
Hari ini Nico dan Ana sibuk dengan rutinitas mereka masing-masing. Nico begitu fokus menatap layar leptop yang ada di depannya. Bebeberapa dokumen terlihat menumpuk di meja kerjanya yang harus segera ia tandatangani. Nico memang sosok pekerja keras dan tidak hanya ingin mengandalkan asistennya saja terutama mengenai perusahaan. Ia lebih memilih untuk menghendelnya sendiri.
"Tuan sebentar lagi kita akan ada meeting di Kafe X, Klien yang dari Jepang ingin bertemu dan membahas masalah kerja sama dengan perusahaannya." Ucap Aldo menyampaikan informasi kepada tuannya.
"Kita akan menemui mereka." Ucap Nico Nico.
Saat ini Nico tengah disibukkan dengan pembukaan anak cabang perusahaanya yang bergerak di bidang properti di beberapa negara dan kali ini Ia akan membuka cabang perusaahnnya di negara Jepang.
Nico sedang membaca laporan kerja sama dengan perusahaan dari Jepang dan sebentar lagi Ia akan mengadakan Meeeting, dan bertemu dengan para investor dari luar Negeri.
Nico dan juga Aldo sudah sampai di kafe X tempat di mana ia akan meeting dengan investor yang datang dari luar negeri.
"Selamat siang. Maaf membuat kalian menunggu." Sapa Nico dengan saling menjabat tangan kepada kliennya yang sudah menunggu mereka sejak tadi di salah satu ruangan VVIP kafe tersebut.
"Selamat siang juga tuan Nico, Tidak masalah, kami baru saja sampai." Balasnya.
"Apa Anda hanya datang sendiri?" Tanya Nico.
"Tentu saja tidak tuan Nico, kekasih sekaligus sekretaris saya sedang ada di toilet, sebentar lagi dia akan datang kemari." Ucap pria yang usianya berbeda tipis dengan Nico.
Pria yang Nico temui Dia adalah Tuan Zeynan salah satu pengusaha yang cukup terkenal di negara Jepang. Rencananya Ia akan bekerja sama dengan perusahaan Nico untuk membangun perusahan properti terbesar di Negara tersebut.
"Maaf sayang membuatmu menunggu." Ucap Wanita yang sudah membuka pintu ruangan dan berjalan begitu anggun dengan pakaian yang terlihat begitu seksi menampilkan paha dan kaki jenjang putih mulusnya.
"Tentu saja tidak masalah sayang, Duduklah!" Ucap Tuan Zeynan mempersilakan kekasihnya untuk duduk di sampingnya.
Degggggg....... Degggggg.......
Jantung Nico berpacu kencang dan kedua manik hitamnya membulat sempurna saat melihat wanita yang berdiri di depannya. Ke duanya saling menatap dengan tajam. Tatapan mata yang begitu mematikan menatap wanita yang saat ini duduk di depannya.
"Kalian saling mengenal." Tanya Zeynan yang sejak tadi memperhatikan keduanya saling menatap dengan tajam.
"Kami adalah man-."
"Kami tidak saling mengenal, Sepertinya saya hanya salah orang saja, Sebaiknya kita mulai membicarakan mengenai kerja sama ini." Ucap Nico segera memotong ucapan wanita yang ada di depannya.
Tuan Zeynan memberikan dokumen kerjasama kepada Nico dan Nico menerima dokumen tersebut dan membaca setiap isi dokumen itu dengan sangat teliti.
Wanita yang bersama Tuan Zeynan sejak tadi terus menatap Nico yang duduk saling berhadapan dengannya. Wanita itu meneguk segelas wine hingga tandas. Ia menatap intens wajah Nico.
"Apa tuan yakin akan menerima karjasama mereka? sepertinya ada yang tidak beres dengan mereka tuan, Sebaiknya tuan jangan menerima kerjasama yang mereka tawarkan." Ucap Aldo berbisik pelan agar orang yang ada di depannya tidak mendengar ucapannya.
"Mereka tidak akan berani macam-macam denganku." Ucap Nico begitu yakin.
"Kau sudah masuk dalam perangkapku Nico, aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah, Aku akan kembali memilikimu, kau aset yang berharga untukku dan aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah." Senyum menyeringai dari wanita tersebut.
