Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 70 : Terhalang Restu Orang Tua


__ADS_3

“Ibu sangat merindukanmu Nak.” Bu Aluna memeluk Rea meluapkan kerinduan selama 1 tahun tidak bertemu dengan putri kesayangannya itu.


“Aku juga sangat merindukan ibu, maafkan Rea bu.”


Ke duanya saling memeluk erat. Mereka melepaskan kerinduan di hati masing-masing. Aldo hanya tersenyum melihat kedekatan ibu dan anak itu. Setelah puas berpelukan Rea memperkenalkan Aldo kepada ibunya.


“Bu, Kenalkan dia Aldo, calon suami Rea.” Ucap Rea dengan senyum bahagia  memperkenalkan Aldo.


Beberapa hari yang lalu Aldo sudah melamar Rea. Walau lamaran Aldo untuk kekasih hatinya terbilang tidak romantis. Namun Rea tetap bahagia saat Aldo melamarnya.


“Kenalkan saya Aldo nyonya, calon Suami anak Anda.” Aldo mengulurkan tangan ingin menjabat tangan bu Aluna.


“Nak Aldo, ibu sangat bahagia akhirnya anak ibu menemukan laki-laki yang mencintainya, Nak Aldo bisa memanggilku ibu jangan memanggilku nyonya.” Ucap bu Aluna menerima uluran tangan Aldo.


Bu Aluna tersenyum bahagia akhirnya putri kesayangannya itu sebentar lagi akan menikah dengan laki-laki yang mencintainya. Bu Aluna memang sangat ramah dan lemah lembut dengan siapa saja.


Bu Aluna marasa Aldo adalah laki-laki yang baik dan bisa menjaga Rea dan mencintai putrinya itu.


Ketiganya duduk di sofa ruang tamu.


Aldo menggenggam tangan Rea dan mengutarakan maksud kedatangannya itu kepada bu Aluna. Aldo menatap Rea meminta persetujuan dari sang kekasih untuk mengatakan keinginannya melamar Rea di depan bu Aluna.


“Bu.... maksud kedatangan saya ke sini ingin melamar putri ibu.” Ucap Aldo penuh keyakinan dengan keputusannya untuk melamar Rea secepatnya.


“Ibu merestui kalian, Siapa pun pilihan anak ibu, ibu akan mendukungnya.” Ucap bu Aluna bahagia.


Ruang tamu itu di penuhi dengan kebahagiaan. Rea dan ibunya terlihat tersenyum dan wajahnya memancarkan kebahagiaan. Sebagai orang tua, bu Aluna tentu saja merasa sangat bahagia saat putrinya kembali dan membawa seseorang yang merupakan calon suaminya tentu saja hal itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu.


“Bu, apa ayah pergi bekerja?” Tanya Rea.


Sejak tadi Rea mencari keberadaan ayahnya.


“Ibu akan memanggil ayahmu, ayahmu ada di atas sedang bekerja, Ibu tinggal sebentar.” Ucap Bu Aluna meninggalkan Rea dan Aldo yang sedang duduk berdua di ruang tamu.


“Sayang, apa ayahmu akan merestuiku seperti ibumu yang merestui hubungan kita.” Ucap Aldo menggenggam tangan Rea.


“Apa pun yang terjadi aku tidak akan meninggalkanmu? Aku yakin ayah pasti akan merestui hubungan kita.” Ucap Rea meyakinkan Aldo walau di hatinya juga ada keraguan.


Tak berapa lama kemudian, Bu Aluna bersama tuan Jonathan berjalan menuruni anak tangga menuju ruang tamu.


Rea yang melihat ayahnya, berjalan mendekatinya dan berhambur ke pelukan sang ayah yang sangat dirindukannya.


“Ayah, maafkan Rea hiksss....” Rea memeluk Jonathan meluapkan kerinduannya kepada  ayah itu.


Rea melepas pelukannya saat Jonathan tidak membalas memeluknya.


“Aku sangat merindukan ayah.” Lirih Rea.


“Apa sekarang kau masih ingat jika punya orang tua?” Tanya Jonathan begitu dingin. Tatapannya menunjukkan raut wajah  penuh kekecewaan.


Degggg.....


Rea merasa ucapan ayahnya benar-benar menusuk hatinya. Selama ini hubungan Rea dan ayahnya sedang tidak baik. Itu semua karena Rea yang menolak untuk mengikuti keinginan ayahnya menikah dengan laki-laki pilihannya.


“Ayah.” Lirih Rea.

__ADS_1


Rea hampir saja terjatuh dan merasa seluruh tubuhnya lemah dan kedua kakinya tidak mampu menopang berat badannya. Beruntung Aldo memegang Rea dan mendudukkannya di sofa. Ia menggenggam tangan Rea yang masih sesenggukan.


“Sayang, jangan berbicara seperti itu dengan putri kita.” Bu Aluna memegang lengan suaminya dan menuntunnya duduk di sofa ruang tamu.


