
Setelah tiba di London dengan mengendarai jet pribadi miliknya Nico dan Aldo memutuskan untuk segera ke markasnya yang berada di pusat kota London. Markas Nico merupakan markas mafia terbesar di London. Ia mendapatkan dukungan dari mafia Yakuza yang juga dikenal dengan nama Gokudo adalah sindikat kejahatan teroganisir yang paling terkenal. Mereka tidak hanya ada di Jepang, namun juga di dunia. Kelompok Yamaguchi-gumi, satu dari tiga organisasi pendiri Yakuza, memiliki kekayaan 80 miliar dolar AS. Hal ini membuktikan mereka sebagai gangster terkaya di antara semua sindikat kejahatan di dunia.
Nico dengan mudah akan menemukan para musuh yang menyerang markasnya dan menculik paman Reynad. Bagi Nico paman Reynad adalah pengganti ayahnya. Sejak berusia 10 tahun pamannyalah yang mengurus hingga ia dewasa. Nico begitu menyayangi paman Reynad dan tidak akan membiarkan siapa pun menyakitinya. Ia tidak akan memberi ampun kepada musuh-musuhnya. Ia akan membunuh para musuhnya dengan kejam dan tidak segan-segan menguliti dan memutilasi tubuh musuhnya yang tertangkap dan memberikannya pada Tiger Wong peliharaannya.
“Apa kalian sudah menemukan pelaku penyerangan markas kita dan orang yang menculik paman Reynad.” Tanya Nico kepada anak buahnya.
“Kami sudah mendapat informasi tentang kelompok yang menyerang dan menculik Tuan Reynad.” Jawab anak buah Nico.
“Katakan siapa mereka?.”
“Menurut informasi yang kami dapat mereka adalah mafia Kelompok Yardies yang berasal dari Inggris. Mereka terlibat berbagai kasus kriminalitas di Inggris, mulai dari penculikan, perdagangan gelap senjata api, narkoba, dan obat-obatan terlarang lainnya. Menurut informasi kelompok mafia ini dipimpin oleh seorang yang sangat kuat dan juga kejam, sepertinya mereka ingin merebut wilayah kekuasaan kita Tuan.” Ucap Diego asisten paman Reynald panjang lebar. Kemudian Diego memberikan beberapa lembar kertas yang berisi informasi detail mengenai kelompok Yardies.
“Susun rencana sebaik mungkin untuk melakukan penyerangan kepada kelompok mereka, aku tidak akan membiarkan mereka menguasai markas kita dan merebut wilayah kekuasaanku, malam ini kita akan melakukan penyerangan dan membebaskan paman Reynad, kalian paham.” Perintah Nico kepada anak buahnya.
“Baik tuan.” Mereka menjawab dengan serempak. Kemudian berlalu dari ruangan Nico menuju ruangan khusus untuk menyusun strategi penyerangan.
“Kalian siapkan seluruh perlengkapan untuk penyerangan malam ini, pastikan semua anak buah kita siap, jangan sampai kalian melakukan kesalahan, malam kita akan habisi para musuh yang berani memasuki wilayah kekuasaanku, menyerang markas dan menculik pamanku.” Perintah Nico kepada Aldo dan Diego asisten pamannya.
......................
Sementara itu di sebuah markas yang juga berada di London, seorang pria mudah dengan tubuh kekar terlihat memukul seseorang yang kedua kaki dan tangannya sedang terikat tali dengan mulut yang disumpal kain. Laki-laki itu meringis kesakitan terlihat berbagai luka di tubuhnya. Laki-laki itu adalah Reynad paman Nico yang saat ini diculik oleh mafia Yardies. Kemudian seorang laki-laki paruh baya memasuki ruangan tempat paman Nico disekap. Dia adalah Big Bos (bos besar) pemimpin mafia tersebut.
“Akhirnya kita bisa bertemu lagi setelah 20 tahun lalu, kau masih ingat dengan aku.” Laki-laki itu mencengkeram kuat rahang Reynad membuatnya kembali meringis menahan sakit akibat pukulan yang ada di wajahnya. Sudut bibirnya terlihat mengeluarkan dara.
“Kau, rupanya kau masih hidup, aku tidak akan membiarkanmu lolos, kau sudah membunuh kakakku dan membuat Nico kehilangan orang tuanya selama 20 tahun.” Lirih Reynad yang terlihat begitu lemah.
“Haaahhahaaa, kau pikir bisa membunuhku, sebelum itu terjadi kau akan lebih dulu mati di tanganku, kau harus menyusul kakakmu yang mati di tanganku secara tragis, aku akan membalaskan dendam adikku yang kalian bunuh secara tragis, kita sudah impas sama-sama kehilangan saudara. Kau tahu bagaimana rasanya bukan.” Ucap laki-laki paruh baya itu.