Dia adalah Cycilia mantan kekasih Nico yang masih mengharapkan bisa mendapatkan pria yang ada di depannya. Cycilia adalah wanita di masa lalu Nico. Cycilia berprofesi sebagai model dan bertemu dengan Tuan Zeynan saat Ia sedang mengikuti fashion show di negara Jepang. Entah kebetulan atau tidak ia bertemu dengan pria tersebut yang juga memiliki tujuan yang sama dengannya yaitu pembalasan dendam kepada Nico. Cycilia memutuskan untuk berhenti menjadi model dan bekerja sebagai sekretaris dari Zey yang saat ini menjadi kekasihnya. Mereka tengah merencanakan sebuah Rencana besar untuk pembalasan dendam.
Setelah sepakat mengenai keuntungan yang ditawarkan oleh perusaah Tuan Zeynan, Nico menandatangani kontrak kerjasama dengan perusahaan tersebut.
"Aku harap Anda bisa profesional dalam bekerja Tuan Zeynan, aku ingin hasil yang terbaik dan jangan membuatku kecewa." Ucap Nico.
"Tenang saja tuan Nico, Aku tidak akan membuat anda kecewa." Ucap Zey.
"Sekretarisku akan menemui anda besok tuan, untuk membahas lebih lanjut mengenai kerjasama ini, Saya akan segera kembali ke Jepang untuk memantau pembangunan perusaahan yang ada di sana."
"Kau sudah masuk ke dalam perangkapku Nico, pembalasan dendam akan segera di mulai." Batin Zey dengan senyum menyeringai saat Nico sudah menandatangani kontrak kerjasama mereka.
Mereka saling berjabat tangan sebelum Nico meninggalkan tempat tersebut.
"Apa kau sudah siap dengan rencana ini?" Tanya Zey.
"Tentu saja, kita akan mencapai tujuan kita masing-masing, aku akan mendapatkan laki-laki itu dan kau bisa membalaskan dendammu, Tapi ingat jangan sakiti Nico biarkan dia tetap hidup." Ujar Cycilia memperingatkan Zeynan. Mereka mengangkat gelas yang berisi wine dan bersulang untuk merayakan kemenangan dari rencana mereka.
__ADS_1
Ia berhasil membuat Nico masuk ke dalam perangkapnya. Dan tinggal melaksanakan rencana selanjutnya.
"Aku tidak akan membunuhnya dengan mudah dia akan merasakan penderitaan dari keluargaku, aku akan membuatnya menderita sampai ia yang meminta kematiannya sendiri." Jawab Zey dengan tangannya mengepal menahan emosi yang sudah memuncak sejak melihat wajah Nico. Ia ingin menghabisi laki-laki itu saat itu juga. Tapi ia tidak melakukannya karena ia harus membalaskan dendamnya secara perlahan. Membunuh Nico tidak akan membuatnya puas.
"Apa Adikmu sudah kembali pulih? Dia akan memudahkan kita untuk menghancurkan Nico." Ucap Cycylia.
"Keadaannya masih tetap saja sama, aku tidak bisa membiarkan orang yang sudah membuat keluargaku hancur bahagia, aku akan membuatnya menderita." Ucap Zey.
"Semua ini karena Nico, aku akan membalaskan dendam ayahku, paman, dan juga adikku, aku tidak akan membiarkan laki-laki itu bahagia, Dia harus lenyap ditanganku, nyawa akan di balas dengan nyawa." Senyum Devil di bibir Zey.
Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Aku sudah berhasil menjebaknya, pembalasan dendam akan segara di mulai, Cepatlah sembuh dan bantu aku untuk membalaskan dendam keluarga kita." Ucap Zey melalui sambunga telepon dengan seseorang.
Ia menutup sambungan telepon tersebut dan tersenyum menyeringai.
...******...
Nico memutuskan untuk kembali ke perusahaannya setelah bertemu dengan klien dari luar negeri.
"Kau harus lebih berhati-hati dengan mereka, sepertinya ada yang tidak beres, Bagaimana wanita itu bisa mengenal Tuan Zeynan? apa benar mereka sepasang kekasih?" Pertanyaan yang membuat Nico semakin pusing.
"Aku akan terus menyelidiki mereka Tuan." Jawab Aldo.
"Kerja sama dengan perusahaan mereka akan sedikit sulit, Aku yakin wanita itu merencanakan sesuatu, Apa pun rencananya jangan biarkan wanita itu berhasil?" Ucap Nico.
