Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 82 : Bulan Madu


__ADS_3

(Bacanya di malam hari aja yah. Ada adegan dewasa nih jadi harap bijak yah)


Paris memang memiliki pesona tersendiri sebagai destinasi wisata. Tak hanya indah, kota ini juga menawarkan nuansa romantis. Sebanyak 40 juta turis mancanegara datang ke Paris setiap tahunnya, sebagian besar merupakan pasangan yang sedang berbulan madu. Begitu juga dengan Rea dan Aldo mereka sudah berada di negara tersebut tentu saja untuk berbulan madu. Hadian paket bulan madu ke Paris adalah hadiah dari Nico dan Ana. Mereka tinggal di salah satu hotel mewah yang menghadap langsung dengan menara Eiffel. Saat malam hari pemandangan tempat mereka berada akan terlihat sangat indah.


Sudah dua hari mereka berada di negara tersebut. Aldo dan Rea belum juga puas menikmati keindahan kota Paris.


Hari ini Aldo sangat bahagia, Ia sudah menyiapkan kejutan untuk Rea. Ia ingin agar malam ini menjadi malam yang indah dan spesial untuk mereka berdua. Malam yang tak akan pernah bisa mereka lupakan.


"Sayang kau ingin membawaku kemana." Ucap Rea saat ke dua matanya tertutup kain hitam dan Aldo berada di sampingnya menuntun Rea berjalan ke tempat di mana ia menyiapkan kejutan.


Malam ini Aldo sudah menyiapkan dinner Romantis di balkon Kamar hotel mereka. Sajian sudah tertata rapi di meja. Lilin-lilin menampakan cahaya indah menambah kesan romantis dan sebuket bunga mawar merah sudah Ia siapkan. Malam ini Ia ingin mengajak Rea berdansa dan menikmati susana yang begitu indah.


"Sekarang bukalah matamu sayang." Bisik Aldo dan Ia membuka penutup mata Rea.


"Ini sangat indah sayang" Ucapnya.


"Apa kau menyukainya?" Tanya Aldo sambil menyerahkan buket bunga mawar untuk Rea.


"Selamat ulang tahun sayang." Ucapnya lagi sambil berlutut di depan istrinya.


"Sayang kau--." Matanya berkaca-baka dan merasa terharu dengan kejutan indah yang Sudah suaminya siapkan. Ia mengambil buket bunga yang ada di tangan Aldo dan memeluk suminya dengan erat. "Terima kasih sayang." Ucapnya lagi. Aldo mengajak Rea untuk makan malam bersama. Mereka pun makan dengan lahap dan merasa begitu bahagia.


"Makanlah dengan banyak sayang, malam ini kau harus memiliki tenaga ekstra untuk bertempur." Ucap Aldo dengan senyum tipisnya.


"Sayang, aku sudah kenyang, memangnya akan ada perrempuran apa sayang." Ucapnya bingung membuat Aldo semakin gemas dengan istrinya yang wajahnya terlihat sangat lucu.


"Peffftttthhhh..." Aldo sebisa mungkin menahan tawanya. Istrinya benar-benar polos dan belum juga memahami tentang pertempuran yang Ia maksud.


"Sudahlah sayang, sebaiknya kita makan saja dan aku mempunyai kejutan lain untukmu." Ucap Aldo.


"Baiklah sayang."


Mereka sudah selesai menikmati makan malam. Aldo kemudian mengajak istrinya untuk berdansa.


"Mau kah kau berdansa denganku sayang." Ucap Aldo mengulurkan tangannya dan Rea menyambut ukuran tangan Rea dan mengalungkan tangannya di leher suaminya.

__ADS_1


Aldo memegang pinggang Rea dan mereka berdansa menikmati alunan musik yang indah.


Aldo menatap wajah Cantik istrinya. Hasratnya semakin tinggi saat melihat bibir mungil yang menggemaskan. Ia mencium bibir istrinya dan Rea juga membalas ciuman dari suaminya. Bibir mereka saling menyatu. Terdengar suara decapan. Lidah mereka saling membelit. Aldo menyusuri setiap rongga mulut istrinya. Mereka saling bertukar saliva.


"Sayang... Ehmmppp..." Rea merasa tersengal dan sulit bernafas. Aldo melepaskan pangutannya. Ia tahu istrinya itu belum terbiasa berciuman. Bahkan Aldo merasa bahwa istrinya itu masih begitu kaku ketika berciuman.


"Sayang, apa aku boleh melakukannya?" Tanya Aldo dengan penuh harap.


Rea menunduk dan hanya bisa mengangguk pelan. Walau Ia masih takut melakukan hubungan suami istri. Namun, Ini sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri. Tak menunggu lama lagi Aldo segera menggendong tubuh istrinya dan membaringkannya pelan di ranjang mereka. Aldo kemudian menindih tubuh istrinya. Ia kembali mencium bibir tipis yang membuatnya candu.


Semakin lama ciuman itu semakin menuntun dan turun ke leher jenjang istrinya. Ia meninggalkan bekas kemerahan di leher jenjang putih mulusnya.


"Sayang.. Aku takut." Ucap Rea dengan lirih.


"Aku akan melakukannya dengan lembut sayang... awalnya akan sedikit sakit dan setelahnya kau akan menikmatinya hemmm."


