Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 65 : Acara Peresmian


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka tiba di Negara Jepang. Mereka berempat akan tinggal di mansion keluarga Alexander. Nico mempunyai beberapa mansion megah yang terletak di beberapa Negara.


Keluarga Alexander merupakan keluarga kaya raya dan hartanya tak akan habis sampai tujuh turunan. Karena keluarga Alexander terkenal sejak dulu sebagai mafia dan memiliki kerajaan bisnis terbesar yang tersebar di beberapa Negara. Nico memutuskan membuka cabang baru perusahannya di Jepang karena mendapat dukungan penuh dari mafia Yakuza. Itulah salah satu alasan mengapa keluarga Alexander sangat ditakuti oleh setiap musuhnya dan terkenal sangat kaya raya.


Sejak dulu keluarga Zexander merupakan musuh terbesar keluarga Alexander. Aldo berasal dari keluarga Zexander. Aldo dan Aldwin memiliki hubungan kekeluargaan. Keduanya saling bermusuhan kerena suatu alasan dan peristiwa yang terjadi 20 tahun. Aldo dan keluarganya sudah bersumpah untuk tetap setia kepada keluarga Alexander sampai kapan pun. Dan kesetiaan itu Aldo buktikan sampai saat ini.


Nico disambut oleh anak buahnya yang sudah menunggu kedatangan tuannya. Mereka berempat tiba di Jepang pada saat malam hari.


“Sayang, apa kau lelah?” Tanya Nico saat melihat wajah pucat Istrinya.


“Aku baik-baik saja, hanya sedikit mengantuk saja.” Jawab Ana.


Karena merasa mengantuk Ana memilih untuk istirahat setelah makan malam bersama. begitu pun dengan Rea Ia juga memilih untuk istirahat di kamar yang sudah di siapkan untukknya.


“Tidurlah dulu, aku masih harus membahas beberapa pekerjaan dengan asistenku, setelah selesai aku akan segera ke kamar.” Ucap Nico sambil mengelus pucuk kepala Ana.


“Baiklah, jangan terlalu lelah.” Ucap Ana.


Nico menyelimuti tubuh istrinya dan berjalan ke luar dari kamarnya menuju ke ruangan kerjanya.


Aldo dan Nico sedang membahas masalah peresmian perusahannya yang akan diadakan besok malam. Ke duanya sedang mengadakan rapat dadakan di ruang kerja.


“Apa semuanya berjalan lancar?” Tanya Nico.


“Semuanya berjalan lancar tuan.” Jawab Aldo.


“Apa paman akan datang ke acara besok?” tanya Nico lagi.


“Tuan Reynad akan datang di acara peresmian perusahaan.” Jawab Aldo.


"Tuan Reynad bersama dengan seseorang, sepertinya Tuan Reynad merencanakan sesuatu." Ucap Aldo.


"Biarkan paman melakukan apa pun yang diinginkannya."


“Atur semunya dengan baik dan pastikan  acara besok malam berjalan dengan lancar.” Perintah Nico.


“Baik tuan, apa nona Ana akan ikut ke acara peresmian besok?” Tanya Aldo.


“Aku akan memikirkannya.” Jawab Aldo.


Nico masih belum siap mengenalkan Ana kepada semua orang. Ia tidak ingin terjadi hal buruk yang menimpah istrinya. Nico hanya tidak ingin para musuh mengetahui tentang siapa wanita yang Ia cintai. Satu-satunya kelemahan Nico adalah Ana wanita yang sangat Ia cintai. Nico bahkan rela mengorbankan nyawanya demi Ana terlebih lagi saat ini istrinya itu sedang mengandung.


“Kerahkan seluruh anak buah kita untuk mengawasi acara besok, aku tidak ingin ada musuh yang berani mangacaukan acaraku dan perketat keamanan untuk istriku, besok aku akan mengenalkan Ana kepada semua orang dan semua rekan bisnisku.” Ucap Nico setelah memikirkan dengan baik keputusannya.


Sudah saatnya Nico mengumumkan mengenai pernikahannya. Dan mengenalkan Ana sebagai nyonya Alexander dan calon penerus keluarga Alexander yang ada di rahim istrinya.


