Dokter Cantik Dan Mafia Kejam

Dokter Cantik Dan Mafia Kejam
Episode 74 : Bertahanlah Part 01


__ADS_3

Hari pernikahan Aldo dan Rea semakin dekat. Tersisa waktu tiga hari lagi mereka akan resmi menjadi pasangan suami istri. Persiapan sudah hampir 100 % rampung. Gaun pengantin, hotel berbintang, serta sajian pesta pernikahan semuanya telah siap. Undangan pernikahan pun seudah tersebar. Tinggal menunggu hari -H.


Ana dan Nico sudah berada di Jet pribadi untuk berangkat ke London menghadiri pernikahan Rea dan Aldo. Setelah beberapa hari puas menikmati keindahan pulau Jeju, mereka memutuskan menemui Rea dan Aldo lebih cepat dan membantunya mempersiapkan acara pernikahan ke dua orang terdekatnya itu.


Mereka berdua sudah berjanji untuk menghadiri pernikahan asisten dan juga sahabatnya. Walau mereka masih ingin menghabiskan waktu berdua lebih lama lagi. Namun, tidak ada yang lebih penting selain melihat orang yang mereka sayangi bahagia.


“Sayang, apa kau sudah menyiapkan hadiah pernikahan untuk Aldo dan  Rea?” Tanya Ana.


“Tentu saja sayang, kau tenang saja, mereka akan sangat menyukai hadiah dariku.” Jawab Nico penuh percaya diri.


Tentu saja Aldo dan Rea akan menyukai  hadiah pernikahan darinya. Hadiah rumah mewah dan juga paket bulan madu ke beberapa negara sudah Nico siapkan untuk mereka.


Nico terus saja memeluk Ana dan tidak ingin melepaskannya. Tangannya sudah masuk ke dalam baju istrinya. Ia mencari 2 gunung kembar yang menjadi favoritnya.


Perjalanan yang cukup lama membuat Nico merasa bosan dengan mengganggu istrinya bisa membantunya menghilangkan rasa jenuh.


“Hentikan sayang! kau membuatku geli.” Ana mencoba menghentikan tangan suaminya yang terus saja berada di dalam baju kemeja miliknya. Tangan Nico sudah turun di bagian perut Ana. Nico mengusap pelan perut istrinya.


“Aku ingin anak kita  mirip denganmu sayang.” Ucap Nico.


“Kenapa harus mirip denganku?” Tanya Ana.


“Dia akan sangat manis, cantik, dan baik hati sepertimu.”  Puji Nico sambil membelai lembut wajah istrinya.


Blllluuussshhhhh..


Ana menyembunyikan wajahnya yang sudah merah merona mendengar ucapan manis dari suaminya.


“Aku ingin anak kita mirip denganmu, Dia akan sangat tampan dan juga pemberani  sepertimu, Dia akan melindungi kita saat tua nanti.”


Cuppp....


Nico mencium bibir mungil istrinya karena sudah mengucapkan perkataan manis.


“Apa kau ingin menua bersamaku?” Bisik Nico di telinga istrinya.


Ana mengangguk pelan dan membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya. Memiliki istri sebaik dan secantik Ana membuat hidup Nico terasa sempurna. Sungguh Ia merasa sangat bahagia dan beruntung.


*******


Jika Ana dan Nico sedang merasa begitu bahagia. Begitu pula yang dirasakan oleh Rea dan Aldo.


Mereka baru  saja selesai mencoba gaun pengantin dari butik langganan Maharani, ibu Aldo.


Mereka sudah berada di dalam mobil dan bersiap untuk kembali ke mansion.


Aldo akan mengantar Rea terlebih dahulu setelah itu, Ia akan kembali ke perusahaan untuk menyelesaikan beberapa masalah yang terjadi.


“Apa kau punya waktu malam ini Sayang?.” Tanya Rea.


“Tentu saja sayang.” Aldo membelai rambut Rea dengan satu tangannya tetap memegang setir mobil.


“Datanglah ke restoran favorit kita jam 08.00 malam, Aku sudah menyiapkan kejutan untukmu.”


