Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 25 : Bertemu Kembali


__ADS_3

Menikah mungkin mimpi bagi sebagian besar orang. Namun menikah tidak semudah yang dipikirkan. Ada yang lancar, ada yang harus menunda karena alasan tertentu, bahkan ada yang harus menelan pil pahit karena gagal total.


Jangan ditanya bagaimana sedihnya. Butuh waktu untuk Ariana bisa mengerti hikmah di balik semua kejadian ini. Dan juga butuh waktu yang tak sebentar pula untuk belajar tentang mengikhlaskan pernikahan yang berkali-kali gagal.


Mentari menyinari sebuah ruangan yang terlihat sangat megah dengan dekorasi bernuansa Eropa. Seorang wanita tertidur lelap di kasur yang berukuran kingsize. Dia adalah Ariana yang saat ini berada di sebuah mansion mewah yang terletak di Bandung. Mansion mewah yang terletak jauh dari ibu kota dan sekeliling mansion terdapat berbagai tanaman buah dan kebun teh. Sungguh pemandangan yang sangat indah dan Udara yang begitu sejuk.


Ariana membuka matanya dengan pelan. Ia merasakan kepalanya terasa berat dan sangat pusing. Ia melihat sekeliling ruangan yang terasa asing baginya. Ia menatap setiap sudut kamar yang sekarang ia tempati. Namun, ia tidak menemukan petunjuk apa pun.


Ariana mencoba mengingat-ingat kejadian yang menimpanya sebelum pernikahannya dengan  Nico. Ia hanya mengingat seseorang menarik tangannya di antara orang-orang yang berlari panik keluar dari mansion Nico. Saat itu ia tidak sadarkan diri dan tidak mengetahui siapa orang yang sudah membawanya pergi dari pesta pernikahannya.


“Ada di mana aku? Siapa yang sudah membawaku dan menolongku dari  Nico laki-laki kejam itu?” Batin Ana.


Ia mencoba bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar. Ia ingin bertemu dengan seseorang. Namun, saat keluar dari kamar ia tidak menemukan siapa pun dan mansion itu sangat sepi hanya ada 2 orang pengawal yang berjaga di luar mansion.


Ariana memberanikan diri untuk menemui ke dua pengawal itu dan bertanya.


“Permisi, siapa kalian dan ada di mana aku?” Tanya Ana kepada ke dua pengawal yang sedang berjaga di luar mansion.


“Maaf kami tidak bisa memberitahu apa pun nona. Sebaiknya nona segera masuk ke dalam mansion”. Ucap ke dua pengawal itu.


“Huffffff” Ariana menghembuskan napasnya dengan kasar. Ia mencoba untuk tetap tenang. Saat ini ia terlihat begitu panik dan gelisah. Ia tidak tahu siapa orang yang sudah membawanya di hari Pernikahannya dengan Nico.


Ia takut kalau orang yang membawanya adalah orang yang jahat dan berniat buruk kepadanya. Ia ingin pergi dari mansion tempatnya sekarang berada.


“Apa aku bisa keluar dari mansion ini? Aku ingin menemui ibuku?” Ucap Ariana kembali.


“Maaf nona kami tidak mengizinkan nona untuk meninggalkan mansion ini.”


“Siapa yang sudah menyuruh kalian? Katakan siapa bos kalian.”  Ariana memberanikan diri untuk bertanya tentang orang yang membawanya ia juga begitu penasaran akan sosok orang yang menolong di hari pernikahannya. Sehingga ia tidak perlu menikah secara kontrak dengan pria kejam yang sudah membuatnya menderita.


“Maaf nona kami tidak bisa memberitahu kepada nona.” Ucap salah satu pengawal yang bertubuh kekar itu.


Ariana merasa kesal dengan kedua pengawal tersebut. Akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke dalam mansion perutnya juga memang sudah lapar sejak tadi. Semalam ia juga belum makan apa pun karena tidak sadarkan diri dan saat ia membuka mata ia sudah berada di sebuah mansion mewah.


Ia berjalan masuk dan langsung mencari-cari area dapur. Ia ingin makan sesuatu yang bisa mengganjal perutnya yang terasa lapar. Ariana berjalan menuju kursi makan yang sudah tersedia berbagai makanan yang sungguh menggiurkan dan membuat perutnya semakin lapar. Akhirnya ia memutuskan untuk makan. Ia juga butuh tenaga untuk bisa keluar dari mansion ini.


