Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 12: Kenyataan Pahit


__ADS_3

Terlihat kegelisahan di wajah Ariana dengan sisa keberaniannya ia memasuki ruangan Nico berharap laki-laki itu tidak akan melakukan hal yang buruk kepadanya. Ia membuka pintu ruangan itu dengan di temani oleh Aldo ia melangkahkan kaki dan berdiri di depan Nico yang tengah duduk di kursi kebesarannya. Nico menatap tajam Ariana dengan tatapan tajam bak pisau yang siap mengiris apa saja yang ada di hadapannya.


“Permisi Tuan, saya sudah membawa wanita ini Tuan.” Aldo berbicara kepada Nico.


“Sekarang tinggalkan aku dengan wanita ini, aku ingin berbicara empat mata dengannya.”


“Baik Tuan, saya permisi.” Aldo melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu. Tinggallah Ariana dengan Nico di dalam ruangan tersebut.


Nico melangkah maju mendekati Ariana dengan tatapan tajam. Ariana mencoba melangkah mundur menghindari Nico yang jaraknya begitu dekat. Deru nafasnya bahkan bisa dirasakan oleh Ariana.


“Kau sudah membawa apa yang aku inginkan, jangan coba menghindar atau menipuku, sekarang bayar uang ganti rugi, aku sudah memberimu waktu satu bulan.”  Ucap Nico.


“Maafkan saya Tuan, saya tidak punya uang untuk membayar ganti rugi kepada Tuan, tolong beri saya waktu lagi Tuan.” Pinta Ariana dengan wajah yang terlihat takut dan bibir yang sedikit bergetar.


Nico mendekati Ariana dan menarik rambut wanita itu dengan keras. Membuat Ariana menjerit dan menahan sakit di kepalanya yang terasa berdenyut.


“Awww... ini sakit tuan, tolong lepaskan saya Tuan.” Ariana mencoba memohon kepada Nico tapi sepertinya laki-laki itu tidak peduli dengan rasa sakit yang dirasakan oleh Ariana.


“Kau pikir aku akan melepaskanmu, kau akan membayar mahal atas perbuatan ayahmu, aku akan menyiksamu dan membuatmu tidak bisa hidup atau pun mati.” Nico mencengkeram kuat rahang Ariana membuat gadis itu menjerit menahan sakit.


“Ap-ap-apa maksud Tuan.” Dengan terbata-bata Ariana mencoba bertanya kepada Nico.


“Apa kau tahu ayahmu adalah seorang pengkhianat dan pembunuh?.” Ucapan Nico membuat Ariana begitu terkejut.


Deggg... jantung Ariana terasa berhenti berdetak. Nafasnya terasa begitu sesak udara yang ada di ruangan itu terasa mencekik tenggorokannya. Apa yang didengarnya seperti petir yang menyambarnya di siang hari. Ia begitu terkejut dengan ucapan laki-laki yang ada di hadapannya itu.


“Ti-ti-dak Tuan, itu tidak mungkin, ayahku bukan seorang pengkhianat atau pembunuh, jangan berbicara buruk tentang ayahku Tuan.” Dengan bibir yang bergetar Ariana kembali berbicara kepada Nico.


“Katakan apa yang kau rencanakan, Siapa yang sudah menyuruhmu, apa selama ini kau mematai-mataiku?, apa kau punya rencana untuk membunuhku seperti yang sudah ayahmu lakukan, HAH.? Bentak Nico kepada Ariana membuat wanita itu semakin takut.


“Ti-ti-dak Tuan, saya tidak mengenal Tuan, semua terjadi karena kebetulan Tuan, saya tidak punya rencana apa pun terhadap Tuan, tolong lepaskan saya Tuan.” Lirih Ariana.


“Katakan apa kau mengenal orang yang ada di dalam foto ini.” Nico menyodorkan selembar foto kepada Ariana. Ariana mengambil foto yang diberikan Nico dan menatap sendu foto tersebut.


Tampak Ariana diam sejenak, ia terkejut dengan  foto yang ada di hadapannya saat ini. Ia menatap foto itu yang terdapat tiga orang pria paruh baya di dalam foto tersebut. Ia terkejut melihat foto ayahnya dengan dua pria paruh baya yang tidak di kenalnya.


“Katakan apa kau mengenal laki-laki yang ada di foto itu?.” Nico kembali bertanya kepada Ariana yang hanya terlihat diam saja memandang foto yang diberikannya.


