang sudah memuncak.


Nico segera meninggalkan kamar itu, Ia ingin kembali ke mansionnya dan berharap Anna akan membantunya malam ini, Ia akan menyalurkan hasratnnya yang sudah membuatnya tersiksa sejak tadi akibat pengaruh obat perangsang itu.


Aldo sudah berada di hotel tempat Nico berada. Beruntung Aldo tiba dan membawa beberapa anak buah untuk membantunya melawan anak buah Cycylia dan membawa Nico pergi dari sana.


Cycylia berusaha mengejar dan menyuruh anak buahnya untuk menangkap Nico.


"Cepat cari laki-laki itu, jangan biarkan dia kabur." Perintah Cycylia kepada anak buahnya.


"Baik Nona." Mereka berlari dan berpencar untuk mencari keberadaan Nico. Ia melihat Nico berjalan dengan gontai karena kepalanya terasa begitu pusing. Beruntung Aldo datang dan membawa tuannya meninggalkan hotel itu, Beberapa Anak buah Nico terlibat perkelahian dengan anak buah Cycylia yang ingin menangkapnya.


"Apa tuan baik-baik saja?" Tanya Aldo.


"Apa kau pikir aku baik-baik saja setelah wanita itu memberiku obat peransang Hah, Cepatlah! Aku ingin kembali ke mansion." Perintah Nico dengan keringat dingin membanjiri keningnya. penampilannya sudah berantakan sejak tadi. Wajahnya terlihat begitu pucat karena menahan gairahnya.


"Baik tuan." Aldo membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Ia tahu kondisi tuannya saat ini sedang tidak baik dan satu-satunya cara adalah membawanya kembali ke mansion.


Mobil sudah sampai di mansion Nico, Aldo segera turun dan membuka pintu mobil untuk tuannya.


"Apa yang akan tuan lakukan? Apa perlu kita ke rumah sakit ?" Tanya Aldo.


"Aku harus menghentikan pengaruh obat ini dan satu-satu cara adalah meminta bantuan istriku." Jawab Nico.


"Kau bisa pulang sekarang dan terima kasih sudah membantuku." Perintah Nico kepada Aldo.


"Baik tuan." Aldo mengangguk dan meninggalkan mansion Nico.


Aldo masih mempunyai tugas yang begitu berat yaitu menyingkirkan wanita ular itu. Bagiamana pun caranya Ia harus menyingkirkan wanita itu agar tidak mendekati tuannya.


Sementara itu, Ana sudah berada di dalam kamarnya. Ia yang sejak tadi menangis setelah mengetahui suaminya sedang bersama wanita lain. Ia pikir suaminya telah berselingkuh di belakangnya.


Dengan terburu-buru Nico membuka pintu kamar. Malam ini ia harus bisa menyalurkan hasratnya jika tidak maka ia bisa saja sakit dan itu semakin menyiksanya. Nico sudah berada di samping istrinya yang sedang tertidur. Ia langsung saja menindih tubuh Ana. Ana yang menyadari sesuatu yang berat berada di atas tubuhnya segera membuka matanya pelan.


Kedua matanya membulat sempurna saat Nico sudah berada di atas tubuhnya. Pandangan mata keduanya saling mengunci. Ia takut dan berusaha memberontak. Hatinya masih hancur dan tidak ingin suaminya menyentuhnya. Ia merasa jijik dengan Nico.


"Lepaskan aku." Berontak Ana.


Tubuh kekar suaminya bahkan tidak bergerak sama sekali saat Ana memberontak dan berusaha untuk menghentikan aksi Nico yang semakin liar.


"Sttttt.... Tenanglah sayang, aku hanya ingin kau membantuku malam ini, aku menginginkanmu, aku mohon kau harus membantuku untuk menghentikan pengaruh obat peransang ini."

__ADS_1


Deggg.....


Jantung Ana berdetak kencang.


"Ap-apa maksudmu?" Tanya Ana bingung.


"Aku akan menjelaskannya nanti, malam ini kau harus membantuku." Pinta Nico dengan wajahnya yang terlihat pucat dan keringatnya yang bercucuran. Ana bisa merasakan suhu tubuh Nico yang terasa sangat panas.


Walau Ana ingin menolak tapi hatinya tidak tega dan membiarkan suaminya tersiksa, Ia tidak ingin suaminya itu menyalurkan hasratnya dengan wanita lain di luar sana. Malam ini mau tidak mau Ia akan melayani keinginan suaminya itu.


