
Dooooorrrrr... suara tembakan menggema membuat suasana semakin mencekam di tengah malam yang semakin larut.
Nico dan anak buahnya baru saja tiba, beruntung Nico tiba lebih awal sebelum Aldwin berhasil membawa Ana dan bu Ella pergi jauh ke luar negeri.
Para anak buah Nico maupun Aldwin terlibat dalam perkelahian sengit, Suara tembakan terdengar dari berbagai arah. Beberapa Anak buah Aldwin berhasil dilumpuhkan oleh anak buah Nico.
Suasana begitu menegangkan, membuat jantung orang-orang yang terlibat di dalam peristiwa itu seakan ingin melompat dari tempatnya. Pertumpahan darah kedua mafia yang mempunyai dendam itu seakan tidak ada akhirnya.
Ana dan bu Ella terlihat sangat ketakutan mendengar suara tembakan yang memengkakan telinga. Ana dan bu Ella menutup telingan mereka dan berdoa agar mereka bisa selamat dan tidak terjadi sesuatu dengan mereka dan juga Nico.
Aldwin dan Zeynan juga ikut menembaki anak buah Nico. Ke dua kubu saling tembak menembak. Sementara Cycylia menjaga Ana dan bu Ella. Cycylia memegang senjata dan menodongkan senjata itu ke kepala Ana agar Ana tidak bisa kabur darinya.
"Jangan coba untuk kabur atau aku akan melenyapkan kalian." Ancam Cycylia.
"Kita kembali ke markas sekarang, cepat sebelum Nico membunuh kita." Ucap Aldwin memberi perintah kepada Cycylia dan juga Zeynan.
Mereka memutuskan untuk kembali ke markas untuk berlindung dari serangan Anak buah Nico.
Anak buah Nico jumlahnya sangat banyak dari Anak buah Aldwin. Sejak dulu Aldwin selalu kalah dalam melawan Nico, Namun kali ini ia pikir bisa mengalahkan Nico karena Ana sudah menjadi sandra mereka dan Nico tidak akan bisa melawan atau membunuh mereka.
"Jangan biarkan mereka lolos dan membawa istriku, cepat cari dan lenyapkan mereka." Perintah Nico kepada Aldo dan anak buahnya.
Zeynan dan Aldwin sudah berada di dalam markas untuk bersembunyi. Nico dan anak buahnya masuk ke dalam markas persembuyian mereka.
"Keluar kalian, Jangan jadi pengecut, ayo hadapi aku kalau kalian punya keberanian, keluar kau Aldwin." Ucap Nico penuh kemarahan.
Braaaakkkkkk. Nico menendang kursi kayu yang ada di dalam markas tersebut.
"Geledah tempat ini dan cari istriku." Perintah Nico.
Aldo dan Anak buah Nico mencari Ana dan ibunya di setiap sudut ruangan yang ada di markas itu.
"Letakkan senjata kalian atau aku akan melenyapkan istri kesanyanganmu dan ibu mertuamu ini." Ancam Aldwin sudah menodongkan senjata di kepala Ana.
Dan Cycylia juga menodongkan senjata di kepala bu Ella bersiap untuk menarik pelatuk jika Nico tidak menuruti keinginan mereka.
"Aku mohon lepaskan aku Aldwin." Lirih Ana.
"Diamlah." Bentak Aldwin.
"Turunkan senjata kalian." Perintah Nico kepada seluruh Anak buahnya.
"Suruh semua anak buahmu mundur dan keluar dari markas ku atau akan aku ledakkan kepala istrimu ini." Ancam Aldwin lagi.
Nico memerintahkan Aldo dan seluruh anak buahnya untuk keluar dari markas Aldwin. Nico berada di dalam markas itu seorang diri sesuai dengan permintaan Aldwin.
"Aku akan memberimu pelajaran dengan tanganku sendiri." Aldwin mendekati Nico.
Ana sudah berada di tangan Zeynan yang juga menodonkan senjata di kepalanya.
Bugggggg......
Aldwin melayangkan tinju di wajah Nico membuatnya tersungkur ke lantai.
