
Setelah peristiwa buruk yang menimpa Ariana yang hampir membunuhnya. Kondisi Ariana masih saja koma. Ia belum sadar sampai saat ini. Nico masih setia menjenguk Ariana berharap wanita itu segera sadar.
Saat ini Nico duduk di samping ranjang Ariana. Nico menatap sedih wajah gadis itu yang masih memejamkan matanya.
Ia menggenggam tangan Ariana denga erat. Entah mengapa hatinya begitu takut dan gelisah melihat Ariana belum sadarkan diri.
Nico masih mengingat jelas apa yang dikatakan oleh Andrew sebelum ia meninggal.
“Kau masih beruntung bisa hidup karena anjing peliharaanku itu sudah menolongmu, seharusnya aku membunuhmu tapi Bagaskara Wijaya sudah menolongmu dan ia berani menghianatiku demi menolong laki-laki kejam yang sudah menyiksa putrinya.” Nico masih begitu mengingat kata-kata terakhir dari Andrew. Kata –kata itu membuatnya tidak bisa tenang dan mengusik pikirannya akhir-akhir ini.
Ia berjanji akan mencari tahu kebenaran tentang peristiwa pembunuhan 20 tahu yang lalu. Sepertinya ia melewatkan sesuatu yang penting yang tidak diketahuinya.
“Aku yakin paman pasti tahu tentang peristiwa 20 tahun lalu, aku akan mencari tahu semuanya.” Gumam Nico.
Ia segera menuju mansionnya untuk menemui pamannya. Saat ini Nico berada di rumah sakit menjenguk Ariana yang belum sadarkan diri. Ia menyuruh anak buahnya untuk tetap mengawasi Ariana.
Setelah tiba di mansionya. Nico segera masuk dan mencari pamamnya. Ia akan bertanya langsung tentang peristiwa 20 tahun lalu.
Reynad yang terlihat sedang duduk di sofa segera saja Nico menghampiri pamannya dan ia langsung betanya.
“Aku yakin paman pasti mengetahui apa yang sebenarnya terjadi 20 tahun lalu? aku ingin paman menceritakan semua yang terjadi.” Tanya Nico.
“Apa lagi yang ingin kau ketahui Nico, semua sudah selesai, kau sudah membunuh orang yang melenyapkan orang tuamu, sebaiknya kau melupakan peristiwa 20 tahun lalu dan mulai hidup dengan baik dan sebaiknya kau tidak perlu peduli dengan wanita itu lagi.” Ujar Reynad.
“Tidak, semua ini belum selesai, aku yakin ada sesuatu yang paman sembunyikan dariku, aku mohon katakan yang sebenarnya paman.” Ucap Nico dengan lembut.
“Huffffff.” Reynad membuang nafasnya dengan kasar.
“Kau ingin tahu semua yang terjadi 20 tahun lalu, baiklah paman akan memberitahumu apa yang terjadi, ikutlah dengan paman!” Reynad dan Nico menuju ruangan kerja Reynad yang ada di mansionya.
Reynad segera masuk dan ia membuka leptopnya menunjukkan sebuah rekaman CCTV peristiwa 20 tahun lalu. Yang mengambil rekaman CCTV itu adalah Reynad, karena itu Nico tidak bisa menemukan rekaman CCTV pembunuhan orangtuanya 20 tahun lalu.
Nico menyimak rekaman itu dengan tatapan tajam. Ia tidak akan melewatkan setiap peristiwa yang terjadi. Walau hatinya begitu sakit melihat orang tuanya yang meninggal dengan tragis.
Di dalam rekaman itu terlihat Andrew yang menembak orang tua Nico dan bukan Bagaskara yang membunuh orang tua Nico. ia sudah salah paham dan menuduh bahwa pembunuh itu adalah Bagaskara.
Di dalam rekaman CCTV itu terlihat Bagaskara Wijaya menolong seorang anak laki-laki berusia 10 tahun. Dia adalah Nico kecil. Ia berhutang nyawa kepada Bagaskara yang sudah menolongnya. Andai saja Bagaskara tidak menolongnya tentu saja Nico sudah mati saat itu juga.
Deggggg….. Degggggggg….
Jantung Nico berdetak kencang saat melihat rekaman CCTV itu.
Ia menyesal sudah menuduh Bagaskara Wijaya sebagai seorang pembunuh dan sebenarnya Bagaskara lah yang sudah menyelamatkannya sehingga ia masih bisa hidup sampai saat ini.