"Kenapa kau tahu begitu banyak sayang, apa jangan-jangan kau pernah melalukan sebelumnya?" Tanya Rea penuh curiga.


"Tentu saja tidak sayang, ini adalah pertama kalinya untukku, aku hanya banyak belajar saja dan ini sudah menjadi naluri seorang laki-laki normal." Terang Aldo.


Walau seberanya Ia juga tidak mengetahui bahyak tentang masalah berhubungan seprti itu. Beberapa hari ini Ia banyak belajar melalui Video yang menampilkan adegan dewasa.


Rea menggelinjang dan merasa aneh dejgab tubuhnya. "Sayang apa kau sudah siap?" Tanya Aldo.


Suara de*** hab, erangan dan decapan terdengar mengisi ruangan kamar mereka. Aldo memasukkan benda pusakanya kedalam gawang milik istrinya yang terasa sempit itu.


"Akkhhhhh.... Sakit Al, kau menyakitiku." Lirihnya. Kuku jarinya yang lentik melukai punggung Aldo dan meninggalkan bekar cakaran. Aldo tak merasakan sakit sama sekali Ia hanya merasakan kenikmatan yang tiada duanya.


Aldo semakin memompa dan memasukan benda pusakanya semakin dalam. Aldo benar-benar menikmatinya sensasi yang luar biasa. Penjebolan gawang pun terjadi. Sesuatu yang panas menyembur ke dalam rahim istrinya. Aldo sudah mencapai puncaknya. Tubuh Rea begitu sakit dan peluh membanjiri keningnya. Ia merasa seluruh tulangnya remuk.


"Ini benar-benar sakit, apanya yang nikmat? aku hanya merasakan sakit di sekujur tubuhku." Gumannya meringis kesakitan.


"Aku harap pembibitanku kali ini akan berhasil dan secepatnya kau akan mengandung benih di dalam rahimmu sayang." Batinnya mengecup perut rata istrinya dan mengusapnya dengan pelan.


"Maafkan aku sayang, aku membuatmu kesakitan." Ucapnya kemudian Ia menyelimuti tubuh istrinya, mencium kening dan juga mengusap pucuk kepala istrinya. Ia kemudian memeluk dan membenamkan wajah istrinya ke dada bidangnya. Mereka berdua tertidur dengan lelap setelah mengarungi indahnya surga dunia. Mereka sudah berada di alam mimpi.

__ADS_1


...*******...


Di belahan negara lain, Sepasang suami istri baru saja melakukan pemyatuan yang Indah di pagi hari.


"Istirahatlah sayang dan jangan kemanapun, aku harus berangakat ke perusahaan." Ucap Nico mencium pucuk kepala istrinya.


"Hemmm." Ucap Ana masih enggan untuk membuka matanya.


Nico kemudian bersiap dan akan berangakat ke perusahaannya untuk mengurus beberapa Hal. Ia membiarkan istrinya tertidur karena Ia tahu Ana sangat lelah.


Hari ini Ia akan mengadakan meeting dengan Perusahaan Aldwin. Ia ingin membahas masalah kerja sama dengan perusahaan tersebut.


Mereka akan mengadakan meeting di salah satu restoran. Nico tiba lebih dulu dan tak lama kemudian Aldwin juga tiba. Mereka saling berjabat tangan. Mereka memesan makanan untuk sarapan. Keduanya terlihat serius membahas proyek kerjasama kedua perusahaan.


Selesai meeting Aldwin dan Nico berbincang-bincang santai. Keduanya terlihat sangat akrab. Mereka menimati segelas wine dan merayakan kerja sama antara keduanya.


"Apa aku bisa berbicara masalah pribadi denganmu?" Tanya Aldwin.


Aldwin ingin mengutarakan niatnya untuk melamar dokter Zena kepada Nico.


"Dua hari lagi aku akan datang ke mansion mu untuk melamar adikmu secara resmi, Aku harap kau mau merestuiku untuk menikah dengannya secepatnya, apa kau memberiku Restu tuan Alexander?"


"Aku tunggu kedatanganmu tuan Aldwin. Aku harap kau bisa membuktikan ucapanmu, Aku tidak punya hak untuk menolakmu jika adikku menyukaimu." Ucap Nico.


D9kter


"Secepatnyan kalain menikah itu akan lebih baik." Terang Nico.


"Baiklah, Terima kasih sudah merestuiku." Ucap Aldwin penuh keyakinan.


"Tentu saja, aku akan menunggu kedatanganmu tuan Aldwin."


Mereka kembali keperusahaan masing-masing. Aldwin sudah melamar dokter Zena beberapa hari yang lalu dan tentu saja dokter Zena menerima lamaran Aldwin dan kali ini Aldwin akan datang untuk melamar dokter Zena secara resmi.


Dokter Zena juga sudah mengatakan kepada Nico dan juga dokter Zera kakak kandungnya bahwa Aldwin akan melamarnya secepatnya dan tentu saja rencana lamaran Aldwin disambut baik oleh keluarga dokter Zena.

__ADS_1


Bersambung....


Bentar lagi Aldwin dan dokter Zena bakalan Nikah nih.


__ADS_2