
Hujan deras tak hentinya mengguyur mansion Nico. Malam yang mencekam bagi Ariana. Ia harus merasakan dinginnya lantai kamar. Seorang wanita paruh baya tak hentinya terbatuk dan keringat dingin keluar dari sekujur tubuhnya. Sampai tengah malam wanita itu terus terbatuk dengan suhu badan yang semakin tinggi. Wanita paruh baya itu tak lain adalah bu Ella ibu Ariana
Uhukkk uhukkkkk
suara bu Ella yang tebatuk-batuk dengan darah yang menggumpal keluar dari mulutnya.
“Bu kita ke rumah sakit yah,? Ajak Ariana kepada bu Ella.
Ariana Begitu khawatir melihat kondisi bu Ella yang sudah pucat dan terlihat lemah. Ia tidak bisa berbuat apa-apa selain berusaha merawat kondisi ibunya dengan obat-obatan yang dibelinya di apotek. Namun, kondisi bu Ella semakin hari semakin memburuk.
Kehidupan Ariana dan ibunya semakin menderita. Bu Ella semakin hari semakin kurus dan wajahnya semakin pucat. Bu Ella harus dirawat di rumah sakit agar keadaannya bisa membaik. Namun, Nico tidak mengizinkan bu Ella untuk keluar dari Mansionya dan ia juga tidak ingin bu Ella di rawat oleh dokter.
“Tuan tolong biarkan saya membawa ibu saya ke rumah sakit, saya mohon tuan.” Ariana mengatupkan kedua tangannya dan duduk berlutut di depan Nico.
“Kau pikir aku peduli dengan kondisi wanita tua itu.” Nico tidak peduli dengan kondisi bu Ella dan permintaan Ariana.
“Saya akan melakukan apa pun yang tuan inginkan, tolong selamatkan ibu saya tuan, saya tidak punya siapa pun selain ibu saya tuan HIKSSS..” Tangis Ariana. Ia kembali mencoba memohon kepada Nico dan berharap laki-laki itu memiliki rasa kasihan kepadanya.
Nico diam sejenak mencoba berpikir tentang tawaran Ariana. Ia akhirnya setuju dengan satu syarat.
“Baiklah aku akan membantu ibumu, tapi kau harus memenuhi semua keinginanku.” Ucap Nico dengan seringai tipis di bibirnya.
“Terima kasih tuan.” Ucap Ariana dengan senyum mengambang di bibirnya. Wajahnya terlihat begitu cantik. Senyumnya terlihat begitu manis.
“Hem, Cantik.” Puji Nico dalam hatinya.
Ariana tidak peduli jika ia sekalipun harus melayani Nico yang terpenting baginya adalah kesembuhan ibunya. Ia begitu menyayangi ibunya. Baginya ibunya adalah segalanya. Ia tidak punya siapa pun selain bu Ella.
Nico memanggil anak buahnya dan menyuruh mereka untuk mengantar Ariana dan ibunya ke rumah sakit.
“Antar wanita ini dan ibunya ke rumah sakit, pastikan wanita tua itu mendapatkan perawatan yang terbaik.” Perintah Nico kepada Anak buahnya.
Para anak buah Nico, Ariana dan bu Ella berangkat menuju ke rumah sakit milik Nico yang jaraknya lumayan jauh dari mansion Nico. Dengan mengendarai mobil van berwarna hitam mereka melaju dengan kecepatan penuh kondisi jalanan yang lengang karena waktu yang menunjukkan tengah malam dan hujan yang mengguyur dengan deras membuat tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang hingga mobil yang membawa bu Ella bisa lebih cepat sampai ke rumah sakit.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit. Bu Ella segera di bawah masuk ke dalam ruang perawatan terbaik di rumah sakit Nico dan mendapatkan perawatan yang terbaik pula.
Kali ini dokter Zera kembali menangani bu Ella. Dokter Zera sempat terkejut dengan pasien yang dilihatnya. Ia tidak menyangka Nico benar-benar membuat kedua wanita itu menderita hingga membuat mereka bolak balik masuk rumah sakit.