Hatinya sakit mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Ia begitu menyesal saat mengetahui kebenarannya. Ia menyesal sudah menyiksa Ariana selama ini. Ia akan menebus semua kesalahan yang sudah ia lakukan kepada Ariana wanita yang tidak bersalah.
“Kenapa paman menutupi semua ini? Kenapa paman ingin agar aku menyiksa Ariana putri Bagaskara Wijaya?” Tanya Nico
“Paman melakukan semua ini karena paman membenci Bagaskara dia terlibat dalam peristiwa pembunuhan itu, kau tahu Bagaskara bekerja untuk Andrew dan dia adalah seorang mafia, dia adalah seorang mata-mata yang dikirim oleh mafia Yardies untuk membunuh keluarga Alexander, kau tidak boleh lemah dan memaafkan Bagaskara, putrinya pantas untuk mendapatkan semua penderitaan ini, kau harus tahu Nico bahwa Bagaskara adalah seorang penghianat dan ia pantas untuk mati.” Jawab Reynad.
__ADS_1
“Tidak, wanita itu tidak berasalah paman, ini bukan kesalahan Ariana, aku akan mengungkap apa yang sebenarnya sudah terjadi.” Nico meninggalkan mansion Reynad. Ia tidak puas terhadap apa yang pamannya katakan.
Ia akan mencari tahu sendiri kejadian sebenarnya. Nico memutuskan untuk kembali ke Indonesia bersama Aldo dengan jet pribadinya.
Setelah 16 jam perjalanan dengan jet pribadinya akhirnya Nico mendarat di mansion miliknya. Ia segera masuk dan terlihat bu Ella masih sibuk dengan pekerjaannya menjadi pelayan di mansion Nico.
Nico segera masuk ke dalam ruang kerjanya.
“Apa kau sudah mendapat informasi tentang panti asuhan di mana Bagaskara membawaku malam pembunuhan itu?” Tanya Nico kepada Aldo asistenya.
“Saya sudah mendapatkan alamat panti asuhan itu tuan, ini adalah alamat panti asuhan yang tuan cari.” Aldo memberikan selembar kertas berisi data panti asuhan tempatnya dulu.
Saat malam pembunuhan orang tua Nico. Bagaskara membawa Nico ke panti asuhan agar Nico aman dan tidak tertangkap oleh Andrew. Sampai akhirnya Reynad menjemput Nico ke panti Asuhan dan membawanya ke London.
“Panti asuhan Mutiara Kasih.”
“Hari ini kita akan ke panti asuhan itu, aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.” Ucap Nico.
Nico dan Aldo berangkat ke panti asuhan yang dimaksud. Tak berapa lama mereka sampai di alamat panti asuhan yang bangunannya terlihat begitu kecil dan hanya dihuni oleh beberapa anak dan sepasang suami istri yang menjadi penghuni panti asuhan itu.
“Permisi pak.” Ucap Aldo saat menemui pemilik panti itu.
“Mari silakan masuk tuan!” Ucap pria paruh baya itu. Mempersialakan Nico dan Aldo masuk ke dalam panti.
Dan disinilah Nico dan asistennya berada di ruang tamu panti asuhan tersebut.
“Ada apa tuan?” Tanya pria paruh baya itu.
Pak Antoni mengambil foto tersebut dan menatapnya. Ia mengangguk menandakan bahwa ia mengenal pria yang ada di dalam foto tersebut.
“Dia adalah Bagaskara, aku dan dia dulu berteman dekat. Dia sudah lama meninggal dunia, kenapa tuan ingin tahu tentang Bagaskara?" Tanya Anton.
“Apa bapak sudah tidak mengenalku? aku adalah Nico Alexander, apa paman ingat 20 tahun lalu ada seorang anak kecil berusia 10 tahun datang kepanti asuhan ini bersama seorang pria bernama Bagaskara Wijaya.” Ucap Nico.
Nico mengetahui tentang cerita masa kecilnya yang sempat tinggal di panti asuhan dari pamannya Reynad. Namun, ia mengetahui bahwa Bagaskara yang membawanya ke panti asuhan itu. Ia baru tahu saat ini dari pamannya.
Pemilik panti asuhan itu usianya hampir sama dengan usia Bagaskara Wijaya. Pria itu adalah sahabat dekat Bagaskara saat masih tinggal di panti asuhan dulu. Ia bernama pak Antoni pemilik panti asuhan tersebut. Dulu ayah Ariana adalah donator tetap di panti asuhan itu. Namun saat Bagaskara memutuskan untuk pergi jauh dari kota tersebut. Ia tidak pernah lagi berkomunikasi dengan sahabatnya itu.