“Baiklah sayang, aku akan menunggu kejutan darimu.”


Malam ini Rea sudah menyiapkan pesta sederhana untuk Aldo. Merayakan hari jadi sang kekasih.


“Tuan Nico dan Ana akan tiba besok, aku ingin menyambut kedatangan mereka, apa kau bisa menemaniku?” Tanya Rea.


“Tentu saja sayang, aku tidak ingin Nico menghajarku karena tidak menyambutnya.” Ucap Aldo dengan tertawa.


“Kau benar Al.” Rea juga ikut tertawa.


Mobil tiba di halaman mansion Rea.


“Aku akan kembali ke perusahaan.” Ucap Aldo.


“Jangan terlalu lelah bekerja sayang.” Ucap Rea memberi perhatian.


Ia merasa khawatir dan juga kasihan dengan Aldo yang terlihat lelah karena masalah yang terjadi di perusahaannya akhir-akhir ini.


“Iya sayanggg..., aku akan menjaga kesehatanku, Terima kasih sudah mengkhawatirkanmu hmmm.” Aldo mencium punggung tangan kekasihnya dan menatapnya  lekat.

__ADS_1


“Kenapa menatapku seperti itu Al?” Ke dua manik mata mereka saling mengunci dan menatap dengan tatapan penuh cinta.


“Aku hanya ingin melihat wajah cantikmu saja, aku hanya takut tidak bisa melihat wajah ini, wajah yang selalu membuatku merindukanmu.”


Mendengar ucapan Aldo membuat pipi Rea merona merah.


Cup... Cupp....


Aldo mencium pipi kiri dan juga pipi kanan Rea yang terlihat begitu imut saat sedang merasa malu.


Bibir mereka bertemu dan saling berciuman dengan penuh cinta. Aldo menatap intens dan jarinya mengusap bibir mungil berwarna pink yang baru saja membuatnya kembali bersemangat.


"Aku sudah mendapat vitamin dari bibirmu ini." Ucap Aldo berbisik di telinga Rea yang membuat wajahnya semakin merah merona.


“Sam-sampai jumpa nanti malam sayang.” Ucap Rea berusaha menetralkan detak jantungnya dan perasaan gugupnya.


Sikap manis Aldo selalu saja membuat jantungnya serasa berdetak cepat.


Aldo hanya tersenyum saat melihat Rea yang terlihat gugup.


Rea turun dari mobil Aldo dan mobil pun melaju meninggalkan mansion Rea.


Degggg.... Degggg.....


“Kenapa jantungku berdetak kencang? Semoga semuanya berjalan lancar dan tidak terjadi hal buruk.” Guman Rea menatap mobil Aldo yang semakin menjauh dari pandangannya.


Terlihat raut kebahagiaan dari wajah Rea. Baru sebentar saja Ia bertemu dengan Aldo sudah membuatnya merindukan sosok sang kekasih.


Rea berjalan masuk ke dalam mansionya. Ia melihat ibunya sedang berada di dapur membuat kue Brownis Coklat kesukaan Ana, sahabat putrinya yang sudah Ia anggap sebagai putrinya juga.


“Ibu sedang membuat apa?” Tanya Rea sambil mengambil air di dalam kulkas dan menuankannya ke dalam gelas.


“Kau membuat ibu kaget saja, ibu sedang membuat kue kesukaan Ana, Besok putri ke dua ibu akan datang, ibu ingin menyambutnya, sudah lama ibu tidak melihatnya.” Lama tidak bertemu dengan Ana membuat bu Aluna merindukannya.


“Ibu memang ibu terbaik di dunia.” Rea memeluk ibunya dari belakang dan tanpa sengaja Ia menyenggol gelas berisi air yang belum sempat Ia minum yang tadi Ia letakkan di samping ibunya.


Prannnkkkkk.....


Pecahan kaca itu berhamburan di lantai dapur. Beruntung kaki ke duanya tidak terkena pecahan kaca.


“Maaf bu, aku tidak sengaja.” Ucap Rea sambil berjongkok di lantai ingin memunguti pecahan gelasnya yang berserakan.