Bagi Ana tidak masalah jika melayani Nico yang sudah sah menjadi suaminya.


Nico mencuim lembut bibir istrinya memberikan lum* tan dan sedikit menggigitnya. Ciuman itu semakin panas, menuntut dan turun keleher jenjang Ana. Malam ini Nico memimpin permainan panasnya. Ia akan meyalurkan hasratnya dan menghentikan pengaruh obat itu. Ke duanya sudah mengarungi surga dunia bersama. Nico melakukan penyatuan hingga beberapa kali, Ia merasa gairahnya sudah terpuaskan dengan tubuh istrinya. Malam Ini Nico merasa begitu bahagia, Ia menghentikan aksinya saat melihat Ana yang sudah lemah karena melayaninya. Ia tidak ingin egois dengan memaksakan kehendaknya kepada istrinya itu.


"Terima kasih sudah membantuku, Aku mencintaimu, Aku berharap kau mengandung anakku." Nico mencium kening Ana begitu lama dan Ia mengusap lembut perut istrinya berharap di dalam perut Ana akan ada buah cinta mereka.


Ana sudah tertidur pulas setelah melayani hasrat suaminya, Ia kelelahan dan sudah berada di alam mimpi. Nico menatap wajah Ana yang sedang tertidur pulas.


"Terima kasih." Nico mencium pipi istrinya sebelum Ia juga menutup matanya. Nico memeluk erat tubuh mungil Ana dan membawa Ana ke dalam pelukannya. Ke duanya sudah terlelap dan berada di alam mimpi.


************


Sinar mentari menampakkan cahaya indahnya. Suara kicauan burung terdengar merdu dengan cuaca hangat yang semakin membuat suasana pagi ini begitu indah.


Nico bangun lebih pagi, Ia sudah rapi dan terlihat begitu tampan. Raut wajahnya terlihat begitu bahagia. Tentu saja ia begitu bahagia setelah mengarungi surga dunia bersama istrinya.


Ana yang begitu lelah setelah melayani Nico masih tertidur pulas.


"Kau masih tidur sayang, maaf membuatmu lelah." Nico mencium bibir istrinya yang masih terlelap di tempat tidur. Tangannya juga mengusap lembut rambut Ana.


Ana menggeliat saat merasakan tangan suaminya itu semakin jail berkeliaran di setiap inci tubuhnya.


Ana membuka matanya pelan. Hal pertama yang Ia lihat adalah wajah tampan suaminya di pagi hari.


"Selamat pagi istriku sayang." Sapa Nico dengan senyum sejuta wat.


"Hmmmm, pagi juga." Balas Ana.


"Bangunlah dan kita sarapan bersama."


"Aku masih mengantuk, kau sarapan duluan saja." Ucap Ana menaruk selimut menutupi tubuhnya.


Nico membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya itu. "Aku juga ingin tidur dan sarapan ditempat tidur, sepertinya kau lebih lezat untuk aku jadikan sarapan pagiku sayang." Bisik Nico.


Menyadari jika Nico pasti akan melakukannya lagi, Ana segera membuka matanya dan bangun dengan cepat.


"Ak-aku akan mandi dan sarapan bersamamu." Ana segera masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Nico yang sedang menahan tawa.


"Apa perlu aku membantumu?" Tanya Nico dengan seyum jahil. Ia begitu suka melihat reaksi istrinya yang gugup saat Ia menggodanya.


"Ti-tidak perlu aku bisa melakukannya sendiri." Teriak Ana dari dalam kamar mandi. Ia sudah mengunci pintu kamar mandi agar suaminya tidak bisa masuk dan menganggunya.


"Dasar mesum." Gumam Ana.


Setelah beberapa menit, Ana sudah siap dan terlihat begitu cantik dengan drees selutut berwarna pink ditambah riasan natural semakin menambah kecantikannya di pagi hari.


Nico dan Ana duduk untuk sarapan bersama. Mereka memilih sarapan di dalam kamar. Ke duanya sarapan dengan tenang. Tak ada suara atau obrolan. Keduanya tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.

__ADS_1


"Maafkan Aku." Ucap Nico memecah keheningan yang terjadi.


