Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 16 : Kesucian yang Hilang


__ADS_3

Nico kembali ke mansionnya dalam keadaan mabuk berat. Aldo membawa Nico dan mengantarnya sampai di depan pintu kamarnya. Aldo menganggukkan kepala kepada Nico. Ia ingin kembali pulang ke apartemen miliknya. setelah mengantarkan Nico di depan pintu kamarnya Aldo segera keluar dari mansion milik Nico menuju apartemen untuk istirahat. Ia juga begitu lelah setelah seharian bekerja. Nico membuka pintu kamar dan menemukan seorang gadis tengah tidur di kasur empuk miliknya. Dia adalah Ariana yang saat ini tengah berada di alam mimpinya.


Nico menghampiri wanita itu dan menatapnya dengan intens. Ia lalu bergumam. “Cantik” pujinya dengan pelan. Ia menatap Ariana dengan tatapan ingin memangsa wanita yang meringkuk di balik selimut itu. Nico kemudian menghampiri Ariana dan membelai lembut wajah cantiknya.


Ia menatap bibir tipis Ariana yang terlihat begitu menggoda. Ia mengusap bibir itu dengan jari telunjuknya. Ariana yang merasakan sentuhan tangan di bibirnya. Mulai menggeliat dan membuka matanya dengan pelan. Ia tiba-tiba terperanjat dari tidurnya dan segera bangun lalu turun dari tempat tidur.


“Ap-ap- apa yang Tuan lakukan di sini?.” Dengan terbata-bata Ariana memberanikan diri untuk bertanya. Ia begitu terkejut dengan kehadiran Nico yang tiba-tiba sudah berada di atas tempat tidur tepat di sampingnya.


“Ini adalah kamarku aku bisa masuk kapan saja di dalam kamarku sendiri.” Jawab Nico dengan wajah yang tak bersalahnya.


“Maafkan saya Tuan sudah tidur di kamar ini, saya akan keluar dari kamar Tuan dan Tuan bisa istirahat, saya permisi Tuan.” Ariana mencoba membuka pintu kamar Nico tapi pintu kamar itu terkunci dan membuatnya tidak bisa keluar dari kamar tersebut.


Nico lalu menarik tangan Ariana dan mendorongnya membuat Ariana berada di atas tempat tidur miliknya. Ariana tersentak, ia merasa gemetaran, ia takut menatap Nico dengan tatapan memangsanya yang bisa ia lakukan hanya menghindari tatapan mata tajam Nico.


“Kau tidak akan bisa keluar dari kamar ini, kau harus melayaniku malam ini, aku menginginkanmu, kau paham.” Ucap Nico dengan seringai tipis di bibirnya. Ia menatap bola mata hitam milik Ariana dengan tatapan yang begitu dalam.


“Tuan tolong lepaskan saya, jangan seperti ini Tuan, biarkan saya keluar dari kamar ini, saya mohon Tuan.” Ariana mencoba bangkit dari tempat tidur dan memohon kepada Nico.


Tapi laki-laki itu menggenggam tangan Ariana dengan kasar dan kembali mendorong tubuh Ariana membuatnya jatuh di atas tempat tidur miliknya.


Nico lalu mengungkung tubuh Ariana membuatnya tidak bisa lepas darinya hanya dengan satu tangan ia mampu memegang kedua tangan Ariana dan meletakkan tangan gadis itu di atas kepala Ariana. Ariana bahkan bisa merasakan deru nafas Nico wajahnya begitu dekat dengan wajah Nico sekitar 3 cm. Mata Nico menatap bola mata hitam pekat milik Ariana yang begitu indah.


Ariana mencoba untuk memberontak dan melepaskan diri dari kungkungan laki-laki kejam itu. Namun, tubuhnya tidak bisa mengalahkan tubuh kekar milik Nico. Air matanya yang terbendung di pelupuk matanya sejak tadi akhirnya tumpah dan ia tidak bisa menahan tangisnya.


“Tuhan tolong jangan biarkan hal buruk menimpaku.” Batin Ariana.