************


Pagi hari menyambut, memberi janji akan sebuah kehidupan. Hawa dingin terasa menusuk tulang. Saat ini Negara Jepang sedang mengalami musim dingin yang terjadi dari bulan Desember-Februari. Ana menggeliat pelan. Ia merasakan tangan kekar melingkar di pinggangnya. Saat Ana berbalik Ia melihat wajah tampan suaminya di pagi hari. Ana berusaha melepas tangan kekar suaminya yang memeluknya dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.


Terlihat kesibukan di mansion Nico saat ini, Ana yang baru saja turun dari lantai 3 kamarnya menggunakan lift. Ia melihat pelayan mondar-mandir dengan tugas masing-masing. Ana mendekati pelayan dan bertanya.


“Apa akan ada acara di mansion ini?”


“Kami hanya diperintahkan oleh tuan untuk menyiapkan pesta penyambutan kedatangan tuan Reynad.” Ucap Kepala pelayan.


“Paman akan datang hari ini.” Guman Ana.


Tiba-tiba jantung Ana berdetak kencang, ketakutannya tiba-tiba muncul. Ia takut Reynad akan menentang hubungannya dengan Nico. Ana benar-benar tidak ingin berpisah dari suaminya yang sangat Ia cintai itu terlebih lagi saat ini Ia sedang mengandung. Ketakutannya semakin menjalar di hatinya. Berbagai prasangka buruk bermunculan dipikirannya.


Ana kembali ke kamar. Nico baru saja keluar dari kamar mandi. Wajahnya terlihat segar dan tampan.


“Sayang, Kenapa tidak memberi tahu kalau paman akan datang hari ini? aku belum menyiapkan hadiah apa pun untuk paman.” Ucap Ana.


“Kau persiapkan dirimu saja sayang, jangan takut dan cemas paman akan menerimamu dengan baik.” Ucap Nico memeluk Ana dan menyandarkan kepalanya di bahu istrinya.

__ADS_1


Waktu acara peresmian pun semakin mendekati. Terlihat perusahaan Nico dipadati dengan para awak media dan beberapa tamu VVIP yang mendapat undangan khusus berdatangan untuk meramaikan acara peresmian itu. Reynad dan seorang lelaki paruh baya juga  sosok wanita muda dan anggun sedang bersamanya. Mereka terlihat bercenkrama dengan para tamu dan rekan bisnis keluarga Alexander.


Nico dan Ana sudah bersiap dengan penampilan yang sangat berkelas. Hari ini Ana terlihat begitu anggun dan Glamour. Ia memakai gaun super cantik yang dirancang khusus oleh desainer ternama Giorgio Armani dengan harga yang tentunya fantastis. Gaun off- shoulder perak yang dikenakan oleh Ana memiliki harga luar biasa yaitu US$ 200 ribu atau Rp 2,8 miliar. Gaun tersebut dibandrol dengan harga mahal karena bertabur Kristal Swarovski. Gaun ini terlihat sangat indah saat Ana memakainya.


“Kau akan membuat semua wanita iri, kau sangat cantik sayang.” Puji Nico.


“Kau juga sangat tampan, semua wanita akan terpesona dengan ketampanan suamiku ini.” Ucap Ana sambil merapikan dasi suaminya.


Nico juga memakai setelan Jaz Brioni Vanquish II, yaitu setelah jaz pria dengan jahitan berlapis emas dengan harga yang tentunya sangat fantastis. Wajahnya yang sudah tampan semakin terlihat sangat tampan dengan setelan jaz mewah yang melekat ditubuhnya.


Aldo dan Rea juga sudah siap dengan penampilan mereka yang tak kalah mewahnya dan juga sangat berkelas itu. Rea memakai gaun berwarna peach panjang menjuntai dengan sedikit belahan memperlihatkan kaki jenjang putihnya. Sementara Aldo memakai jaz berwarna hitam yang sangat pas di tubuhnya. Penampilannya terlihat sangat tampan.


Nico dan Ana berangkat dalam satu mobil dengan menggunakan mobil Ferrary mewah. Sementara Rea dan Aldo juga berangkat bersama dalam satu mobil. Mobil Aldo berada di belakang mobil Nico.


"Kau terlihat sangat berbeda." Ucap Aldo.


"Apa yang berbeda?" Tanya balik Rea.