Menjelang sore hari..


Ariana sudah terlihat lebih fres. Ia sudah mandi dan mengganti gaun pengantin yang membuatnya sangat gerah sejak tadi. Ia memang belum sempat mengganti gaun pengantin yang dikenakannya. Ia mencari baju yang bisa ia pakai. Ana membuka lemari dan melihat ada beberapa kemeja pria. Ia akhirnya mengambil kemeja putih dan menggunakannya. Ia merasa sangat bosan berada di dalam mansion itu seorang diri. Ia terlihat termenung dan menatap keluar jendela yang terdapat hamparan perkebunan teh. Sungguh pemandangan yang menyejukkan jiwa.


“Bagaimana keadaan ibu? Aku ingin menemui ibu dan membawa ibu pergi dari laki-laki kejam itu. Tuhan tolong lindungi ibuku. Suatu saat nanti Ana akan membawa ibu, maafkan Ana bu.” Lirih Ariana.


Karena merasa jenuh akhirnya Ariana mencoba untuk menutup matanya dan berada di alam mimpinya. Ia sudah tertidur lelap di atas kasur yang begitu empuk dan nyaman.


Menjelang malam hari....


Ceklekkk...


Suara pintu kamar terbuka.


Seorang pria dengan tubuh kekar masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Ariana. Ia berjalan dan duduk di samping Ariana.


“Maafkan aku Ana, aku sudah membuatmu menderita, aku janji akan membuatmu bahagia, aku masih sangat mencintaimu, maafkan aku meninggalkanmu di hari pernikahan kita.” Ucapnya dengan mengelus lembut pucuk kepala Ariana.


Laki-laki itu adalah Aldwin Zexander. Dia adalah cinta pertama Ariana. Pria yang sangat dirindukan oleh Ariana.


Aldwin memberikan kecupan lembut di bibir tipis Ariana.

__ADS_1


Cup


Ariana merasakan seseorang sedang menciumnya dan mengusap lembut wajahnya membuat Ana membuka matanya dengan pelan dan ia beringsut menjauhkan tubuhnya dari laki-laki yang saat ini ada di samping tempat tidurnya. Ia tidak melihat jelas wajah pria yang ada di depannya karena ruangan  yang gelap.


Ia merasakan trauma saat Nico melakukan hal yang sama ketika Ariana yang saat itu  sedang  tertidur. Tiba-tiba Nico berada di sampingnya dan memaksanya untuk melayaninya.


Ana bangkit dari tempat tidur dan mencoba menguasai dirinya. Kesadarannya belum benar-benar pulih. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan kehadiran seorang pria yang sudah ada di depannya saat ini.


Aldwin menyalakan lampu kamar dan membuat bola mata Ariana membulat sempurna.


“Ka-kau, bagaimana kau  bisa ada di sini?.” Dengan terbata-bata Ariana bertanya kepada Aldwin.


“Maafkan aku Ana, aku sangat merindukanmu, aku minta maaf karena aku kau harus mengalami semua ini.” Ucap Aldwin dengan lembut. Terlihat raut kesedihan di wajahnya. Aldwin berjalan mendekati Ariana yang saat ini sedang bersandar di dinding kamar. Ada perasaan bahagia di wajah Ariana. Namun, ia kembali mengingat peristiwa saat pernikahannya dengan  Aldwin.


“Jadi kau yang sudah menolongku dan membawaku pergi dari mansion Nico?” Tanya Ana.


“Aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan  laki-laki kejam itu, aku masih sangat mencintaimu sayang. Aku akan melindungimu, maafkan aku karena meninggalkanmu di hari pernikahan kita.” Aldwin hanya bisa meminta maaf kepada Ana. Ada rasa sesal di hati Aldwin sudah mempercayai hasutan dari orang tuanya tentang Ana hingga membuat Aldwin meragukan Ana dan membencinya. Ternyata semua itu adalah rencana Ayah Adwin untu memisahkan mereka berdua.