Ariana segera menghampiri dokter Zera yang baru keluar dari ruangan bu Ella.
“Apa yang terjadi kepada ibu saya dokter.” Terlihat raut wajah sedih dan panik dari Ariana.
Dengan helaan nafas berat dokter Zera mencoba menjelaskan kondisi bu Ella.
“Pasien menderita penyakit Tuberkulosis, kondisi pasien saat ini sedang kritis itu karena pasien terlambat mendapatkan perawatan, Anda tenang saja kami akan memberikan perawatan yang terbaik untuk pasien.” Ucap dokter Zera dengan suara yang juga terdengar sedih.
Deg
Jantung Ariana berdetak kencang. Ia mamang sudah tahu tentang penyakit yang di derita oleh ibunya terlihat dari gejanya berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), batuk berdahak dan terkadang mengeluarkan darah.
__ADS_1
Tentu saja ia tahu tentang penyakit ibunya karena ia sendiri adalah seorang dokter. Walau saat ini ia tidak bekerja lagi. Namun, kemampuan dan pengetahuannya tentang berbagai penyakit dan gejalanya tentu masih ia miliki.
Ariana terduduk di kursi tunggu dengan kondisi yang terlihat lemah.
Ariana masuk ke dalam ruangan ibunya dan duduk di sampingnya. Menggenggam tangan wanita yang sudah melahirkannya. Ia berjanji akan melakukan apa pun demi kesembuhan ibu nya.
.............
Sementara itu di mansion Nico. Ia baru saja menerima telefon dari asistennya Aldo. Terlihat raut wajahnya berubah. Ada rasa kesal yang ditunjukkan.
“Tuan wanita itu baru saja tiba di Indonesia.” Ucap Aldo.
Nico mematikan sambungan telefon dari asistennya begitu saja.
Seharusnya hari ini ia senang wanita yang 3 tahun lalu mengisi hidupnya akan kembali kepadanya. Namun, ada rasa kecewa dan sakit hati yang Nico rasakan. Ia akan membalaskan dendam kepada wanita itu. Wanita yang menyakiti hatinya dan membuatnya tidak percaya dengan cinta.
Nico mengepalkan tangannya mengingat peristiwa 3 tahun lalu.
Ia akan membuat wanita itu menyesal sudah meninggalkannya. Ia akan menikahi Ariana untuk membuat wanita itu sakit hati dan merasakan apa yang dirasakannya selama ini.
Nico mengambil ponselnya dan menghubungi Aldo dan menyuruhnya membawa Ariana untuk menemuinya di restoran X. Restoran tempat dulu Ariana bekerja adalah restoran milik Nico yang dihadiahkan kepada sahabat.
“Bawa wanita itu menemuiku di restoran X dan siapkan kontrak pernikahan.” Perintah Nico.
“Baik tuan.”
“Apa kau yakin akan menikahi wanita itu?" Tanya paman Reynad.
“Ini hanya pernikahan kontrak, aku hanya ingin membalas seseorang yang sudah menyakitiku. Aku akan membuat dua wanita itu menderita. Anak dari pembunuh ayahku dan wanita yang sudah meninggalkanku begitu saja. Paman tidak perlu khawatir aku tidak akan jatuh cinta dengan anak pembunuh itu.” Nico meyakinkan pamannya.
Reynad menepuk pundak Nico dengan pelan.
“Paman yakin kau tidak akan mengecewakan paman dan kedua orang tuamu. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan?, paman akan selalu mendukungmu.” Ucap Reynad dengan yakin.
Kali ini ia hanya bisa menuruti keinginan Nico. Ia percaya keponakannya itu tidak akan mengecewakannya.
..............
Ariana yang di jemput oleh Aldo untuk menemui Nico di restoran X sudah tiba lebih dulu. Ia masuk ke dalam ruangan yang sudah disiapkan diantar oleh Aldo.
