
Hari yang tidak dinantikan oleh Rea akhirnya tiba. Hari ini Ia akan bertemu dengan laki-laki yang akan menjadi calon suami pilihan orang tuanya. Raut wajah Rea terlihat begitu cemas, tak hentinya Ia mondar mandir di kamarnya sambil menggenggam ponselnya menunggu seseorang menelfonnya.
Tak berapa lama kemudian, mobil mewah baru saja parkir di halaman mansion keluarga Jonathan. Terlihat sepasang suami istri berusia paruh baya turun dari mobil tersebut dan disambut hangat oleh Jonathan dan bu Aluna.
Ke dua keluarga itu sudah duduk di ruang tamu. Mereka sedang mengobrol bersama sambil menunggu kedatangan putra-putri mereka.
"Apa putra kalian tidak datang? Tanya Jonathan.
"Sebantar lagi putraku akan menyusul, Dia bilang sedang ada urusan, sebentar lagi dia akan tiba."
Jika para orang tua di ruang tamu itu sedang terlihat begitu bahagia dan berbincang bersama. Lain halnya dengan Rea wajahnya terlihat begitu cemas dan Ia sedang menunggu kedatangan Aldo untuk membawanya keluar dari mansionnya yang dijaga ketat oleh para pengawal.
Rea menghubungi ponsel Aldo, namun tak ada jawaban dan ponsel Aldo tak bisa dihubungi semakin menambah kecewasan di wajahnya.
"Al, kau ada di mana?" Tanya Rea dengan wajah panik.
Tiba-tiba saja jendela kamar Rea diketuk oleh seseorang dari luar.
Rea membuka jendela dan melihat seseorang memakai Jaket hitam, dengan masker, dan juga topi ditambah kecamata hitam sedang ada di luar jendela kamarnya.
"Kau siapa?" Tanya Rea.
"Aku kekasihmu." Jawab Aldo dengan membuka topi dan juga masker yang menutupi sebagian wajahnya.
"Al, apa kau memancat kemari? dan bagaimana caranya kau bisa datang ke sini tanpa katahuan oleh anak buah ayah?" Tanya Rea bertubi-tubi sambil memeluk tubuh kekar Aldo.
"Huuuuffff." Aldo menghembuskan nafasnya pelan.
"Kau akan tahu nanti." Ucap Aldo.
"Cepat bawa aku keluar dari tempat ini Al, kita tidak punya banyak waktu lagi." Ucap Rea.
"Apa kau yakin Rea?" Tanya Aldo.
Rea mengangguk pelan menyetujui apa pun yang Aldo rencanakan. Yang terpenting saat ini Ia tidak ingin dijodohkan dengan laki-laki pilihan ayahnya karena Ia sudah mencintai laki-laki lain.
"Sayang, apa kau sudah siap Nak?" Ucap Bu Aluna dibalik pintu, Ia sedang mengetuk pintu kamar Rea yang terkunci dari dalam.
Wajah Rea semakin panik saat mendengar suara ibunya di balik pintu.
"Al, kita harus pergi dari sini." Rea menarik tangan Aldo agar menbawanya pergi.
"Aku takut, ini sangat tinggi Al." Ucap Rea menatap ke bawah balkon kamarnya yang ada lantai dua.
"Jangan takut, kau bisa melihatku, cepatlah atau kita tidak akan bisa keluar dari tempat ini." Ucap Aldo.
Dengan penuh keberanian Rea turun dari balkon kamarnya menggunakan tali yang digunakan oleh Aldo tadi untuk memancat kamar Rea.
Akhirnya mereka berhasil keluar dari mansion itu dengan lancar karena anak buah Jonathan sudah Aldo lumpuhkan sebelumnya.
Aldo dan Rea naik ke dalam mobil dan melaju meninggalkan mansion itu. Tiba-tiba saja mobil hitam mengejar mereka dari belakang.
"Cepat Al, anak buah ayah mengejar kita." Ucap Rea dengan wajah panik.
Mobil Aldo dan mobil anak buah Jonathan saling mengejar.
Jonathan dan Bu Aluna terlihat begitu panik, kesal, dan kecewa saat mengetahui jika putrinya kabur dengan Aldo. Ia memerintahkan anak buahnya untuk mengejar dan menangkap mereka.
Sementara itu, Jonathan dan Bu Aluna berusaha menutupi keadaan yang terjadi. Mereka tidak ingin teman baik sekaligus calon besannya itu mengetahui jika putrinya kabur dengan laki-laki lain.
Beruntung, Jonathan masih punya waktu untuk menemukan putrinya karena calon suami Rea belum datang.
"Putriku sedang bersiap-siap, sebaiknya kita tunggu kedatangan putramu dulu." Ucap Jonathan mencari alasan yang tepat.