"Kau terlihat sangat cantik dan anggun, kau akan membuat setiap pria terpesona denganmu malam ini." Bisik Aldo di telinga Rea.


Dan kau selalu saja membuat jantungku berdetak tak karuan. Batin Rea.


Mereka sudah tiba di gedung pencakar langit itu. Semua tamu dan para awak media menyambut kedatangan tamu terhormat dan pemilik perusahaan megah itu. Nico turun dari mobil setelah sopir membuka pintu mobil untuknya begitu pula dengan Ana yang juga turun dari mobil mewah itu. Tangannya menggandeng lengan suaminya dan bersiap masuk ke dalam tempat acara akan di mulai.


Semua mata memandang ke arah Nico dan Ana. Kilatan cahaya kamera semakin menambah keramaian acara. Para awak media mengambil gambar Nico menggandeng seorang wanita dengan perut yang agak membuncit. Para awak media saling berbisik.


(Siapa wanita yang bersama dengan Tuan Nico? apa wanita itu istrinya?)


(Lihatlah perut wanita itu membuncit, apa dia sedang hamil?)


(Beruntung sekali wanita yang bisa menikah dengan Nico Alexander, tampan dan kaya raya)


(Wanita itu membuatku iri)


(Wanita itu sangat cantik, anggun dan berkelas)


Para pengawal membantu tuannya agar tidak dikerumuni oleh para awak media yang akan menghalangi jalan tuan dan nyonya mereka. Aldo ikut membantu menghalau para awak media. Sementara Rea ikut bersama Ana memasuki perusahaan itu menuju private room.


Ana dan Rea berada dalam ruangan khusus yang sudah di siapkan untuknya.


"Apa kau baik-baik saja Ana?" Tanya Rea.


"Hemmm iya, aku hanya tidak percaya suamiku begitu terkenal, aku hanya merasa sedikit gugup saja Rea." Ucap Ana.


"Tenanglah Ana, Semua akan baik-baik saja."


Sementara itu, Nico dan Aldo menemui pamannya yang juga sudah menunggunya di ruangan khusus sebelum acara dimulai. Nico rencananya akan mengenalkan Ana sebagai istrinya kepada pamannya setelah Acara peresmian selesai. Ia tahu pamannya tidak akan merestui hubungan mereka dengan mudah.


"Bagaimana kabar paman?" Sapa Nico sambil memeluk pamannya.


"Paman baik-baik saja, kau memang kebanggaan paman, selamat untuk pembukaan cabang perusahaan barumu." Ucap Reynad memeluk keponakannya itu.


"Paman ingin mengenalkanmu dengan seseorang."


"Dia adalah Tuan Anderson rekan bisnis paman, dan ini adalah putrinya Clara Anderson." Ucap Reynad.


Nico dan Tuan Anderson saling berjabat tangan dan berkata.


"Nice to meet you Mr. Anderson." Sapa Nico.


"Nice to meet you to Mr. Nico." Sapa balik tuan Anderson.


Sementara itu Clara terus menatap Nico dengan tatapan yang sulit diartikan. Sepertinya wanita itu terpesona dengan ketampanan sempurna laki-laki yang ada di depannya itu.


"Tuan sebentar lagi acara akan segera di mulai." Ucap Aldo.

__ADS_1


"Hemmm, baik."


Mereka keluar dari ruangan VVIP itu dan berbaur bersama para tamu. Sementara Nico dan Aldo memutuskan untuk menemui Ana dan Rea yang sudah menunggu mereka sejak tadi.


Pesta malam ini dipenuhi dengan kemegahan, berbagai hidangan mewah tersaji di meja dengan gelas yang di isi berbagai merek minuman yang biasa menemani para kalangan elit di Negara Itu.


"Malam ini adalah malam peresmian perusahaan N&A Company milik Tuan Nico Alexander, Selamat atas kesuksesan dari tuan Nico, Kami mempersilahkan tuan Nico bersama dengan istrinya untuk naik ke podium dan memberikan sambutan." Ucap MC Acara itu.


Ana menggandeng lengan Nico menuju podium.


