Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 57 : Musuh Dari Masa Lalu 01


__ADS_3

Nico sudah menyusun rencana untuk menghancurkan musuhnya. Ia sengaja berpura-pura akan pergi ke Jepang padahal kenyataannya ini hanyalah jebakan untuk mengelabui musuhnya. Ia sudah berada di markas bersama Aldo untuk menyusun rencana melenyapkan setiap musuh.


"Tuan kami sudah mendapat informasi mengenai Zeynan, Dia adalah kakak angkat dari Aldwin. Zeynan adalah salah satu pemimpin dari mafia Yardies, Dia adalah anak angkat dari Andrew, Sepertinya dia ingin membelaskan dendam keluarganya, kami baru saja menyelidiki tentang Aldwin, Dia baru saja tiba di Indonesia." Ucap Salah satu anak buah Nico.


Braaaakkk.


Nico memukul meja, tangannya mengepal kuat, kedua matanya sudah memerah dengan api kebencian yang berkobar. Kemarahannya sudah memuncak.


"Kurang Ajar, mereka sudah menyusun rencana untuk menghancurkan aku, Mereka pikir akan mudah menjebakku."


"Tuan mansion kita di serang, nona Ana dan ibunya diculik." Aldo menyampaikan informasi yang baru saja Ia ketahui dari anak buahnya.


"Cepat lacak keberadaan istriku, aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti Ana." Perintah Nico.


"Baik tuan."


Anak buah Nico berhasil melacak ponsel Ana. Ana sengaja membawa ponsel miliknya dan berharap suaminya akan menemukan keberadaannya dan bisa datang untuk membebaskannya.


"Saya sudah menemukan keberadaan mereka tuan." Ucap Aldo.


"Persiapkan diri kalian, malam ini aku ingin musuhku lenyap tanpa sisa." Perintah Nico.


"Baik tuan."


Anak buah Nico sudah siap untuk kembali berperang melawan kelompok mafia Yardies dan membebaskan Ana. Senjata dan berbagai perlengkapan untuk pertempuran malam ini sudah siap.


Nico dan beberapa anak buahnya menuju markas tempat persembunyian Aldwin. Malam ini akan ada diantara mereka yang akan lenyap.


Nico tidak akan membiarkan Aldwin lolos lagi.

__ADS_1


********


Para penjahat yang menculik Ana dan bu Ella membawanya ke sebuah markas. Ana dan bu Ella sudah berada di ruangan bawah tanah yang begitu minim akan pencahayaan. kedua tangan Ana sudah terikat di setiap sisi kursi kayu itu. Sementara bu Ella berada di ruangan yang terpisah dengan Ana.


Taaappp.... Taappp....


Suara langkah kaki seseorang yang berjalan menuju ke arah Ana. Samar-samar Ana mendengar suara langkah kaki itu. Ia mencoba membuka matanya pelan.


"Kau sudah sadar sayang." Suara yang tak asing di telinga Ana. Suara seseorang yang begitu Ana kenal. Dia adalah orang yang pernah mengisi hari-harinya di masa lalu.


Degggg....


Jantung Ana berdetak tak karuan, ke dua bola matanya membulat sempurna saat Ia melihat jelas wajah laki-laki yang berdiri di depannya yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Al-aldwin." Ucap Ana terbata.


"Jangan mengatakan suamiku berengsek, kau lebih berengsek darinya, lepaskan aku Aldwin, Biarkan aku dan ibu pergi dari tempat ini." Pinta Ana.


"Hahahhahaha, Aku tidak akan melepaskanmu." Tawa Aldwin menggelegar di ruangan itu.


"Kenapa kau harus menikah dengan laki-laki itu Ana? apa selama ini kau mencintainya hah?" Tanya Aldwin dengan membentak Ana.


"Itu bukan urusanmu Aldwin, kau yang memilih meninggalkan aku saat aku sudah menerima dan mencintaimu dengan tulus, Kenapa waktu itu kau pergi tanpa alasan dan sekarang kau datang dan ingin menghancurkan kebahagiaan aku, katakan kenapa kau lakukan ini? apa salahku Hah?" Ucap Ana juga dengan membentak dan menatap Aldwin penuh kebencian.


"Semua ini karena Nico laki-laki berengsek itu, dia sudah membuat hidupku hancur, menodai wanita yang aku cintai, dan sekarang kau malah menikah dengannya, kau menghianati aku Ana, Semua ini tidak akan terjadi kalau saja kau tidak menikah dengannya, Kau pikir aku masih mencintaimu hah, wanita yang sudah ternoda oleh laki-laki lain, wanita yang sudah menikah dengan musuhku, aku tidak akan pernah memaafkanmu juga suamimu itu, sekarang kau sudah menjadi musuh bagiku Ana."


"Le-lepaskan A-ku." Aldwin mencengkram rahang Ana kuat membuat Ana meringis menahan sakit.


"Kau tahu aku sangat kecewa denganmu, aku sudah kehilangan segalanya, ayah, ibu dan wanita yang aku cintai, aku tidak akan tinggal diam dan melihat Nico bahagia, dia harus merasakan penderitaanku, Aku akan membuatnya kehilangan segalanya."

__ADS_1


"Semuanya sudah siap, kita harus pergi secepatnya sebelum Nico mencari dan menemukan keberadaan kita." Ucap Zeynan kakak angkat dari Aldwin.


Zeynan merupakan kakak sepupu Aldwin. Sejak kecil Zeynan sudah diangkat sebagai anak oleh orang tua Aldwin. Zeynan adalah anak dari kakak kandung Andrew ayah Aldwin. Zeynan juga mempunyai dendam kepada keluarga Alexander karena ayahnya yang dibunuh secara tragis oleh Reynad paman Nico.


Dendam antara Nico dan Aldwin adalah dendam yang di wariskan turun temurun oleh ke dua keluarga. Sampai kapan pun keduanya tidak akan bisa menghentikan dendam itu. Api dendam terus membara antara Nico dan juga Aldwin.


"Kau harus ikut dengan kami." Ucap Cycylia manarik kasar tangan Ana yang sudah diikat.


"Lepasakan Aku." Ana memberontak berusaha untuk kabur.


Plaaakkkk....


Cycylia menampar pipi Ana saat menemukan ponsel Ana yang terjatuh dari saku celananya.


"Kurang Ajar wanita ini membawa ponsel, Nico pasti sudah melacak keberadaan kita."


"Kita harus pergi dari tempat ini secepatnya, kita tidak punya waktu lagi." Ucap Cycylia.


"Nico tidak akan bisa menemukan keberadaanmu Ana, aku akan membawamu pergi dari negara ini, kau akan aku jadikan budakku selamanya, Nico harus merasakan kehilangan wanita yang Ia cintai." Ucap Aldwin dengan senyum menyeringai.


Mereka membawa Ana dan bu Ella masuk ke dalam jet pribadinya.


Aldwin terseyum penuh kemenangan, Ia akan membawa Ana pergi jauh dari negara ini sebelum Nico menemukan keberadaanya.


Dooorrrrrr.......


Seseorang menembak........


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2