Ke dua paruh bayah itu terlihat saling berbisik
"Kemana anak ini? apa kau sudah memberitahunya jika hari ini putra kita akan bertemu dengan calon istrinya?"
"Tenanglah! kita tunggu saja, sebentar lagi putra kita akan datang."
__ADS_1
Ke dua orang tua itu terlihat panik dengan ulah dari anak-anak mereka. Sementara itu, Mobil Aldo masih saling mengejar dengan mobil anak buah Jonathan.
"Jangan biarkan mereka lolos, pastikan kau menangkapnya." Perintah Jonathan di balik sambungan telefon.
"Baik tuan." Ucap asistenya itu.
Sekitar 5 mobil mengejar mobil Aldo dan Rea. Saat tiba di persimpangan jalan tiba-tiba saja mobil Aldo dihadang dari arah depan oleh mobil yang mengejarnya. Aldo tidak bisa lagi kabur. Mobilnya dihadang dari arah belakang dan juga arah samping.
Asisten Jontahan turun dari mobilnya dan menghampiri mobil Aldo dan membuka pintu mobil secara paksa.
"Sebaiknya nona ikut kami." Ucap Asisten Jonathan dengan memaksa Rea keluar dari mobil dan menarik tangannya.
"Lepaskan!" Perintah Rea.
Melihat hal itu, Aldo turun dari mobil dan Ia langsung saja mendaratkan kepalan tinjunya di wajah asisten Jonathan yang coba memaksa Rea.
Bugggg..
"Jangan berani kau menyentuhnya." Ucap Aldo
Asisten Jonthan itu jatuh tersungkur di jalan. Beberapa anak buahnya yang melihat kejadian itu langsung saja ingin menangkap Aldo. Tapi dengan sigap Aldo mengahajar anak buah Jonathan. Melihat perkelahian antara Aldo dan anak buahnya ayahnya itu. Rea hanya bisa berdiri menatap kekasihnya dengan wajah panik.
Buggg...
Perkelahian pun terjadi antara Aldo dan anak buah Jonathan.
Tiba-tiba saja asisten Jonathan malayangkan tendangan ke arah perut Aldo dan membuatnya jatuh tersungkur. Beberapa anak buah memegang tangan Aldo dan membuatnya tidak bisa melawan lagi. Aldo tidak bisa melawan anak buah Jonathan yang jumlahnya sangat bayak itu seorang diri.
Bugggg...
Asisten Jonathan kembali melayangkan tinjunya di wajah tampan Aldo membuat sudut bibirnya mengelurkan darah.
"Apa yang kalian lakukan? lepaskan dia atau aku akan membuat kalian menyesal." Hardik marah Rea kepada asisten ayahnya itu.
"Maaf nona, ini perintah dari tuan Jonathan, Sebaiknya nona ikut kami pulang."
"Bawa dia ikut bersama kita untuk bertemu tuan." Perintah asisten Jonthan kepada anak buahnya.
"Baik tuan."
"Tolong aku Al." Lirih Rea menatap wajah Aldo.
Aldo hanya bisa menatap punggung Rea yang semakin menghilang. Rea masuk ke dalam mobil bersama asisten ayahnya dan Aldo berada di mobil lain. Aldo tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah saat anak buah Jonathan membawanya dengan tangan terikat tali agar Ia tidak bisa melawan atau mencoba untuk kabur.
Di mansion Jonathan, Ke dua keluarga itu sudah menunggu sejak tadi kedatangan calon suami Rea. Namun sudah hampir satu jam lamanya yang ditunggu belum juga nampak batang hidungnya.
Di luar mansion Jonathan terdengar suara riuh. Mereka langsung saja keluar dari mansion dan melihat Rea dengan penampilan yang acak-acakan.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya sahabat Jonathan.
"Sebaiknya kita bicarakan ini di dalam saja."
"Ikut ibu sekarang juga." Bu Aluna menarik tangan Rea dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.
"Lepaskan Rea bu, aku ingin bertemu dengan Aldo." Ucap Rea.
"Jangan membuat ayah dan ibumu malu di depan keluarga calon suamimu Nak." Ucap Bu Aluna lembut kepada putrinya itu.
Kali ini Ia benar-benar dibuat kecewa dengan tingkah putrinya yang ingin kabur di hari pertemuan dengan keluarga calon suaminya sekaligus acara pertunangan Rea.
Rea hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan ibunya. Walau dihatinya juga merasa sedih.
Mau tidak mau Jonathan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Ia tidak ingin menutupi apa pun dari sahabatnya itu yang sebentar lagi akan menjadi besannya.
"Aku minta maaf dengan sikap putriku yang sangat memalukan ini." Ucap Jonathan.