Pak Antoni menatap dalam wajah Nico mencoba mengingat peristiwa 20 tahun lalu.
“Jadi kau adalah Nico, kau sudah hidup dengan baik Nak, bapak ingat saat dulu kau datang ke panti asuhan ini bersama Bagaskara. Saat itu kau tidak sadarkan diri dan Bagaskara menyuruhku untuk menjagamu dan melindungimu dan setelah itu ia pergi jauh dari kota ini. Ia hanya meninggalkan sebuah surat untukmu.” Ucap pak Antoni ia berjalan masuk ke dalam kamarnya mengambil surat yang di maksud dan memberikannya kepada Nico.
Deggg….
Jantung Nico berdetak lebih kencang dan darahnya berdesir. Ia membuka surat tersebut dan membacanya dengan cermat.
Maafkan paman Nak. Paman sangat menyanyangimu dan keluargamu. Paman tidak pernah merencanakan untuk melenyapkan orang tuamu, paman sudah menganggapmu sebagai putraku, maafkan paman karena terpaksa melakukan semua ini, paman tidak pernah ingin menghianatimu. Saat paman bertemu dengan William Alexander dan bekerja untuknya paman merasa mempunyai keluarga baru. Orang tuamu begitu baik kepadaku. Paman terpaksa melakukan semua ini paman tidak punya pilihan lain karena Andrew mengancam pamam. Suatu saat nanti paman yakin kau akan mengetahui semuanya Nak.
Hiduplah dengan baik. Jaga dirimu dan paman selalu mendoakanmu. Maafkan paman tidak bisa membawamu ikut bersama paman. Ini demi keselamatanmu paman yakin suatu hari nanti pamanmu (Reynad) akan menjemputmu.
__ADS_1
^^^Bagaskara Wijaya.^^^
Tangan Nico bergetar dan ia menjatuhkan selembar surat yang diberikan oleh Nico dan foto seorang pria yang merupakan foto Reynad.
“Maafkan bapak, karena tidak mencarimu dan memberikanmu surat ini, Bagaskara berpesan kepadaku agar aku memberikan surat ini. Tapi bapak tidak bisa menemukan keberadaan Nak dan bapak begitu bahagia kau datang ke panti asuhan ini.” Ucap pak Antoni.
“Apa yang sudah aku lakukan? Aku sudah menyakiti orang yang tidak bersalah orang yang sudah berjuang menyelamatkan nyawaku.” Batin Nico.
“Ketahuilah Nak, Bagaskara adalah orang yang sangat baik walau dia adalah mafia dia hanya terpaksa melakukan semua itu, dulu dia hanya tinggal di panti asuhan ini. Namun, keluarga Andrew mengangkatnya dan menjadikan Bagaskara asisten dari Andrew. Dulu Bagaskara pernah bercerita bahwa ia ingin setia dan bekerja untuk keluarga William Alexander. Namun, saat itu Andrew mengancamnya akan menlenyapkan istri dan anaknya karena itu ia tidak bisa berbuat apa pun.” Ucap pak Antoni lagi.
“Terima kasih bapak sudah menjagaku selama ini dengan baik, maafkan aku kerena baru mengetahui kebenarannya, aku akan menjadi donatur tetap panti asuhan ini, aku ingin menebus kesalahanku kepada pak Bagaskara, ini adalah bentuk terima kasihku untuk pak Bagaskara.” Ucap Nico.
Setelah itu Nico dan asistennya berpamitan kepada pak Antoni dan meninggalkan panti asuhan tersebut.
Nico sudah berada di dalam mobilnya bersiap kembali ke mansionya.
“Siaaalllllll, aku sudah melakukan kesalahan, apa yang aku lakukan aku tidak bisa memafkan diriku sendiri, kenapa aku baru mengetahui kebenarannya, kau tahu aku sudah menyiksa putri Bagaskara dan membuat hidup mereka menderita, aku akan menebus kesalahanku.” Ucap Nico kepada asistenya.
ia memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.
Saat ia tahu kebenarannya hatinya begitu sakit. Ia menyesal menyiksa Ariana dan membuat hidup wanita itu begitu menderita selama ini.
Bersambungggg…..
Like, Vote dan Komentar.
Terima kasih
🙏🙏🙏
__ADS_1