"Baik tuan, saya akan lebih hati-hati dan terus mengawasi mereka." Jawab Aldo.
Bagi Nico kerjasama ini sangat penting dan bisa menguntungkan kedua perusahaan Walau ia tahu kerjasama ini ke depannya akan mengalami kesulitan kerena ia harus sering bertemu dengan Cycylia manta kekasihnya itu. Nico merasa bahwa Cycylia masih menyimpan perasaan kepadanya dari tatapan matanya saat mereka bertemu. Tapi hal itu tidak akan membuat Ia membuka hatinya lagi untuk wanita itu, Ia sudah mencintai wanita lain yang saat ini sudah menjadi istrinya.
***
Sementara itu, di rumah sakit tempat Ana bekerja ia baru saja selesai melakukan operasi kepada pasien penderita penyakit jantung. Ia bersip untuk pulang karena pekerjaannya sudah selesai.
Aldo sudah tiba dan menemui Ana. Ia mendapat perintah dari tuannya untuk menjemput Ana.
"Maaaf membuat nona menunggu, mari silahkan ikut dengan saya nona!" Ucap Aldo dengan menundukkan kepala memberi hormat dan membukakan pintu untuk Ana agar masuk ke dalam mobil.
"Apa tuannmu tidak menjemputku?" Tanya Ana sebelum masuk ke dalam mobil.
Pasalnya Nico sendiri yang berjanji akan menjemputnya ternyata ia malah tidak datang.
"Tuan sedang ada urusan nona." Jawab Aldo.
Mobil melajuh membelah jalanan ibukota yang cukup padat.
"Kau mau membawaku kemana?" Tanya Ana lagi yang melihat jalanan tidak menuju ke arah jalan pulang ke mansion Nico.
"Saya akan membawa nona bertemu dengan tuan." Jawab Aldo.
Mobil berhenti di salah satu hotel yang sangat terkenal di kota itu yang letaknya di dekat lautan. Menambah suasana romantis malam ini bagi seseorang yang ingin mengungkapkan perasaannya kepada wanita yang dicintainya. Nico tidak akan menyia-nyiakan kesempatan malam ini untuk menyatakan perasaanya kepada wanita yang ia cintai.
"Silakan ikut dengan saya nona!" Aldo membuka pintu mobil dan Ana turun dari mobil mengikuti langkah kaki Aldo berjalan masuk ke dalam hotel.
Tingggg....
Pintu lift terbuka, Ana dan Aldo keluar dan berjalan menuju sebuah kamar yang sudah Nico pesan sebelumnya.
"Silakan masuk dan bersiap-siap Nona." Aldo membuka pintu kamar hotel agar nonanya bisa masuk ke dalam kamar.
"Apa tuanmu itu ada di dalam? Apa kalian ingin memberiku kejutan?" Ana melihat Asisten suaminya dengan penuh tanya.
"Nona akan segera mengetahuinya, aku akan menunggu di bawah, Nona bisa menghubungiku saat nona sudah siap, Dandanlah yang sangat cantik nona!" Ucap Aldo dan membungkukkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Ana yang sudah masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Sementara itu, Nico sudah bersiap dengan Jaz yang begitu mewah, Ia terlihat begitu tampan dan bersinar. Apa pun yang Nico gunakan akan selalu terlihat tampan karena ia memang sudah tampan sejak lahir.
"Selamat datang Nona, saya akan membantu anda bersiap, mari silahkan ikut kami!" Dua Pelayan wanita menyambut Ana dengan begitu ramah. Nico sudah memerintahkan pelayan untuk membantu istrinya bersiap.
Ana mengikuti langkah kaki pelayan wanita menuju kamar mandi. Pelayan itu membantu Ana bersiap. Ia menggosok punggung Ana dan memberikan pijatan agar tubuhnya rileks. Setelah selesai Ana menatap Gaun berwarna putih dengan lengan yang sedikit terbuka berada di atas kasur yang terlihat begitu cantik dan anggun ketika Ana memakainya.
"Nona terlihat cantik dan sempurna." Ucap pelayan yang membantu Ana bersiap.
"Terima kasih."
Setelah bersiap Ana dan Aldo menuju ke tempat di mana Nico menunggu mereka. Aldo hanya mengantar Ana menenui tuannya dan setelah sampai Ia kembali ke hotel dan tidak ingin mengganggu ke dua pasangan itu.