“Kenapa.. kenapa kau tega meninggalkan aku di hari pernikahan kita, aku tidak percaya kau masih mencintaiku, kau sudah berjanji akan selalu menjagaku, tapi kenapa kau tega tidak hadir di hari pernikahan kita. Bahkan saat ayahku meninggal dunia kau juga tidak datang menemuiku, kau tahu aku begitu merindukanmu.. hikssss.... hikksssss.....” Air bening berhasil lolos dari kedua bola mata hitam pekat Ariana.  Bahkan Ana memukul dadanya yang terasa sesak. Air matanya tak hentinya mengalir.


Ia sudah memendam perasaan sakit dihatinya kepada pria yang saat ini ada di depannya. Ia meluapkan semua rasa sakit hatinya itu saat ini. Aldwin mendekati Ana dan memeluknya. Ariana memukul dada bidang Aldwin meluapkan semua perasaan sakit di hatinya.


“Maafkan aku Ana. Aku akan menceritakan semuanya. Aku mohon tenanglah!” Aldwin mengusap pucuk kepala Ana dan memeluknya dengan erat. Hatinya juga begitu hancur melihat wanita yang begitu dicintainya harus menderita seperti ini.


Setelah Ana mulai tenang Aldwin membawanya untuk duduk di sofa dekat tempat tidur. Ia akan menceritakan semua peristiwa yang membuatnya tidak bisa datang di hari pernikahannya dengan Ana. Aldwin hanya bisa berharap Ana akan menerimanya kembali dan mau memaafkannya.


Setelah menceritakan semuanya kepada Ana. Aldwin memegang kedua tangan Ana dan duduk berlutut di depan wanita yang sangat dicintainya. Aldwin menatap lekat wajah Ariana.


“Aku mohon maafkan aku Ana. Aku tidak akan memaksamu untuk kembali denganku, aku tahu aku tidak pantas untuk bersamamu, aku sudah membuatmu menderita. Tapi percayalah aku masih sangat mencintaimu. Aku akan menebus semua kesalahanku. Aku akan membuatmu bahagia. Kita akan menikah dan hidup dengan bahagia. Apa kau masih mau menerimaku?” Ucap Aldwin berusaha meyakinkan  Ana. Terlihat air bening mengalir di pelupuk mata Aldwin. Ia merasa begitu sedih dan menyesal.


Ariana hanya bisa memejamkan matanya berusaha mengatur detak jantungnya yang berpacu dengan cepat. Ada kerinduan di hati Ana Kepada sosok pria yang saat ini ada di depannya. Namun, ia juga masih tidak bisa melupakan luka di hatinya yang ditorehkan oleh Aldwin.


“Aku akan menunggumu Ana. Sampai kapan pun perasaanku tidak akan pernah berubah. Aku masih Aldwin yang kamu kenal dulu. Aku masih sangat mencintai dan menyayangimu.”


Aldwin memeluk Ana dengan begitu erat seolah tidak ingin berpisah lagi. Ana juga membalas pelukan Aldwin  ada perasaan nyaman saat ia memeluk laki-laki yang sangat dirindukannya itu.  Aldwin menceritakan bagaimana ia bisa menemukan keberadaan Ana dan membawanya pergi dari mansion Nico.


Flashback On


Setelah kedua keluarga Aldwin dan Raeana memutuskan untuk kembali ke mansion mereka masing-masing setelah acara makan siang bersama. Aldwin dan Reana sudah sepakat untuk menyusun rencana agar perjodohannya dibatalkan. Reana sudah menyampaikan keputusannya untuk menolak perjodohan itu. Namun, orang tua Reana tetap pada ingin agar putrinnya itu menikah dengan Aldwin. Rea sudah berusaha meyakinkan orang tuanya. Ia tidak ingin menikah dengan laki-laki yang dicintai oleh sahabatnya.


Adwin dan Reana memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan mencari keberadaan Ariana.


Tidak sulit bagi Aldwin untuk mencari keberadaan Ana. Ia mengerahkan semua anak buahnya yang ada di Indonesia untuk mencari Ariana.


Tuutttt.... ponsel Aldwin berdering.


“Tuan saya sudah menemukan keberadaan nona Ariana. Saat ini nona Ana sedang berada di mansion Nico. Menurut informasi nona Ana akan menikah dengan Nico besok Tuan.” Ucap suara di seberang telefon yang tak lain adalah anak buah Aldwin.