“Laki-laki yang ada di foto ini adalah ayah saya Tuan, dan saya tidak mengenal laki-laki yang satunya lagi Tuan, bagaimana Tuan mendapatkan  foto ini?.” Ariana kembali memberanikan diri untuk bertanya.


“Kau tahu ayahmu adalah sahabat dari ayahku, mereka dulu bekerja sama tapi, ayahmu sudah menghianati ayahku dengan menggelapkan dana perusahaan, tidak hanya itu ayahmu juga terlibat dalam peristiwa pembunuhan kedua orang tua ku secara tragis, kau harus membayar pengkhianatan dan pembunuhan yang sudah ayahmu lakukan 20 tahun yang lalu.” Nico kembali mendekati Ariana dan menarik rambut wanita itu dengan keras kemudian mendorongnya ke lantai membuat Ariana jatuh tersungkur dengan kepala yang terasa berdenyut.

__ADS_1


Kenyataan pahit yang harus didengar oleh Ariana membuat wanita itu terduduk lemah di lantai dengan air mata yang mengalir di pipinya. Hatinya remuk dan hancur mengetahui kenyataan tentang ayahnya yang selama ini begitu ia sayang dan percaya adalah seorang penghianat dan pembunuh. Lagi-lagi ia harus dihadapkan pada kenyataan yang sulit untuk ia terima. Rasa sakit kembali menghampirinya.


Nico melemparkan beberapa dokumen kepada Ariana yang merupakan bukti penggelapan dana yang dilakukan oleh Bagaskara Wijaya ayah Ariana. Ariana mengambil dokumen yang dilempar oleh Nico tepat di hadapannya. Ia membuka dokumen itu dan ia melihat laporan penggelapan dana perusahaan yang dilakukan oleh ayahnya.


“Ayah tidak mungkin melakukan hal ini, ini semua hanya fitnah, kenapa ayah menutupi rahasia ini dariku, aku tidak percaya ayah tega melakukan ini.” Batin Ariana.


“Akhirnya aku bisa mengungkap tentang pelaku pembunuhan kedua orang tuaku, kau tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling kau cintai, HAH.” Bentak Nico lagi.


Ariana hanya bisa menangisi kenyataan pahit ini. Ia hanya bisa pasrah pada takdir hidupnya.


“Ti-ti-dak itu tidak mungkin, ini semua tidak benar, Tuan pasti berbohong, ayahku buka  seorang pembunuh, bukti ini tidak benar, Tuan pasti salah Hikksss...Hikksss.” Tangis Ariana pecah.


“APA KAU PIKIR AKU MENGATAKAN KEBOHONGAN HAH.” Bentaknya lagi.


Kali ini Nico mencengkeram kuat tangan Ariana dan membawanya ke dalam ruang bawah tanah yang gelap.


“Sakit Tuan, tolong lepaskan saya Tuan.” Lirih Ariana.


Nico menyeret paksa tubuh Ariana dengan sekuat tenaga membuat Ariana hanya bisa pasrah dengan apa pun yang akan dilakukan oleh Nico kepadanya. Setelah sampai di ruang bawah tanah Nico mendorong tubuh Ariana dengan keras membuatnya kembali jatuh tersungkur di lantai.


“Kau akan tinggal di penjara bawah tanah, aku tidak akan membiarkanmu lepas, aku akan melenyapkan orang yang kau cintai, kau harus merasakan rasa sakitku selama 20 tahun, aku akan melenyapkan orang tuamu seperti yang sudah mereka lakukan kepada orang tuaku.” Ucap Nico.


“Saya mohon jangan sakiti ibu saya Tuan, lebih baik tuan membunuh saya agar dendam Tuan bisa terbalaskan tapi tolong biarkan ibu saya hidup, saya mohon Tuan, Hikss... Hiksss” Ariana memegang kaki Nico mencegahnya untuk melangkah pergi. Ia memohon di kaki Nico dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


“Pastikan kau mengawasi wanita ini, jangan biarkan dia kabur, pastikan dia tetap hidup karena hanya aku yang akan melenyapkannya, kalian paham.” Perintah Nico kepada anak buahnya.


“Baik Tuan.” Anak buah Nico menjawab serempak.


Nico kemudian meninggalkan Ariana di ruangan bawah tanah markasnya yang gelap. Ia kembali masuk ke ruangan khusus untuknya dan memanggil Aldo asistennya.


“Kau awasi ibu Ariana, jangan biarkan di kabur dari pengawasanmu, perintahkan anak buahmu untuk terus mengawasi wanita itu.” Perintah Nico kepada Aldo.


