
Setelah penyataan cinta Nico waktu itu hubungan ke duanya semakin membaik, Ana sedikit demi sedikit mulai membuka hati untuk Nico. Ia tidak lagi merasa canggung dengan kehadiran suaminya. Mereka bahkan sudah tidur bersama walau mereka belum melakukan hubungan selayaknya suami istri.
Hari ini Ana sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya. Ia melaksanakan tugas sebagai seorang istri dengan baik. Ana sadar kalau Ia sudah menjadi istri dari Nico dan Ia akan melayani suaminya itu.
Mereka sarapan bersama dengan tenang. Bu Ella ikut sarapan bersama anak dan menantunya. Bu Ella tahu hubungan anak dan menantunya itu sudah lebih baik.
"Ibu senang hubungan kalian sudah lebih baik, Terima kasih Nak Nico sudah membuat putri ibu bahagia. Ibu ingin kalian menjadi orang tua, ibu yakin kalian akan menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kalian nanti." Ucap Bu Ella dengan tersenyum.
"Uhukkk... Uhukkkk...." Ana tersedak dan membuatnya terbatuk saat mendengar ucapan ibunya.
Nico segera memberikan segelas air putih miliknya. Ana mengambilnya dan segera meminumnya.
"Pelan-pelan, kau bisa tersedak lagi." Ucap Nico lembut.
"Ibu, kami sudah sepakat untuk menunda mempunyai anak, aku masih ingin fokus bekerja dan ibu tahu pekerjaanku tidak mudah, aku takut tidak bisa menjadi ibu yang baik." Ucap Ana mencari alasan. Entah mengapa membahas soal Anak membuat Ana menjadi sensitif. Ia hanya belum siap jika harus hamil dan mengandung Anak Nico. Ia bukannya membenci suaminya itu. Ia hanya belum mencintainya. Walau sebenarnya Ana tahu suaminya juga menginginkan hal yang sama dengan ibunya yaitu seorang anak.
"Kami perlu waktu bu, aku tidak ingin membebani istriku mengenai anak, aku akan menunggu sampai Ana siap." Nico memotong pembicaraan ibu dan anak itu.
"Ibu mengerti Nak menjadi orang tua itu tidak lah mudah dan butuh tanggung jawab yang besar, ibu hanya ingin melihat cucu ibu di usia ibu yang sudah tua ini." Ucap bu Ella lagi dengan raut wajah sedih.
"Maafkan Ana bu." Ana seakan memahami perasaan dan keinginan ibunya. Dan ia merasa menjadi anak yang tidak bisa mengabulkan keinginan ibunya itu.
Nico dan Ana diam dan tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Membahas masalah anak masih menjadi pembahasan yang sensitif bagi pasangan yang baru saja menikah itu.
Selesai sarapan mereka berangkat bersama. Nico mengantar Ana ke rumah sakit. Setelah mengantar Ana Nico berangkat ke perusahaanya.
Hari ini Nico terlihat sibuk menandatangani beberapa dokumen.
"Malam ini tuan Zeynan mengundang tuan untuk minum bersama sebelum kembali ke Jepang." Ucap Aldo menyampaikan informasi.
Huffff..... Nico menghela nafasnya kasar. Ia merasa tidak nyaman jika harus berurusan dengan wanita itu lagi. Baginya berurusan dengan Zeynan berarti juga berurusan dengan mantan kekasihnya itu.
"Baiklah, malam ini kita akan bertemu dengannya."
Matahari sudah kembali ke peraduannya. Menandakan waktu sudah berganti malam. Ana yang sudah selesai bekerja di rumah sakit memutuskan untuk kembali lebih awal. Malam ini ia ingin makan malam bersama suaminya. Ia ingin belajar membuka hati untuk Nico.
"Apa kau bisa pulang lebih cepat? aku ingin memberimu kejutan, aku menunggumu, pulanglah lebih awal!" Ana menelefon Nico.
"Aku sedang meeting di luar, aku akan usahakan pulang lebih awal sayang, apa aku bisa tahu kejutan apa yang akan kau berikan malam ini hemm?" Ucap Nico dari seberang telefon.
"Baiklah, aku menunggumu, kau akan tahu nanti, Terima kasih sudah mengirimkan supir untuk menjemputku." Ucap Ana lagi
"Hemmm, apa kau sedang menggodaku?" Tanya Nico.