“Adikmu adalah seorang pengkhianat dia pantas untuk mati.” Ucap Reynad.
Plaaaakkk.... plaakkk......
Tamparan mendarat di kedua pipi Reynad. Laki-laki paruh baya itu tersungkur jatuh di lantai dengan kondisi yang menyedihkan dan begitu lemah.
“Tahan laki-laki ini dipenjara bawah tanah, jangan biarkan dia kabur.” Perintah Big Bos kepada anak buahnya.
...............
Persiapan penyerangan markas Yardies.
Setelah semua siap dengan strategi yang sudah disusunya. Nico dan anak buahnya segera menuju markas mafia Yardies untuk melakukan penyerangan. Dengan membawa anak buahnya yang berjumlah ratusan orang. Nico, Aldo dan Diego menuju markas Yardies. Nico pergi ke arah selatan dengan diikuti oleh mobil anak buahnya yang berjumlah sepuluh mobil. Sementara itu Aldo pergi ke arah barat dengan membawa sepuluh mobil berisi anak buah. Dan Diego pergi ke arah Timur dengan membawa anak buah yang sama. Mobil hitam yang mereka kendarai sampai di dekat markas Yardies. Mereka sampai secara bersamaan. Setelah sampai mereka mengamati markas tersebut. Melalui eirphone Nico memerintahkan untuk melakukan penyerangan.
Dari sisi barat Aldo menyerang dan melumpuhkan anak buah Yardies. Sementara itu Nico menyerang dari sisi selatan dan membuat semua anak buah yang berjaga di sana berhasil dilumpuhkan. Nico terkenal dengan kemampuan bela dirinya. Dengan sekali pukulan ia bisa melumpuhkan para musuh. Ia terkenal kejam dan tak memberi ampun kepada siapa pun yang mengusiknya. Diego juga tak mau kalah ia berhasil melumpuhkan anak buah Yardies yang berada di sisi Timur.
Setelah berhasil melumpuhkan anak buah yang berjaga di luar markas mafia Yardies, Nico dan seluruh anak buahnya memasuki markas tersebut. Namun, sebelum melangkah lebih dalam suara tembakan terdengar.
Para anak buah mafia Yardies menembaki Nico dan anak buahnya. Beruntung Nico dan anak buahnya tidak ada yang terkena tembakan. Kedua mafia tersebut saling tembak menembak. Dorrrr... Dorrrr.... suara tembakan menggema dari ruangan itu. Akhirnya setelah pertarungan ke dua mafia tersebut. Nico berhasil melumpuhkan seluruh anak buah Yardies.
Nico segera mencari keberadaan paman Raynad. Ia mencari ke seluruh ruangan yang ada di markas tersebut. Tiba-tiba dua orang keluar dari sebuah ruangan dengan seorang laki-laki yang sudah babak belur.
“Letakkan senjata kalian atau aku akan menembak kepala laki-laki ini, perintahkan seluruh anak buahmu untuk mundur.” Perintah bos besar mafia Yardies kepada Nico. Ia menyandera paman Raynad dengan senjata api tepat di kepalanya.
Nico dan seluruh anak buahnya meletakkan senjata yang dipegangnya, Nico juga memerintahkan Aldo, Diego dan seluruh anak buahnya untuk keluar dari markas tersebut. Tinggallah Nico sendiri di markas tersebut.
“Lepaskan pamanku atau aku akan melenyapkan kalian.” Ancam Nico.
“Hahahaha.” Suara tawa bos besar Yardies menggema di ruangan itu.
“Aku tidak akan melepaskan pamanmu dengan mudah, aku akan melenyapkan pamanmu di depan matamu seperti apa yang sudah laki-laki ini lakukan kepada adikku atau kau mau mengantikkannya.” Ucap Big Bos.
Dooorrrr... suara tembakan kembali terdengar dan kali ini mengenai punggung sebelah kiri bos besar mafia tersebut dan membuatnya menjerit kesakitan “awwwww” pekiknya. Diego berhasil menembak punggung laki-laki itu. Diego terkenal dengan kemampuannya menyelinap masuk ke dalam ruangan tanpa diketahui oleh siapa pun termasuk Nico. Ia berhasil menyelamatkan Tuan Reynad.
__ADS_1
Paman Reynad segera melepaskan diri dari laki-laki yang menyanderanya dengan kecepatan penuh ia berlari menuju ke arah Nico. Tiba-tiba asap putih memenuhi ruangan itu. Seseorang melemparkan gas beracun. Bos besar Yardies menghilang di hadapan Nico. Baru saja Nico akan menangkapnya namun, laki-laki itu sudah kabur lebih dulu.