Jonathan duduk dan menatap tajam Aldo dan juga Rea. Ia juga merasa sakit saat melihat putri satu-satunya itu meneteskan air mata. Namun, kekecewaan di hatinya lebih besar daripada kerinduannya kepada putrinya itu.


Beberapa bulan yang lalu perusahaan Jonathan  sedang mengalami masalah keuangan. Saham di perusahaannya mengalami penurunan yang drastis dan hampir saja mengalami kebangkrutan. Jonathan mendapatkan bantuan keuangan dari teman lama dan juga rekan bisnisnya sampai akhirnya perusahaannya tidak jadi bangkrut.


Sejak saat itu, Jonathan berjanji untuk menjodohkan putrinya itu dengan anak teman lamanya. Namun, Rea yang menolak keinginan ayahnya dan memilih untuk kabur sebelum bertemu dengan laki-laki yang akan di jodohkan dengannya membuat Jonathan merasa kecewa dengan putrinya itu.


“Ayah, maafkan Rea, aku sudah membuat ayah kecewa, aku benar-benar menyesal.” Lirih Rea.


Aldo hanya bisa menggenggam tangan Rea memberinya kekuatan, dan seolah mengatakan apa pun yang terjadi Ia akan tetap mencintai Rea.


“Hemmmm, apa itu artinya kau mau menikah dengan laki-laki pilihan ayah?” Tanya Jonathan.


Duarrr...


Pertanyaan Jonathan benar-banar seperti bom yang mampu meledakkan dan menghancurkan hati Aldo dan Rea.


“Sayang, putri kita sebentar lagi akan menikah dengan laki-laki pilihannya.” Jawab bu Aluna.


“Ibu yakin, putri kita tidak akan salah memilih laki-laki untuk menjadi suaminya, ibu yakin Nak Aldo adalah laki-laki yang tepat untuk putri kita, Ibu mohon restui hubungan mereka.” Ucap bu Aluna.


Aldo memberanikan diri untuk berbicara di tengah suasana yang memanas itu dan menyampaikan maksud kedatangannya.


“Maaf tuan, mungkin kedatangan saya tidak tepat, kedatangan saya ke sini ingin melamar putri anda, kami saling mencintai dan saya mohon tuan merestui hubungan kami, secepatnya saya akan membawa ke dua orang tua saya untuk melamar putri anda secara resmi.” Ucap Aldo.


“Aku mohon ayah merestui hubunganku dengan Al, kami saling mencintai dan aku tidak ingin menikah dengan laki-laki pilihan ayah, bukankah ayah pernah bilang akan mendukung apa pun keputusan Rea, Aku mencintai Al, tolong restui kami yah.” Ucap Rea ikut menimpali ucapan Aldo dengan raut wajah memohon kepada ayahnya.


Suasana di ruang tamu itu menjadi menegangkan dan sesaat ruang tamu itu menjadi sunyi. Jonathan hanya diam dan menatap dingin ke arah Aldo.


Jonathan juga merasa bahagia jika putrinya itu sudah menemukan laki-laki yang Ia cintai. Namun, Jonathan tidak bisa melupakan janjinya begitu saja dengan teman lamanya itu yang sudah membantu perusahaannya. Akhirnya Jonathan berbicara dan mengatakan keputusannya.


“Keputusan ayah sudah bulat dan tidak bisa berubah, ayah akan tetap menjodohkanmu dengan anak rekan bisnisku, ayah sudah berjanji untuk menjodohkanmu dengannya dan kali ini jangan menolak keinginan ayah.” Ucap Jonathan  dengan Tegas.


“Ayah.” Lirih Rea.


Air matanya sejak tadi tak hentinya menetes. Aldo yang duduk di samping Rea merasa hatinya juga begitu hancur saat cintanya terhalang restu orang tua Rea.


Keinginannya untuk melamar Rea gagal begitu saja karena Jonathan tetap pada pendiriannya untuk menjodohkan putrinya itu.


“Apa ayah tidak menyangyangiku? Aku tidak ingin menikah dengan laki-laki pilihan ayah, aku tidak mencintainya dan aku sudah memilih Al dan keputusanku juga tidak akan berubah yah, lebih baik aku pergi dari rumah ini jika ayah tetap mau menjodohkanku dengan laki-laki pilihan ayah.” Ucap Rea tegas dengan meluapkan kekecewaan di hatinya.


Rea begitu kecewa dengan sikap dan juga keputusan ayahnya yang tetap ingin Ia menikah dengan anak rekan bisnisnya meskipun Rea sudah membawa laki-laki pilihannya.


Rea pikir dengan kembalinya Ia ke rumah ke dua orang tuanya. Ayahnya tidak akan menjodohkannya, Keren Ia kembali dengan membawa calon suaminya. Tetapi sepertinya ayahnya tidak peduli dan tetap pada keputusannya.


“Sayang, jangan bicara seperti itu, aku yakin pasti ada jalan keluar dari masalah ini, percayalah.” Aldo menatap Rea penuh keyakinan dan memintanya untuk tidak melawan setiap ucapan ayahnya itu.