Nico yang melihat wajah Ariana yang ketakutan dan air mata yang jatuh di pipinya membuatnya berdiri dan bangkit dari tempat tidur.


“Sialll kau berani menolakku, kau tahu banyak wanita yang rela memberikan tubuhnya untuk aku sentuh dan kau berani menolakku, aku akan membuatmu menyesal sudah berani menolakku.” Ancam Nico yang membuat Ariana semakin takut.


“Maafkan saya tuan Hikss...” Ariana hanya bisa menangis dengan sesenggukan.


“Aku akan melenyapkan ibumu yang berada di rumah sakit, aku akan menyuruh anak buahku untuk membunuh ibumu malam ini juga, kau tahu ibumu ada di tanganku dan kau tidak akan bisa menolakku, wanita tua itu akan selamat itu tergantung padamu.” Ancamnya lagi.


“Ap-apa maksud Tuan.” Tanya Ariana


“Hahahaahh, ibumu saat ini tengah terbaring di rumah sakit, wanita tua itu sakit karena mencarimu selama berhari-hari.” Suara tawa Nico menggema di kamar itu. Nico lalu melemparkan beberapa lembar foto tepat di depan Ariana.


Ariana mengambil foto tersebut dan menatap nanar foto ibunya yang terbaring di rumah sakit. Air matanya tumpah semakin deras mengalir dari kedua bola mata indahnya. Hatinya sakit melihat ibunya yang saat ini tengah terbaring lemah dan ia tidak bisa berada di samping wanita yang sudah melahirkannya. Ia begitu merindukan wanita yang ada di dalam foto itu.

__ADS_1


“Ibu maafkan aku bu, aku mohon jangan sakiti ibu saya tuan, saya akan melakukan apa pun yang tuan inginkan.” Dengan kedua tangan mengatup Ariana mencoba memohon kepada Nico. Ia berlutut di kedua kaki laki-laki itu. Namun, Nico terlihat tidak bergeming dan bahkan tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh Ariana.


Nico tak berhenti sampai di situ ia menjambak rambut Ariana membuat kepala Ariana mendongak sembari meringis kesakitan.


“aaaaaaa..” Ariana berteriak ketika Nico semakin menarik rambut indah Ariana membuat beberapa rambut indahnya rontok akibat tarikan kuat Nico.


Nico menghempaskan Ariana hingga ia jatuh tersungkur di lantai.


Uhuukk uhukkkk


Ariana terbatuk saat cekikan Nico terlepas dari lehernya.


“Baiklah aku tidak akan membunuh ibumu, tapi kau harus melayaniku malam ini, kalau kau menolakku maka jangan salahkan aku kalau malam ini ibumu akan mati di tanganku.” Nico menyentuh dagu Ariana dan membuat Ariana yang berlutut di kakinya mendongak menatap Nico.


Ia hanya pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Nico kepadanya malam ini.  ia tidak punya pilihan lain selain mengikuti keinginan laki-laki kejam yang saat ini ada di depannya. Ia tidak ingin ibunya mati di tangan Nico laki-laki kejam yang tak berperasaan.


Nico menarik tangan Ariana dan membawanya ke atas tempat tidur. Kali ini Ariana hanya pasrah dengan takdir hidupnya. Ia mendorong tubuh Ariana dengan kasar dan membuat Ariana kembali jatuh di atas tempat tidur.


Nico berada di atas tubuh Ariana dan ia ******** bibir tipis merah merona milik Ariana dan merasakan manis bibirnya. Ia mencium bibir Ariana dan menjelajah ke dalam rongga mulutnya. Pertukaran saliva keduanya pun terjadi. Ciuman yang diberikan Nico membuat Ariana hanya pasrah dan mengeluarkan bulir bening dari bola matanya. Nico menggigit lembut bibir manis itu.


