Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 46 : Penjelasan


__ADS_3

Setelah Nico pergi meninggalkan rumah bu Ella. Ana masuk ke dalam kamar ibunya. Ia ingin mendengar penjalasan langsung dari ibunya tentang apa yang terjadi. Ana membuka pintu kamar ibunya dengan pelan. Ia melihat bu Ella duduk di tepi tempat tidur dengan wajah yang sedih dan menatap foto suaminya.


"Ibu apa Ana bisa bicara?" Tanya Ana.


"Duduklah Nak!" Bu Ella menepuk tempat tidur di sampingnya menyuruh putrinya untuk duduk di sebelahnya. Ana duduk di samping ibunya dan mengusap lembut punggung ibunya.


"Nak ibu minta maaf selama ini ibu tidak mengatakan kebenaran mengenai ayahmu, ibu akan mengatakan semua tentang ayahmu. Dulu ayahmu bekerja untuk Tuan William dan Olivia Alexander. Mereka adalah seorang mafia dan ayahmu adalah mafia yang bekerja dan menjadi assisten dan orang kepercayaan dari tuan William. Ibu dan juga Olivia ibu dari Nico adalah sahabat. Olivia begitu menyayangimu dan bahkan menganggapmu sebagai putrinya. Sampai akhirnya kami sepakat untuk menjodohkan kalian saat kalian dewasa nanti. Ayahmu dan tuan William juga setuju. Sampai akhirnya peristiwa buruk itu terjadi dan ibu tidak pernah lagi bertemu dengan keluarga William. Ternyata mereka telah meninggal dengan tragis. Percayalah Nak ayahmu tidak pernah membunuh dan ayahmu lah yang menolong Nico dari para pembunuh yang ingin melenyapkannya." Bu Ella menghela nafasnya dengan kasar ada gurat sedih di wajahnya mengingat kehidupannya dulu begitu bahagia bersama suami dan juga sahabatnya.


"Kenapa ayah tidak mengatakannya selama ini bu? kenapa ibu baru mengatakan kepada Ana mengenai permintaan Ayah setelah ayah meninggal?" Tanya Ana lagi. Ia begitu penasaran mengenai semua ini.


"Ayahmu ingin merahasiakan semua yang terjadi dulu. Dia tidak ingin kamu mengetahui mengenai peristiwa yang terjadi 20 tahun lalu dan saat itu ayahmu tidak pernah lagi bertemu dengan Nico, ayah dan ibu berpikir mungkin keluarga William dan juga putranya sudah meninggal, Karena itu ayahmu tidak pernah mengatakannya sampai akhirnya kamu bertemu dengan Aldwin dan memutuskan untuk menikah. Ayahmu tidak ingin kamu terbebani mengenai semua ini." Jawab bu Ella.


"Apa ayah tahu kalau Adwin adalah putra dari Andrew orang yang sudah menjebak ayah dan membuat hidup ayah menderita selama ini bu?" Tanya Ana lagi. Ada begitu banyak pertanyaan yang ada di benak Ana saat ini. Ia begitu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi selama ini dan apa yang orang tuanya rahasiakan darinya.


"Sebelum pernikahan kalian ayahmu sudah bertemu dengan orang tua Aldwin, Saat itu ibu tidak setuju kamu menikah dengan Aldwin karena ibu tahu orang tuanya begitu kejam dan jahat, Tapi saat itu ibu dan ayahmu melihatmu begitu bahagia dengan Aldwin, Kami hanya bisa mendoakan kebahagiaan mu Nak, Tuhan mungkin sudah menakdirkanmu tidak bersama dengan Aldwin." Ucap bu Ana dengan mata yang sudah meneteskan bulir bening.


"Maafkan Aku bu, Ibu dan ayah sudah banyak menderita karena Aku. Kalian begitu berkorban demi kebahagian Ana." Ana memeluk ibunya dengan erat merasakan kasih sayang ibunya yang begitu besar.


"Ibu dan ayahmu melakukannya karena ibu begitu menyanyangimu, Ibu tidak akan memaksamu memenuhi permintaan terakhir ayahmu, kamu berhak untuk menetukan kebahagiaanmu Nak, ibu dan ayahmu selalu ingin melihatmu bahagia." Bu Ella mengusap air mata putranya yang jatuh menetes ke pipi lembutnya.


