Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 22 : Pertemuan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Udara pagi dan semilir angin yang sejuk, menemani langkah Reana menyusuri taman bunga di belakang mansion miliknya. Hari ini Rea memilih menghabiskan paginya untuk menikmati udara yang terasa segar. Ia memutuskan untuk tidak bekerja dan sudah meminta izin dari rumah sakit tempat ia bekerja.


Hari ini kedua keluarga itu akan kembali untuk bertemu. Mereka memutuskan untuk bertemu di restoran The Ivy restoran mewah dan paling terkenal di London dengan suasana restoran yang sangat cozy dan elegan. Restoran yang terkenal dengan sajian menunya yang lezat dan tidak sembarang orang yang bisa masuk di restoran itu hanya para sultan yang bisa menikmati suasana dan makanan di restoran tersebut. Kedua keluarga itu akan makam siang di restoran tersebut.


Jam menunjukkan pukul 10.00 pagi dan Rea bahkan belum bersiap-siap. Ia masih berada di luar mansion.


Bu Aluna menemui putrinya dan mengajaknya untuk segera bersiap.


“Ayo masuk dan bersiap Nak!, sebentar lagi kita akan menemui calon suamimu di restoran.” Ucap bu Aluna sambil berjalan menghampiri Rea yang tengah duduk di kursi taman belakang mansion.


“Baiklah bu.” Rea memutar bola matanya malas.


Rea dan ibunya berjalan masuk ke dalam mansion. Rea segera masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap. Ia memakai dress berwarna putih dan sedikit hiasan berwarna gold dengan riasan alami di wajahnya menambah kecantikannya.


Ke dua orang tua Rea juga sudah bersiap untuk bertemu dengan kelurga calon besannya. Jonathan memakai jas berwarna putih dan bu Aluna memakai setelan dress berwarn putih senada dengan Reana.


Di restoran tempat mereka makan siang memberlakukan aturan dress kode formal bagi para tamunya.


………


Di mansion lain tepatnya di mansion keluarga Andrew. Seseorang terlihat menatap wajahnya di pantulan cermin. Ia bingung dengan dirinya. Ia tidak ingin menikah dengan wanita pilihan kedua orangtuanya karena ia sendiri sudah mencintai wanita lain. Sampai saat ini Ia tidak bisa melupakan wanita itu. Tapi, kedua orang tuanya tidak merestui hubungannya. Hingga ayahnya merencanakan segala macam cara untuk memisahkan mereka.


Aldwin mengusap wajahnya kasar. Ia tidak bisa menolak perjodohan itu. Ia tidak ingin ayahnya kecewa. Akhirnya ia memutuskan untuk menemui keluarga calon istrinya.


Hari ini ke dua keluarga memutuskan untuk bertemu di restoran yang sudah di pesan oleh keluarga Jonathan. Keluarga Aldwin berangkat lebih dahulu menunggu kedatangan sahabatnya. Aldwin dan keluarganya tiba di restoran terlebih dahulu. Ia langsung masuk ke ruangan vip restoran tersebut.


Sementara itu, keluarga Reana sedang dalam perjalanan menuju restoran tempat mereka akan mengadakan pertemuan dengan keluarga Aldwin.


Beberapa menit kemudian mobil Reana sudah sampai di restoran tersebut dan mereka masuk di antar oleh seorang pelayan wanita menuju ruangan vip tempat Aldwin dan keluarganya berada.


Deg


Jantung Reana terasa berdetak kencang ini pertama kalinya ia akan bertemu dengan lelaki yang akan menjadi calon suaminya. Sampai di depan pintu ruangan Rea yang merasa gugup ingin ke toilet yang ada di restoran tersebut.


“Ibu ayah kalian masuk saja dulu! Aku akan ke toilet sebentar aku akan segera menyusul kalian.” Ucap Rea sambil berjalan meninggalkan ke dua orang tuanya menuju toilet.


“Jangan lama yah Nak.” Ucap bu Aluna.


Ke dua orang tua Reana masuk ke dalam ruangan tersebut. Ia langsung menemui keluarga sahabatnya itu.


“Maaf membuat kalian menunggu.” Ucap Jonathan.


Andrew dan Jonathan kedua sahabat itu saling berpelukan.


Jonathan juga memeluk Aldwin.


“Kau sudah besar rupanya dan semakin tampan saja.” Puji Jonathan sambil memegang bahu Aldwin memperhatikan wajah calon menantunya.


Aldwin hanya terlihat tersenyum tipis menaggapi ucapan sahabat ayahnya. Ia benar-benar merasa bosan dengan pertemuan keluarga ini.


“Terima kasih paman.” Ucap Aldwin dengan tersenyum tipis.

__ADS_1


Ini merupakan pertemuan pertama Aldwin dengan sahabat ayahnya.


Sementara itu bu Aluna dan bu Anna saling menautkan pipi mereka dan saling memeluk.


“Bagaimana kabar kalian? Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini.” Ucap bu Anna.


“Kabarku baik-baik saja, bagaimana denganmu? Jawab bu Aluna.


“Aku juga baik, oh ya di mana putrimu sejak tadi aku tidak melihatnya? Bu Anna mencari keberadaan Reana.


“Dia sedang ke toilet, sebentar lagi datang.”


Mereka akhirnya duduk dan menunggu makanan dan minuman yang dipesannya.


Ketiga pria itu berbicara mengenai masalah perusahaan. Sementara ke dua wanita itu juga terlihat sibuk membahas masalah kegiatan mereka. Terlihat canda dan tawa kedua keluarga itu. Tak lama kemudian pintu ruangan vip restoran itu terbuka lebar dan masuklah Reana ke dalam ruangan itu dan menyapa semua orang yang sudah menunggunya sejak tadi.