__ADS_1
Bukannya Nico tidak bisa melawan, Ia membiarkan dirinya dipukuli oleh musuhnya demi menyelamatkan nyawa Ana. Istrinya itu dalam bahanya. Jika Nico mencoba untuk melawan maka mereka akan menarik pelatuk senjata dan membunuh Ana dan bu Ella.
Bugggggg...... Bugggg......
Pukulan bertubi-tubi mengenai perut Nico membuatnya terbatuk dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Nico meringis menahan sakit memegang perutnya.
Nico menatap Ana yang sudah manangis melihat suaminya dipukuli oleh Aldwin.
"Lepaskan aku, jangan pukuli suamiku, Aku mohon Aldwin, lepaskan kami, Dendam tidak akan menyelesaikan apa pun, Aku mohon." Ucap Ana Lirih memohon kepada Aldwin.
"Diamlah, atau aku lenyapkan kau hah." Bentak Zeynan.
"Ibu mohon maafkan kami, tolong lepaskan kami Nak Aldwin." Lirih bu Ella.
"Diamlah perempuan tua, atau aku hancurkan kepalamu ini." Bentak Cycylia.
Bugggg.... Pukulan kembali Aldwin layangkan.
"Ini untuk keluargaku, ayahku yang sudah kau bunuh dan untuk wanita yang aku cintai yang sudah kau rebut." Ucap Aldwin dengan amarah yang menggebu. Pukulan bertubi-tubi mengenai Nico membuatnya semakin tersungkur lemah di lantai. Andai Ana tidak dalam bahanya Nico pasti sudah melawan dan menghajar Aldwin tanpa ampun. Aldwin pasti sudah mati di tangan Nico.
"Saatnya kau mati di tanganku, aku tidak akan membiarkanmu hidup." Aldwin tersenyum penuh kemenangan dan jarinya sudah bersiap untuk menarik pelatuk senjata yang Ia todongkan tepat di kepala Nico.
Nico menatap Ana yang sudah menangis dan berusaha untuk memberontak. Nico tersenyum tipis dan...
Dooorrrr.........
Aldwin terkena tembakan di tangannya. Aldo berhasil menyelinap masuk ke dalam markas tanpa ada yang melihatnya. Senjata yang Aldwin pegang terjatuh ke lantai dan Aldwin berusaha untuk melindungi dirinya dan...
Dooorrrrrr......
Disaat yang bersamaan Zeynan juga terkena tembakan tepat di kepalanya. membuatnya mati seketika. Anak buah Nico sudah mengepung mereka dari berbagai arah. Ana memecamkan matanya. Ana pikir Ia yang terkena tembakan. Ana membuka matanya dan melihat Zeynan sudah bersimbah darah di lantai markas itu.
Dooorrrr...... Doooorrr.....
Cycylia berhasil menghindari tembakan. Ia bersembunyi di balik dinding dengan menyandra bu Ella di tangannya.
"Sialllll, Aku tidak mau mati konyol di tempat ini, aku harus bisa kabur, kau harus ikut dengan aku wanita tua, aku akan menjadikanmu sebagai sandra agar aku bisa keluar dari tempat ini." Ucap Cycylia dengan mengepalkan kuat tangannya. Ia terlihat begitu panik dan takut.
Bagaimana tidak Aldwin dan Zeynan sudah tertembak.
"Sayang apa kau baik-baik saja?" Tanya Ana memeriksa keadaan suaminya.
"Aku baik-baik saja, kita harus membantu ibu dan menyelamatkannya." Jawab Nico.
Aldo dan anak buah Nico sudah mengepung markas Aldwin dari setiap sudut. Cycylia tidak akan bisa lagi melarikan diri kali ini.
Cycylia sudah tersudut dan tak bisa lagi untuk melawan.
"Apa yang harus aku lakukan?" Batin Cycylia di tengah situasi yang sudah menegang.
"Jangan mendekat atau aku akan membunuh wanita tua ini." Cycylia menyandera bu Ella dan monodongkan senjata di kepalanya.