"Apa ayah akan bahagia kalau Ana memenuhi permintaan terakhirnya bu?" Tanya Ana lagi.


"Ayahmu akan bahagia kalau putri kesanyangannya memenuhi permintaan terakhirnya, percayalah Nak ayahmu menginginkanmu bahagia dan selalu mendoakan kebahagianmu di sana." Jawab bu Ella.


"Apa kamu akan menikah dengan Nico demi memenuhi permintaan terakhir ayahmu?" Kali ini bu Ella yang kembali bertanya kepada putrinya.


"Aku tidak tahu bu, aku tidak mencintainya, aku tidak punya perasaan apa pun dengannya bu, apa aku akan bahagia jika menikah dengannya bu?" Ana meneteskan Air matanya. Ia begitu dilema dengan semua ini. Ia tidak tahu keputusan apa yang akan ia ambil.


"Ibu tidak akan memaksamu Nak,Tuhan mungkin sudah menakdirkan kalian hidup bersama, Usiamu juga sudah tidak mudah lagi Nak, Ibu ingin melihatmu menikah usia ibu sudah tua, ibu begitu ingin melihatmu menikah. Sudah seharusnya Nico bertanggung jawab dengan apa yang sudah ia lakukan kepadamu Nak." Ucap bu Ella.


"Apa maksud Ibu?"

__ADS_1


"Dia sudah merebut kesusianmu dan kau tahu tidak akan ada laki-laki yang mau menikah dengan wanita yang sudah ternoda oleh laki-laki lain Nak, Maafkan ibu, ibu tidak ingin membuatmu sedih tapi ini demi kebaikanmu Nak."


Ana menatap ibunya begitu dalam merasakan kesedihan seorang ibu yang melihat putrinya sudah melalui begitu banyak penderitaaan selama ini. Bu Ella ingin melihat Ana bahagia dengan menikah dan hidup bersama dengan laki-laki yang mencintai putrinya.


"Apa karena itu Aldwin meninggalkan aku? Kerena aku sudah ternoda oleh laki-laki lain, Dia tidak ingin bersama dengan wanita yang sudah ternoda sepertiku." Batin Ana.


"Pikirkanlah lagi Nak! kau berhak menentukan kebahagianmu, ibu akan mendukung apa pun keputusan yang akan kamu ambil, Ibu dan ayahmu selalu menyanyangimu dan mendukungmu." Bu Ana memegang tangan putrinya dan memeluknya.


"Terima kasih bu." Ana semakin memeluk erat ibunya.


******


Di Mansion Nico yang begitu luas. Ia merasa pagi ini begitu bersemangat dan terlihat begitu senang. Bagaimana tidak Ia akan segera bersama dengan wanita yang ia cintai. Nico sudah terlihat begitu rapi dengan setelan Jaz berwarna biru navi kesukaannya. Ia sudah dudum di kursi menikmati sarapan paginya sebelum berangkat ke kantor.


"Selamat pagi Tuan." Aldo menghampiri tuannya dan menundukkan kepala memberi hormat.


"Hemmm, apa Ana sudah menghubungimu mengenai masalah kemarin." Tanya Nico.


"Maaf tuan di luar ada tamu yang datang ingin menemui tuan." Ucap pengawal Nico.


"Silahkan lanjutkan sarapan tuan, saya akan melihat siapa tamu yang datang menemui tuan pagi ini?" Aldo meninggalkan Nico yang tengah menikmati sarapannya.


"Kenapa kalian tidak membiarkan bu Ella masuk." Aldo terlihat marah dengan penjaga yang tidak membiarkan bu Ella masuk dan meyuruhnya menunggu di luar.


"Maaf nyonya, mari silahkan masuk!" Aldo mempersilahkan bu Ella masuk ke dalam mansion Nico.


"Terima kasih tuan." Ucap bu Ella.


"Saya akan memanggil tuan Nico, tunggulah sebentar nyonya!" Ucap Aldo dan meninggalkan bu Ella di ruang tamu yang begitu mewah.


Tak lama kemudian Nico keluar bersama Aldo asistennya.

__ADS_1


"Maaf membuat ibu menunggu, apa ada yang bisa saya bantu bu?" Ucap Nico yang sudah duduk di sofa menghadap bu Ella.