“Biar bibi saja yang membersihkan pecahan kaca itu Nak, kau istirahat saja.” Bu Aluna mencoba menghentikan putrinya.


“Awwwwww..” Rea meringis sakit saat jari tangannya terkena pecahan kaca dan mengeluarkan darah yang cukup banyak.


“Biar ibu obati lukamu.” Bu Aluna membawa Rea duduk di sofa dan mengambi kotak obat mengobati luka di jari tangan putrinya.


“Kenapa perasaanku semakin tidak enak saja.” Batin Rea.


Sementara itu, Aldo sedang sibuk mengurus beberapa masalah di perusahaannya. Terjadi masalah yang cukup serius. Beberapa investor tiba-tiba saja memutuskan kerja sama dengan perusahaan miliknya hingga menyebabkan kerugian yang cukup banyak.


“Siapa yang sudah berani mencari masalah dengan perusahaanku?" Guman Aldo sambil memijat pelipisnya yang  tiba-tiba saja berdenyut.


Persiapan pernikahan dan juga masalah perusahaan membuat energinya terkuras.


“Selidiki siapa yang berani bermain-main denganku.” Perintahnya kepada asisten ayahnya.


“Sepertinya ada orang yang ingin menghancurkan perusahaan kita.” Ucap Rolad.


“Ayah benar, aku akan mencari tahu dan memberi mereka pelajaran.”


Waktu menunjukkan pukul 07.00 malam. Itu berarti tersisa waktu 1 jam lagi Aldo akan menemui Rea di restoran favorit mereka biasa bertemu.


Rea sudah berada di sana terlebih dulu menyiapkan kejutan untuk Aldo. Ia sengaja berdandan cantik demi pria yang Ia cintai. Ia ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Aldo.


Ia sudah memesan Private Room agar pesta kejutannya malam ini berjalan lancar.


Waktu menunjukkan pukul 08.00 tepat. Rea duduk di kursi dengan terus menatap kue Tar dan lilin yang bertuliskan “HAPPY BRITHDAY MY DEAR ”


Rea menatap pintu ruangan berharap Aldo akan segera datang. Namun, yang ditunggu sejak tadi tidak menampakkan batang hidungnya.


Waktu menunjukkan pukul 08.40 Wajah Rea terlihat semakin gelisah. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Aldo tapi tak ada jawaban dari ponselnya.

__ADS_1


Saat ini Aldo sedang menyetir mobil dengan kecepatan penuh agar Ia bisa  tiba lebih cepat dan menemui Rea yang sudah menunggunya.


“Siaalllll, aku terlambat.” Umpatnya dengan menekan pedal gas. Mobil melaju dengan kecepatan penuh.


Aldo sudah berangkat lebih awal tadi. Namun, terjadi masalah dengan perusahaannya dan harus diselesaikan secepatnya.


Mobil hampir saja tiba di restoran tempat mereka janjian dan tiba-tiba saja....


Braaaakkkkkk.....


Mobil dengan kecepatan penuh dari arah samping menabrak mobil Aldo dan membuat mobilnya berguling ke sisi jalan.


Warga London yang melihat kejadian itu berusaha membantu korban. Sementara mobil yang menabraknya sudah melarikan diri sejak tadi.


Posisi mobil Aldo sudah terbalik dan Ia berada di dalam mobil dengan posisi terjepit  dan sulit untuk di keluarkan.


Aldo menatap samar-samar  ponselnya yang terus berdering dengan nama “My Love” Tertera di layar ponselnya. Tangannya  berusaha meraih ponselnya. Namun Ia tidak bisa meraihnya.


Kepalanya terbentur dengan  keras hingga darah mengalir di keningnya. Wajahnya terkena pecahan kaca dan beberapa luka sobek di bagian kaki dan tangannya.


“Maafkan Aku sayang.” Lirihnya dengan menatap layar ponselnya hingga Ia memejamkan mata tak sadarkan diri.


Rea semakin dilanda perasaan cemas dan khawatir. Ia memutuskan untuk menemui Aldo saja di mansionya.


