
Hari yang dinantikan oleh Ariana, ia tersenyum bahagia menatap wajahnya dibalik pantulan cermin. Dengan riasan natural menambah kecantikan alami Ariana, wajahnya yang memang sangat cantik tanpa menggunakan riapasan pun akan semakin cantik ketika menggunakkan riasan wajah.
Dengan gaun pengantin berwarna putih ditambah hiasan berwarna gold menambah kecantikannya. Perasaannya begitu berdebar dan juga bahagia, ia akan menjadi istri dari laki-laki yang sangat dicintainya.
Kedua orang tua Ariana juga sangat bahagia sebentar lagi putri kesanyanganya akan menikah.
Bu Ella masuk ke dalam kamar Ariana untuk melihat putrinya apakah sudah siap atau belum. Bu Ella membuka pintu kamar dan menemui Ariana yang masih bersiap di depan cermin.
“Sayang, cantik sekali anak Ibu, apa sudah selesai.” Tanya bu Ella.
“Pengantinya sudah siap bu, sudah selesai di make up.” Jawab tata rias pengantin yang bertugas merias Ariana.
“Apa kau sudah siap Nak.” Bu Ella tersenyum menatap putrinya.
“Ariana sudah siap bu.” Ibunya menggandeng tangan putrinya menuju ruang keluarga yang sudah dihadiri oleh beberapa orang terdekat dan sahabat pengantin tersebut.
Konsep pernikahan Ariana memang sederhana sesuai dengan permintaan Ariana, ia tidak ingin mengundang banyak orang karena video yang tersebar, ia tidak ingin orang-orang membicarakanya yang akan merusak kebahagiaanya. Ia hanya mengundang beberapa orang terdekatnya dan sahabatnya dan acara pernikahan pun akan dilaksanakan di rumah Ariana.
Raeana sahabat Ariana juga hadir mendampingi sahabat yang di kenalnya sejak kuliah itu. Ia menggandeng tangan Ariana menuju tempat dilaksanakannya acara pernikahan. Pak penghulu sudah duduk menunggu sepasang pengantin untuk mengucapkan janji suci pernikahan.
Sementara di tempat lain, Aldwin tengah bersiap-siap dengan menggunakan jas mewah bak pangeran menambah ketampanannya. Bu Anna juga sudah bersiap-siap dan menuju kamar putranya untuk melihat apakah putranya sudah siap. Sementara pak Andrew sudah menyusun rencana agar pernikahan putranya batal. Ia tidak akan membiarkan putranya menikah dengan orang yang bisa saja mengungkap rahasia masa lalunya. Pak Andrew mengambil ponsel di saku jasnya dan menelepon seseorang untuk melaksanakan rencana yang sudah disusunnya kepada orang kepercayaannya.
“Lakukan rencana yang aku katakan hari ini, batalkan pernikahan putraku dan juga wanita itu, dan ingat jangan sampai putraku tahu rencana ini, jangan sampai kau melukai putraku.” Ucap pak Andrew.
“Baik tuan, saya akan melakukannya, tuan tenang saja.” Jawab pria itu.
Aldwin dan keluarganya bersiap-siap menuju rumah calon istrinya tentu saja pak Andrew juga ikut mendampingi putranya agar rencananya tidak ketahuan. Dengan mengendarai mobil mewah, keluarga itu berangkat menuju rumah mempelai wanita.
Di perjalanan tiba-tiba mobil berwarna hitam melaju dengan kencang dan menghadang mobil Aldwin. Keluarga itu mulai panik. Tak berapa lama kemudian beberapa orang memakai pakaian hitam dan penutup wajah keluar dan menuju mobil Aldwin. Sekitar 5 orang laki-laki dengan badan kekar, salah satu diantaranya mencoba membuka paksa pintu mobil dan menyeret Aldwin keluar dari mobil dengan paksa.
__ADS_1
“Lepaskan aku, apa mau kalian hah.” Aldwin mencoba melawan orang-orang yang menculiknya. Sementara Bu Anna dan pak Andrew terlihat takut. Ia takut jika para penjahat itu mencoba.melukainya juga putranya.
Para penculik itu menodongkan senjata ke arah Aldwin agar ia tidak melawan. Tetapi Aldwin mencoba melawan para penjahat itu. Tiba-tiba seseorang memukulnnya dari arah belakang dan membuat Aldwin pingsan. Para penculik itu membawa Aldwin masuk ke dalam mobinya. Bu Anna hanya bisa pasrah dan menangis menyaksikan para penculik itu membawa putranya. Berbeda dengan Pak Andrew yang nampak tersenyum.
******
Jam menunjukkan pukul 10.00 WIB, Ariana dan kedua orang tuanya terlihat gelisah. Ia mencoba menghubungi Aldwin namun, nomor yang dituju berada di luar jangkauan bahkan nomor kedua orang tua Aldwin juga tidak bisa dihubungi. Tanpa terasa air mata Ariana mengalir di pipinya. Ia tidak percaya kalau pria yang dicintainya tega menyakitinya.
Terlihat para tamu saling berbisik, pak penghulu yang menunggu sedari tadi juga mulai gelisah.