Bu Ella memberanikan diri untuk bertemu dengan Nico. Ia ingin memastikan apakah Nico benar-benar mencintai putrinya atau hanya ingin melaksankan permintaan terakhir dari orang tuanya. Bu Ella begitu khawatir dan tidak ingin Nico menyakiti putrinya lagi.


"Maaf menganggu tuan pagi ini." Tangan Bu Ella terlihat bergetar dan terlihat takut.


"Jangan memanggilku dengan panggialan tuan lagi bu, ibu bisa memanggilku Nak atau panggilan apa pun yang ibu sukai." Ucap Nico.


"Katakan apa ada yang membuat ibu khawatir? ibu bisa mengatakannya jangan takut bu." Tanya Nico.


"Kedatangan ibu menemui Nak Nico. Ibu hanya ingin memastikan apa Nak Nico benar-benar ingin menikahi putri ibu kerena Nak Nico mencintainya atau hanya ingin memenuhi permintaan terakhir dari orang tuamu Nak, Ibu hanya khawatir putri ibu akan terluka lagi." Ucap bu Ella.


"Apa ibu merestuiku menikah dengan putri ibu? apa Ana sudah setuju untuk menikah denganku, aku tidak akan memaksanya menikah denganku bu, aku tidak ingin membuatnya menderita, Aku mencintai putri ibu sejak dulu. Saat aku melihatnya dan menyiksanya sejak saat itu aku benar-benar jatuh cinta dengan Ana bu, Aku pikir tidak akan bisa bersamanya karena Ana begitu membenciku, Tapi takdir mengikat kami bu, meski aku berusaha jauh dari Ana tapi takdir sepertinya membawaku kembali bersamanya." Ucap Nico begitu bijak dan lembut.


Bu Ella begitu tersentuh dengan ucapan Nico. Ia bisa melihat ketulusan di mata Nico. Sikapnya yang dulu begitu kejam sudah berubah. Tatapan penuh cinta terlihat di kedua manik indah Nico.


"Percayalah bu, Aku akan membuat putri ibu bahagia, aku tidak akan menyakitinya lagi, aku akan menyanyanginya dengan segenap jiwa dan ragaku bu, aku akan bertanggug jawab terhadap perbuatanku dulu, aku tahu putri ibu begitu terluka dengan perbuatanku dulu, aku akan menebus semua kesalahanku dengan menjaga dan melindungi Ana bu."


Tatapan yang begitu tulus terpancar di kedua mata Nico. Tatapan yang ingin melindungi dan menjaga wanita yang ia cintai. Ketulusan Nico bisa dirasakan oleh Bu Ella. Tanpa terasa bu Ella begitu tersentuh dengan ucapan Nico dan meneteskan air matanya.


"Ibu akan merestuimu Nak, ibu hanya ingin melihat putri ibu bahagia, ibu mohon jangan sakiti putriku apapun yang terjadi tolong jaga dan lindungi dia Nak. Selama ini Ana sudah begitu menderita."


"Aku akan mencintai Ana apapun yang terjadi, aku harap ibu mau memafkanku dan melupakan masa lalu yang begitu menyakitkan, aku ingin membuka lembaran baru dan memulai kehidupan baru bersama Ana dan juga ibu."


"Terima kasih Nak, ibu bisa tenang sebentar lagi putri ibu akan bahagia bersama orang yang mencintainya. Ibu sudah memafkanmu Nak. Ibu tahu semua ini bukan sepenuhnya kesalahanmu, ibu bisa mengerti dengan parasaanmu yang hancur dengan kematian kedua orang tuamu yang begitu kamu sayangi." Ucap bu Ella lembut.


"Terima kasih bu, ibu sudah mau memaafkan aku dan melupakan semua yang terjadi di masa lalu. Mulai saat ini ibu bisa menganggapku putra ibu juga." Ucap Nico menggenggam tanga bu Ella dan duduk di depan bu Ella. Ia memeluk bu Ella dan mengusap punggung wanita yang terlihat sudah menua.


Setelah bertemu dengan Nico bu Ella kembali ke rumahnya. Pertemuannya dengan Nico kali tanpa sepengetahuan Ana.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2