
Peresmian perusahaan Nico sudah usai. Para tamu meninggalkan acara tersebut.
Reynad memilih untuk kembali ke mansion. Ia ingin membicarakan mengenai masalah yang terjadi di pesta malam ini. Reynad merasa sangat marah dan kecewa dengan sikap Nico. Ia juga merasa bersalah dengan tuan Abraham dan putrinya. Reynad mempunyai rencana untuk menjodohkan Nico dan Clara putri dari rekan bisnisnya itu. Tapi rencananya kali ini akan gagal sebab Nico sudah menikah diam-diam di belakangnya dengan putri musuhnya. Dan tentu saja hal ini membuatnya sangat marah.
Reynad tahu bahwa hubungan antara dirinya dan juga Nico akan renggang. Namun, Reynad akan berusaha agar Nico mau meninggalkan Ana dengan melakukan cara apa pun untuk memisahkan mereka.
Sementara itu, Nico dan Ana masih berada di pesta peresmian perusahaan. Mereka berdua sedang berada di Private room. Ana sedang menemani Nico untuk bertemu dengan beberapa rekan bisnis suaminya.
“Selamat untuk peresmian perusahan barumu dan juga untuk pernikahanmu, Sebentar lagi kau akan menjadi ayah, kau memang sangat hebat, paman turut bahagia.” Puji Rolad (Ayah dari Aldo).
“Terima kasih paman.” Nico memeluk Rolad. Sudah lama mereka tidak bertemu dan hal itu membuat Nico merindukan laki-laki paruh baya yang masih terlihat tampan di usinya yang sudah tidak mudah lagi.
“Istrimu sangat cantik.” Puji Rolad menatap ke arah Ana yang sedang duduk di samping Nico.
“Terima kasih paman.” Balas Ana.
“Restu paman selalu bersamamu, paman doakan pernikahan kalian selalu bahagia dan anak yang ada dalam kandungan istrimu selalu sehat.” Ucap Rolad lembut penuh kasih sayang.
Ana merasa terharu melihat bagaimana suaminya dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dengan tulus.
Nico sudah menganggap Rolad (Ayah Aldo) sebagai ayah kandungnya sendiri. Sejak kecil Nico dan Aldo selalu bersama. Karena itu Ia menganggap Rolad sebagai ayah kandungnya juga. Rolad yang tak pernah pilih kasih dan selalu menyayangi Nico sama seperti anak kandungnya sendiri.
Rolad Zexander adalah adik angkat dari Andrew Zexander (Ayah Aldwin). Hubungan antara Roland dan Andrew menjadi hancur karena Andrew menghianati Rolad yang saat itu bekerja sebagai seorang mata-mata. Rolad sengaja masuk ke dalam keluarga Alexander demi sebuah misi dan melaksakan tugas yang diberikan oleh Andrew. Saat itu Andrew berjanji akan membantunya setelah Ia melaksanakan misinya. Namun ternyata Andrew menghianatinya dengan meninggalkan Rolad sendiri.
Hubungan Rolad dan Andrewa menjadi hancur. Sejak saat itu mereka menjadi musuh dan tidak akan pernah saling memaafkan. Saat kakek Nico mengetahui rahasia Rolad sebagai seorang mata-mata, Ia ingin melenyapkannya. Namun, tuan William (Ayah Nico) mencegahnya dan memberi kesempatan hidup.
Sejak saat itulah, Rolad bekerja untuk keluarga Alexander dan berjanji untuk setia sampai kapan pun.
Saat tuan William meninggal Ia ikut berperan dalam merawat dan membesarkan Nico. Hubungan Nico dan Rolad begitu dekat dan terkadang membuat Aldo sedikit cemburu dengan ayahnya yang selalu menomor satukan Nico dari pada dirinya. Namun, Ia tidak pernah merasa iri dan sangat menyayangi Nico yang sudah Aldo anggap sebagai kakaknya sendiri.
“Apa anak itu tidak bersamamu?” Tanya Rolad.
Sejak tadi Ia tidak menemukan keberadaan putranya saat acara berlangsung bahkan hingga acara selesai Ia tidak menemukan keberadaan putra satu-satunya itu.