Deggg.... Degggg......
Jantung Ana berpacu kenjang saat ia melihat pemandangan yang begitu indah. Nico sudah berdiri dan menyambut Ana yang berjalan menuju ke arahnya.
"Selamat datang sayang." Sapa Nico dan mengulurkan tangan menyambut Ana dan Ana menerima uluran tangan Nico yang menyambutnya dengan seyum yang tak pernah surut dari wajahnya.
Ana mengedarkan pandangannya melihat dua kursi dan sebuah meja yang di beri lilin dan juga beberapa hidangan lezat tersaji di atas meja, Ia menatap sekeliling yang di penuhi bunga dan lilin yang menambah keindahan dan kesan yang begitu romantis.
Di sinilah Nico dan Ana akan makan malam romantis.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Nico.
Ana mengangguk dan tersenyum manis. Nico menarik kursi dan mempersilahkan Ana untuk duduk. Ia menikmati makan malam dengan di iringi oleh beberapa pemain biola yang memainkan musik dengan begitu merdu menambah sayhdu malam ini.
Nico menepuk tangannya memberi kode untuk memberi kejutan selanjutnya kepada Ana, Kejutan yang begitu penting malam ini.
Beberapa menit kemudian langit sudah di hiasi dengan kembang api yang bertuliskan.
'I LOVE YOU ARIANA ANASTASYA'
Ana menatap langit yang dihiasi oleh kembang api dengan tulisan yang begitu indah. Matanya berkaca-kaca dengan kejutan yang begitu indah malam ini.
Nico duduk bertumpuh dengan satu lututnya menghadap kepada Ana. Ia memberi sebuah buket bunga mawar merah yang begitu indah dilihat. Ana menatap bunga mawar itu dengan tersenyum perasaanya benar-benar bahagia.
"Aku tahu aku bukan laki-laki yang sempurna, aku sudah membuatmu menderita di masa lalu dan izinkan aku untuk menebus semua kesalahan itu dengan memberimu setiap saat cinta dan kasih sayang, aku ingin hidup bersamamu hingga kita menua bersama dengan keluarga kecil kita, Terima kasih sudah menerimaku menjadi suamimu sayang, Aku berjanji tidak akan menyakitimu dan meninggalkanmu, Aku mencintaimu istriku sayang." Ucap Nico dengan begitu lembut.
Hati Ana begitu berbunga dan merasa bahagia dengan ungkapan cinta dari suaminya. Akhirnya ia bisa mengetahui bahwa Nico mencintainya.
Ana terpukau dengan kejutan yang Nico berikan malam ini. Jantungnya sudah berdetak tak karuan. Ke dua manik hitamnya menatap Nico begitu dalam mencari kebohongan dari apa yang ia katakan. Namun Ana hanya melihat ketulusan dan kejujuran di mata laki-laki yang ada di hadapannya ini.
"Apa pun alasan dari pernikahan kita, aku akan tetap mencintaimu sejak dulu dan sampai kapan pun, perasaanku tidak akan berubah Ana, Aku mencintaimu dan akan tetap mencintaimu sampai maut memisahkan kita." Nico menggenggam tangan Ana dan menciumnya.
"Aku tahu kau belum bisa memafkanku dan mencintaiku Ana, aku akan menunggu sampai kau siap membuka hatimu dan mencintaiku, Aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku." Ucap Nico yang sudah berdiri di di depan Ana memeluknya denga erat dan mengusap rambutnya dengan lembut.
Angin malam yang berhembus dengan pelan dan Suara ombak yang berkejar-kejaran seolah menjadi saksi dari ungkapan cinta seorang Nico Alexander. Malam yang begitu indah bagi keduanya dengan menyalurkan perasaan masing-masing.
"Ma-maafkan aku, aku-" Ucap Ana dengan terbata dan tidak bisa melanjutkan perkataannya saat Nico sudah mencium bibirnya dengan lembut.
Nico seakan tahu apa yang akan Ana katakan dan Ia belum siap jika Ana menolaknya.
Bersambung....
Like, Vote dan Komentar.
Novel ini akan tetap Author lanjutkan sampai tamat.
Author tidak akan mengecewakan kalian yang sudah setia membaca novelku ini.
Author ucapkan terima kasih buat kalian yang sudah memberi dukungan kepada Novelku ini.
__ADS_1
šš