"Katakan Apa yang sudah terjadi? Siapa wanita yang bersamamu semalam?" Tanya Ana.


Ana tidak ingin memendam semua masalah yang terjadi yang pada akhirnya akan menimbulkan kesalahpahaman yang dapat mengancurkan hubungannya dengan Nico. Ana adalah tipe wanita yang tidak mau menarik kesimpulan tanpa mendengarkan penjelasan terlebih dahulu.


"Wanita itu adalah mantan kekasihku, namanya Cycylia, aku dan wanita itu tidak melakukan apapun, Dia menjebakku dengan memberikan obat perangsang, Percayalah malam itu aku tidak menyentuhnya." Ucap Nico jujur.


Ana menatap manik suaminya mencari celah kebohongan dari ucapannya. Namun, Ana hanya melihat kejujuran dari mata Nico.


"Aku percaya padamu, aku tidak akan memafkanmu kalau sampai wanita itu mendekatimu lagi, kau harus menyingkirkan ulat bulu yang suka menempel itu, kau paham sayang." Ucap Ana penuh ancaman. Matanya menatap tajam suaminya.


"Kau selalu saja membuatku gemas, apa aku bisa meminta sarapan lagi hmmmm" Nico menarik ke dua pipi Ana.


"Sakit.." Ana memukul pelan tangan Nico yang menarik ke dua pipinya. Ana mengusap lembut ke dua pipinya yang memerah.


"Kau benar-benar menggemaskan." Nico mengacak rambut Ana yang sudah rapi.


"Aishhhh... kau membuat rambutku berantakan lagi." Geram Ana


"Kalau masih lapar, aku akan memanggil bibi untuk membawakanmu sarapan lagi." Ucap Ana pura-pura polos sebenarnya Ia tahu keinginan suaminya itu.


"Aku sudah kenyang." Ucap Nico cepat.


"Istriku ini benar-benar polos atau pura-pura polos, Dia selalu saja membuatku ingin melahapnya hidup-hidup." Batin Nico.


"Apa kau tidak pergi ke rumah sakit hari ini?" Tanya Nico.


"Aku akan berangkat ke rumah sakit nanti." Jawab Ana.


"Aku sudah menyiapkan supir dan beberapa pengawal yang akan menjagamu, aku tidak ingin sesuatu yabg buruk terjadi denganmu."


"Terima kasih sudah menghawatikanku, Aku tidak butuh pengawal, aku bisa menjaga diriku, kau tidak perlu menyuruh pengawal untuk mengawasiku, tidak akan terjadi sesuatu yang buruk, aku janji akan menjaga diriku sendiri." Bujuk Ana.


"Aku ingin kau berhenti bekerja di rumah sakit itu, kau bisa mengurus rumah sakit milikmu." Ucap Nico.


"Apa maksudmu?" Tanya Ana bingung.


Nico memberikan sebuah dokumen kepada Ana. Ana membuka dokumen itu. Di dalam dokumen itu tertera nama Ariana Anastasya sebagai pemilik rumah sakit terbesar dan terkenal milik Nico Alexander. Rumah sakit itu sekarang menjadi milik Ana.


"Sesuai dengan permintaan ayahku, aku akan memberikan sebagian hartaku kepadamu, aku ingin kau mengurus rumah sakit milik keluargaku, sekarang rumah sakit itu sudah menjadi milikmu, kau bisa menjadi direktur di rumah sakit itu." Ucap Nico menyentuh bibir mungil Ana. Nico membawa Ana duduk dipangkuannya. Ia mengusap lembut rambut Ana.


"Aku akan memikirkannya, Terima kasih, aku rasa ini sedikit berlebihan, aku menikah denganmu bukan menginginkan harta milikmu." Ucap Ana.


"Aku tahu kau bukan wanita seperti itu, aku hanya ingin membuat istriku bahagia, Apa aku salah hemmm?" Nico menggigit lembut daun telinga Ana.


"Ap-apa kau bisa melepaskanku?" Pinta Ana.


Sejak tadi Nico terus memeluk pinggang ramping Ana. Ia sudah membawa Ana duduk dipangkuannya.


"Aku ingin kau mengandung anakku." Bisik Nico pelan di telinga Ana.


Deggg...


Jantung Ana berpacu kencang mendengar permintaan Suaminya.


Ana masih belum memikirkan tentang kehadiran seorang anak dalam pernikahannya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2