“Aku akan menyuruhnya untuk menemui paman.” Jawab Nico.
“Biarkan Anak itu menemuiku dengan keinginannya sendiri. Anak itu pasti ingin menghindar dariku, kau sampaikan saja pesanku, agar secepatnya kembali ke London, Jika anak itu masih ingin menemui ibunya sebelum ibunya meninggal karena merindukannya.” Ucap Rolad dengan wajah kecewa. Putranya sendiri tidak ingin menemuinya.
“Baiklah paman, aku akan menyampaikan pesan paman, dan sampaikan salamku untuk bibi, jika ada waktu luang aku akan menemui bibi dan mengajak istriku bertemu dengan bibi, semoga saja bibi segera sembuh.” Ucap Nico.
Hubungan Aldo dan ayahnya sedikit renggang. Sudah 2 tahun Aldo tidak bertemu dengan ayahnya. Tentu saja hal itu membuat Rolad dan istrinya begitu merindukan putra satu-satunya itu.
“Apa paman masih berencana untuk menjodohkan Aldo dengan putri rekan bisnis paman?” Tanya Nico.
“Kau tahu usia anak itu sudah tidak mudah lagi, paman hanya ingin melihatnya menikah dan segera memberi cucu untuk pamanmu yang sudah tua ini.” Jawab Rolad.
Rolad hanya khawatir dengan Aldo yang sejak dulu tidak pernah mengenalkan seorang wanita. Ia takut putranya satu-satunya itu menghabiskan sisia umurnya dengan tidak menikah dan hanya fokus bekerja saja.
Setelah menyapa paman dan rekan bisnisnya. Nico dan Ana memutuskan untuk kembali ke mansion mereka.
"Apa pesta malam ini membuatmu lelah sayang?" Tanya Nico membelai lembut rambut istrinya.
Mereka berdua sudah berada di dalam mobil mewah yang akan membawanya kembali ke mansion.
"Aku baik-baik saja." Ucap Ana.
"Paman Rolad sangat baik dan menyanyangimu, Aku bahagia melihat suamiku mendapat orang-orang yang menyanyanginya dengan tulus." Ana menyandarkan kepalanya di dada bidang Nico
"Apa paman tidak ingin bertemu denganku? Sejak tadi aku tidak melihat paman, semoga saja paman mau menerimaku." Lirih Ana.
"Kau akan segera bertemu paman, jangan khawatir paman akan menerimamu dan juga bayi dalam kandunganmu sayang." Jawab Nico.
Nico tahu akan sulit membuat pamannya menerima kehadiran Ana sebagai istrinya. Namun, Nico akan berusaha untuk membuat pamannya itu merestui hubungannya dengan Ana. walau Ia tahu ke depannya akan sulit. apalagi setelah Nico tahu pamannya datang ke pesta itu dengan mambawa seorang wanita. Ia sudah tahu tujuan pamannya membawa Clara tak lain ingin menjodohkan wanita itu dengannya. Namun, Nico tidak akan pernah membiarkan rencana pamannya kali ini berhasil.
__ADS_1
Rolad dan Jonathan memutuskan untuk pergi bersama. Mereka adalah teman lama dan juga rekan bisnis. Sudah lama keduanya tidak bertemu dan Mereka akan membicarakan sesuatu yang sangat penting.
******
Sementar itu, Di tempat lain di Negara itu terlihat dua orang yang sedang berada di ketinggian sedang menikmati suasana malam hari.
"Apa kau menyukai tempat ini?" Tanya Aldo.
"Ini sangat indah."Jawab Rea. Ia menatap takjub dengan pemandangan indah yang ada di depannya.
"Ada apa kenapa tiba-tiba menarikku dan membawaku pergi dari pesta itu?" Tanya Rea.
"Apa kau lupa nona Rea kaulah yang menarik tanganku dan menyuruhku untuk membawamu pergi dari pesta itu." Jawab Aldo.
"Maaf aku-" Rea menghentikan ucapannya. Ia kembali terdiam dan menundukkan kepalanya. Ia tidak ingin membicarakan masalahnya dengan siapa pun juga.