Rea sudah berada di luar restoran. Terlihat orang-orang berlarian dan berkerumun. Samar-samar Ia mendengar bahwa ada kecelakaan yang terjadi tidak jauh dari restoran tempatnya saat ini sehingga menimbulkan kemacetan.


Mendengar kata kecelakaan membuatnya keluar dari mobilnya dan berniat untuk membantu korban. Memang sudah menjadi tugasnya menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongan. Karena Ia adalah seorang dokter.


Tanpa pikir panjang, Rea segera menuju tempat kejadian. Orang-orang masih berkerumun dan Ia berusaha untuk mendekat agar bisa menolong korban. Dan.....


Deggggggggg......... Degggggg.....


Jantungnya seakan berhenti berdetak. Seluruh tulangnya terasa lemas dan air matanya tumpah begitu saja saat melihat dengan jelas korban kecelakaan itu adalah Aldo kekasihnya sendiri.


“Al-Aldo.” Seluruh tubuhnya gemetar dan Ia berusaha mendekati tubuh Aldo yang terbaring tak sadarkan diri dengan bersimbah darah di jalanan


Ia segera saja duduk dengan memeluk Aldo dan berusaha menghentikan pendarahan yang terjadi dengan menekan lukanya.


“Sayang... bertahanlah Al, aku mohon jangan pergi, aku mencintaimu, aku mohon bertahanlah demi aku, hikkkkkkssss... Hiksssss........”  air mata Rea luruh, suara tangisnya terdengar menyayat hati.


Gaun putih bersihnya tak lagi berwarna putih. Gaun itu sudah berubah warna  menjadi merah darah. Kerana memeluk Aldo yang bersimbah darah.


Mobil Ambulance tiba, Aldo segera dilarikan ke rumah sakit. Tangan Rea terus menggenggam tangan Aldo yang begitu dingin seperti tak ada lagi kehidupan. Denyut nadinya sangat lemah.


“Aku tidak akan memaafkanmu Al, kau sudah janji akan membuatku bahagia, kenapa sekarang kau membuatku menangis Al, Bangunlah Al. Hiksssss........” Lirihnya.


Rea bahkan tidak lagi memikirkan penampilannya yang terlihat sangat berantakan. Ia bahkan tidak menggunakan alas kaki. Yang ada dipikirkannya saat ini adalah membawa Aldo ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan. Tangannya terus menekan luka di kepala Aldo agar tidak terjadi pendarahan.


“Aku tidak akan memaafkan diriku jika terjadi sesuatu denganmu Al, Hikkkkssss.....” Rea terus saja menangis dan menyalahkan dirinya sendiri.


Wajah tampan Aldo terlihat pucat dengan beberapa luka di bagian wajahnya sungguh membuat hati Rea sakit. Rea terus saja membelai wajah pucat Aldo dan membenamkan wajahnya di dada Aldo memeluknya dengan erat.


“Aku sangat takut kehilanganmu Al, aku mohon jangan ambil dia tuhan, aku masih ingin melihatnya dan hidup bersamanya, aku sangat mencintainya, Ke-kenapa ini harus terjadi denganku?” Lirihnya dengan suara tercekat karena sejak tadi  Ia menangis.


Hari ini Adalah hari ulang tahun sang kekasih. Ia sudah memnyiapkan pesta dan hadiah untuknya. Seharusnya hari ini mereka merayakannya dengan penuh  kebahagiaan.


Rea harus kembali merasakan ujian cinta yang begitu berat dan memberi luka di hatinya. Jika dulu hatinya terluka karena cinta yang tak terbalaskan. Ia tidak ingin terluka lagi karena takdir cinta yang memisahkannya.


Rea hanya bisa berharap dan berdoa agar Ia juga bisa merasakan kebahagiaan untuk selamanya bukan kebahagiaan sesaat yang memberinya luka seumur hidup.


Bersambunggg...


Like, Vote, Komentar sangat Author butuhkan.


Hadiahnya juga jangan lupa yah....


Love You.


🙏🙏🙏🙏


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2