"Sebaiknya kita batalkan saja perjodohan ini, aku tidak ingin putriku membuat kalian malu dan sepertinya putramu juga tidak akan datang."
"Apa yang harus kita lakukan dengan laki-laki ini tuan?" Tanya asisten Jonathan.
__ADS_1
Sontak saja ke dua kelurga itu berbalik menghadap ke arah sumber suara dan...
Duarrrr....
"Apa yang kau lakukan dengan putraku?" Tanya Rolad dengan raut wajah marah saat melihat beberapa anak buah Jonathan memegang putranya dengan tangan terikat.
Deggggg....
"Apa yang terjadi Nak? lepaskan putraku, apa yang kalian lakukan dengan putraku?" Maharani memaki asisten Jonathan.
Semua orang yang ada di ruangan itu terlihat saling menatap dengan raut wajah bingung terutama Jonathan dan para anak buahnya itu. Jonathan memerintahkan anak buahnya untuk keluar dari ruangan itu. Sementara asisten Jonthan berdiri mematung disamping tuannya. Sambil berkata dalam hati.
Apa aku akan dipecat?
Degggg.....
"Ayah, ibu... apa yang kalian lakukan di sini?" Bukanya menjawab Aldo kembali bertanya kepada ke dua orang tuanya.
Rolad melepaskan ikatan tangan Aldo sambil berkata.
"Apa kau menculik anak gadis orang, kau benar-benar membuat kami malu."
"Aku hanya menculik kekasihku saja, apa salahnya?" Ucap Aldo tanpa rasa bersalah dengan perbuatannya.
Duarrr....
Jonathan seperti baru saja mendapat kejutan yang luar biasa. Begitu juga dengan Rolad dan Maharani.
Jonathan mendekati Aldo dengan wajah bingung dan penuh pertanyaan. "Apa dia putramu?"
"Tebakanmu benar, Anak nakal ini memang putraku." Jawab Rolad.
"Sebenarnya apa yang terjadi dan kenapa kalian bisa ada di sini?" Tanya Aldo dengan raut wajah bingungnya. Tiba-tiba saja ke dua orang tuanya ada di rumah kekasihnya.
"Apa kau lupa? hari ini kau akan bertunangan dengan putri Jonathan teman lama ayah sekaligus rekan bisnisku."
"Kau membuat ibumu malu, kau memang anak nakal berani menculik anak gadis orang, ibu akan menghukummu nanti." Maharani mencubit lengan putranya dengan gemas.
Duarrrr....
Ucapan Rolad membuat Aldo semakin terkejut dan berdiri mematung di tempatnya. Mencoba memahami sebenarnya apa yang terjadi.
Apa gadis yang ayah maksud selama ini adalah Rea? Apa gadis yang dijodohkan denganku adalah kekasihku sendiri? Batin Aldo penuh pertanyaan.
Rolad, Jonathan dan Maharani meninggalkan Aldo yang masih berdiri mematung. Mereka sudah duduk di ruang tamu menunggu Rea dan Bu Aluna yang sedang membantu Rea berganti baju.
Yah laki-laki yang akan dijodohkan dengan Rea adalah Aldo kekasihnya sendiri. Reaksi Aldo saat mengetahui jika ternyata gadis yang akan dijodohkan dengannya itu adalah Rea kekasihnya sendiri begitu terkejut sekaligus sangat bahagia.
Sementara itu, Di kamar Rea, Bu Aluna sedang membujuk Rea untuk memakai gaun yang sudah mereka siapkan untuk acara lamaran sekaligus pertunangannya malam ini.
"Aku tidak ingin menikah dengan laki-laki pilihan ayah bu, aku mencintai Aldo." Lirih Rea.
Bu Aluna ingin sekali tertawa saat melihat Rea yang masih menangis sesenggukan di depan cermin rias.
Bu Aluna sudah mengetahui bahwa Aldo adalah putra dari Rolad yang ternyata adalah laki-laki yang sudah dijodohkan sejak dulu dengan putrinya itu, namun Ia mencoba berpura-pura untuk memberi kejutan kepada putri kesanyangannya itu.
"Aku mohon bu, biarkan Kami pergi dari sini bu, aku hanya ingin menikah dengan Aldo, hanya Al yang Rea inginkan bu, Hikssss....."
"Sayang, percayalah Nak, kau tidak akan menyesal menikah dengan laki-laki pilihan ayahmu." Ucap bu Aluna membelai lembut rambut putrinya dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.
Kau akan berterimah kasih dengan ayah dan ibumu Nak. Batin Bu Aluna.
Malam ini akan menjadi malam yang indah untuk sepasang kekasih itu.
Bersambunggg.....
Mohon maaf baru bisa up.
šš
__ADS_1