"Ada apa?" Aldo mengangkat dagu Rea yang hanya menunduk saja. Wajah Rea terlihat sedih. Akhir-akhir ini hubungan dengan Ayahnya kurang baik.
Rea tahu bahwa ayahnya sangat menyanyanginya. Ia juga begitu merindukan ayahnya. Jonathan ingin agar putri sewata wayangnya itu segera menikah dan menemukan laki-laki yang menyanyangi dan mencintainya. Namun, Rea tidak ingin ayahnya menjodohkannya dengan putra rekan bisnis ayahnya itu. Alasan itulah yang membuat Rea kabur.
"Apa kau bertemu mantan kekasihmu." Tebak Aldo.
"Kau sok tahu sekali tuan Aldo." Ucap Rea memutar bola matanya jengah dengan sikap Aldo yang selalu sok tahu dan suka sekali menjahili dirinya.
"Katakan kenapa kau memilih meninggalkan acara malam ini? apa kau juga bertemu dengan mantan kekasihmu? maafkan aku tuan, aku lupa kau kan tidak pernah jatuh cinta." Ledek Rea dengan tertawa.
"Kau sangat cantik saat tertawa." Puji Aldo sambil merapikan anak rambut Rea yang terlihat berantakan. Ia menyisipkan rambut Rea ke belakang telinganya.
Degggg..
Degggg.....
Jantung ke duanya berpacu tak karuan. Malam cuaca dingin dan langit bertabur bintang menambah kesan romantis bagi ke duanya ditambah lagi dengan suasana yang gelap dan tempat yang romantis sangat cocok bagi sepasang kekasih yang ingin menghabiskan waktu berdua.
Bianglala ini memiliki ketinggian 112 meter. Cukup tinggi untuk dapat menikmati pemandangan pegununungan sekaligus laut di sekitar Osaka. Dari atas bianglala mereka juga dapat melihat kota Osaka dari ketinggian. Pemandangan indah akan didapatkan ketika hari mulai gelap.
Rea menatap bintang yang bertabur di langit Jepang malam itu. Pemandangan yang sangat indah dan menyejukkan jiwa.
Aldo melepaskan jaz miliknya dan mengenakannya ke tubuh Rea agar tidak kedinginan.
"Kau akan masuk angin dengan gaun seperti itu." Ucap Aldo meletakkan jaz miliknya di bahu Rea.
"Te-terima kasih." Ucap Rea terbata.
"Hemmm." Aldo berdehem berusaha menutupi perasaannya yang tiba-tiba saja gugup dan jantung yang semakin berpacu kencang.
Apa aku jatuh cinta dengan gadis ini? jantungku serasa ingin copot saat berdua dengan gadis aneh ini, apa aku mencintainya, aku selalu ingin bersamanya dan berada di dekatnya. Batin Aldo.
Ada apa denganku? apa aku jatuh cinta dengan pria menyebalkan ini. Jantungku, kenapa selalu berdetak kencang, aku merasa nyaman saat bersamanya. Batin Rea.
Keduanya tenggelam dalam lamunan masing-masing.
"Aku ingin mengatakan sesuatu." Ucap Aldo membuyarkan lamunan ke duanya.
Aldo menggenggam tangan Rea membuat Rea refleks melepaskan tangannya.
"apa yang ingin kau katakan?" Tanya Rea.
"Aku-" Ucapan Aldo terhenti saat Hp di saku celananya berbunyi.
Aldo menganggkat panggilan dari Nico yang menghubungi menanyakan keberadaannya. Setelah selesai berbicara dengan Nico, Aldo meletakkan kembali Hp miliknya dan menatap wajah Rea yang terlihat sangat bahagia menikmati pemandangan indah Kota Tokyo.
__ADS_1
"Rea aku-" Ucapan Aldo kembali terhenti. Bibirnya terasa keluh dan Ia mencoba menarik nafanya dengan pelan. Sejak tadi Aldo merasa sesak berada di bianglala itu.
Deggggg...
Perasaan Aldo semakin gugup dan jantungnya semakin berpacu kencang.
Ini pertama kalinya Ia akan mengunkapkan perasaannya kepada seorang gadis yang beberapa hari ini membuat pikirannya tidak tenang.