“Maaf pak, pernikahannya jadi atau tidak, dari tadi saya sudah menunggu tapi pengantin pria tidak muncul juga, saya masih ada urusan pak.” Pak penghulu akhirnya memutuskan untuk pergi dan disusul para tamu yang juga ikut keluar meninggalkan tempat acara tersebut.
Ariana dan kedua orang tuanya hanya bisa pasrah meratapi takdirnya. Ariana duduk terkulai lemah di lantai, penampilannya bahkan terlihat sangat berantakan, riasan di wajahnya sudah luntur karena sejak tadi ia menangis.
“Kenapa ini terjadi, kenapa kau tega meninggalkan aku, kau sudah berjanji akan mencintaiku selamanya dan tidak akan pernah meninggalkan aku, hiks.. hiks.” Tangis Ariana mulai pecah dan mengisi keheningan di ruangan itu. Reana memeluk Ariana berusaha menenangkan sahabatnya agar tidak merasakan kesedihan lagi.
Ibu Ella yang melihat suaminya tak sadarkan diri segera menghampirinya. Dengan wajah panik ia memeluk tubuh suaminya.
“Mas.. bangun, aku mohon bangun Mas.” Bu Ella mengoyang-goyangkan tubuh suaminya, berharap agar suaminya itu bisa sadar.
Ariana yang mendengar suara tangisan ibunya berlari dan menghampiri ayahnya yang tak sadarkan diri.
“Ayah... bangun yah, Ariana mohon jangan tinggalkan Ariana, Ariana sangat menyanyangi ayah, hikss... hiksss.” Ariana kembali terisak dan air mata tak hentinya keluar dari pelupuk matanya.
“Sebaiknya kita bawah ayahmu ke rumah sakit Nak.” Ucap bu Ella dengan lirih.
“Baiklah bu, Ariana akan menelepon Ambulance untuk membawa ayah ke rumah sakit”. Ariana mengambil ponselnya dan mulai menelepon Ambulance.
Tak berapa lama Kemudian mobil Ambulance berhenti di depan rumah Ariana. Petugas Ambulance segera membawah pak Bagaskara masuk ke dalam mobil dan melaju menuju rumah sakit. Arianna, bu Ella dan Reana juga ikut dalam mobil tersebut menemani orang yang sangat di sayanginya itu.
__ADS_1
Reana tidak akan membiarkan sahabatnya itu bersedih seorang diri. Ia ingin menemaninya dan selalu berada disampingnya, memberikan semangat, dan berusaha menghiburnya.
Setelah menempuh beberapa menit perjalanan. Mobil berhenti tepat di depan rumah sakit. Para perawat segera menghampiri Ariana dan membawa pak Bagaskara ke dalam rumah sakit menuju ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Ariana, bu Ella dan Reana tampak cemas, mereka berdoa di dalam hati masing-masing semoga tidak terjadi hal buruk. Ariana tak henti-hentinya menangis. Dengan masih memakai pakaian pengantin, Ariana duduk lemah dan termenung meratapi takdirnya. Ia tidak punya waktu untuk sekedar berganti baju. Di pikirannya hanya menyelamatkan ayahnya dan membawanya ke rumah sakit.
Sekitar 2 jam, Ariana masih setia menunggu ayahnya yang berada di ruangan UGD. “Tuhan aku mohon selamatkan ayahku, aku sangat menyayanginya, hari ini aku kehilangan calon suamiku dan jangan biarkan aku kehilangan ayahku juga.” Batin Ariana, tanpa terasa bulir air mata kembali jatuh membasahi pipi mulusnya.
Tak berapa lama kemudian, dokter keluar dari ruangan UGD dan menghampiri keluarga pasien. Dokter itu menyuruh salah satu keluarga pasien untuk masuk ke dalam ruangannya agar bisa lebih leluasa membicarakan kondisi pasien. Ariana mengikuti dokter wanita yang berusia paruh baya itu menuju ke ruanganya. Dokter mulai menjelaskan tentang kondisi ayah pasien. Ariana mendengarkan penjelasan dari dokter dan jantungnya tiba-tiba berdetak kencang setelah mendengar penjelasan dokter itu.
"Saat ini kondisi pasien dalam keadaan kritis, paru-paru pasien sudah rusak dan kemungkinan untuk hidup sangat sulit." Dokter mulai menjelaskan kepada Ariana.
Ariana hanya berharap agar ayahnya bisa melalui masa kritisnya, ia berharap agar Tuhan tidak mengambil ayah yang sangat di cintainya itu dari sisinya. Ia tidak akan sanggup lehilangan orang-orang yang sangat di sayanginya. Bagi Ariana, Ayahnya adalah sosok pahlawan, penyemangat hidup, dan selalu menjadi panutannya.
Bagaimana kondisi ayah Ariana, apakah ia akan selamat atau tidak?. Apa alasan pak Andrew merencanakan agar pernikahan putranya batal?. Jawabanya ada di episode selanjutnya yah.
Bersambung...
Author mohon dukungannya yah..
Maaf kalau kurang menarik. Author penulis baru.
Jangan lupa like, vote dan komen.
Terimah Kasih 😊😊🙏🙏
__ADS_1