Ciuman itu semakin panas membuat Nico menjelajahi leher jenjang milik Ariana dan membuat beberapa tanda merah di leher milik Ariana. Ariana mendesah merasakan sentuhan lembut yang diberikan oleh Nico. Suara ******* yang keluar dari bibir seksi milik Ariana semakin membuatnya bergairah.


Ia menikmati lekuk tubuh Ariana dengan meninggalkan jejak kemerahan di setiap inci bagian tubuh wanita itu. Ariana semakin mendesah.


Nico mulai turun dan menjelajah di area sensitif Ariana membuatnya kembali menitikkan air mata sedih.


Setelah puas melakukan pemanasan Nico yang sudah tidak mengenakan sehelai benang pun mencoba untuk memasukkan miliknya ke dalam milik Ariana dan membuat Ariana merasakan sakit yang luar biasa. Ia mencengkeram kuat seprei dan  membuatnya mendesah dengan rasa sakit yang dirasakannya.


“Aku akan memberimu kenikmatan yang tidak akan pernah kamu lupakan, kau akan menikmatinya sekaligus menyesalinya, aku benar-benar puas melihatmu menderita.” Ucap Nico dengan suara ngos-ngosan akibat pergulatan panas yang dilakukannya.


Ia mencoba beberapa kali satu sampai dua kali ia menarik ulur miliknya sampai bagian miliknya benar-benar bisa masuk dengan sempurna. Ia merasakan milik Ariana yang masih begitu sempit. Ia menikmati sensasi yang begitu nikmat setelah melakukan penyatuan miliknya  dengan milik Ariana.


Ariana meringis kesakitan saat milik Nico memasuki miliknya. Ia mendesah dengan suara yang begitu keras dan jari jemari lentiknya mencengkeram bahu Nico meninggalkan bekas yang mungkin akan terasa sakit. Namun, Nico tidak merasakan sakit akibat cengkeraman Ariana ia hanya merasakan kenikmatan yang membuatnya terasa berada di surga.


“Ternyata ini pertama kalinya bagimu aku adalah orang pertama yang merenggut kesucianmu, aku benar-benar puas.” Nico kembali mencium bibir tipis milik Ariana.


“Eumm Tuan tolong jangan lakukan ini Tuan, aku mohon.” Lirih Ariana.


Nico tidak bergeming dan menghiraukan permintaan Ariana. Ia tidak mau melepaskan wanita itu. Ia terus melakukan penyatuan miliknya dengan milik Ariana.

__ADS_1


Nico merasakan puncak kenikmatan saat sesuatu mulai keluar dari bagian miliknya. Ia melepaskan miliknya yang berada dalam milik Ariana. Ia tidak ingin wanita itu mengandung anaknya. Ia hanya menjadikan Ariana sebagai pemuas nafsunya karena ia benar-benar membenci wanita yang saat ini tengah tidur di sampingnya.


Nico menyelimuti tubuh polos Ariana yang sudah tertidur dan berada di alam mimpi. Ariana benar-benar merasakan kelelahan akibat perbuatan Nico. Sementara itu, Nico merasakan kenikmatan berbeda dengan Ariana yang merasakan rasa sakit, kecewa dan penderitaan.


Nico menatap wajah lelah Ariana ia merasa bahagia bisa membuat Ariana bertekuk lutut kepadanya. Ia berhasil memaksa Ariana menyerahkan mahkota berharga yang ada dalam dirinya.


Nico keluar dari kamar meninggalkan Ariana yang sedang tidur dari balik selimut. Ia tidak ingin tidur lebih lama dengan wanita yang sangat dibencinya. Ia memutuskan untuk tidur di kamar lain yang berada di mansionnya.


Ia masuk ke dalam kamar tersebut dan mulai memejamkan matanya. Akhirnya Nico tertidur dan berada dalam mimpi indah setelah merasakan kenikmatan dari seorang wanita yang dipaksa untuk melayaninya.


Bersambung.


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR


 


TINGGALKAN JEJAK YAH


 


BIAR AUTHOR SEMANGAT.


 


AUTHOR UCPIN TERIMAH KASIH.


 


🙏🙏


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2