“Baik Tuan, apa yang akan Tuan lakukan kepada wanita itu.?” Aldo mencoba bertanya kepada Nico.


“Aku akan membuatnya menderita seumur hidupnya, ia akan melenyapkan dirinya sendiri, aku akan mengambil hal yang paling berharga darinya, tetap lakukan penyelidikan tentang pelaku yang membunuh orang tuaku, aku yakin ini adalah pembunuhan yang sudah direncanakan, kau harus mencari pelaku utama pembunuhan itu.”


“Baik Tuan.” Jawab Aldo. Kemudian ia melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu meninggalkan Nico seorang diri.


Dreeettt.... Dreeetttt...


Panggilan masuk di ponsel Nico, nomor yang tak di kenal menelefonnya. Sepertinya panggilan itu berasal dari luar negeri. Nico segera mengangkat sambungan telefon tersebut.

__ADS_1


“Tuan..., markas kita di serang oleh sekelompok orang yang tidak di kenal Tuan, sebaiknya tuan segera ke markas yang ada di London, para musuh menyerang dan menyandera Tuan Reynad.” Ucap suara di seberang telefon yang tak lain adalah anak buah Nico yang berada di markas besarnya di London.


“Baik., aku akan berangkat malam ini, jangan biarkan musuh menguasai markas.”


Nico memutuskan sambungan telefon tersebut dan berlalu dari markasnya yang ada di tengah hutan dengan di temani oleh asistennya Aldo. Mereka berdua memutuskan untuk berangkat malam ini ke London menggunakan jet pribadi miliknya.


Nico merupakan seorang mafia terkenal di Eropa markas besarnya berada di London. Markas itu dijaga dan dipimpin oleh pamanya yaitu Reynad. Keluarga Nico adalah seorang mafia yang ditakuti oleh orang-orang Eropa terutama di negara London. The King merupakan julukan bagi keluarga mafia Nico Alexander.


William Alexander (Ayah Nico) adalah pemimpin mafia terbesar di Negara London. Ia terkenal karena keberanian, kekuatan dan kekejamannya. Setiap musuh yang tertangkap olehnya akan mati dengan cara yang mengenaskan. William memutuskan untuk meninggalkan dunia mafia ketika menikah dengan Olivia (ibu Nico) seorang wanita yang berkebangsaan Indonesia. Selain sebagai mafia William Alexander di kenal sebagai seorang pengusaha sukses yang berhasil membuka berbagai cabang perusahaan di negara Asia. Ia membuka cabang perusahaannya di Indonesia dan bertemu dengan Olivia yang saat itu bekerja sebagai sekretarisnya. Mereka saling menyukai dan memutuskan untuk menikah.


Setelah menikah William memutuskan untuk menetap di Indonesia. Ia menyerahkan markas besarnya dan beberapa perusahaan kepada adik kandungnya yaitu Reynad Alexander (paman Nico). Selama tinggal di Indonesia William mengembangkan cabang perusahaannya yang ada di Indonesia dengan di bantu oleh sahabatnya yaitu Bagaskara Wijaya. Mereka bekerja sama membangun perusahaan tersebut.  


Beberapa tahun tinggal di Indonesia William dan Olivia melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Nico Alexander. Anak laki-laki yang berwajah tampan blasteran Inggris-Indonesia. Kebahagiaan keluarga kecil itu tidak bertahan lama. Setelah Nico berusia 10 tahun kedua orang tuanya meninggal dunia dengan cara tragis. Setelah dewasa Nico memutuskan untuk mencari pelaku pembunuhan kedua orang tuanya.


Akhirnya ia bisa membuka tabir misteri pembunuhan ke dua orang tuanya. Ia berhasil menemukan orang yang terlibat dalam peristiwa pembunuhan 20 tahun lalu. Tapi sayang orang itu sudah meninggal dunia dan meninggalkan seorang anak perempuan bernama Ariana Anastasya. Nico memutuskan untuk membalaskan dendamnya kepada wanita itu.


 


Sanggupkah Ariana bertahan menghadapi kebencian Nico Alexander.? Dan apakah orang tua Ariana benar-benar terlibat dalam pembunuhan William dan Olivia Alexander (orang tua Nico), siapa sebenarnya pelaku utama pembunuhan 20 tahun lalu.?


Yuk baca terus novel ini untuk tahu jawabannya.


Kasih LIKE, VOTE DAN KOMENTAR


BIAR AUTHORNYA SEMANGAT YAH.


 


TINGGALKAN JEJAK YAH.


🙏🙏


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2