"Terima kasih untuk kehadiran kalian di peresmian perusahaanku ini, Terima kasih juga kepada semua yang terlibat dalam pembangunan perusahaan ini. Perusahan N&A Grup adalah perusahan yang bergerak di bidang properti. Pembangunan Perusahaan ini adalah bukti cintaku untuk wanita yang sangat berarti dalam hidupku Ariana Anastasya, Perusahaan ini kelak akan menjadi milik dari anakku pewaris keluarga Alexander, Terima kasih sudah menemani dan mencintaiku sayang sampai saat ini, menerima sisi baik dan burukku dan selalu sabar menemaniku untuk menjadi lebih baik lagi." Ucap Nico membelai lembut rambut istrinya. Ia tidak hanya memberi sambutan tapi juga mengenalkan Ana sebagai istri yang sangat Ia cintai.


"Sayang, kau-" Ucapan Ana terhenti. Hanya air mata kebahagian yang mengalir di pipinya. Ia mendapatkan kejutan yang tak pernah Ia bayangkan sebelumnya. Kejutan yang sangat indah. Ana merasa begitu dicintai oleh suaminya dan perasaan itu membuatnya bahagia.


"Aku mencintaimu sayang dulu dan sampai kapanpun." Bisik Nico.


Sontak saja para tamu dan kolega bisnis Nico sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Nico.


Semua tamu acara itu berbisik, Wajah Reynad terlihat sangat kesal dan merasa begitu kecewa dengan sikap Nico yang merahasiakan pernikahan darinya. Tangannya yang memegang gelas terlihat gemetar karena menahan amarahnya.


Reynad yang mendengar kata istri sontak saja sangat terkejut dan merasa Nico tidak menganggapnya sebagai keluarga dengan menyembunyikan pernikahannya. Kilatan kebencian dimatanya terlihat sangat jelas. Ia begitu membenci putri Bagaskara dan saat ini Nico keponakannya sendiri malah menikah dengannya.


Wajah Clara juga terlihat pias dan merasa sangat kecewa karena ternyata Nico sudah menikah dan istrinya saat ini sedang mengandung. Keinginanya untuk memiliki Nico semakin sulit karena saat ini laki-laki itu sudah mencintai wanita lain.


Siapa wanita yang tidak ingin bersama dengan seorang Nico Alexander pria tampan dan kaya raya? Begitu pula dengan Clara yang tertarik pada pandangan pertama dengan Nico.


Tiba lah di puncak Acara, acara yang dinantikan yaitu pemotongan pita yang menandakan perusahaan itu telah diresmikan. Perusahaan itu akan menjadi perusahaan terbesar yang akan membuka lapangan pekerjaan bagi setiap orang.


Rea dan Aldo terlihat manatap Nico dan Ana yang terlihat begitu bahagia. Ke duanya sedang memotong pita bersama.


Setelah acara selesai, Nico mengajak Ana ke ruangan khusus untuk bertemu dengan pamannya. Ia tahu pamannya itu saat ini begitu kecewa dengannya.


Sementara itu, Aldo dan Rea masih berada di pusat acara itu.


Beberapa pria sedang menatap Rea dengan pandangan yang menetapnya takjub dan terpesona dengan kecantikannya.


Tiba-tiba pandangan mata Aldo menangkap sosok pria paruh baya yang sangat Ia kenal di antara kerumunan tamu yang datang. Ia terlihat sedang bersama dengan seorang pria yang juga seumuran dengannya.


Kanapa ayah ada di sini? Batin Aldo.


Karena tidak ingin bertemu dengan ayahnya Aldo memilih menghindar dari kerumunan orang yang ada di acara tersebut. Ia belum siap jika ayahnya menyuruhnya pulang saat ini.


Nico menarik tangan Rea dan membawanya ke sudut ruangan.


"Kenapa kau menarikku, lepaskan aku!" Ucap Rea melepaskan tangannya dan meninggalkan Aldo begitu saja.


Deggg.....


Jantung Rea berdetak kencang saat melihat sosok pria paruh baya yang sangat Ia kenal terlihat sedang berjalan dengan seseorang yang juga usianya sama dengannya itu.


Ayah. Batin Rea


Kali ini Rea lah yang menarik tangan Aldo dan keluar dari perusahaan itu sambil berkata. "Kau harus ikut denganku."


Aldo dan Rea sudah berada di dalam mobil. Mobil pun melaju meninggalkan tempat acara tersebut.


Bersambung....


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2