"Kenapa kau terlihat gugup? katakan apa yang ingin kau katakan tuan, Jangan membuatku semakin penasaran saja." Ingin rasanya Rea menertawakan tingkah konyol Aldo yang terlihat gugup bahkan keringat di dahinya terlihat jelas. Bagaimana seseorang bisa berkeringat sebanyak itu di tengah cuaca yang sangat dingin seperti ini. Pikir Rea.
"Aku mencintaimu gadis anehku, nona Rea." Ucap Aldo tegas.
"Peffftthhh." Rea mencoba menahan tawanya.
Aldo yang tiba-tiba saja mengungkapkan perasaanya membuat Rea hanya bisa tertawa dan tidak percaya ungkapan cinta dari laki-laki yang ada di depannya saat ini. Walau jantungnya serasa ingin melompat keluar dari tempatnya. Namun, Rea mencoba menahan perasaanya dengan berpura-pura tertawa.
"Apa kau deman malam ini tuan Aldo."Rea meletakkan tangannya di kening Aldo merasai panas tubuhnya.
Aldo menggenggam tangan Rea dan membuatnya tersudut di dinding kaca bianglala itu. Aldo mengunci tangan Rea dan mengungkung tubuh mungil gadis itu.
"Aku benar-benar mencintaimu nona Rea, apa kau pikir perasaanku hanya main-main, kau salah besar karena aku tidak akan melepaskannmu dengan mudah Rea." Bisik Aldo di telingan Rea.
Wajah Aldo terliha kesal dengan Rea yang menganggapnya ungkapan cintanya sebagai lelucon.
Wajah Rea semakin terlihat memerah bukan karena dingin melainkan merasa bahagia dengan ungkapan cinta dari Aldo. Walau Ia masih menyembunyikan perasaanya.
Rea sendiri masih belum memahami perasaanya kepada Aldo apakah Ia mencintai Laki-laki itu atau tidak. Namun, Saat ini Ia merasa sangat nyaman bersama di dekatnya. Walau mereka selalu berdebat ketika bertemu.
"Ak-Aku-" Ucapan Rea terhenti saat Bibir lembut Aldo menyatuh dengan bibir tipis manis milik Rea.
Aldo mencium gadis Aneh yang selalu mengusik pikirannya beberapa bulan ini. Ciuman pertamanya dengan seorang gadis yang sudah mencuri hatinya itu.
"A-apa yang k-kau hhhmmmpp." Rea ingin melepaskan diri dari kungkungan Aldo. Namun tenaganya kalah.
"Le-lepas-kan." Rea sekuat tenaga mendorong dada bidang Aldo.
"Maafkan Aku." Ucap Aldo merasa bersalah sudah mencuim paksa gadis yang ada di depannya itu.
Tiba-tiba saja Rea menitikkan air mata dan menundukkan wajahnya.
"Kau.. Hikssss... Hikkssss..." Rea menangis semakin kencang membuat Aldo semakin merasa bersalah. Aldo memeluk tubuh Rea dan membenamkan wajah Rea di dada bidangnya. Rea hanya pasrah saat Aldo menariknya masuk ke dalam pelukannya. Ia merasa sangat nyaman dan tenang berada di pelukan Aldo.
"Maafkan aku Rea, aku tidak akan melakukannya lagi, jangan menghindar dan membenciku, aku sungguh mencintaimu Rea." Ucap Aldo lembut sambil mengelus kepala Rea penuh sayang.
"Aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku, kau tidak harus membalas perasaanku." Ucap Aldo lagi menenangkan Rea dan akhirnya Rea berhenti menangis. Aldo menghapus sisa air mata di pipi Rea.
"Aku---, Kita tidak bisa bersama." Lirih Rea.
"Apa maksudmu?" Tanya Aldo.
"Orang tua ku sudah menjodohkanku dengan laki-laki lain." Lirih Rea.
"Aku akan menghadapi ke dua orang tuanmu, Aku akan berjuang agar kita bisa bersama." Ucap Aldo.
"Apa itu artinya kau menerimaku sebagai kekasihmu?" Tanya Aldo dengan tatapan penuh harap.
"Aku---."
Bersambunggg......
Like, Vote Dan Komentar.
__ADS_1