__ADS_1
"Mana ada, Aku hanya berterima kasih bukannya menggodamu tuan Nico, sudah dulu, aku sedang di jalan." Ana merasa gugup dan mematikan sambungan telefon dari suaminya.
"Dasar laki-laki pikirannya selalu saja mesum, apa dia pikir aku menggodanya? aku hanya ingin mengajaknya makan malam bersama., Hufff benar-benar menyebalkan." Guman Ana.
Pukul 07. 00 WIB Ana sampai di mansion Nico, Ana masuk ke dalam mansion. Ia ingin segera mandi dan memasak untuk makan malam bersama suaminya. Ia ingin memasak makanan kesukaan Nico.
Sementara itu, Nico sudah selesai meeting dan akan memenuhi undangan dari tuan Zeynan di sebuah Club ternama di kota itu.
Di ruangan VVIP club tersebut, Zeynan dan juga Cycylia sudah menunggu ke datangan Nico.
"Malam ini rencana kita harus berhasil." Ucap Zeynan kepada Cycylia yang sudah duduk di pangkuannya.
"Tentu sayang, apa kau tidak cemburu dengan Nico hmmm?" Tanya Cycylia.
"Untuk apa aku cemburu dengannya, ini hanya rencana balas dendam dan aku tidak tertarik dengannmu." Ucap Zeynan dengan tatapan tajamnya.
Cycylia adalah wanita yang suka menggoda pria tampan dan kaya raya, Hubungan keduanya tidak lebih dari sekedar rekan dalam rencana balas dendam. Zeynan tidak pernah mencintai Cycylia dan hubungan mereka hanya pura-pura di depan semua orang, hubungan mereka hanya sekedar sandiwara untuk mencapai tujuan masing-masing.
Beberapa menit kemudian, Nico bersama asistennya sudah tiba di club tersebut dan Ia segera di sambut oleh pelayan wanita dan mengantarnya ke dalam ruangan VVIP.
"Selamat malam Tuan Nico, Terima kasih sudah memenuhi undanganku malam ini." Ucap Zeynan yang menyambut Nico dengan uluran tangan dan tersenyum begitu ramah. Walau dalam hatinya bergemuruh karena menahan amarahnya.
Cycylia terus memperhatikan Nico yang terlihat begitu tampan baginya.
"Sama-sama tuan Zeynan." Balas Nico.
"Selamat atas kerjasama kita, semoga kerjasama ini memberi keuntungan untuk ke dua perusahaan." Ucap Zeynan dengan seringai tipis di bibirnya.
Mereka mengangkat segelas Wine di tangan masing-masing dan mengucapkan.
Cheers.... Mereka mulai meminum wine yang ada di tangan masing-masing begitupun dengan Nico yang sudah meneguk segelas wine hingga tandas.
Cycylia terus menatap Nico yang tengah minum. Ia tersenyum dan merasa menang dalam rencananya kali ini.
"Maafkan saya tuan Nico, Saya harus pergi malam ini, Jet pribadi saya sudah menunggu, Sekali lagi terima kasih sudah memenuhi undanganku malam ini, masalah kerjasama ini akan saya serahkan kepada sekretaris sekaligus kekasihku." Zeynan merangkul bahu Cycylia di depan Nico.
"Apa aku bisa mengandalkanmu sayang?" Tanya Zeynan kepada Cycylia.
"Tentu saja sayang, kau jangan khawatir aku tidak akan mengecewakanmu." Balas Cycylia tersenyum dengan genitnya.
Nico tidak memperdulikan kemesraan ke duanya. Ia masih terlihat begitu tenang dan tidak terpancing sama sekali. Ia sudah melepaskan wanita itu dan tidak akan kembali lagi kepadanya.
"Kita bisa bertemu lagi lain waktu, sampai jumpa tuan Nico."
__ADS_1
"Baiklah tuan Zeynan sampai jumpa lain waktu." Ucap Nico menerima uluran tangan Zeynan dan keduanya berjabat tangan sebelum Zeynan meninggalkan ruangan itu.
