
Beberapa minggu melakukan penyelidikan tentang orang yang ada di dalam foto dan dokumen yang di berikan oleh Nico. Akhirnya Aldo mendapat petunjuk tentang pelaku pembunuhan orang tua Nico. Pak Bagaskara adalah orang yang kemungkinan terlibat dalam peristiwa pembunuhan itu. Keterlibatan Pak Bagaskara pada peristiwa pembunuhan itu belum mampu di buktikan. Namun, Aldo mendapatkan petunjuk bahwa pak Bagaskara adalah sahabat dari William Alexander orang tua Nico. Mereka adalah sahabat semasa kuliah. Tapi, ada satu orang yang ada di dalam foto tersebut yang belum bisa ia ungkap mengenai data dirinya. Sepertinya orang tersebut menyembunyikan rapat mengenai data dirinya. Ia bukanlah orang biasa. Ia adalah orang yang cerdas dan berkuasa. Informasi tentang dirinya benar-benar tidak ada.
Aldo sudah memeriksa kamera CCTV tempat peristiwa pembunuhan 20 tahun yang lalu. Sepertinya tidak ada rekaman CCTV di tempat kejadian pembunuhan itu. Semua bukti sepertinya lenyap begitu saja. Tidak ada petunjuk yang bisa didapatkan di tempat peristiwa pembunuhan orang tua Nico. Pelaku pembunuhan orang tua Nico bukanlah orang biasa yang mudah tertangkap.
Aldo menelefon Nico yang masih sibuk bekerja di perusahaannya. Ia ingin melaporkan mengenai hasil penyelidikannya. Tak berapa lama telepon pun tersambung.
“Hallo Tuan., sebaiknya tuan ke markas, saya sudah mendapatkan bukti tentang pelaku pembunuhan nyonya dan Tuan besar.”
“Baik.”
Nico segera berlalu dari perusahaannya menuju markas dengan mengendarai mobil mewah miliknya dan diikuti beberapa pengawalnya. Setelah beberapa menit akhirnya Nico sampai di markasnya dan langsung masuk ke dalam markas tersebut.
Nico menuju ruangan khusus di markas itu, Aldo segera menghampiri Nico untuk menyampaikan hasil penyelidikannya.
“Katakan apa hasil penyelidikanmu”. Perintah Nico.
“Saya sudah menyelidiki tentang foto dan dokumen yang Tuan berikan, orang yang ada di dalam foto itu adalah sahabat dari Tuan William, mereka adalah rekan bisnis, tapi sepertinya hubungan mereka kurang baik, dokumen itu adalah bukti penggelapan dana perusahaan yang dilakukan oleh rekan bisnis Tuan William, pembunuhan yang terjadi kepada Tuan dan nyonya sepertinya sudah direncanakan oleh orang yang ada di dalam foto itu Tuan.” Aldo menjelaskan hasil penyelidikannya kepada Nico dan memberikan beberapa lembar kertas hasil penyelidikannya.
Nico mengambil kertas yang diberikan oleh Aldo, ia menatap lembar demi lembar kertas tersebut. Tangannya mengepal terlihat raut wajah yang dipenuhi kebencian. Ia meremas kertas itu dan melemparnya ke sembarang arah.
“Apa yang harus kita lakukan Tuan, orang yang ada di dalam foto itu sudah meninggal dan laki-laki yang satunya lagi tidak ada informasi mengenai dirinya, sepertinya laki-laki itu menutup rapat-rapat informasi mengenai dirinya, sepertinya laki-laki itu adalah orang yang hebat dan berkuasa.” Tutur Aldo.
“Kau harus berusaha mendapatkan data diri laki-laki itu bagaimanapun caranya, dan aku ingin anak dari laki-laki yang ada di dalam foto itu, tangkap gadis itu dan bawah ke hadapanku sekarang juga.” Perintah Nico dengan raut wajah menahan amarahnya.
Beberapa anak buah Nico keluar dari markas tersebut menuju ke rumah kontrakan Ariana dengan mengendarai mobil hitam melaju meninggalkan markas yang berada di tengah hutan.
................
Di sebuah restoran yang cukup ramai, Terlihat seorang gadis yang sibuk melayani para pengunjung yang datang. Tiba-tiba seseorang memanggilnya.