Jantung Reana terasa berdetak dan darahnya terasa berdesir. Ia akan segera menatap wajah calon suaminya. Ada perasaan gugup yang melandanya. Namun, ia mencoba untuk tetap tenang dan menarik nafas dalam.


“Maaf membuat kalian menunggu.” Ucap Rea sambil tersenyum manis.


Aldwin yang menundukkan kepalanya sejak tadi karena merasa bosan akhirnya ia mendongak dan menatap wajah perempuan yang masuk ke dalam ruangan mereka. Dan keduanya begitu terkejut ketika tatapan mereka saling bertemu.


Aldwin begitu terkejut ketika melihat wajah perempuan yang tengah berdiri di depannya itu. Wanita yang tak lagi asing baginya. Ia mencoba menguasai dirinya.


Begitu pula dengan Reana ia juga sama terkejutnya dengan Aldwin. Ia tidak menyangka laki-laki yang akan menjadi calon suaminya adalah kekasih sahabatnya sendiri. Tatapannya tak hentinya menatap wajah Aldwin terlihat raut wajah bingung dari Reana.


“Sayang kau sudah datang, sejak tadi kami menunggumu, kemari lah Nak dan perkenalkan dirimu!” Ucap bu Aluna. Ia menggandeng lengan putrinya dan membawanya menuju kursi kosong yang disiapkan untuknya.


Reana yang sejak tadi berdiri tak bergeming seketika tersadar dari lamunanya ketika ibunya menghampiri dan memegang lengannya membawanya untuk duduk di depan Aldwin.


Bu Anna berdiri dan menghampiri Reana menautkan kedua pipi mereka.


“Kamu cantik sekali Nak.” Puji bu Anna.


“Terima kasih bu.”  Ucap Reana dengan sedikit tersenyum.


Perasaannya saat ini benar-benar bingung. Bagaimana mungkin laki-laki yang akan menikah dengannya adalah kekasih dari sahabatnya?. Walau sebenarnya Aldwin adalah cinta pertama Reana. Tapi, ia tidak mungkin bisa bersama karena ia tahu Aldwin hanya mencintai Ariana.


Setelah selesai berkenalan mereka akhirnya duduk dan menunggu makanan yang dipesan datang. Tak lama kemudian makanan yang di pesannya pun datang. Aldwin menatap Reana yang saat ini terlihat gugup. Mereka akhirnya makan siang dengan diselingi canda dan tawa dua keluarga yang sudah lama tak bertemu. Berbeda dengan dua orang yang terlihat begitu terkejut.


Aldwin memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. ia ingin meninggalkan ruangan yang udaranya terasa sesak dan obrolan yang baginya sangat membosankan.


“Aku ingin ke luar sebentar, kalian nikmati saja makanannya.” Aldwin keluar dari ruangan tersebut.


Tak lama kemudian, Reana juga ikut keluar dari ruangan tersebut. Ia ingin menyusul Aldwin. Ada begitu banyak pertanyaan yang ada di benaknya saat ini. Ia ingin menanyakannya langsung kepada Aldwin.


Reana berjalan dan mencari-cari keberadaan Aldwin. Ia melihat Aldwin duduk di pojok restoran sambil memainkan ponselnya.


“Permisi boleh aku duduk di sini.” Ucapnya.


“Hemmm” Aldwin menanggapi dengan perasaan malas.

__ADS_1


Akhirnya Reana duduk di depan Aldwin dan ia mulai berbicara.


“Tidak disangka kita akan bertemu di sini, bagaimana kabarmu?” ucapnya Reana basa-basi.


“Aku juga tidak menyangka kita bisa bertemu di sini, kabarku baik.”


“Apa kau mau menerimah perjodohan ini?, kau tahu aku sudah mencintai wanita lain.” Ucapnya dengan tegas.


“Aku tidak akan menikah dengan pria yang dicintai oleh sahabatku, aku tau kalian saling mencintai. kalau kau mencintainya kenapa kau tega meninggalkannya di hari pernikahana kalian?.” Tanya Reana dengan perasaan kesal menatap pria yang ada dihadapannya itu.


Aldwin menceritakan semua peristiwa yang terjadi kepadanya pada saat pernikahannya dengan Ariana. Ia tidak ingin Reana berpikir buruk kepadanya.


Reana yang mendengar cerita Aldwin hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Ia tidak menyangka Aldwin akan mengalami peristiwa menyakitkan hingga membuatnya tidak bisa bersama dengan wanita yang dicintainya.


“Aku akan membantumu kembali bersama dengan Ana, aku tahu Ana juga masih begitu mencintaimu dan kalian akan kembali bersama, aku akan meyakinkan orang tuaku untuk membatalkan perjodohan ini dan kau juga harus menolak perjodohan ini.” Ucap Ana dengan mantap. Ia yakin kalau ini adalah cara untuk membuat laki-laki yang dicintainya bahagia.


Sejak dulu Reana memang mencintai Aldwin. Namun, ia berusaha agar tidak menyimpan perasaan cinta kepada Aldwin yang saat itu berpacaran dengan sahabatnya Ana. Ia hanya mencintai Aldwin dalam diam.


 “Terima kasih Rea, aku tahu kau adalah sahabat terbaik.” Aldwin terlihat terseyum bahagia.


Ia yakin pertemuannya dengan Reana adalah jalan untuk membuatnya kembali bersama dengan Ariana wanita yang sangat dicintainya dan dia adalah cinta pertama Aldwin.


Bersambungggg…


 


Like, Vote dan Komentar.


🙏🙏🙏


 


Tinggalkan jejak yah!😀😊😊


 


Happy Reading…🌹🌹🌹


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2