"Jangan bodoh Cycyl, lepaskan bu Ella aku akan membiarkanmu pergi dari tempat ini, Lepaskan ibu dan kau akan selamat." Bujuk Nico. Ia berjalan semakin mendekat ke arah bu Ella.
__ADS_1
"Aku mohon lepaskan ibuku." Pinta Ana yang juga berjalan mendekat ke arah bu Ella.
"Berhenti di situ, jangan coba mendekat." Bentak Cycylia.
Dooooorrrr....
Aldo menembak Cycylia dari arah belakang tepat mengenai punggungnya. Bu Ella terkejut dan ketakutan. Ia pikir dirinya yang terkena tembakan. Cycylia sudah tumbang dan terkulai lemah di lantai dengan bersimbah darah.
Ana yang melihat ibunya ketakutan, segera saja Ia berlari membantu ibunya.
"Kalau aku tidak bisa mendapatkan Nico, kau juga harus mati di tanganku Ana." Cycylia belum mati, kondisinya kritis, Ia masih bisa memegang senjata dan siap untuk menembak Ana. Bu Ella yang melihat Cycylia ingin menembak putrinya. Bu Ella segera berlari dan memeluk Ana melindunginya.
Dooorrrrr.....
Bu Ella terkena tembak di bagian punggungnya.
"Ibuuuu." Teriak Ana sambil memeluk bu Ella.
Nico yang melihat Cycylia menembak bu Ella segera saja Ia menembak Cycylia tepat di kepalanya membuatnya mati seketika.
Di saat yang bersamaan Aldwin juga menodongkan senjata ke arah Nico. Aldwin yang terkena tembakan masih bisa bertahan dan Di saat kondisinya yang kristis, Aldwin masih bisa memegang senjata dengan tangan kirinya dan Ia sudah siap untuk menarik pelatuk senjata itu.
Doooorrrrr.....
Sebelum Aldwin menarik pelatuk senjatnya, Aldo yang melihat Aldwin menodongkan senjata tepat di arah tuannya. Ia segera saja menembak Aldwin tepat di bagian tangannya membuat senjata yang Ia pegang itu terjatuh.
Kondisi Bu Ella semakin kritis setelah terkena tembakan.
"Ibu bertahanlah, aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri bu, Hikkksssss..... Hikkss...." Isak tangis Ana memeluk ibunya.
Nico segera menghampiri Ana dan bu Ella.
"Cepat siapkan mobil, kita harus membawa ibu ke rumah sakit." Perintah Nico kepada Aldo.
Ana memegang tangan ibunya dan memeriksa denyut nadinya. Denyut Nadi bu Ella semakin melemah.
"Ibuuuu, maafka aku bu, Aku sayang dengan ibu, aku mohin jangan pergi bu, aku tidak punya siapapun di dunia ini, Hiksssss... Hikss....." Air mata Ana luruh dan terdengar isak tangis pilu memenuhi ruangan di markas itu.
"Ibu meyanyangimu Nak, Hi-hiduplah dengan Ba-bahagia bersama su-suamimu, Ma-maafkan ibu, Ib-ibu harus pergi." Bu Ella mengusap pipi Ana dengan tangannya yang bergetar dan begitu dingin.
Wajah bu Ella sudah pucat akibat kehilangan banyak darah. Bu Ella tidak akan mampu untuk bertahan hidup kondisinya sangat kristis.
"Wa-Waktu ib-ibu sudah ti-tidak lama lagi, Ib-ibu titip pu-putri ibu, Ber-janjilah Nak Ni-co to-long ja-ga Ana." Ucap Bu Ella terbata-bata menggenggam tangan Nico dan Akhirnya Ia memejamkan mata untuk selamanya.
Bu Ella meninggal dengan tragis dalam peristiwa berdarah itu.
Pembalasan dendam hanya akan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah. Dendam hanya akan merenggut setiap kebahagianmu. Merelakan dan mengikhlaskan apa pun yang terjadi akan membuat hidupmu jauh lebih bahagia.
Bersambungg....
Like, Vite dan Komentar
Terima kasih untuk setiap dukungannya.
__ADS_1
šš