Aldo tidak ingin hubungan Rea dan ayahnya semakin renggang karena dirinya.


Aldo sejak dulu selalu terlihat tenang di tengah situasi yang sedang sulit pun. Walau terkadang Aldo suka jail. Namun, Ia juga mempunyai sifat yang dewasa yang mampu membuat Rea kagum dengan sosok dewasa yang mengayominya dan menuntunnya.


“Aku harap tuan memikirkan keputusan tuan dengan baik, pikirkanlah kebahagiaan putri Anda tuan, kami benar-benar saling mencintai, aku akan menjaga, mencintai dan membahagiakan putri Anda. Apa pun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan Rea, Tolong restui hubungan kami tuan.” Ucap Aldo dengan nada memohon.

__ADS_1


Jonathan berdiri dari duduknya dan menatap Aldo dan juga Rea bergantian.


“Keputusanku tidak akan pernah berubah.”


Degggg....


Kali ini Aldo merasa jantungnya berdetak tak karuan. Tiba-tiba saja udara di ruang tamu itu terasa sesak bagi Rea dan juga Aldo.


Jonathan sejak dulu memang dikenal sebagai sosok yang berpegang teguh dengan keputusannya. Dan saat Ia memutuskan sesuatu maka sulit baginya untuk mengubah keputusannya itu.


“Sebaiknya kalian putuskan hubungan kalian dan ayah harap kalian tidak akan bertemu lagi.” Ucap tegas Jonathan menatap ke arah Rea.


Ia meninggalkan Aldo, Rea dan istrinya begitu saja setelah mengucapkan kata-kata yang menyakitkan untuk Aldo dan Rea terlebih bagi hubungan mereka berdua.


****


Setelah lamaran Aldo yang gagal beberapa hari yang lalu karena tidak mendapat restu orang tua. Aldo memutuskan untuk bertemu dengan Rea secara diam-diam. Rea mengatakan kepada ayahnya ingin menemui teman lamanya. Akhirnya Ia bisa keluar dari rumah. Dan di sinilah Rea dan Aldo berada di salah satu restoran ternama dengan pemandangan malam yang begitu indah dan sangat romantis.


“Bagaimana kabarmu? Apa ayahmu memberimu izin untuk keluar rumah?” Tanya Aldo menggenggam tangan Rea.


“Aku baik-baik saja, aku berbohong dan mengatakan akan bertemu teman lama.” Jawab Rea.


“Sayang, maafkan aku, aku akan berusaha agar ayahmu mau merestui hubungan kita.” Ucap Aldo.


“Ini bukan salahmu Al, jangan minta maaf denganku.”


“Al, aku ingin mengatakan sesuatu.”


“Kau ingin mengatakan apa sayang.”


“Besok aku akan bertemu dengan laki-laki yang akan dijodohkan denganku.”


Degggg.....


Aldo menghela nafas dan mengusap wajahnya dengan kasar. Pertama kalinya jatuh cinta dan merasakan indahnya cinta harus mengalami masalah yang begitu rumit.


“Lakukan sesuatu Al, jika tidak aku akan menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai, apa kau akan membiarkan itu terjadi?” Tanya Rea.


“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi sayang, besok aku akan melakukan sesuatu, lihatlah besok apa yang akan aku lakukan.” Ucap Aldo penuh tegas dan penuh keyakinan dengan rencananya kali ini.


Apa aku mengatakan saja, jika besok aku juga akan bertemu dengan wanita yang akan dijodohkan denganku, aku tidak ingin membuatnya semakin terluka. Ini sudah begitu rumit, aku akan merahasiakan mengenai perjodohanku dengan anak rekan bisnis ayah. Maafkan aku sayang. Batin Aldo.


Beberapa hari yang lalu Aldo sudah menemui ke dua orang tuanya. Hal yang terjadi dengan Rea juga terjadi dengannya. Ia tidak mendapat sambutan hangat dari ayahnya. Hanya ibunya saja yang menyambutnya dengan bahagia.


Tuan Rolad bahkan memaksa putra satu-satunya itu untuk menemui wanita pilihannya besok. Walau Aldo mengatakan jika Ia sudah mempunyai kekasih tapi sepertinya ayahnya tidak percaya dan tetap menyuruhnya untuk bertemu dengan anak rekan bisnisnya itu.


"Ayah harap kali ini kau tidak akan mengecewakan ayah, jangan mengacaukan acara besok atau ayah tidak akan menganggapmu putraku lagi." Ucap Rolad dengan tegas.


Aldo hanya bisa mengatakan setuju dan tidak ingin membantah ucapan ayahnya. Ia tidak ingin namanya dicoret dari daftar penerima warisan jika menolak keinginan ayahnya.


Aku tidak akan membiarkan pertunanganmu dengan laki-laki itu terjadi dan aku tidak akan membiarkan ayah menjodohkanku dengan anak rekan bisnisnya itu, semua akan baik-baik saja, tidak akan aku biarkan perjodohan ini terjadi. Batin Aldo.


Bersambung.....


 

__ADS_1


__ADS_2