“Sial, awasi terus Nico dan jangan biarkan pernikahan Nico dan Ana terjadi, lakukan apa yang aku perintahkan. Aku akan segera kembali ke Indonesia.” Ucap Aldwin dengan wajah kesal.


“Apa yang terjadi Aldwin? Apa Ana baik-baik saja.” Ucap Reana dengan wajah yang terlihat khwatir.


“Kita harus segera ke Indonesia untuk menjemput dan menolong Ana, aku harap kau bisa menemaniku dan membantuku menolong Ana.” Ucap Aldwin.


Aldwin dan Reana saat itu tengah berada di sebuah restoran. Ke duanya sudah menyusun rencana untuk menjemput dan menolong Ariana.


Aldwin dan Reana sudah menyusun rencana untuk berlibur ke Jerman walau sebenarnya mereka akan kembali ke Indonesia. Keduanya belum menemukan alasan yang tepat untuk membatalkan perjodohan mereka. Akhirnya mereka sepakat untuk berbohong kepada orang tua mereka masing-masing.

__ADS_1


Orang tua keduanya mempercayai bahwa kedua anak mereka akan pergi berlibur ke Jerman dan bisa saling mengenal dengan baik. Namun, ternyata itu hanya rencana Aldwin dan Reana.


Tepat di hari pernikahan Ariana dan Nico. Aldwin dan Reana sudah berada di Indonesia dan menyusun rencana untuk menolong Ariana dan membawanya pergi. Aldwin bersyukur karena ia belum terlambat menolong Ariana. Aldwin sudah menyusun rencana yang sangat matang dengan dibantu oleh Reana ia akan membebaskan Ariana dari tangan Nico yang terkenal kejam.


Aldwin, Reana dan beberapa anak buah mereka menuju mansion Nico yang sudah terlihat megah dengan dekorasi pengantin. Aldwin segera turun dari mobil Van berwarna hitam dengan penutup wajah agar tidak ada yang mengenalinya. Ia menyuruh anak buahnya untuk melakukan rencananya dan segera menolong Ariana. Saat Aldwin memasuki mansion Nico saat itu juga Nico dan Ariana tengah duduk dan mengucapkapkan janji suci pernikahan di depan penghulu. Namun belum sempat ucapan Ijab Qabul itu selesai Aldwin dan anak buahnya sudah menyerang mansion Nico dan Adwin menarik tangan Ariana dan membawanya masuk ke dalam mobil Van berwarna hitam dan melaju dengan kecepatan penuh meninggalkan mansion megah Nico.


Flasback Off


Di sinilah saat ini Ariana berada. Di sebuah mansion mewah milik Aldwin. Ia menatap Aldwin dengan perasaan bahagia. Ana bersyukur ia masih bisa bebas dari Nico laki-laki yang sudah menyiksanya selama ini.


“Aku akan membawamu ikut denganku ke London, aku tidak akan membiarkan Nico menangkapmu dan menyiksamu.” Ucap Aldwin lembut. Tangannya masih mengusap pucuk kepala Ana memberikan kehangatan dan kenyamanan kepada Ana.


“Tidak, aku tidak akan meninggalkan ibu, bagaimana kalau Nico melenyapkan ibuku, aku tidak punya siapa pun selain ibu, aku akan menemui ibu dan membawanya bersamaku.” Tanpa terasa air mata Ana kembali menetes di pipinya. Ia ingat ibunya masih berada di rumah sakit dan sangat membutuhkannya. Ia tidak akan tega meninggalkan ibunya seorang diri di tangan Nico.


“Aku akan menolong Bu Ella dan membebaskannya. Saat ini kau harus pergi jauh dari negara ini. Kau tahu Nico tidak akan membiarkanmu lolos kali ini. Ini demi kebaikanmu sayang. Aku akan melindungimu dari Nico. Malam ini kau akan berangkat ke London dengan seseorang.” Ucap Aldwin.


Ariana berpikir sejenak dan akhirnya ia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Aldwin.


Tak berapa lama kemudian.


Ceklek...


Tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka dan muncullah seorang perempuan yang sudah di kenal oleh Ariana.


Malam ini Ariana akan berangkat ke London dengan seseorang yang sudah di kenalnya.


Bersambunggg...


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR.


 


MAAF KAlAU KURANG MENARIK.


 


🙏🙏


 


 


 


 


 


 


 


  


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2