Nico memutuskan untuk segera keluar dari ruangan itu dengan membawa paman Raynad. Anak buah Nico segera menghampirinya dan membantunya. Mereka segera membawa paman Raynad yang tak sadarkan diri masuk ke dalam mobil. “Kalian bawa pamanku ke markas segera, pastikan tidak terjadi sesuatu kepada pamanku.” Perintah Nico kepada anak buahnya.
Mobil yang membawa paman Nico segera melaju meninggalkan tempat tersebut menuju markas.
“Siaaall... mereka berhasil kabur, cari mereka dan pastikan kalian menangkapnya.” Perintah Nico kepada kedua asistennya itu. Tangannya mengepal dan kakinya menendang udara. Terlihat kemarahan di raut wajah Nico. Tatapannya begitu tajam.
“Baik Tuan.”
Aldo dan Diego segera mencari keberadaan bos besar Yardies dan seorang pria mudah yang bersamanya. Namun, ia tidak bisa menemukan pria tersebut.
“Sial mereka sudah kabur.” Aldo dan Diego mengepal tangan memukul udara. Setelah beberapa menit mencari akhirnya kedua asisten tersebut kembali ke markas untuk bertemu Nico.
Nico lebih dulu pulang ke markas bersama anak buahnya untuk bertemu pamannya. Setelah sampai Nico segera masuk menemui paman Raynad yang tengah terbaring di tempat tidur dalam keadaaan tidak sadarkan diri.
“Bagaimana keadaan paman saya dokter.” Tanya Nico kepada dokter pribadi yang bekerja kepada keluarganya.
“Kondisi pasien baik-baik saja, dia hanya butuh istirahat untuk memulihkan luka di tubuhnya.” Jawab dokter paru baya tersebut.
.................
Sementara itu, bos besar mafia yardies dan seorang pria mudah yang merupakan putranya tengah berada di tempat yang jauh dari markasnya. Ia berhasil keluar dan membebaskan diri dari Nico dan anak buahnya melalui pintu rahasia yang berada di bawah tanah.
“Ayah.., bertahanlah, aku akan membawa ayah ke mansion.” Ucap pria muda itu yang merupakan putra dari bos mafia Yardies. Ia memapah tubuh ayahnya dan memegang luka tembakan yang berada di punggung sebelah kiri ayahnya yang terus mengeluarkan darah.
Setelah beberapa menit mengendarai mobil hitam miliknya mereka berdua tiba di mansion. Mereka langsung masuk dan membawah ayahnya ke dalam kamar kemudian menghubungi dokter pribadinya. Dokter itu pun tiba dan langsung masuk ke dalam kamar untuk mengobati pasiennya.
.......................
Malam berganti pagi sang mentari menampakkan sinarnya memberi kehangatan bagi penduduk kota London. Mereka sibuk dengan berbagai aktivitasnya masing-masing. Begitu juga dengan Nico ia tengah berada di kamar paman Raynad. Ia menunggu laki-laki itu sadar. Tak berapa lama Raynad membuka matanya dengan pelan. Ia menatap ruangan yang tidak asing baginya. Ia melihat Nico yang berada di sampingnya.
“Tidak perlu Nak, paman baik-baik saja, maafkan paman sudah membuatmu khawatir, sudah saatnya kamu tahu rahasia dua puluh tahun lalu, paman tidak bisa lagi menyembunyikan rahasia ini, kamu harus tahu siapa pelaku pembunuhan kedua orang tuamu.” Ucap Raynad dengan suara yang terdengar lemah.
“Apa paman tahu siapa yang sudah melenyapkan orang tuaku?, kenapa selama ini paman merahasiakan hal ini dariku?” Tanya Nico kembali.
“Maafkan paman, paman hanya ingin melindungimu, orang yang sudah melenyapkan orang tuamu adalah.” Reynad menunjuk sebuah kotak dan menyuruh Nico untuk membukanya.
Nico mengambil sebuah kotak yang berada di atas lemari kecil di samping tempat tidur pamannya. Ia kemudian membuka kotak tersebut yang berisi beberapa lembar foto.
“Orang yang melenyapkan ayahmu adalah orang yang ada di dalam foto itu.” Reynad menunjuk orang yang ada di foto yang dipegang oleh Nico.
Tangan Nico mengepal dan meremas foto yang ada di tangannya. Ia sudah tahu tentang orang yang sudah membunuh orang tuanya.
“Paman akan menceritakan semua yang terjadi dua puluh tahun lalu.” Ucap paman Nico.
Bersambung
Like, Vote dan Komentar.
Tinggalkan jejak yah.
😀🙏🙏
__ADS_1
__ADS_1