“Ariana.., Suara yang terdengar tidak asing di telinga Ariana. Ia segera menoleh ke sumber suara dan melihat seorang wanita yang tengah duduk di pojok restoran itu. Ariana segera menghampiri orang yang memanggilnnya dan ternyata ia adalah sahabatnya.
“Reana, kau ada di sini, bagaimana kabarmu.” Tanya Ariana dengan raut wajah bahagia. Ia merasa begitu senang bisa bertemu dengan sahabatnya ini. Selama ini ia jarang berkomunikasi karena kesibukan masing-masing.
“Kabarku baik, aku menemuimu di rumahmu, tapi sepertinya kamu sudah tidak tinggal di sana lagi, oh yah sekarang kamu tinggal di mana, dan bagaimana kabarmu, kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini.” Tanya Reana.
“Sekarang aku tinggal di kontrakan Rea, aku sudah tidak tinggal di rumah lagi. Rumah itu sudah sudah di ambil oleh para rentenir untuk melunasi hutang keluargaku, dan kabarku juga baik.” Jawab Ariana dengan wajah yang tampak sedih.
“Maaaf yah, aku tidak bermaksud membuatmu sedih, apa sekarang kamu bekerja di restoran ini.?” Tanya Reana lagi.
“Tidak apa-apa Rea, iyya sekarang aku bekerja di restoran ini, aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan di rumah sakit lagi, sebenarnya aku begitu ingin menjadi dokter seperti dulu tapi saat ini rasanya begitu sulit.”
“Kamu harus kuat Ana, aku yakin kamu pasti bisa meraih impianmu dan melewati semua masalah yang terjadi, oh yah apa kamu tahu tentang keberadaan Aldwin.” Reana mencoba menguatkan sahabatnya itu, ia memegang tangan Ariana memberinya semangat agar tidak bersedih lagi.
__ADS_1
“Terimah kasih, aku sudah mencari Aldwin ke rumahnya, tapi dia pergi ke luar negeri dan meninggalkan aku sendiri.” Tanpa terasa bulir air mata jatuh di pipi Ariana.
“Sebaiknya kamu lupakan Aldwin, aku yakin kamu pasti bisa menemukan laki-laki yang lebih baik darinya, oh yah Ana ada yang ingin aku sampaikan, aku akan pindah ke luar negeri, aku dan keluargaku akan menetap di sana, aku di jodohkan dengan anak rekan bisnis ayahku yang ada di London.” Tutur Reana.
Dengan raut wajah yang terlihat sedih, Ariana mencoba tetap tersenyum.
“Aku turut bahagia, selamat yah Rea, semoga kalian berjodoh, apa kita tidak akan bertemu lagi?, kapan kamu akan berangkat.?” Tanya Ariana. ia tidak bisa menyembunyikan raut wajah sedihnya, ia kembali lagi harus kehilangan orang-orang terdekatnya, ayah, Aldwin dan sekarang Reana sahabat yang begitu dekat dengannya juga akan meninggalkannya.
“Besok aku akan berangkat, jangan sedih Ana kita masih bisa berkomunikasi melalu pesan dan telefon.” Reana mencoba menghibur sahabatnya itu.
“Aku harus pulang untuk berkemas, kamu harus kuat dan tetap semangat yah Ana.” Akhirnya mereka berdua saling berpelukan. Reana keluar dari restoran itu dan Ariana kembali bekerja seperti biasanya karena waktu istirahat sudah selesai.
Hari ini tepat satu bulan Ariana bekerja di restoran itu dan ia harus membayar ganti rugi kepada Nico Alexander. Namun, uang yang ia kumpulkan tidak akan cukup untuk membayar ganti rugi kepada laki-laki itu. Ia mendapatkan gaji pertamanya tang hanya cukup untuk membayar sewa kontrakan dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berdua.
Menjelang sore hari Ariana bersiap untuk pulang dengan mengendarai ojek Online Ariana tiba di rumah kontrakannya dan segera masuk untuk beristirahat. Hari ini ia begitu lelah dengan pekerjaannya. Ia ingin mandi dan segera istirahat.
Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan kontrakan Ariana. Seprtinya itu utusan dari Nico. Seorang pria turun dari mobil itu yang tak lain adalah Aldo sang asisten.
Tookk...Tokkk....