"Masalah kerjasama perusahan ini kau bisa datang besok ke perusahaanku, aku harus pergi." Ucap Nico yang tidak memperdulikan Cycylia. Ia sudah akan berdiri dan melangkah ke luar dari ruangan itu. Tiba-tiba pandangan matanya menjadi kabur dan kepalanya terasa begitu pusing.
"Tunggu tuan Nico." Ucap Cycylia menghentikan Nico.
Kedua kaki Nico seakan tidak kuat menopang berat badannya sediri, suhu badannya terasa panas dan kepalanya begitu berat, pandangan matanya menjadi kabur.
Cycylia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Malam ini ia akan mendapatkan Nico dengan cara licik. Cycylia membantu Nico dan membawanya duduk di sofa. Sesaat kemudian ia keluar dari ruangan itu dan menyuruh anak buahnya untuk membawa Nico ke dalam kamar khusus di club tersebut. Ia tidak ingin Nico curiga dengan rencananya.
"Apa kau butuh bantuanku sayang, Aku akan memenuhi hasratmu itu, aku mencintaimu dan akan melakukan apa pun demi mendapatkanmu, malam ini kita akan menikmatinya bersama." Jari lentik Cycylia melepaskan kancing kemeja Nico dan menyentuh dada bidangnya. Nico sudah berada di atas ranjang dan Cycylia sudah berada di atas tubuh Nico menindihnya.
Nico yang sudah berada di bawah pengaruh obat perangsang dosis tinggi terlihat menikmati sentuhan lembut yang membuat gairahnya semakin memuncak. Ia berusaha agar tetap sadar dan tidak ingin terjebak dengan rencana licik wanita ular itu. Tapi sepertinya obat peransang itu bekerja dengan cepat dan membuatnya tidak sadar.
Semetara itu, Aldo yang sejak tadi menerima panggilan telefon di luar Club. Beberapa orang suruhan tuan Zeynan sengaja mengalihkan perhatiannya agar tidak bisa membantu Nico. Aldo kembali masuk ke dalam ruangan VVIP tempat tuannya itu berada. Saat ia membuka pintu ruangan itu tidak terlihat siapa pun di dalam ruangan VVIP itu.
Aldo menghubungi tuannya beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Ia semakin khawatir dan mencari Nico ke seluruh club. Ia membuka ponselnya dan mencari lokasi terakhir dari ponsel Nico.
"Siaallll, wanita itu pasti merencanakan sesuatu." Ucap Aldo dengan menahan amarahnya.
Ana yang sudah menyiapkan makan malam spesial untuk suaminya. Ia sudah berdandan dengan begitu cantik. Ia ingin menjadi istri yang bisa membahagiakan suaminya.
Ana menatap jam diding menunjukkan pukul 09.00 WIB. sejak tadi ia sudah menghubungi Nico melalui ponselnya tapi tidak ada jawaban dari ponsel suaminya itu. Perasaannya kali ini cemas dan begitu khawatir. Ia tidak ingin terjadi hal yang buruk kepada Nico.
Ana kembali mencoba menghubungi ponsel Nico. Sambungan telefon akhirnya di angkat.
"Kapan kau akan pulang? aku sudah menunggumu." Ucap Ana dari balik sambungan telefon.
"Malam ini suamimu sedang bersamaku, jangan mengganggunya." Ucap seorang wanita yang mengangkat ponsel Nico.
Degggg...... Degggggg.....
Jantung Ana berdetak kencang, hatinya menjadi sakit saat ia tahu suaminya sedang bersama wanita lain, Selama ini Ana tahu Nico sangat menginginkan dirinya dan Ia selalu saja menolak saat suaminya meminta Ia melayaninya.
"Apa yang kau-"
Tuttt..... Tuttt...
Sambungan telefon terputus begitu saja.
Ana menjatuhkan ponselnya dan ia juga ikut terduduk lemah di lantai dingin dengan air mata yang sudah menetes di pelupuk matanya. Ia pikir suaminya sedang menghabiskan malam bersama wanita lain.
"Ana aku mencintaimu." Ucap Nico mengira bahwa Cycylia adalah istrinya. Ia membalikan tubuh Cycylia mengungkungnya, tubuh Nico sudah berada di atas tubuh Cycylia dan menindihnya.
__ADS_1
Cycylia tersenyum dengan perasaan yang begitu puas. Malam ini rencananya akan berhasil.
Bersambunggg....