Tak berapa lama, Nico tiba dan Aldo menyambut dengan menundukkan kepala memberi hormat. Nico masuk ke dalam ruangan yang sudah ada Ariana di sana. Dengan wajah angkuhnya ia duduk di depan Ariana dan melemparkan map coklat dan menyuruh Ariana untuk menandatangani.
Ariana mengambil dan membuka map coklat yang dilemparkan kepadanya. Ia membaca setiap kata yang tertulis di kertas berwarna putih itu.
“Apa ini tuan.” Ariana memberanikan diri untuk bertanya sebelum ia menandatangani kertas tersebut.
“Itu adalah kontrak pernikahan, nona bisa membaca isi kontrak itu, dan menandatanganinya.” Aldo yang menjelaskan kepada Ariana.
“Aku sudah membantu ibumu dan menolong wanita tua itu, dan kau berjanji untuk melakukan apa pun yang aku inginkan. Sekarang tanda tangani surat perjanjian nikah ini. Jangan berani menolak atau aku akan membuatmu menyesal.” Ancam Nico dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
Ariana mengambil gelas berisi air putih yang ada di sampingnya. Ia minum air itu sampai habis membasahi tenggorokannya yang terasa kering.
Ia membaca kertas yang di dalamnya tertulis kontrak pernikahan.
Kontrak pernikahan itu menjelaskan bahwa Nico sebagai pihak pertama akan menikahi Ariana selama satu tahun dan setelah itu mereka akan bercerai. Ariana sebagai pihak kedua tidak akan menuntut apa-apa dari pernikahan tersebut. Ariana sebagai pihak kedua akan menuruti semua keinginan Nico sebagai pihak pertama.
Kedua bola mata Ariana membulat sempurna setelah membaca isi kontrak pernikahan itu. Ia menelan salivanya dengan susah payah.
“Aku tidak mau menikahi pria kejam ini, tapi bagaimana dengan ibu. Tuhan bantu aku, apa yang harus aku lakukan?” Batinnya.
“Apa yang kau pikirkan.? Cepat tanda tangani kertas itu.” Ucap Nico yang sejak tadi melihat Ariana hanya terdiam.
“Laki-laki kejam ini sudah merenggut kesucianku. Apa aku memang harus menikah dengannya? Aku tidak punya pilihan lain. Aku melakukan ini agar ibu bisa sembuh. Maafkan aku bu sudah membuat ibu kecewa.” Batinya lagi.
Akhirnya Ariana menandatangani dan menyetujui pernikahan kontrak antar dirinya dan laki-laki kejam yang ada di depannya saat ini. Ia tidak punya pilihan lain baginya kesembuhan ibunya adalah segalanya. Ia rela mengorbankan dirinya dengan menikahi laki-laki yang sangat dibencinya.
Setelah selesai dengan kesepakatan antara ia dan Ariana. Nico meninggalkan restoran itu dan kembali ke perusahaannya. Tinggallah Aldo dan Ariana.
Nico sudah menyerahkan semua urusan pernikahannya dengan Ariana kepada Aldo asistennya.
“Persiapkan diri nona! Besok adalah hari pernikahan nona dan tuan Nico.” Ucap Aldo.
“Baik.” Suara Ariana terdengar lirih.
Pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan menikahi laki-laki kejam yang membuat hidupnya menderita. Sekali lagi takdir mempermainkan hidupnya. Ia bahkan masih mengharapkan Aldwin laki-laki yang sangat dicintainya untuk datang dan membawanya pergi dari laki-laki kejam yang saat ini memaksanya untuk menikah.
Ariana berjalan dengan perasaan begitu lemah. Ia berjalan masuk ke dalam mobil mewah milik Nico untuk kembali ke rumah sakit. Aldo memperhatikan Ariana dari kaca dashboard mobil. Terlihat kristal bening dari pelupuk mata Ariana.
Aldo tahu pernikahan kontrak yang direncanakan oleh Nico adalah untuk membalaskan rasa sakit hatinya kepada seorang wanita yang dulu sudah meninggalkan tuannya begitu saja.
Bersambung...
Like, Vote dan Komen.
Tinggalkan jejak Yah.
😀😀😀😊🌹🌹
__ADS_1