“Ada apa yah pak, bapak siapa dan ada urusan apa dengan kami.?” Tanya bu Ella. Ia mempersilahkan seorang pria yang terlihat begitu rapi dengan setelan jas hitam. Ia adalah Aldo asisten Nico.
“Kami adalah utusan dari pak Nico Alexander, kami diperintahkan untuk membawa nona Ariana.” Jawab Aldo.
“Ada apa yah pak, apa anak saya melakukan kesalahan.?” Tanya bu Ella lagi dengan raut wajah khwatir.
“Tidak ada masalah apa pun bu, Tuan Nico hanya ada urusan sedikit dengan anak ibu, oh yah di mana nona Ariana kami harus segera membawanya untuk bertemu dengan Tuan Nico.”
“Tunggu sebentar yah pak, saya akan memanggilnya dia ada di kamar baru saja kembali dari bekerja.” Bu Ella segera berlalu meninggalkan beberapa orang di ruang keluarga itu. Ia menuju kamar putrinya dan mengetuk pintu kamar Ariana. Tak berapa lama pintu kamar itu pun terbuka. Bu Ella segera masuk dan berbicara dengan Ariana di dalam kamar.
“Ada orang yang mencarimu nak, sepertinya mereka orang penting, mereka menunggu di ruang tamu.” Ucap bu Ella.
Ariana tidak menjawab pertanyaan ibunya ia segera menuju ruang tamu untuk menemui orang tersebut.
Degggg..... Deeegggg...
Jantung Ariana kembali berdetak kencang saat melihat beberapa orang yang menunggu di ruangan itu.
__ADS_1
Bu Ella dan Ariana segera menemui orang yang berada di ruangan itu.
“Ada apa kalian kemari.” Ariana menghampiri Aldo yang sedang duduk di kursi tamu itu.
“Sebaiknya nona ikut kami sekarang juga, ini perintah dari Tuan Nico.” Aldo menjelaskan maksud kedatangannya.
“Baik, saya akan ikut kalian, sebaiknya kalian tunggu di luar aku akan segera menyusul kalian, aku harus bersiap-siap dulu.”
“Baik nona, sebaiknya anda cepat karena Tuan Nico tidak suka menunggu.” Aldo keluar dari rumah kontrakan Ariana dan menunggunya di mobil.
Ariana menjelaskan kepada bu Ella dan mencoba meyakinkan kepada ibunya agar tidak perlu khawatir. Setelah bu Ella mengizinkannya untuk pergi. Ariana segera ke kamar untuk bersiap-siap dan mengambil uang yang di dapatnya di restoran tempa ia bekerja. Setelah siap Ariana mencium punggung tangan ibunya dan berpamitan.
“Hati-hati yah,, Nak.” Bu Ella memeluk putrinya. Sepertinya ia memiliki firasat buruk. Wajahnya terlihat begitu cemas dan khawatir.
“Iyya bu, aku tidak akan lama.” Ucap Ariana. Kemudian ia keluar dari rumah kontrakannya menuju mobil hitam milik anak buah Nico.
Setelah Ariana masuk ke dalam mobil tersebut. Mobil itu pun segera melaju menuju markas Nico yang berada di tengah hutan. Sepanjang perjalanan Ariana hanya bisa berdoa dalam hatinya.
“Tuhan, semoga tidak terjadi hal buruk kepadaku, lindungi aku dari orang-orang ini.” Batin Ariana.
Ia tetap mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja dan tidak akan ada masalah yang menimpanya. Perasaannya begitu takut sebab ia belum mengumpulkan uang ganti rugi yang harus di bayarnya kepada Nico.
Setelah beberapa menit mobil yang membawa Ariana tiba di markas Nico yang berada di tengah hutan. Ariana turun dari mobil hitam itu dengan Aldo yang membawanya masuk ke dalam markas Nico dan mengantarnya di ruangan khusus yang ada di markas tersebut.
Deggggg..... Degggggg......
Jantung Ariana kembali berpacu dengan begitu keras. Kali ini perasaannya benar-benar takut dan tubuhnya di penuhi keringat dingin. Ini merupakan kedua kalinya ia bertemu langsung dengan Nico laki-laki menyebalkan menurut Ariana.
Apa yang terjadi kepada Ariana selanjutnya yah....????
BERSAMBUNG....
LIKE, VOTE DAN KOMENTAR
SEHAT SELALU PARA READERS Q
__ADS_1
🙏😊😊😀